cover
Contact Name
Rikky Gita Hilmawan
Contact Email
rikky.hilmawan@bku.ac.id
Phone
+628122087308
Journal Mail Official
lppm.psdkutasikmalaya@bku.ac.id
Editorial Address
Jl RE Martadinata No 142 Kota Tasikmalaya Email: lppm.stikesmk@gmail.com Telp/Fax (0265) 339772
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mitra Kencana Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 25990055     EISSN : 26151987     DOI : 10.54440
Core Subject : Health,
Jurnal Mitra Kencana di bawah Universitas Bhakti Kencana PSDKU Tasikmalaya, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap enam bulan dan sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun elektronik dengan nomor pISSN 2599-0055 dan eISSN 2615-1987. Terbitan pertama Jurnal Mitra Kencana pada bulan November 2017. Jurnal Mitra Kencana (JMK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Bahasa Indonesia), pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka.
Articles 70 Documents
MASSAGE EFFLEURAGE PADA BAGIAN PUNGGUNG, TANGAN, BAHU, LEHER MENURUNKAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI FASE 1 Nur Intan Hayati; Andriansyah Lukman Nugraha; Denni Fransiska
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Mitra Kencana
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i1.102

Abstract

ABSTRAKFaktor penting dalam mempertahankan homeostasis sirkulasi tubuh adalah tekanan darah, peningkatan tekanan darah berdampak pada terjadinya gangguan pada system tubuh sampai terjadi kematian. Massage effleurage merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan homeostasis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek massage effleurage pada bagian punggung, tangan, bahu, leher terhadap tekanan darah penderita hipertensi fase 1. Designs penelitian Quasi-experimental dengan time series, sample 14 responden penderita hipertensi fase 1 yang didapatkan dengan tehnik purposive sampling. Analisis Uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,001 (p < 0,05) yang berarti pemberian massage effleurage pada bagian punggung, tangan, bahu, leher dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi fase 1. Massage effleurage dapat menstimulasi hipotalamus untuk mensekresi endorphin yang mempengaruhi aktivitas syaraf parasimpatis dan penurunan hormon kortisol, norepinephrine dan dopamine, menyebabkan aliran darah vena lebih cepat kembali ke jantung dan vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi rileksasi dan tekanan darah menjadi turun, sehingga dapat dijadikan alternative intervensi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi fase 1.Kata Kunci : Hipertensi fase 1, massage effleurage
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJAPOLAH Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati; Tatu Septiani
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i2.105

Abstract

Perubahan fisiologis pada masa kehamilan, persalinan, nifas, sewaktu- waktu dapat berubah menjadi patologis. Pada awalnya, kehamilan diperkirakan normal dapat berkembang menjadi kehamilan patologis. Selain itu ibu hamil juga harus mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Apabila ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan, ibu akan selalu waspada dan berhati- hati dengan cara selalu rutin memeriksakan kehamilannya.Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan.Metode yang digunakan adalah cross sectional,teknik sampling menggunakan simple random sampling, dengan perhitungan besar samplediperoleh sebanyak 32 ibu hamil. Hasil penelitian pengetahuan ibu berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar berpendidikan SMA pengetahuan baik yaitu 34.38%,berdsarkan umur berada pada umur 2035 tahun pengetahuan baik yaitu 68.75%, berdasarkan pekerjaan sebagian besar tidak bekerja dengan pengetahuan baik yaitu 46.88%,berdasarkan paritas responden sebagian besar responden memiliki lebih dari satu anak dengan pengetahuan pada baik yaitu 50%. Kesimpulan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Rajapolah pengetahuan baik yaitu 75%, pengetahuan cukup yaitu 25%.Kata kunci : Tanda Bahaya Kehamilan, Pengetahuan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT ANTI ANXIETAS PADA PASIEN ANSIETAS BAUR DEPRESI DI KLINIK PSIKIATRI RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Budy Nugraha; Yani Mulyani
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v1i1.7

Abstract

RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya merupakan Rumah Sakit rujukan se-Priangan Timur yang angka kejadian pada kasus Ansietas Baur Depresi di Klinik Psikiatri RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya menjadi urutan yang pertama pada tahun 2015-2016. Peningkatan jumlah pasien Ansietas Baur Depresi karena masih banyak orang yang tidak bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dengan suatu perubahan atau gejolak hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan mengkonsumsi obat anti anxietas pada pasien ansietas baur depresi di Klinik Psikiatri RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan keluarga yang mempunyai pasien ansietas baur depresi, dengan teknik yang digunakan adalah accidental sampling. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan 40 pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah univariat yaitu dengan frekuensi, bivariat dengan menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dukungan keluarga frekuensi tertinggi adalah dukungan keluarga cukup 34 orang (73,9%), kepatuhan mengkonsumsi obat anti anxietas pada pasien ansietas baur depresi frekuensi tertinggi adalah ya patuh 23 orang (50,0%). Hasil uji statistik dengan nilai p-value=0,019 diketahui ada hubungan antara dukungan keluarga keluarga dengan kepatuhan mengkonsumsi obat anti anxietas pada pasien ansietas baur depresi di Klinik Psikiatri RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Saran setelah melakukan ini keluarga senantiasa memberikan dukungan keluarga terhadap pasien berupa dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informasi sehingga pasien dapat teratur dalam mengkonsumsi obatnya.Kata kunci : Dukungan keluarga, kepatuhan mengkonsumsi obat anti anxietas pada pasien ansietas baur depresi
GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU LANSIA TERHADAP DIABETES MELLITUS TIPE II Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Mela Anggraeni; Rika Purnama Sari
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v3i2.85

Abstract

ABSTRAK Jumlah lansia semakin meningkat. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia adalah DM tipe II. DM tipe II merupakan penyakit kronik dengan peningkatan glukosa dalam darah diakibatkan oleh resistensi terhadap insulin. Sikap positif sangat penting dalam perawatan diabetes. Perilaku merupakan cara mengaplikasikan fikiran, keinginan dan sikap seseorang. Sikap dan perilaku individu mengenai DM sangat penting dalam manajemen DM terutama pengobatan tahap pertama. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan sikap dan perilaku pada peyakit DM tipe II namun bukan khusus kepada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Sikap Dan Perilaku Lansia Terhadap Diabetes Mellitus Tipe II. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Respoden berjumlah 57 lansia secara accidental. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 33 orang (57.9%) memiliki sikap kurang baik. Kemudian sebagian besar responden yaitu 31 orang (54.4%) memiliki perilaku kurang baik. Kesimpulan, sebagian besar responden memiliki sikap dan perilaku kurang baik terhadap DM tipe II. Hasil menunjukkan perilaku dan sikap masih kurang baik sehingga harus ada tindakan keperawatan untuk meningkatkannya. Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe II, Lansia, Perilaku, Sikap
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI LITERATURE REVIEW Erna Irawan; Hilman Mulyana
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v3i1.60

Abstract

ABSTRAK Hipertensi didefinisikan sebagai the silent killer yang berarti penyakit pembunuh secara diam-diam. Masalah yang ditimbulkan sebagai efek hipertensi menyebabkan perubahan kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien hipertensi berdasarkan literature review. Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database proquest. dengan kata kunci yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien hipertensi, dari tahun 2011-2018. Jenis penelitiannya dari deskriptif sampai RCT. jumlah artikel yang ditemukan adalah 1807 dan 17 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien hipertensi berdasarkan literature review adalah sosiodemografi gaya hidup, nutrisi, pengalaman keluarga dengan hipertensi, latihan fisik, pengobatan, pengendalian nafas, meditasi, asuransi kesehatan, dukungan social dan pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil, diharapkan adanya penelitian secara langsung kepada pasien hipertensi mengenai faktor-faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Kata kunci: Faktor-faktor, Hipertensi, dan Kualitas Hidup
HUBUNGAN MENGKONSUMSI SUSU KEHAMILAN DENGAN PERTUMBUHAN JANIN DI KELURAHAN NAGARASARI KOTA TASIKMALAYA Tiara Puspa Indah Sari; Lina Marlina
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i1.121

Abstract

Selama masa kehamilan, tubuh ibu akan membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Salah satu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah dengan mengkonsumsi susu kehamilan. Produk susu merupakan sumber kaya kalsium. Dapat diketahui bahwa pentingnya mengonsumsi susu bagi ibu hamil, karena salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan berat badan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi susu kehamilan dengan pertumbuhan janin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crosectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil pada trimester 2 sampai trimester 3 sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive Sampling sebanyak 15 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ibu hamil Trimester II dan III sebagian besar mengkonsumsi susu kehamilan sebanyak 8 orang (53,3%), pertumbuhan janin berdasarkan TFU sebagian besar ada pada kategori sesuai (sesuai UK) yaitu sebanyak 12 orang (46,7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square diperoleh nilai p sebesar 0,038, lebih kecil daripada nilai a (0,05). Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan konsumsi susu kehamilan dengan pertumbuhan janin pada ibu hamil di Kelurahan Nagarasari Kota Tasikmalaya. Saran untuk ibu hamil adalah hendaknya ibu hamil selama kehamilan mengkonsumsi susu kehamilan agar pertumbuhan janin optimal.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET VITAMIN C TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL YANG MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS Lina Marlina
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 2 (2018): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v1i2.50

Abstract

ABSTRAKKasus anemia pada ibu hamil masih tinggi. Di Kabupaten Ciamis tercatat 20.755 orang ibu hamil dengan jumlah anemia pada ibu hamil sebesar 3.419 orang. Anemia ringan 430 orang dan anemia berat 81 orang. Untuk mengurangi angka prevalensi anemia maka penataan gizi pada ibu hamil sangat penting untuk menyiapkan cukup kalori, protein yang bernilai biologi tinggi, vitamin, mineral dan cairan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi ibu, janin serta plasenta. Disamping tablet fe yang harus dikonsumsi ibu selama kehamilan, ibu harus mengkonsumsi beberapa vitamin, diantaranya vitamin C untuk mempercepat 30% penyerapan tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengkonsumsi tablet fe di Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini bersifat Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian pretest-posttest one group design. Jenis data yang diambil adalah data primer dengan instrument lembar checklist. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengkonsumsi tablet fe di Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yaitu sebanyak 19 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling namun ada yang drop out sebagai responden sehingga sampel berjumlah 12 orang. Hasil penelitian yang dilakukan meunjukkan bahwa hasil peningkatan kadar hemoglobin 83,3%. Rata-rata peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengkonsumsi tablet vitamin C sebesar 0,9 gr/dl. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji statistik t-Test, didapatkan hasil p-value=0,025<0,05 sehingga ada pengaruh konsumsi vitamin C terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis tahun 2017. Diharapkan dengan penelitian ini ibu hamil lebih meningkat pengetahuan dan meningkatkan konsumsi vitamin C. Kata Kunci       : Tablet Vitamin C, Ibu Hamil  dan  Tablet FE 
DAMPAK HIPERTENSI TERKONTROL DAN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL TERHADAP KEJADIAN GAGAL GINJAL : A LITERATUR REVIEW Hilman Mulyana; Yani Sriyani; Dede Ipah
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i2.110

Abstract

Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal dimana ginjal tidak bekerja sebagaimana fungsinya sebagai pengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. 5 hingga 10 juta orang meninggal diakibatkan oleh penyakit ginjal. 3,8% penduduk Indonesia mengalami gagal ginjal dan mengalami pengingkatan setiap tahunnya. Penyebab gagal ginjal tertinggi adalah Diabetes Mellitus, menurut IRR dari hasil peelitian pada pasien hemodialisa didapatan penyebab gagal ginjal adalah Hipertensi. Beban ekonomi negara untuk menangani kejadian gagal ginjal sangan besar mencapai 3,1 triliun pada tahun 2017 menurut data BPJS. Penduduk Indonesia terdapat 8,8% mengalami hipertensi. Literature review ini dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu jurnal nasional dan internasional yang memiliki tema yang sama. dengan kata kunci yaitu dampak hipertensi terkontrol dan tidak terkontrol terhadap kejadian gagal ginja, dari tahun 2010- 2020. Jenis penelitiannya dari deskriptif sampai RCT, dengan jumlah artikel yang ditemukan adalah 4.457 dan hanya 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukan dari 10 jurnal terdapat hubungan antara hipertensi dengan gagal ginjal. Dampak hipertensi tidak terkontrol lebih tinggi terhadap gagal ginjal tahap akhir dibandingkan dengan hipertensi terkontrol. Kesimpulan dari literature review ini adalah adanya dampak hipertensi yang tidak terkontrol terhadap terjadinya kasus gagal ginjal lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi yang terkontrol.Kata Kunci : Hipertensi Terkontrol, Hipertensi Tidak Terkontrol, Gagal Ginjal
TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGANGGULANGAN PENDERITA GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN GARUT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO.18 TAHUN 2014 TENTANG KESEHATAN JIWA SERTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NO.2 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEHATAN Tanti Suryawantie
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 2 (2018): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v1i2.37

Abstract

Kabupaten Garut pada tahun 2009 pernah terjadi peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa dan angka kejadian gangguan jiwa dari tahun 2012 sampai 2014 terus meningkat. Upaya untuk menyelamatkan penderita gangguan jiwa sudah terdapat dalam peraturan perundang-undangan yaitu UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No.18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Kabupaten Garut telah memiliki Peraturan Daerah No.2 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tanggung jawab pemerintah daerah dalam penanggulangan penderita gangguan jiwa berdasarkan dengan UU No.18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa serta untuk mengetahui implementasi tanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penanggulangan penderita gangguan jiwa berdasarkan UU No.18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa serta Peraturan daerah Kabupaten Garut No 2 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kesehatan.Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normative.Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari sd Juli 2016 di Kabupaten Garut.Hasil penelitian menemukan bahwa tanggung jawab pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam upaya penanggulangan kesehatan jiwa telah diatur dalam peraturan perundang-undangan No.18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa tetapi masih pada pelaksaanannya masih ada yang belum sesuai dengan amanat peraturan tersebut. Selain itu Pemerintah daerah telah membuat Peraturan Daerah No.2 tahun 2013 tentang Penyelenggraan kesehatan tetapi dalam pelaksanaan tanggung jawabnya hanya tiga indicator yang sudah dilakukan  yaitu responsifitas,akuntabilitas dan kualitas pelayanan. Sedangkan tiga indicator yang lainnya yaitu keadilan, responsibilitas serta diskresi belum sepenuhnya dilakukan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTERATURAN MINUM OBAT TB PARU PADA PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPEDES KOTA TASIKMALAYA Asep Mulyana
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Mitra Kencana
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i1.98

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis Paru (Tb paru) telah dikenal hampir di seluruh dunia, sebagai penyakit kronis yang dapat menurunkan daya tahan fisik penderitanya secara serius. Puskesmas Cipedes merupakan peringkat ke-2 terbanyak yang banyak mengalami kasus Tb paru pada tahun 2015 kasus Tb paru sebanyak 85 orang merupakan kasus baru, peringkat ke-1 terbanyak terjadi di Puskesmas Cihideung yaitu sebanyak 111 orang. Pada bulan Januari-Mei tahun 2017 di Wilayah Kerja Puskesmas Cipedes kasus Tb paru sebanyak 34 orang, dari jumlah tersebut sekitar 50% disebabkan karena penularan dari anggota keluarga yang pernah menderita Tb paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ketidakteraturan minum obat Tb Paru pada pasien Tb Paru. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan crossectional, populasi dari penelitian ini adalah pasien Tb paru yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Cipedes Kota Tasikmalaya yang berjumlah pada bulan Mei-Juni tahun 2017 sebanyak 34 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat Tb paru, dan dukungan keluarga terhadap ketidakteraturan minum obat Tb paru di Wilayah Kerja Puskesmas Cipedes Kota Tasikmalaya.Kata Kunci : Dukungan keluarga, jenis kelamin, ketidakaturan minum obat, Tingkat Pendidikan, tuberkulosis, umur