Jurnal Gama Societa
Jurnal Gama Societa (JGS) is a scientific publication of research findings/results in the field of applied socio-humanities which includes socio-cultural, literature, linguistics, communications, tourism, history, accounting, management, applied economics or economic development.
Articles
50 Documents
Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa
Latri Wihastuti;
Henny Rahmatullah
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (818.698 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.34054
Permasalahan paling pokok dalam ketenagakerjaan Indonesia khususnya di Pulau Jawa terletak padatingkat kesempatan kerja. Beberapa faktor determinan secara teori yang dapat mempengaruhi penyerapantenaga kerja adalah pertumbuhan ekonomi dan upah perlu diuji di Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh upah minimum (UMP) dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapantenaga kerja di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan regresi data panel dengan 6 provinsi diPulau Jawa selama periode 2011-2016. Model terbaik yang dapat digunakan pada penelitian ini adalah modelfixed effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UMP berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapantenaga kerja, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenagakerja. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan UMP tetap menjadi kendala terciptanya keadilan di pasartenaga kerja karena menciptakan kekakuan harga. Hasil tersebut memberikan indikasi bagi pengambil kebijakanuntuk lebih berhati-hati dalam menentukan besaran UMP agar tidak mendestruksi tujuan utama pembangunanyaitu menciptakan kesejahteraan umum.
Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progro
Anisa Nurpita;
Latri Wihastuti;
Ike Yuli Andjani
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (868.607 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.34055
Dampak alih fungsi lahan secara makro adalah ketersediaan pangan yang berkurang dan berakibat pada berkurangnya ketahanan pangan secara nasional. Secara mikro, alih fungsi lahan mengakibatkan petani yang semula mengusahakan tanaman pangan dan dapat memenuhi sendiri ketersediaan pangan (beras) bagi rumah tangganya menjadi tidak memiliki beras dan harus membeli. Dampak lain dari alih fungsi lahan adalah hilangnya mata pencahariannya sebagai petani, hilangnya kesempatan kerja pada usaha tani. Dengan hilangnya mata pencaharian sebagai petani maka menurunnya pendapatan dan daya beli serta berdampak pada menurunnya aksesibilitas ekonomi rumah tangga tani terhadap pangan. Megaproyek pembangunan Bandara NYIA di Provinsi D.I. Yogyakarta mengharuskan pembebasan lahan baik dari lahan masyarakat maupun dari Pakualaman. Lokasi pembebasan lahan ini ada di lima desa Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak alih fungsi lahan terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga tani di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Data yang digunakan data primer. Data primer yang dimaksut adalah data cross sction pada waktu tertentu. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan uji beda dua rata-rata dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan ketahanan pangan sebelum dan sesudah alih fungsi lahan di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Artinya alih fungsi lahan tidak memberikan pengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga tani di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo namun jika dilihat dari olah data statistika deskriptif terlihat ada penambahan jumla rumah tangga tani yang rawan pangan setelah adanya alih fungsi lahan.
Dampak Trump Effect Terhadap Indeks Harga Saham di Kawasan Asia Pasifik
Muis Murthado
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.84 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35121
Pemilihan Amerika Serikat yang diikuti oleh dua kandidat, Donald Trump dan Hillary Clinton, sangat ditunggu oleh para pelaku pasar di Bursa Internasional. Hal ini dikarenakan hasil pemilihan akan membawa konsekuensi bagi perekonomian AS dan mitra perdagangannya di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari pemilihan AS pada Indeks Harga Saham di Bursa di Wilayah Asia Pasifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif sehingga dapat diukur dampak atau pengaruh pemilihan presiden AS terhadap Indeks Harga Saham di Wilayah Asia Pasifik. Hasil dari penelitian ini adalah pemilihan AS memiliki dampak yang signifikan terhadap Votibility Index Harga Saham di negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Negara-negara tersebut adalah Singapura, Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Di sisi lain, Indonesia tidak memiliki perbedaan yang signifikan Indeks harga saham sebelum dan sesudah pemilihan AS.
PERBANDINGAN PULAU BALI DAN PULAU JEJU DALAM BIDANG PARIWISATA
Ummul - Hasanah;
Yuniastuti Eka Hapsari
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.373 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35298
There are some similarities and differences between Bali and Jeju in tourism sector. Similarities and differences of the two islands consist of the early history of the development of tourism and their tourist attractions. Bali and Jeju are both became famous around the world because of a book written by foreigners. Besides of the history of tourism, both islands have similarities in the tourist attractions. If in Bali there is Desa Penglipuran, in Jeju there is Seongup Jeju Folk Village. Both villages are tourist villages which still retain their original culture. In addition to similarities in these two islands, there are also differences of Bali and Jeju. Started by the early history of the development of tourism, Bali Island from the beginning is famous for its natural beauty as a tourist destination, Jeju on the other hand, need to experience several incidents to finally become a popular tourist destination. As for the tourism attractions, compared to Bali, tourist facilities in Jeju are better, for example in Woljeongri Beach in Jeju, tourists who want to play canoe will be provided a safety life jacket, but in Sanur, Bali, visitors are not provided those facilities. Besides of those examples, there are some other similarities and differences of the two islands.
Keintiman Komunikasi Manusia dan Komputer dalam Film “Her”
Zainuddin Muda Z Monggilo
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3414.434 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35340
The problem of the research was how the communication intimacy showed in the story of “Her” film. The purpose was to describe the tendency of communication intimacy between human and computer in “Her” film. The film was selected because of its unique and interesting concept and story ideas as well as the series of achievements that have achieved in terms of quality and the advantages of worldwide sales. The sample was 28 sequences with a focus on the sequences contained interactions between Theodore and Samantha as the two main characters. Data were collected through observation, documentation, and literature study with quantitative content analysis method. The research was limited to the manifest function of the research object. The results showed that: (i). The most dominant of communication intimacy in the film was the intimacy at the level of stabilization (56%), followed by affective (19.5%), orientation and exploration (9.8%), and depenetration (4.9%), (ii). The most dominant of communication intimacy featured in the film was an intensive communication (22%), and followed by personal topic (stabilization) (17%), confirmation status (15%), and personal topic (exploration) (10%).Keywords: Communication Intimacy, Computer Technology, Quantitative Content Analysis, “Her” Film
“Gegar Budaya” Pekerja di Perusahaan Korea: Studi Kasus Pada Alumni D III Bahasa Korea Sekolah Vokasi UGM
Supri - Adianto
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.36 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35647
Culture shock phenomenon is one of society life element that is very interesting to be examined. Culture shock is a common problem to newcomer in new place. Culture shock rise from several factors, such as communication factors, technological factors, geographical factors, daily used language factors, economics factors, custom factors and religious factors. Objective of study are to examine how to minimize culture shock by understanding several social problem related to culture shock and the solution related to culture shock.The research objects are D3 Bahasa Korea (Korean Language Department) alumni, especially batch 2013 who works in Korean company in Indonesia. Quantitative research applied based on questionnaire and in depth interview. The results of this study are the type of culture shock experienced by alumni and the solution of the culture shock. There are several solution could be applied by alumni who are targeting to work in Korean company and alumni who work in Korean company.
Penerapan PP 46 Tahun 2013: Adilkah Peraturan ini bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)?
dianila oktyawati
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.472 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35662
Taxes are the largest source of state revenues. This is indicated in the State Budget of Revenue and Expenditure (APBN) in 2017 that the target of state revenue from the tax sector is 85.6%. In Indonesia, UMKM is the most developed business in terms of its number. The existence of UMKM plays an important role in people's economic development in a country and has the potential to improve people's welfare. One of the government's efforts to increase tax revenues from the MSME sector is the enforcement of Government Regulation No. 46 of 2013. PP 46/2013 on income tax on income from businesses received or obtained by taxpayers who have certain gross revenue. Gross revenue is less than Rp 4,8 billions, - in one year. This study aims to test the fairness of the application of PP 46 on MSMEs. The analysis used is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the application of PP No. 46 is simple, easy to apply for MSMEs. But this PP is not fair. It only benefits the MSME group which has a profit margin of above 8% of the gross revenue, otherwise if the profit margin is below 8% it will be detrimental to the MSMEs. This caused in the calculation of PP 46 calculated from gross revenue, not profit, meaning if the company gets a little profit or even suffered losses will be taxed not from gross circulation. In addition, this PP also does not pay attention to the number of dependents (PTKP) in counting taxes for individual MSMEs perpetrators.
RITUAL PEMBUATAN GAMELAN DI DESA WIRUN, KABUPATEN SUKOHARJO
Andri Handayani;
Kelli Swazey
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.053 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.35697
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ragam ritual yang dilaksanakan oleh pembuat gamelan sebelum membuat gamelan dan hal yang melatarbelakangi pelaksanaan ritual tersebut. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret 2013 sampai dengan April 2015. Peneliti mewawancarai 6 dari 10 ahli pembuat gamelan di desa Wirun, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pengamatan berpartisipasi bertujuan untuk mengumpulkan data spesifik sebagai data primer. Sebagai data sekunder, penulis mengumpulkan data dari ilmuwan terkait dengan topik yang dibahas. Penelitian ini menemukan bahwa ahli pembuat gamelan memiliki pandangan dunia mereka sendiri dalam membuat gamelan. Pembuatan gamelan tidak hanya menempa bahan logam menjadi alat musik. Akan tetapi, bagi para ahli pembuat gamelan ada ritual pembuat gamelan meskipun setiap pembuat gamelan mempunyai pandangan tersendiri dalam melaksanakan ritual tersebut. Ritual- ritual yang dilaksanakan meliputi Slametan Gongso Ageng, berpuasa, tidak tidur semalaman (begadang) dan menghindari berhubungan seksual di malam sebelum pembuatan gamelan. Slametan Gongso Ageng hanya dilakukan dalam pembuatan gong yang diameternya lebih dari satu meter. Pelaksanaan ritual bertujuan untuk meminta berkah dari Tuhan untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembuatan gamelan.
Pengaruh Mediasi dari Perceived Responsibilty terhadap Hubungan antara Obedience Pressure dan Budgetary Slack
Sakina Nusarifa Tantri
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.045 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.36737
This study aims to examine the mediating effect of perceived responsibility on the association between obedience pressure and budgetary slack. The questionnaires were distributed in a survey conducted on 100 participants who are living in Indonesia and involved in the companies budget recommendation. The statistical analysis was performed using SEM. The result of this study showed that obedience pressure has a positive significant effect on budgetary slack and negatively affects perceived responsibility, while perceived responsibility has a negative significant effect on budgetary slack. Further analysis on mediating variable showed that perceived responsibility partially mediated the relationship between obedience pressure and budgetary slack. Keyword: obedience pressure, budgetary slack, perceived responsibility, mediating variable, SEM
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Hotel (Studi Kasus Hotel Baha-Baha Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat) Tahun 2012-2016
Wahyu Haryadi;
Binar Dwiyanto Pamungkas
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 1 (2018): MAY
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.872 KB)
|
DOI: 10.22146/jgs.40422
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor yang diteliti yang mampu mempengaruhi pendapatan kamar, serta menentukan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi pendapatan kamar pada hotel Baha-Baha Sekongkang. Metode analisis data yang digunakan dalam analisis ini adalah koefesien regresi linier berganda. Variable-variabel yang diteliti yang dianggap berpengaruh terhadap pendapatan kamar pada Hotel Baha-Baha Sekongkang adalah tarif kamar, biaya promosi dan jumlah kamar. Berdasarakan metode penelitian, penelitian ini menggunakan metode interview dan ovservasi dalam memperoleh data, sedangkan data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, ternyata faktor jumlah kamar merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi pendapatan kamar. Faktor-faktor tariff kamar dan biaya promosi walaupun tidak sedominan faktor jumlah kamar, namun secara bersama-sama mampu mempengaruhi pendapatan kamar yang telah dibuktikan melalui uji F dengan menggunkan program SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah ternyata pada Hotel Baha-Baha Sekongkang jumlah kamar merupakan hal yang paling mendominasi pendapatan kamar yang ada