Articles
166 Documents
ANALISIS LEARNING OBSTACLE SISWA SMA PADA MATERI FUNGSI INVERS
Amalia Pratamawati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v2i1.47
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik learning obstacle siswa SMA pada materi fungsi invers. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau pada semester II tahun ajaran 2016/2017. Uji learning obstacle dilakukan pada siswa SMA kelas XII IPA. Teknik pengumpulan data learning obstacle siswa dilakukan dengan tes tertulis, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik learning obstacle siswa SMA pada materi fungsi invers antara lain didactical obstacles, ontogenic obstacles, dan epistemological obstacles.
MODEL BUDGET RUN DAN TUNAS INTEGRITAS DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI SMA: EFEKTIVITAS DAN RESPONS PESERTA DIDIK
Ariyanti Ariyanti
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v2i1.49
Dalam pembelajaran ekonomi, peserta didik mengeluhkan banyaknya konsep, materi, hafalan, dan gambar kurva yang harus dipelajari. Pembelajaran ekonomi juga dianggap terlalu membosankan dengan pembelajaran monoton yang berpusat pada guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tulisan ini menawarkan model pembelajaran yang dapat diterapkan dan menyenangkan berbasis cooperative learning dan kelompok, dikemas dalam suasana games, mewadahi tipe belajar peserta didik yang beragam dan penuh dengan pendidikan karakter yang dinamakan model Budget Run dan Tunas Integritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas di kelas XI IPS 1. Metode penelitian yang digunakan adalah model riset dan pengembangan (R & D) Plomp yang dikombinasikan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahapan dalam penelitian pengembangan ini meliputi Preliminary Investigation, Design and Develop, Realization, Test Evaluation and Revision, dan Implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Budget Run dan Tunas Integritas (TI) dapat meningkatkan hasil belajar, serta respons dan minat peserta didik.
LATIHAN MENIUP BOLA PINGPONG DALAM PENINGKATAN PENGUCAPAN KONSONAN BILABIAL PADA ANAK TUNARUNGU KELAS D2/B DI SLB B/C PARAMITA GRAHA BANJARMASIN
Fithri Aulia Azizah
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.50
Selama organ bicaranya masih baik, hal ini tidak menutup kemungkinan seorang tunarungu dapat berbicara. Siswa tunarungu terkadang dapat menyebutkan identitas dirinya, namun pengucapan konsonan yang tidak terdengar jelas dan hampir hilang. Kemampuan bicara tunarungu sering terjadi kesalahan yang muncul akibat dari terganggunya pernapasan yang sering tidak digunakan dalam berbicara sehingga menjadi kaku. Perlu adanya latihan pernapasan sebelum melakukan tahap lanjutan bicara anak tunarungu yaitu latihan meniup secara letupan dengan menggunakan media bola pingpong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pengucapan konsonan bilabial /b/ melalui latihan meniup bola pingpong. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan pola Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yang diperoleh dari tes perbuatan dan dokumentasi yang divisualisasikan melalui grafik garis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan meniup bola pingpong dapat meningkatkan pengucapan konsonan bilabial /b/ pada anak tunarungu kelas D2/B di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR CLASS PADA SISWA TUNANETRA KELAS XI SLB N 1 BANTUL YOGYAKARTA
Endang Sri Lestari
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.51
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa tunanetra melalui penerapan Model Pembelajaran Outdoor Class di SLB N 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian menggunakan Model Kurt Lewin dengan dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan observasi dan refleksi. Masing-masing siklus diselesaikan dalam dua pertemuan. Penelitian melibatkan siswa tunanetra kelas XI di SLB N 1 Bantul Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa tunanetra kelas XI di SLB N 1 Bantul dapat ditingkatkan melalui penerapan Model Pembelajaran Outdoor Class. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata peningkatan prosentase ketuntasan belajar siswa
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA TUNARUNGU DENGAN E-CASH MATEMATIKA DI SMK NEGERI 3 PROBOLINGGO
Dwi Anggraeni
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.52
Matematika adalah bahasa simbol karena matematika terdiri dari simbol-simbol yang padat arti dan berlaku secara universal (umum). Matematika merupakan pelajaran yang wajib diberikan pada semua siswa pada tiap jenjang pendidikan, termasuk siswa tunarungu yang berada pada pendidikan inklusi. Berdasarkan gaya belajar siswa Tunarungu yang visual, guru menyajikan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media E-CASH (Exploration Calculator Sheets). Bahasa Matematika yang disajikan dengan KeyLog pada kalkulator sebagai visualisasi prosedur dan penyajian masalah Matematika “w1w515=z6=12=3=4=12====”. Penyajian instruksi Matematika menggunakan KeyLog dapat digunakan sebagai pengganti bahasa lisan guru terhadap siswa Tunarungu dalam memberikan materi persamaan linear dan materi lainnya, sehingga siswa dapat memahami apa yang disajikan guru di kelas secara klasikal (siswa ABK dan reguler) dan untuk memberikan keterampilan mengoperasikan/prosedur Matematika secara tepat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pembelajaran matematika pada pendidikan inklusif SMK Negeri 3 Probolinggo dengan menggunakan E-CASH menunjukkan bahwa minat siswa secara signifikan meningkat dilihat dari aktivitas siswa mengikuti pelajaran Matematika, keterlibatan siswa, ketertarikan siswa akan pelajaran Matematika, dan perhatian siswa pada saat proses pembelajaran meningkat dari 40,28% menjadi 68,54%. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran di kelas mulai bergeser dari teacher centred ke student centred dan kelas menjadi lebih kondusif
JEMBATAN ASADISCO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI HOLISTIK PESERTA DIDIK PADA MATERI PENGHANTARAN IMPULS SARAF
Siti Khofifah
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.53
Materi penghantaran impuls saraf merupakan materi yang sifatnya abstrak pada mapel biologi, sehingga kebanyakan peserta didik sangat sulit memahami konsep tersebut. Kesulitan itu terjadi karena di SMA Negeri 1 Sidayu belum ada media yang bisa digunakan untuk memvisualisasikan konsep materi secara konstektual sehingga hasil belajar peserta didik rendah karena selalu memakai metode ceramah. Selama ini juga penilaian hanya dilakukan pada kompetensi pengetahuan sedang sikap dan ketrampilan diabaikan. Untuk itu melalui media jembatan asadisco hasil kreativitas penulis akan mampu menyelesaikan masalah yang ada, dengan tujuan penelitian untuk meningkatkan kompetensi holistik peserta didik pada materi penghantaran impuls saraf. Dengan Research and Development model 4-D Thiagarajani melalui tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan dan diseminasi. Implementasi dengan uji coba awal dan uji coba akhir. Ada validasi RPP, LAPD dan jembatan asadisco. Dengan instrumen berupa lembar penilaian diri, lembar observasi penilaian kompetensi holistik meliputi sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai taraf kompetensi yang ditentukan. Subyek peserta didik kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Sidayu berjumlah 32, putri 19 dan putra 13. Hasil uji coba awal kompetensi sikap 60%, ketrampilan 70% dan pengetahuan 78,1% sedang uji coba akhir sikap 87%, ketrampilan 88% dan pengetahuan 87.5%. Kesimpulan bahwa jembatan asadisco dapat dijadikan sebagai upaya yang mampu meningkatkan kompetensi holistik peserta didik kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Sidayu pada materi penghantaran impuls saraf
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENELITI DAN MENYUSUN LAPORAN PENELITIAN MELALUI PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TANAM PADA MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Budiyanto Soeryono
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 2 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.54
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan memperbaiki kelemahan dalam proses pembelajaran yang selama ini dilakukan pada materi pertumbuhan dan perkembangan kelas XII, dengan mengimplementasikan model project based learning (PjBL) tanam. Project Based Learning (PjBL) tanam adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran. Kata tanam merupakan akronim dari kata tumbuhkan-amati-narasikan-amalkan. Model pembelajaran ini membantu guru memberikan ruang gerak yang cukup dalam pelayanan bimbingan dan siswapun dapat berkreasi melakukan penelitian. Karena pembelajaran ini dapat dilakukan di luar jam pelajaran reguler (intrakurikuler) sehingga siswa memiliki ruang gerak yang cukup. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat di tarik simpulan bahwa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) tanam dapat meningkatkan kemampuan menyusun dan membuat laporan penelitian pada pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan dengan subyek penelitian 36 siswa kelas XII Mipa 1 SMA Negeri 1 Sutojayan Kabupaten Blitar 2018/2019, hal ini ditunjukkan pada peningkatan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa pada siklus I, siklus II dan III.
ANALISIS PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN NOVEL GRAFIS MELALUI PEDAGOGI MULTILITERASI
Teddy Fiktorius
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 3 No. 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v3i2.66
Tujuan utama dari studi kasus ini adalah untuk menganalisis persepsi dari 27 peserta didik SMA Bina Mulia dalam membaca novel grafis menggunakan pedagogi multiliterasi yang mencakup desain pembelajaran yang seimbang dari ‘mengalami’, ‘mengonsep’, ‘menganalisis’ dan ‘menerapkan’. Studi kasus ini melibatkan pengumpulan data kualitatif yang berasal dari observasi dan wawancara kelompok fokus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik secara positif menilai penerapan kegiatan membaca novel grafis sebagai strategi implementasi multiliterasi karena kegiatan ini tidak hanya dapat meningkatkan minat baca peserta didik tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar dengan rekan-rekannya secara kolaboratif.
IMPLEMENTASI MODEL MANAJEMEN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK MENYIAPKAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MEMASUKI DUNIA KERJA
Rejokirono Rejokirono
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.72
Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan intelektual. Hambatan intelektualnya memberikan tuntutan agar pendidikan bagi mereka ditekankan pada pengembangan potensi keterampilan vokasionalnya agar bisa mandiri. Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 47 Tahun 2010 SLB memiliki 8 tugas pokok dan fungsi di antaranya adalah penyelenggaraan latihan kerja bagi anak didik berkebutuhan khusus dalam persiapan memasuki dunia kerja. Seharusnya anak tunagrahita lulusan SLB memiliki keterampilan dan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Namun kenyataan mereka masih menganggur belum diberdayakan di masyarakat. Salah satu penyebabnya karena belum optimalnya pembelajaran keterampilan. Sekolah belum banyak melibatkan pihak orangtua dan pengusaha dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, serta masih minimnya kegiatan magang kerja bagi siswa SMALB. Melalui implementasi model manajemen dengan spesifikasi pengelompokan rombongan belajar berdasarkan jurusan keterampilan; materi keterampilan vokasional berdasarkan analisis kurikulum dari pusat dan disesuaikan dengan masukan/kebutuhan pelaku DUDI; pendekatan proses pembelajaran tematik fungsional dengan tema-tema keterampilan; pelaksanaan PKL dan magang kerja; pelaksanaan kerjasama dengan pelaku Dunia Usaha dan Dunia Industri. Hasil implementasi bahwa telah terlaksana pengelompokan rombongan belajar berdasarkan jurusan keterampilan; materi keterampilan telah disesuaikan dengan masukan atau kebutuhan pelaku DUDI; menggunakan pendekatan tematik dengan tema-tema keterampilan; pelaksanaan PKL dan magang kerja; serta terlaksana kerjasama dengan pelaku DUDI, yang berdampak pada meningkatnya kesiapan anak memasuki dunia kerja dan bertambahnya jumlah anak yang dapat bekerja. Kepada SLB yang ada menyelenggarakan pendidikan bagi anak tunagrahita disarankan untuk secara bertahap dapat menerapkan model manajemen pembelajaran keterampilan untuk menyiapkan anak tunagrahita ringan memasuki dunia kerja ini.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI
Tri Ismiyati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i2.74
Penelitian tindakan ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi peserta didik kelas XI IPS2 SMA N 1 Godean. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah menggunakan media video mampu meningkatkan aktivitas belajar dari skor rerata 70,7% pada siklus I menjadi 77,6% pada siklus II. Prestasi belajar ekonomi meningkat dari 70% mencapai KKM pada siklus I menjadi 83% pada siklus II. Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah menggunakan media video terbukti meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Godean.