Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MAKNA DALAM WACANA Nafi'i, Wldan
Arabia Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v10i1.1385

Abstract

المستخلص ة « للغات بوصفها أهم وسائل الاتصال ّ يستعرض هذا البحث « الوظيفة الدلالي من الرموز ً بين دراسة اللغات باعتبارها نظاماًزاّوالتفاهم بين بني البشر، ممي يدرس الرموز ًالصوتية العرفية الاعتباطية، وبين علم العلامات. بكونه علما ظهر البحث ُوالعلامات اللغوية وغير اللغوية، ويعد علم اللغة أحد فروعه. كما ي ده، بجلائه وغموضه، بثباته وتحوله، وبقدرة اللغة في ّصور المعنى ببساطته وتعد بأن الكشف عن ًهذه الحالات جميعها على أداء وظيفتها بيسر وسهولة، مبينا « المعنى الدلالي « هو النظر في العلاقة المتبادلة بين الدال والمدلول من خلال  من فروع البحث ًأنظمة اللغة (الصوتية والصرفية والنحوية) باعتبار كل منها فرعا عن المعنى، وما يضاف إلى ذلك من معطيات المعجم والمقام. أما الرموز الأخرى التي لا تتحقق دلالتها من خلال النظام اللغوي؛ فيدرسها علم العلامات العام وما يتفرع عنه من علوم أخرى. ومن الأمور المسلم بها أن النشاط الكلامي ذا ن من مفردات فحسب، بل يتكون من أحداث كلامية ّالدلالة الكاملة لا يتكو د معالمها بوقفات أو بسكنات أو نحو ذلك؛ ّ تتحدًن جملاّوامتدادات نطقية تكو فإن علم الدلالة اللساني لا يقف فقط عند معاني الكلمات المفردة، بل يتعداها إلى دراسة معنى الجملة، وإلى كل شكل لغوي له معنى، وهذا يعني أن يشرح عالم  لغة خبرة الإنسان إلى وحدات حاملة للمعنى.ّل كلّاللغة كيف تحلالمعنى الدلالي - المعنى النحوي – السياقالكلمات التركيزية :
STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN Wildan Nafi'i
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.79 KB)

Abstract

Media pendidikan itu secara ideal digunakan dengan menggunakan perencanaan yang sistematis. Sebuah media digunakan bila media itu mendukung tercapainya tujuan instruksional yang telah dirumuskan serta sesuai dengan sifat materi instruksionalnya yang telah dirumuskan. Dalam memanfaatkan sebuah media pembelajaran diperlukan sebuah strategi yang tepat agar pembelajaran dapat dilakukan secara optima dan mencapai tujuan yang diinginkan. Secara teknis strategi dalam memanfaatkan media pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan yaitu persiapan sebelum menggunakan media, kegiatan saat menggunakan media dan yang terakhir adalah kegiatan tindak lanjut setelah penggunaan media. Kata Kunci: Strategi, Media Pembelajaran, Pendidikan.
PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELEGENCE Wildan Nafi'i
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2945.548 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran berbasis multiple intelegence diawali dengan memilah-milah dan mengidentifikasi kecerdasan setiap anak, lalu merumuskan tema/topik pembelajaran kemudian menguraikan kecerdasan apa yang bisa dikembangkan dari topik itu dan kegiatan apa yang bisa dilakukan. Dengan kata lain, pendidik perlu memberdayakan semua kecerdasan pada satu tema pelajaran tertentu. Kemudian mengoptimalkan capaian pada tema/pelajaran tertentu berdasarkan masing-masing kecerdasan siswa. Dan juga pendidik harus membuat kelas sevariatif dan sekreatif mungkin. Pelaksanaan pembelajaran berbasis multiple intelegence sebenarnya telah direpresentasikan melalui implementasi kurikulum tematik K13. Namun kurikulum ini tidak dapat survive karena sulitnya menyesuaikan perubahan-perubahan dalam banyak hal, termasuk paradigm kurikulum, kemampuan SDM, ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber belajar yang riil, karena pembelajaran tematik sifatnya adalah faktual dan konkret, bukan konseptual abstrak. Sehingga tidak banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang bisa menerapkan pembelajaran berbasis multiple intelegence. Kata Kunci: Kurikulum, Pembelajaran, Multiple Intelegence
لفظ الإقرار عن بحث إقامة الحدود Sofiah Rosyadi; Lailatul Qomariyah; Wildan Nafi'i
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i5.1204

Abstract

الملخصالإقرار هو واحد من طرائق لإثبات الجريمة الحدود الشريعة الإسلامية التي جاءت مراعة للمصالح ومحافظة للضروريات الخمس في مقاصد الشريعة الإسلامية، وجهل كثير من الناس بحجية الإقرار في العقوبات الحدية. وأهداف من هذا البحث هي الحاجة إلى معرفة أركان الإقرار وشروطه وما أثره وصوره في إثبات الحق. استخدمت الباحثة منهج البحث المكتبي (library research) بمدخل البحث الكيفي، واستخدمت أسلوب تحليل المضمون في اسلوب تحليل البيانات. ومن نتائج البحث: أن لفظ الإقرار في الإثبات تتوقف على توفر أركانه وشروطه فإذا نقص من ذلك فلا يثبت على حكم الحدود، والإقرار في إقامة الحدود يبين على حكم الإقرار والرجوع عنه. بأن لفظ الإقرار لا يجب قرره في حد الزنا وقطع الطريق بل يسن الستر بخلاف حد القذف مستحب أن يقر بل يجب، والإقرار في إقامة الحدود يكفي مرة واحدة لإثبات ما يترتب عليه، وحكم الرجوع عن الإقرار بالزنا مقبول، بخلاف الرجوع عن الإقرار بحد القذف فلا يصح الرجوع، وأما الرجوع في حد قطع الطريق قولان والصحيح أنه يقبل عند المذهب الشافعي.Abstrak Iqrar (pengakuan) adalah salah satu cara untuk membuktikan kejahatan hukuman hadud dalam hukum Islam، yang datang dengan memperhatikan kepentingan dan menjaga lima kebutuhan tujuan hukum Islam، dan banyak orang yang mengabaikan otoritas pengakuan dalam hukum Islam pada kewajiban hukuman had. Tujuan penelitian ini adalah perlunya mengetahui rukun dan syarat pengakuan serta dampaknya dalam cara menegakkan kebenaran. Peneliti menggunakan metode library research dalam pendekatan penelitian kualitatif، dan peneliti menggunakan metode analisis isi (conten analysis) dalam metode analisis data. Diantara hasil penelitiannya:lafadz Iqrar(pengakuan) dalam pembuktian tergantung pada tersedianya rukun-rukun dan syarat-syaratnya، jika hilang dari itu maka tidak terbukti dalam hukum syariat، dan pengakuan dalam penetapan ambang batas menunjukkan penilaian Iqrar dan Rujuk(pembalikan) dari iqrar itu. Bahwa Iqrar tidak wajib diutarakan dalam had zina dan perampok، tetapi disunnahkan untuk menutupinya، berbeda dengan had penuduh zina sebaiknya ia mengaku(beriqrar) bahkan harus، dan pengakuan dalam menetapkan Hukuman hadd cukuplah satu kali untuk membuktikan akibatnya، dan hukum mencabut pengakuan zina hukumnya boleh(diterima)، berbeda dengan mencabut pengakuannya dari iqrar had fitnah(menuduh zina)، tidak dibenarkan jika  kembali(rujuk)، dan adapun rujuk dalam kasus perampokan، ada dua pendapat، dan pendapat yang benar adalah diterima menurut mazhab Syafi'i.
Development Of Educational Crossword Puzzle Games In Arabic Vocabulary Learning For Madrasah Aliyah Students Siti Naharul Maskanah; Jepri Nugrawiyati; Lailatul Qomariyah; Wildan Nafi'i; Dahlina Dahlina; Faishol Mahmud Adam Ibrahim
Jurnal Al-Maqoyis Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jams.v10i1.5999

Abstract

This research examined the production of an educational crossword puzzle game used to facilitate Arabic vocabulary learning in Madrasah Aliyah. Using the Research and Development Approach by Borg and Gall, the authors used 4 stages to produce the product:  exploration, product development, testing, and finalization. After analyzing the data using methods, the results show a score of 5 (very good category) and validated media experts with a score of 4.8. (Very good category), and limited trials with a score of 4.4 (very good category) and field trials with a score of 4.5 (good category). Further research is needed to expand this vocabulary learning technique beyond this small dataset. 
تعليم اللغة العربية على المدخل الإتصالى NAFI'I, WILDAN
EL WAHDAH Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v1i2.4162

Abstract

يوجد فى تعليم اللغة اتصاليا المهارات الإتصالية. وهذه المهارات تتضمن فى كلٍ من أربع مهارات التى تكتسب في سائر تعليم اللغة. المهارات الاتصالية إذن ليست مجرد أداء لغوي يصدر بأي طريقة كانت، أو حتى مجرد إجادة لعناصر اللغة، وإنما هي أداء معين لتحقيق وظائف اتصالية معينة في مواقف اجتماعية محددة، وفي ضوء هذا لا يمكن أن نعزل مهارات الاستماع، أو الكلام مثلاً عن السياق الذي تستخدم فيه. وهذا ما يجعل للمهارات اللغوية في المدخل الاتصالي طبيعة، وخصائص ووظائف، تختلف عن كل هذا في مدخل لغوي آخر فضلاً عن نوع العلاقة بين هذه المهارات.
PENGEMBANGAN KOMPONEN KURIKULUM ARIF SHAIFUDIN; WILDAN NAFI'I
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4630

Abstract

Kurikulum dalam dunia pendidikan memiliki peranan penting dan tidak tergantikan dalam proses pembelajaran sebagai jalan yang harus dilalui setiap peserta didik sehingga berkembang seluruh potensinya. Kurikulum sebagaimana definisi secara modern bukan hanya kumpulan mata pelajaran yang harus dienyam oleh peserta didik, namun ia merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang harus diberikan oleh sekolah kepada peserta didik. Dengan demikian kurikulum secara komprehensif adalah kegiatan yang direncanakan untuk dialami oleh semua peserta didik yang terdiri dari komponen-komponen yang saling terkait. Dinamika perkembangan masyarakat sebagai input pendidikan mengharuskan lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan pengembangan komponen-komponennya. Keharusan mengembangkan komponen kurikulum tersebut merupakan bentuk respon dunia pendidikan terhadap tuntutan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang. Dengan demikian pendidikan dengan berbagai pengembangan komponen kurikulum yang dilakukan akan tetap relevan dan sejalan dengan karakteristik peserta didik di setiap masanya. Di sinilah peran strategis kurikulum dalam membawa dan mengarahkan pendidikan sehingga tetap berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik tanpa kehilangan prinsip dinamis dalam menjawab kompleksitas kebutuhan usernya.
PENDEKATAN FILOSOFIS DALAM STUDI ISLAM Arif Shaifudin; Wildan Nafi'i; M. Muchlish Huda
EL WAHDAH Vol. 3 No. 01 (2022): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v3i01.4867

Abstract

Islam datang sebagai pedoman kehidupan yang benar untuk semua pemeluknya. Dengan demikian Islam adalah agama yang luas mencakup berbagai dimensi kehidupan umat. Untuk dapat membaca Islam mampu hadir dalam setiap sendi kehidupan maka diperlukan pendekatan yang tepat dalam memaknai Islam. Dengan berbagai pendekatan yang tepat akan tampak Islam yang dinamis dalam memberikan solusi atas berbagai problematika kehidupan umat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membaca Islam adalah pendekatan filosofis. Pendekatan filosofis ini merupakan kajian Islam yang berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal dengan meneliti dari akar permasalahannya, metode ini bersifat mendasar dengan cara radikal dan integral karena memperbincangkan sesuatu dari segi esensi atau hakikat sesuatu. Dengan pendekatan filosofis ini diharapkan Islam bukan hanya semacam tradisi dengan hanya kebenaran sosial sebagai ukuran kebenarannya, namun Islam akan tampak kebenarannya secara hakikat. Implementasi pendekatan filosofis ini seperti misalnya ajaran agama Islam mengajarkan agar melaksanakan sholat berjamaah dengan tujuan antara lain agar seseorang dapat merasakan hikmahnya hidup secara berdampingan dengan orang lain, dan lain sebagainya. Makna demikian dapat dijumpai melalui pendekatan yang bersifat filosofis.
Analisis Tindak Tutur/Speech Act pada Kalam Amr/ Kalimat Imperatif Dalam Al-Qur'an Wildan Nafi'i
EL WAHDAH Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v5i2.6083

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memetakan makna kata perintah pada ayat-ayat al-Quran dengan memadukan antara ilmu balaghah Ma’aniy dan ilmu bahasa pragmatic. Dalam ilmu ma’aniy, kalam amr bermakna perintah. Namun pada penerapannya kata perintah tidak selalu bermakna perintah. Kalam amr dalam al-Qur’an memiliki beberapa macam bentuk, dan secara semantic memiliki makna yang berbeda-beda. Hasil analisis tindak tutur menunjukkan bahwa kalam amr dalam ayat al-Qur’an selain brmakna perintah, juga memiliki makna doa, petunjuk, berandai, memberi pilihan, memukul rata (sama), melemahkan, mengejek, mengultimatum (tawaran yang pahit), membolehkan, merendahkan/ menyepelekan, menakut-nakuti, memuliakan, menyangkal, memberi kabar yang mengherankan. Berkaitan dengan kalam amr atau imperative ini ada nuansa tindak tutur yang terbagi menjadi tiga yaitu lokusi atau perwujudan formal dari ungkapan, lalu ilokusi yaitu tindakan lain yang ada bersamaan dengan disampaikannya ungkapan itu, lalu perlokusi yaitu apa yang dihasilkan dari tuturan itu kepada pihak lawan tutur.
علم الصرف: نشأته وتطوره Nafi'i, Wildan Wildan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.456 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2637

Abstract

Abstrak: Shorof telah menjadi bagian dari ilmu linguistic Arab yang mempelajari tentang struktur kata dan perubahan-perubahan yang terjadi padanya. Pada pertengahan abad pertama Hijriyah, shorof tumbuh bersama ilmu nahwu, sebagai  satu macam ilmu bahasa. Selanjutnya ilmu shorof berkembang sendiri secara terpisah dari ilmu nahwu. Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga abad ke empat belas Hijriyah, hingga linguistic Arab klasik bertemu dengan ilmu linguistic modern dari Barat. Maka muncullah banyak kemiripan antara istilah pada linguistic Arab klasik dengan linguistic modern. Banyak kaidah-kaidah dalam linguistic modern yang mempengaruhi kaidah ilmu linguistic Arab klasik. Dalam ilmu shorof klasik diketahui bahwa kalam dibagi menjadi tiga: ism, fi’il, dan huruf. Sedangkan para linguis modern membaginya dalam: isim (kata benda), sifat, fi’il (kata kerja), kata ganti, imbuhan, keterangan (waktu dan tempat), dan kata penghubung. Para linguis modern menganggap metodologi ilmu shorof klasik masih tumpang tindih dalam klasifikasi kalam dan batasannya. Sedangkan linguis Arab klasik memandang bahwa metodologi shorof modern masih rancu dan tak lain hal tersebut hanya akan mempersulit  pembelajar bahasa dalam mempelajarinya   Kata Kunci: Shorof, Pertumbuhan, Perkembangan, Ilmu Shorof Klasik, Ilmu                        Shorof Modern.