Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017"
:
12 Documents
clear
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN TIKUS BERKABIL PADA MATERI PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN
-, Tumijah
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi hitung perkalian bilangan dua angka. Dalam mengerjakan soal operasi hitung perkalian bilangan dua angka, banyak siswa yang kurang teliti sehingga jawaban yang dihasilkan pun kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat pada siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 Siklus. Tiap Siklusnya 3 Pertemuan. Penerapan model pembelajaran TIKUS BERKABIL dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika materi operasi hitung bilangan pada siswa. Aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 perolehan persentase sebesar 40%, pada siklus I pertemuan 2 perolehan persentase sebesar 52%, pada siklus II pertemuan 1 perolehan persentase sebesar 74%, pada siklus II pertemuan 2 perolehan persentase sebesar 82%. Penerapan model pembelajaran TIKUS BERKABIL dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi operasi hitung bilangan. Pada kondisi awal, persentase siswa yang tuntas sebesar 32%, pada siklus I meningkat menjadi 55%, pada siklus II meningkat menjadi 97%.
PENERAPAN MODEL PMBELAJARAN JIGSAW DALAM MATERI AJAR MEMAHAMI SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA
-, Musamiroh
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Media yang menarik dan variatif sangat diperlukan sebagai alat bantu bagi guru untuk menyampaikan materi.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning dengan teknik jigsaw dalam pembelajaran PKn tentang Sistem Pemerintahan RI. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Setu 02 Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal berjumlah 17 siswa. Data diambil dengan menggunakan tes dan nontes dengan teknik analisis melalui komparatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I mengalami peningkatan dibanding pra siklus. Sebanyak sembilan siswa yang memenuhi KKM dalam prosentase sebesar 52,94% dan sisa yang sebagian kecil yaitu delapan siswa atau 47,05% masih di bawah KKM. Pada siklus II telah mengalami peningkatan dibanding siklus I. Sebanyak empat belas siswa yang memenuhi KKM atau dalam bentuk prosentase sebesar 82,35% dan sisa yang sebagian kecil yaitu lima siswa atau 17,65% masih di bawah KKM. Dengan demikian bahwa melalui media pembelajaran cooperative learning dengan teknik jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Setu 02 Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal mata pelajaran PKn materi Sistem Pemerintahan Republik Indonesia.
VARIABEL DETERMINAN MINAT KERJA DAN STUDI LANJUT PADA SISWA SMK PROGRAM STUDI TEKNIK BANGUNAN
Jamal, Abdul;
-, Samsudi;
Endroyo, Bambang
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini adalah adanya kelompok mata pelajaran pada spektrum struktur kompetensi keahlian teknik bangunan. Dengan data lapangan menunjukkan bahwa siswa SMK Teknik Bangunan menunjukkan banyak yang berminat melanjutkan studi, dan hal itu ditunjukkan oleh peraturan-peraturan yang berlaku walaupun tujuan awal adalah untuk bekerja. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini 359 siswa sampel penelitian secara proporsional sampling 247 siswa mengacu pada sampel yang digunakan menurut nomogram Harry King, instrumen pengumpul data berupa kuesioner minat kerja dan minat studi lanjut, sedangkan untuk prestasi belajar kelompok mata pelajaran A, mata pelajaran B, kompetensi bidang paket keahlian diambil dari dokumentasi. Hasil analisis kuantitatif menemukan bahwa = 3,465 > pada variabel minat kerja, sedangkan pada variabel studi lanjut = 0,919 > ( 0,138). Kesimpulan kontribusi kelompok mata pelajaran B dan kompetensi program keahlian memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat kerja sebesar 0,020 dan 0,009 dengan 0,01 < p < 0,05.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Mulwati, Sri
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan rasa percaya diri dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Kegiatan layanan bimbingan kelompok dapat memberikan manfaat di mana siswa dapat saling menghargai dan menghormati pendapat, kreativitas dalam mengemukakan ide atau pendapat, memperluas wawasan, memberikan pelajaran mengenai pengembangan diri, kesadaran diri serta pandangan baru dalam hubungan dengan lingkungan, dan terbentuk dinamika kelompok bagi para anggota kelompok. Kecenderungan kepercayaan diri yang berbeda-beda antara anggota kelompok sehingga harapannya dapat terjadi transfer informasi diantara anggota kelompok. Data awal (Pre Test) secara keseluruhan siswa kelas VII A sejumlah 32 siswa, diperoleh hasil skala kepercayaan diri sebanyak 5 orang berada pada kategori sangat tinggi (prosentase antara 85%-100%), 15 orang berada pada kategori tinggi (prosentase antara 70%-84%), 8 orang berada pada kategori sedang (prosentase antara 55%-69%) dan 4 orang berada pada kategori rendah (prosentase antara 40%-54%). Diperoleh peningkatan hasil Post Test kepercayaan diri, pada 3 siswa dengan kepercayaan diri tinggi prosentase kepercayaan diri bertambah 83% masuk dalam kategori tinggi, 3 siswa dengan kepercayaan diri sedang prosentase peningkatan kepercayaan diri bertambah 74% masuk dalam kategori kepercayaan diri tinggi, dan 4 siswa dengan kepercayaan diri rendah prosentase peningkatan kepercayaan diri bertambah 69% masuk dalam kategori kepercayaan diri tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bimbingan kelompok dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Itu artinya bahwa rasa percaya diri dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATERI POKOK MENUNJUKKAN CONTOH-CONTOH PERILAKU MENJAGA KEUTUHAN NKRI
Rusminah, Rini
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan kurangnya aktivitas belajar pada materi pokok Perilaku Menjaga Keutuhan NKRI mengakibatkan rendahnya prestasi belajar. Untuk itu dicarikan strategi pemecahan masalah yang diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran Role Playing. Adapun tehnik pengambilan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan pestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran materi Perilaku Menjaga Keutuhan NKRI. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan baik aktivitas belajar maupun prestasi belajar yang dinyatakan dengan ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa mengalami kenaikan dari studi awal sebesar 40,00% selanjutnya meningkat pada siklus I sebesar 60,00% dan pada siklus II meningkat sebesar 100% bila dibandingkan dengan pembelajaran sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas. Peningkatan ini membuktikan keberhasilan penerap model pembelajaran Role Playing. Peningkatan ketuntasan belajar ini dikarenakan adanya perubahan aktivitas belajar siswa ke arah yang lebih baik selama pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran berlangsung.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A- MATCH DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
-, Mirah
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar Bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa pada siklus I sejumlah 38,23% dengan kriteria motivasi belajar tinggi, meningkat menjadi 67,64%, dengan demikian ada peningkatan 29,41% dibulatkan menjadi 29% dengan kriteria motivasi belajar sangat tinggi pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar pada siklus I = 75 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal 76,47 %, kemudian meningkat menjadi 88 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal = 94,11% pada siklus II . Dengan demikian ada peningkatan rata-rata = 13 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal = 17,64 %. Kesimpulan dari hasil penelitian tindakan kelas adalah Penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A- Match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Talang Kabupaten Tegal semester 1 Tahun Pelajaran 2016 /2017.
PENINGKATAN DISIPLIN WAKTU MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN GAME MANAJEMEN WAKTU
-, Herdiyanto
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Disiplin waktu adalah suatu tatanan dalam kehidupan yang berfungsi sebagai pengendalian diri dan sikap mental dan juga sebagai pengatur dalam berkehidupan bermasyarakat sehingga seseorang mampu bertanggung jawab terhadap waktu yang dimiliki. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui tingkat disiplin waktu siswa kelas 9A, (2) untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan game manajemen waktu untuk meningkatkan disiplin waktu siswa kelas 9A, (3) untuk mengetahui hasil layanan bimbingan kelompok dengan game manajemen waktu untuk meningkatkan disiplin waktu siswa kelas 9A. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 9A SMP Negeri 5 Temanggung dengan jumlah 10 siswa dari 27 siswa dengan metode pengumpulan datanya menggunakan angket, observasi dan studi dokumen. Analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. Validasi data menggunakan teknik triangulasi data dengan mencocokkan hasil penelitian kondisi awal, siklus I dan siklus II. Hasil pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan game manajemen waktu dapat meningkatkan disiplin waktu siswa.
PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA
-, Suriswo
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) mengetahui bagaimana pemanfaatan blog bagi guru untuk membantu siswa dalam pembelajaran di luar kelas, (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam pemanfaatan media blog sebagai media pembelajaran bagi siswa. Objek dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu angket. Teknik pengumpulan data melalui angket ini yang akan ditujukan kepada responden untuk memperoleh data langsung dari responden tersebut. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif. Analisis deskriptif mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai bagaimana pemanfaatan media blog sebagai bahan ajar oleh guru untuk membantu siswa dalam memberi pelajaran di luar kelas. Data yang dianalisis dapat berupa data kuantitatif. Cara penyajian dapat dilengkapi dengan menggunakan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari dimensi pemanfaatan blog oleh guru masih dalam kategori sedang dengan prosentase sebesar 60%. Dilihat dari dimensi fungsi blog termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 53,33%. Sedangkan dari dimensi peran media komputer bagi guru termasuk dalam kategori tinggi sebesar 53,33%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE RESITASI
-, Isrofi
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode resitasi (penugasan). Metode pengumpulan data dengan observasi, tes, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tindakan dengan penggunaan metode resitasi (penugasan) dapat meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan tema “Kerja Sama Antar Negara”. Sebelum diberikan tindakan berupa penggunaan metode resitasi (penugasan) hasil belajar siswa hanya mencapai skor rata-rata sebesar 68.59, setelah diberikan tindakan hasil belajar meningkatkan menjadi 72.69 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 76.35. Secara prosentase pemberian tindakan dengan penggunaan metode resitasi (penugasan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-B SMP Negeri 6 Temanggung.
MEMBANGUN PRESTASI SEKOLAH MELALUI BENCHMARKING TAMOKOSPA: STUDY KASUS SMKN 08 SEMARANG
Rosydiana, Ummi
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Best Practice ini dilatarbelakangi oleh persoalan yang kompleks, antara lain SMK Negeri 8 Semarang merupakan satu-satunya SMK negeri di Kota Semarang yang belum memiliki sertifikat ISO. Selain itu, dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan belum tersusun secara lengkap. Hal itu terlihat dari dokumen evaluasi belajar dan penilaian yang belum diadministrasikan dengan lengkap. Begitu pula dengan kondisi dan karakteristik siswa yang sebagian besar memiliki nilai UN di bawah standar mutu sekolah. Untuk membentuk sekolah yang berprestasi, permasalahan yang ada perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan strategi “Tamoko Spa” (Tanggap Masalah, Motivasi, Komunikasi dan Spiritual) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dalam empat langkah, yaitu tanggap masalah, motivasi, komunikasi dan spiritualitas. Adapun dampak dari strategi Tomoko Spa adalah (1) siswa antusias dalam belajar, (2) mampu menggerakkan guru untuk menerapkan pembelajaran inovatif, (3) bagi sekolah adalah diminati masyarakat, dipercaya stakeholder, rujukan sekolah lain dan mendapat bantuan dari pemangku kepentingan.