cover
Contact Name
Anas Yuliadi Nurdin
Contact Email
kaderabahasa@gmail.com
Phone
+6281356666626
Journal Mail Official
anasmanado@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Sulut, Jalan Diponegoro nomor 25, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Kadera Bahasa
ISSN : 20884850     EISSN : 26232049     DOI : -
Kadera Bahasa is a journal that publishes results of research in language and literature studies, including theoretical linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral tradition, philology, semiotics, pure literature, applied literature, interdisciplinary literature, also literature and identity politics. Kadera Bahasa is published twice a year, on April and Agust. All published articles have gone through the review process by well-read editors. Kadera Bahasa is published by Balai Bahasa Sulawesi Utara, Indonesia.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1" : 6 Documents clear
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DI CUITAN AKUN TWITTER @SUDJIWOTEDJO PADA BULAN FEBRUARI 2020 Wulan Tri Marwuni; Asep Purwo Yudi Utomo
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7932.226 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.122

Abstract

Media sosial merupakan sesuatu yang tak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Salah satu media sosial yang digandrungi oleh masyarakat saat ini adalah Twitter. Penggunanya bukan kaum milenial saja tetapi juga orang-orang yang menjadi tokoh penting. Salah satu tokoh yang aktif menggunakan twitter adalah Sudjiwo Tedjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam cuitan akun twitter @sudjiwotedjo. Selain itu, juga untuk mengetahui karakteristik dari cuitan akun tersebut. Peneliti menggumpulkan cuitan dari akun @sudjiwotedjo kemudian mengklasifikasikan cuitan yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam akun tersebut. Setelah itu, penulis baru dapat memberikan makna dari cuitan yang mengandung tindak tutur ilokusi. Akun @sudjiwotedjo merupakan akun yang positif meskipun urakan. Dikatakan akun positif karena dalam bulan Februari 2020, akun tersebut beberapa kali memberikan sindiran untuk koruptor dan buzzer-buzzer.  Kritikannya tak hanya menyasar orang-orang penting tapi terkadang juga mengritik balasan dari pengikutnya. Dikatakan akun urakan karena dalam cuitannya sering kali muncul kata “asu” dan “jancuk”. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pengguna Twitter lebih bijak dalam menangkap makna di setiap cuitan yang mereka temui.
DEIKSIS DALAM BAHASA TOMBULU Louisa Rina Moningka
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1845.378 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.93

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to describe the form and function of tombulu language deixis. This research is qualitative with descriptive method especially in collecting data scientifically, and producing linguistic rules in linguistics. Data for analysis need are sourced from the field and literature. Field data is collected through informants, and library data is taken from books. Data collection techniques used direct observation techniques, tapping records, notes, and interviews. For data analysis, the inductive method is adopted. The results of this study indicate that in terms of the form of tombulu language deixis can be in the form of a morpheme, a word and a phrase. In terms of function depends on the type of deixis. In tombulu only one form of deixis refer to him male and female. Deixis to designate a place in tombulu is known for three distinctions. While the possessive contructive of tombulu language is stick-right. In the syntactic distribution, the possessive construct of the tombulu language stick-right morpheme, clearly showing the characteristics of a consistent VO type language. Through deixis pointing in Tombulu language can answer Frei’s hypothesis, which says that the higher the level of culture, the simpler the language deictic system concerned. In the case of Tombulu language deixis especially the place deixis can reflect the low level of Tombulu culture. Keywords : deixis, Tombulu, language
STRATEGI BERTUTUR MENOLAK OLEH MASYARAKAT BATAK TOBA PADA KEGIATAN (MARHATA SINAMOT) TAWAR-MENAWAR MAHAR Lastri Wayhuni Manurung
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2123.44 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.129

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menemukan strategi menolak yang digunakan oleh juru bicara pada kegiatan marhata sinamot (tawar-menawar mahar). Tahap marhata sinamot dalam pernikahan adat Batak Toba menjadi salah satu tahap paling penting karena tahap ini berisi tentang pembahasan sinamot (mahar) yang menjadi simbol bentuk bagaimana laki-laki menghormati perempuan yang akan dinikahinya. Penolakan adalah tindakan yang dapat mengancam muka dari pendengar/pemohon/orang yang mengundang, karena itu bertentangan dengan harapannya, maka juru bicara membutuhkan strategi untuk menyatakan penolakannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang datanya bersumber dari negosiasi marhata sinamot di Sidamanik. Dari pembahasan pada analisis data disimpulkan bahwa strategi yang paling banyak digunakan (terlebih penutur A kepada B) adalah strategi menolak dengan pernyataan meminta empati. Faktor peristiwa tutur dan keterikatan prinsip dalihan na tolu yang dimiliki oleh masyarakat Batak Toba, menjadi alasan digunakannya strategi tersebut.
KORESPONDENSI FONEMIS BAHASA MELAYU KUTAI DAN BAHASA TONYOOI DI KALIMANTAN TIMUR Nurul Masfufah
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.825 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.100

Abstract

AbstractResearch on phonemic correspondence between Melayu Kutai and Tonyooi has never been done. The purpose of this study is to describe the form of phonemic correspondence between Melayu Kutai and Tonyooi. Data collection is done by the method of documentation with the technique of reading and taking notes. The data analysis using a comparison method with phonemic correspondence techniques. In this study found 10 phonemic correspondences between Melayu Kutai and Tonyooi, namely a~e/-k#, ŋ~kŋ/-#, ᴓ~q/-#, d~ᴓ/kv, b~ᴓ/kv , m~pm/-#, n~tn/-#, c~s/#-, s~h/-#, and u~o/k(v)-k. The vowels phoneme correspondence was only found in one device, while the consonant phoneme correspondence was found in nine devices. The phonemic correspondence set shows the kinship of the two languages. In addition, it can show the characteristics of each language from its phonological aspects, such as unique phonemes, namely /kŋ/, /pm/, and /tn/ at the end of words in Tonyooi, whereas in Melayu Kutai it is not found.Keywords: phonemic correspondence, vowels phonemes, consonant phonemes AbstrakPenelitian korespondensi fonemis antara bahasa Melayu Kutai dan bahasa Tonyooi belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perangkat korespondensi fonemis antara bahasa Melayu Kutai dan bahasa Tonyooi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dengan teknik baca dan catat. Penganalisisan data menggunakan metode perbandingan dengan teknik korespondensi fonemis. Dalam penelitian ini ditemukan 10 perangkat korespondensi fonemis antara bahasa Melayu Kutai dan bahasa Tonyooi, yakni a~e/-k#, ŋ~kŋ/-#, ᴓ~q/-#, d~ᴓ/k-v, b~ᴓ/k-v, m~pm/-#, n~tn/-#, c~s/#-, s~h/-#, dan u~o/k(v)-k. Korespondensi fonem vokal hanya ditemukan satu perangkat saja, sedangkan korespondensi fonem konsonan ditemukan sembilan perangkat. Perangkat korespondensi fonemis tersebut menunjukkan adanya kekerabatan kedua bahasa tersebut. Selain itu, dapat menunjukkan karakteristik masing-masing bahasa dari aspek fonologinya, seperti ditemukan fonem unik, yaitu /kŋ/, /pm/, dan /tn/ di akhir kata dalam bahasa Tonyooi, sedangkan dalam bahasa Melayu Kutai tidak ditemukan.Kata kunci: korespondensi fonemis, fonem vokal, fonem konsonan
KABA BONSU PINANG SIBARIBUIK: FUNGSI PELAKU YANG CUKUP LENGKAP DENGAN PENYIGIAN MORFOLOGI VLADIMIR PROPP Mulyadi Mulyadi
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.006 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.110

Abstract

AbstrakArtikel ini menganalisis genre sastra tradisional Minangkabau, Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS), dengan menggunakan pendekatan naratologi morfologi Valdimir Propp. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teori fungsi pelaku morfologi cerita rakyat dari Propp, penelitan ini membuktikan bahwa fungsi pelaku dalam kaba ini sangat relevan dengan teori Propp. Terdapat sebanyak 29 fungsi dalam kaba KBPS dari 31 yang dikemukakan Propp, dengan tiga pergerakan cerita atau tiga pengulangan pola fungsi tindakan pelaku, dengan tujuh persebaran fungsi pelaku yang sesuai/lengkap dengan Propp (lingkungan aksi: penjarah; pemberi (donor); pembantu/penolong; seorang putri (yang dicari) dan ayahnya; perantara/utusan; pahlawan/wira; dan pahlawan palsu. Narasi kaba ini membuktian relevasi dan equivalensi struktur kesejagadannya dengan pola-pola cerita peri Rusia yang diteliti Propp. Fungsi-fungsi tindakan dikemukakan Propp itu pada kaba KBPS bukan semata sebuah hasil rekayasa dan kejeniusan tukang cerita, hal itu juga keajaiban universalitasnya dalam penciptaan struktur naratif tradisional yang unik.Kata-kata kunci: Bonsu Pinang Sibaribuik, fungsi, morfologi cerita rakyat, struktur naratif, universal, Vladimir Propp  AbstractThis article analyses a traditional Minangkabau epic narrative entitled Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS) by using Vladimir Propp’s morphology of folktale. By using qualitative method and the theory of the function of action in Propp’s theory, this research proves that the function of action of the narrative is very relevant to the Propp’s pattern. From the analysis it was found that there are 29 functions (act of actions) in the narrative compared with 31 functions stated by Propp, with three movements of the story or three repetition of the functions of action with seven extent of function of acts that are fit to Propp invented (the circle of action: villain; donor; helper; a princess and her father; dispatcher; hero; and false hero). This narrative has proved its pattern has a universal structure as the pattern of fairy tales studied by Propp. The function of action proposed by Propp as revealed in the narrative of BPS is not a mere story telling intelligence, it is also as wonderful of the universality pattern in the making of unique traditional narrative structure.Keywords: Bonsu Pinang Sibaribuik; function, morphology of folktale, narrative structure; universal, Vladimir Propp.
MEDIA YOUTUBE SEBAGAI SARANA PEMEROLEHAN BAHASA B2 ANAK USIA 3-5 TAHUN (STUDI KASUS DUA ORANG ANAK) Farah Nur Fakhriyah
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.48 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan masalah pemerolehan bahasa kedua pada studi kasus dua orang anak melalui tontonan yang disimak pada media sosial YouTube. Media sosial YouTube merupakan media sosial yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Begitupun pada anak-anak yang masih pada tahapan pemerolehan bahasa. Media sosial YouTube menjadi media yang sangat efektif digunakan pada pemerolehan bahasa pada anak, terlebih lagi pada proses pemerolehan bahasa anak B2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif yang mana peneliti melakukan wawancara, kemudian memaparkan dan menyajikan dalam bentuk uraian deskriptif. Responden pada penelitian ini ialah dua orang anak, yang pertama ialah seorang anak laki-laki yang bernama Muhammad Alman Aqmar Permana yang berusia 3 tahun 8 bulan dan studi kasus kedua ialah seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang bernama Fahira Putri Hendriansyah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pemerolehan bahasa kedua, yaitu bahasa Inggris yang terfokus pada nomina warna dan numeralia pokok. Pemerolehan bahasa kedua hanya dapat diserap anak dalam bentuk kata. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dapat diketahui bahwa media YouTube dapat berpengaruh pada pemerolehan bahasa B2 anak. Akan tetapi, media YouTube tidak sepenuhnya menyubstusikan peran manusia dalam pemerolehan ataupun pembelajaran bahasa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6