cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2019)" : 7 Documents clear
NILAI-NILAI AQIDAH DAN AHLAK DALAM KITAB SIMTUT DURAR KARYA HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI: (Analisis Isi Akidah dan Ahlak dalam Simtut Durar) Abidin, Achmad Syukron
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.398 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3521202

Abstract

Abstrak: Kitab Simtut Durar sebagai kitab yang menceritakan kehidupan nabi juga tidak lepas dari nilai-nilai akhlak dan doktrin tasawuf. Karena dalam Simtut Durar sendiri menceritakan tentang orang yang menjadi sauri tauladan dalam setiap tindak tanduk beliau. Unsur ahlak sebagai salah satu cabang tasawuf bisa dilihad pada ungkapan Habib Ali dalam menjelaskan tentang nabi Muhammad sebagai suri tauladan yang baik. Selain itu terdapat pula nilai-nilai akidah dalam karyanya ini.Habib Ali al-Habsyi membungkus karyanya Simtut Durar dengan nilai-nilai akidah dan ahlak yang sangat kental. Habib Ali membungkus nilai-nilai itu dengan gaya bahsa yang indah dan mudah dipahami dan diresapi bagi pembacanya. Kata Kunci: Tasawuf, Nilai, Ahlak, Ali al-Habsyi, Simtut Durar
STRATEGI GURU DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Hidayatullah, Mohammad Nur
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.072 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3521214

Abstract

Abstrak: Keberadaan suatu lembaga pendidikan selalu ingin menghasilkan output yang baik, berkualitas, dan bisa diandalkan. Hal ini terlihat salah satunya dengan tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dari sini banyak cara yang diupayakan pihak sekolah agar bisa maju dan memiliki kualitas pendidikan yang bagus, atau minimal sekolah yang memiliki nilai atau ciri tersendiri dibandingkan sekolah-sekolah lain.Salah satunya yakni, menciptakan suasana lingkungan sekolah yang mencerminkan situasi yang Islami. Seperti: perilaku masyarakat, sekolah yang baik, berbudi pekerti yang luhur, sikap toleran antar sesama, dan sebagainya. Pelaksanaan strategi pengembangan pendidikan agama Islam diterapkan di dalam kelas, yaitu menciptakan suasana kegiatan belajar-mengajar lebih efektif dan efisien dengan mengatur dan memodifikasi kegiatan belajar-mengajar oleh guru, selain itu juga ada yang diterapkan di lingkungan luar kelas, yaitu dengan memberi contoh yang baik serta menciptakan hubungan antar sesama secara harmonis. Hal ini akan memberikan energi positif untuk bersemangat dan menjalankan kasih sayang antar teman. Kata Kunci: Strategi, Guru, Pengembangan Pendidikan Agama Islam, Prestasi Belajar.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Mulyono, Mulyono
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.953 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522418

Abstract

Abstrak: Pengajaran agama sebagai suatu bentuk dari kebudayaan tentunya harus sejalan dengan pendidikan keagamaan dalam suatu masyarakat. Kedua-duanya mengenal hegemoni nilai-nilai agama di dalam kehidupan bersama. Apabila pelajaran agama ditekankan kepada bentuk-bentuk yang normatif, prosedural, obyektif dalam pelaksanaan ajaran dan nilai-nilai agama tertentu, maka pendidikan keagamaan sifatnya sangat inklusif bahkan sangat substantif. Perancanaan pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis multikultural dilakukan dengan cara membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan sesuai dengan kurikulum yang dipakai, sehingga nanti apa yang akan menjadi tujuan pembelajaran bisa tercapai. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Agama, Multikultural.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MAKAN BERSAMA DI SEKOLAH Naimah, Konik
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.174 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522844

Abstract

Abstrak: Berdasarkan tinjauan psikologis dan ilmu pendidikan, masa usia dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Apa yang diterima anak pada masa usia dini, apakah itu makanan, minuman, serta stimulasi dari lingkungannya memberi kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan struktur otak. Dari segi empiris banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting karena pada waktu manusia dilahirkan kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100-200 miliar sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal. Namun, hasil penelitian menyatakan bahwa hanya sekitar 5% potensi otak yang terpakai dikarenakan kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak. Usia dini (0-6 tahun) disebut juga masa keemasan (the golden age), merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan sekaligus periode yang sangat kritis yang menentukan tahap perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya. Setiap rangsangan atau stimulasi yang diterima anak akan melahirkan sambungan baru atau memperkuat sambungan yang sudah ada. Para psikolog dan juga pakar pendidikan sepakat bahwa untuk mengoptimalkan stimulasi pada anak usia dini dan untuk menciptakan generasi yang berkualitas pendidikan harus dimulai sejak dini (0-6 Tahun) yaitu melalui PAUD. Stimulasi yang diberikan kepada anak melalui lembaga lembaga PAUD akan membuat neuron-neuron berfungsi optimal sehingga berguna bagi perkembangan sensori motori anak. Kompleksitas jaringan neuron antar sel di dalam otak anak secara otomatis akan memacu aspek aspek perkembangan lain, seperti sosial emosional, kognitif, kreatifitas, bahasa, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Perkembangan, Pertumbuhan, Kecerdasan, Sosial Emosional, Makan Bersama.
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA KOMPETENSI DASAR MENENTUKAN KOMPOSISI DUA FUNGSI DAN INVERS SUATU FUNGSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER SISWA KELAS X MIPA-2 SMA NEGERI 1 GEGER KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2 Fatoni, Makmun
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.886 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522862

Abstract

Abstrak: Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Salah satu elemen tersebut adalah adanya saling ketergantungan positif. Numbered heads together merupakan salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa, suatu metode yang merangsang siswa untuk aktif mengemukakan gagasan sehingga menimbulkan suasana yang menyenangkan. Dengan pembelajaran kelompok kecil, akan tercipta suasana yang saling mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan Jika siswa senang maka perhatian terhadap tugas besar atau penuh sehingga hasil belajar akan meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Adakah peningkatan prestasi belajar matematika dalam menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah dengan model pembelajaran numbered heads together siswa kelas X MIPA-2 SMA Negeri 1 Geger Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2017/2018. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I 65.35 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 81.78 dan pada siklus III 83.57. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa: ada peningkatan motivasi dan hasil belajar menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah dengan model pembelajaran numbered heads together siswa kelas X MIPA-2 SMA Negeri 1 Geger Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2017/2018. Kata Kunci: Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi, Model Pembelajaran Numbered Heads Together
تعليم الكتابة : أهدافه، و عناصره، وتقنياته Nafi'i, Wildan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.244 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522897

Abstract

Abstrak: Menulis merupakan kemahiran puncak dalam berbahasa setelah seseorang berhasil menguasai kemahiran menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Sebagaimana kemahiran berbicara, menulis merupakan kemahiran bahasa aktif yang menghasilkan buah pikiran atau gagasan. Berbeda dengan kemampuan menyimak atau membaca, yang merupakan kemampuan berbahasa pasif. Tujuan dari pelajaran menulis sendiri yaitu agar pembelajar mampu mengungkapkan berbagai pikirannya dalam tulisan, memperbaiki kemampuan berkomunikasi dalam tulisan, dan juga agar mampu menggunakan bahasa Arab dalam beragam konteks narasi tulis. Cakupan kemahiran menulis meliputi bagaimana menuliskan huruf yang dibuyikan, membedakannya, menyambungnya sesuai kaidah, membuat rangkuman, hingga menuangkan gagasan bebas dalam tulisan. Untuk mencapai itu, perlu diperhatikan beberapa asas, seperti keterpahaman akan kaidah imla’ insya’, pemahaman akan tema aktual yang didalami, juga ketekunan dan ketelatenan siswa dalam menganalisis tulisannya dari kesalahan dan kekurangan. Teknik Pembelajaran menulis dimulai dengan mengenalkan huruf beserta bunyi dan lambangnya (tulisannya), pembiasaan menggores, membedakan tulisan dari bunyinya, menyalin (imla’ manqul), mempelajari kaidah imla’ hingga sampai pada tahapan imla’ mandzur dan imla’ ikhtibary. Kata Kunci: Pembelajaran menulis, Tujuan, Unsur cakupan, Teknik.
REVITALISASI ESENSI HUKUM PERKAWINAN PERSPEKTIF PENGADILAN AGAMA DI INDONESIA (Rekontruksi Pemahaman Tujuan Perkawinan Sebagai Paradigma Kritis terhadap Fenomena Maraknya Gugat Cerai yang Dilakukan TKW di Pengadilan Agama) Toni, Agus
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.321 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3522913

Abstract

Abstrak: Sebagai sunatullah yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan dalam hal mempertahankan klain kehidupan manusia. Perkawinan yang baik dan sah dalam konteks regulasi positif dan normatif bersandar pada kesamaan akidah meskipun terdapat pernyataan yang disyartakan dalam kebiasaan di struktur masyarakat seperti kesamaan dalam strata sosial. Sebagai konsekwensi logis dalam perkawinan adalah terwujudnya tatanan keluarga dan masyarakat yang harmonis secara absolut. Akan tetapi sebuah tujuan dari perkawinan tersebut dalam perjalanannya mengalami kendala yaitu perceraian dengan berbagai faktor yang melatar belakangi seperti jarangnya komunikasi antar pasangan, jarak yang begitu jauh, faktor ekonomi dan adanya pihak ketiga. Meskipun perceraian adalah suatu hal perlu dijauhi namun kondisi tersebut terkadang menjadi tuntunan untuk dilakukan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah keluarga setelah mediasi tidak menemukan titik penyelesaian. Aspek alternatif terakir sebagai solusi penyelesaian masalah dalam keluarga, perceraian menjadi indikator terhadap keretakan dalam menjaga dan membangun esensi keharmonisan keluarga. Terlepas dari perubahan kultur masyarakat yang syarat akan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan pergaulan, menjadi dasar akan pentingnya pemahaman kembali terhadap fungsi dan tujuan pernikahan oleh masyarakat menjadi langkah kongkrit diawal seseorang dalam memutuskan untuk menikah. Kata Kunci: Perkawinan, Perceraian, Esensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7