cover
Contact Name
Anas Yuliadi Nurdin
Contact Email
kaderabahasa@gmail.com
Phone
+6281356666626
Journal Mail Official
anasmanado@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Sulut, Jalan Diponegoro nomor 25, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Kadera Bahasa
ISSN : 20884850     EISSN : 26232049     DOI : -
Kadera Bahasa is a journal that publishes results of research in language and literature studies, including theoretical linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral tradition, philology, semiotics, pure literature, applied literature, interdisciplinary literature, also literature and identity politics. Kadera Bahasa is published twice a year, on April and Agust. All published articles have gone through the review process by well-read editors. Kadera Bahasa is published by Balai Bahasa Sulawesi Utara, Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa" : 5 Documents clear
BAHASA KIASAN DALAM CERPEN “SURABAYA” KARYA TOTILAWATI TJITRAWASITA Yulitin Sungkowati
Kadera Bahasa Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v9i2.8

Abstract

This research is aimed to describe the figurative language of short story “Surabaya” of Totilawati Tjitrawasita. Theproblems of research focus are what are the figurative language in short story and how are its effects? The research usedqualitative method by using read and noted techniques. The research has results that figurative language of the shortstory are personification, simile, and methapore All of them dominated narration of the short story and they get effectof imaginative creation of a suffering village and violent city. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap bahasa kiasan yang ada dalam cerpen “Surabaya” karya TotilawatiTjitrawasita. Masalah yang menjadi fokus penelitian, yakni bahasa kiasan apa sajakah yang ada dalamcerpen “Surabaya” karya Totilawati Tjitrawasita dan bagaimanakah efeknya. Metode yang digunakanadalah metode kualitatif dengan teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwabahasa kiasan yang banyak digunakan dalam cerpen “Surabaya” adalah personifikasi, simile, dan metafora.Ketiga bahasa kiasan itu mendominasi narasi cerpen dan menimbulkan efek terciptanya gambaranangan tentang sebuah dusun yang merana dan sebuah kota yang kejam.
NILAI-NILAI POSITIF TOKOH HALUOLEO BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER Heksa Biopsi Puji Hastuti
Kadera Bahasa Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.167 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v9i2.9

Abstract

The great name of a character immortalized into the title of some vital objects in a regionconsequently carries the purposeof giving role models for character development, at least for local residents. This article raises the issue of positive valuesin character of Haluoleo figure for character development. The data are descriptions of Haluoleo character taken fromHaluoleo story of Tolaki folklore which has been published, as primary data source. The data analysis is done in twosteps, namely first level semiotic readings and second level semiotic readings. From the analysis results obtained theextraction of moral values in character Haluoleo figure as follows: (1) harmonization between softness and firmness; (2)accuracy in mapping needs and self-empowering to fulfill them as well; (3) put forward the equation for the sake oftogetherness and brotherhood; (4) sincerity; (5) respect for birth; (6) humble attitude; and (7) respect and honor friendsand enemies proportionally AbstrakNama besar seorang tokoh yang diabadikan menjadi nama beberapa objek vital di suatu wilayahtentu mengemban maksud pemberian teladan bagi pengembangan karakter, setidaknya bagi wargasetempat. Artikel ini mengangkat permasalahan nilai positif dalam karakter tokoh Haluoleo bagipengembangan karakter. Data berupa deskripsi karakter tokoh Haluoleo yang diambil dari sumberdata berupa kisah Haluoleo versi cerita rakyat Tolaki yang sudah diterbitkan. Analisis data dilakukandalam dua tahap, yaitu pembacaan semiotik tingkat pertama dan pembacaan semiotik tingkat kedua.Dari hasil analisis diperoleh ekstraksi nilai positif dalam karakter tokoh Haluoleo sebagai berikut (1)harmonisasi antara kelembutan dan ketegasan; (2) ketepatan dalam memetakan kebutuhan sekaligusmemberdayakan dirinya untuk memenuhinya; (3) mengedepankan persamaan demi kebersamaandan persaudaraan; (4) ketulusan; (5) menghargai kelahiran; (6) sikap rendah hati; dan (7) menghargaidan menghormati kawan maupun lawan secara proporsional.
PENGGAMBARAN ALAM DALAM SASTRA JAWA KUNO DAN JAWA MODERN SEBAGAI PROMOSI WISATA Ratun Untoro
Kadera Bahasa Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.682 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v9i2.10

Abstract

Tourism promotion is performed in purpose. It can be natural event to stimulate interest for tourists who are passing,watching, listening, or reading and feeling not in purpose. It is associated to the natural portrayal in literary works. Thenature was portrayed by the poets or writers with personal feeling and they do not tend to refer to tourism purpose. Even,sometimes the poets hide the beautiful nature illustration from public. They just want to express their feeling and do notwant people to do agree for the beauty of nature they portrayed. Those problem is formulated in this research. Naturalcondition appeared in literary works and it never be addressed for tourism promotion. The date of this research is oldand modern Javanese literature to reveal how the poets portrayed nature through ages. This research was initiated fromassumption that poets or writers performed observation about nature and circumstance, then they were expressed in theirliterary works. This research proved that nature is still used by poets or writers to assist, complete, and give storysituation AbstrakPromosi wisata tidak selalu dalam bentuk kesengajaan. Ia bisa berupa keadaan alamiah yang tidaksengaja bisa menimbulkan daya tarik bagi wisatawan yang kebetulan melihat, mendengar, atau membacaserta merasakan. Demikian halnya dengan pengambaran alam yang terdapat dalam karya sastra. Iadilukiskan oleh penyair atau pengarang dengan perasaan personal yang tidak harus selalu ingin ditujukanuntuk tujuan wisata. Bahkan, kadangkala penyair ingin menyembunyikan keadaan alam yang dirasakanindah memesona itu dari masyarakat luas. Ia hanya ingin menuliskan perasaannya dan tidak perluorang lain mencari kebenaran keadaan alam yang dilukiskannya. Hal-hal seperti itulah yang diungkappada penelitian ini. Keadaan alam yang muncul dalam karya sastra dan tidak pernah ditujukan untuktujuan promosi wisata. Data penelitian ini ialah karya sastra Jawa Kuno dan Jawa Modern untukmengetahui bagaimana penyair atau pengarang melukiskan alam pada masing-masing zaman. Penelitianini berawal dari asumsi bahwa penyair atau pengarang melakukan observasi terhadap alam danlingkungannya kemudian muncul dalam karya-karyanya. Penelitian ini membuktikan bahwa alam seringdigunakan oleh penyair atau pengarang untuk mengiringi, melengkapi, dan menambah suasana cerita.
ASPEK SUPRAGSEMENTAL SEBAGAI PENDUKUNG KONSTRUKSI TEMA-REMA DALAM BAHASA JAWA BANYUMAS Restu Sukesti
Kadera Bahasa Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.507 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v9i2.6

Abstract

Theme-rheme construction is a part of the universality language in the world. The most important aspect as thesupporter of theme-rheme construction is suprasegmental aspect, which is intonation role. With that intonation role,theme-rheme unsure and variation can be determined. In a theme-rheme construction research in Javanese-Banyumas,based on intonation role research, found that there is unique characteristic of theme, rheme, and supplement unsure. It isfound that there are six theme-rheme construction roles in Javanese-Banyumas, based on the intonation role as well.Moreover, five of those six roles can change into another role because of intonation role changing. Thus, suprasegmentalaspect has huge influence to the theme-rheme construction. AbstrakKonstruksi tema-rema merupakan salah satu ciri keuniversalan bahasa-bahasa di dunia. Aspek yangterpenting sebagai pendukung konstruksi tema-rema ialah aspek suprasegmental, yaitu pola intonasi.Dengan pola intonasi tersebut, unsur-unsur dan variasi konstruksi tema-rema dapat ditentukan. Dalamkajian konstruksi tema-rema dalam bahasa Jawa Banyumas, berdasarkan kajian pola intonasinya,ditemukan kekhasan unsur tema, rema, dan suplemen. Berdasarkan pola intonasi itu pula, dalambahasa Jawa Banyumas ditemukan enam pola konstruksi tema-rema. Lima di antara enam pola tersebutdapat berubah menjadi pola lain karena perubahan pola intonasinya. Dengan demikian, aspeksuprasegmental sangat berpengaruh terhadap konstruksi tema-rema.
BENTUK DAN FUNGSI TEKS MANTRA NFN Mulyanto; Edi Suwatno
Kadera Bahasa Vol 9, No 2 (2017): Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.841 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v9i2.7

Abstract

Mantra has a special form of language that is considered can connect people with things that are not concrete. The spelllanguage has poetic elements, such as rhyme and rhythm, and is considered to contain supernatural powers. The distinctivelanguage of the mantra needs to be studied in terms of form and function to be known by the people so that they will nothave wrong assumption on mantra. Data are obtained from various oral literary texts. This study uses the theory ofstructuralism of Jean Peager. The results show that the mantra language can be in the form of pantun, poetry, lyricprose, repetition of sound, and chant. Mantra has functions for kinship, treatment, pest eradication, immunity, games,health, love (compassion), and livelihood. AbstrakMantra memiliki bentuk bahasa khusus yang dianggap dapat menghubungkan manusia dengan halyang tidak konkret. Bahasa mantra berunsur puisi, seperti rima dan irama, dan dianggap mengandungkekuatan gaib. Bahasa yang khas pada mantra perlu dikaji bentuk dan fungsinya agar dapat diketahuioleh masyarakat sehingga mereka terhindar dari anggapan yang tidak benar terhadap mantra. Datadiperoleh dari berbagai teks sastra lisan. Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme Jean Peager.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa mantra dapat berbentuk pantun, puisi, prosa lirik, pengulanganbunyi, dan kidung. Mantra memiliki fungsi untuk kekeluargaan, pengobatan, membasmi hama,kekebalan, permainan, kesehatan, cinta kasih (berkasih-kasihan), dan mata pencaharian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5