cover
Contact Name
Viar Agastya Saputra
Contact Email
jgs.sv@ugm.ac.id
Phone
+6285729547161
Journal Mail Official
jgs.sv@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Yacaranda Sekip Unit I, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Gama Societa
ISSN : 26140926     EISSN : 26207303     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Gama Societa (JGS) is a scientific publication of research findings/results in the field of applied socio-humanities which includes socio-cultural, literature, linguistics, communications, tourism, history, accounting, management, applied economics or economic development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Efektivitas Endorser dalam Promosi Pariwisata Indonesia Muhammad Sidiq Wicaksono; Dwi Yunitasari
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.483 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34041

Abstract

Endorser dalam pemasaran pariwisata merupakan turunan dari sistem pemasaran tradisional yangmenggunakan seseorang yang memiliki kredibilitas sesuai dengan produknya untuk mewakili citra dari produkyang dipromosikan. Selebriti sebagai endorser digunakan secara luas dalam mempromosikan sebuah produk.Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan sebagai salah satu negara yang memiliki penggunamedia sosial terbesar memiliki peluang untuk menggunakan media sosial sebagai wadah untuk mempromosikanpariwisata kepada wisatawan domestik. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah menjalankan programstrategi pemasaran melalui media sosial pada tahun 2016. Pevita Pearce merupakan salah satu endorser dalamkampanye Pesona Indonesia yang memiliki target kepada wisatawan domestik. Pervita telah mempromosikantiga destinasi baru di Indonesia seperti Belitung, Banyuwangi, dan Raja Ampat. Analisis performa melalui akunInstagram pribadinya dilakukan untuk menilai tingkat kecocokan citra Pevita dengan destinasi yang diwakili.Akun Instagramnya memiliki respons yang baik dari pengikutnya tetapi Raja Ampat masih mengungguli destinasilainnya dikarenakan citra yang sangat kuat dibandingkan destinasi lainnya. Tingkat kemenarikan fisik dariPevita memiliki dampak positif dalam kampanye tersebut tetapi citra Pevita sebagai selebriti yang cantik tidakcocok dengan destinasi petualangan yang dia wakilkan.
Perkembangan Wisata Halal di Jepang Lufi Wahidati; Eska Nia Sarinastiti
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.214 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34043

Abstract

Jepang adalah salah satu destinasi wisata yang menarik wisatawan Muslim dari Indonesia,Malaysia, dan negara-negara lain di Timur Tengah. Akhir-akhir ini, tingginya jumlah wisatawan Muslimmembuat Jepang menjadi sangat gencar mengembangkan fasilitas ramah Muslim untuk meningkatkanjumlah kunjungan wisatawan asing. Jepang adalah negara non-Muslim dengan penduduk mayoritasberagama Budha dan Shinto sehingga pemahaman masyarakatnya terhadap konsep halal dan wisatahalal tentunya sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah fasilitasramah Muslim yang mereka kembangkan sebagai bentuk omotenashi telah sesuai dengan standar wisatahalal yang diharapkan oleh wisatawan Muslim. Penelitian ini difokuskan pada karakteristik pelayananberbasis omotenashi, kebutuhan pengembangan wisata halal di Jepang, serta perkembangan fasilitasramah Muslim di Jepang. Data penelitian ini diambil dari jurnal dan website yang relevan dengan temapenelitian. Setelah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlahfasilitas ramah Muslim semakin meningkat. Dari enam kebutuhan (faith-based needs) wisatawan Muslim,empat di antaranya telah terpenuhi, yakni kebutuhan akan makanan halal, tempat ibadah, kamar kecildengan air, serta pelayanan rekreasional dengan privasi. Namun, masih terdapat beberapa masalah yangperlu diperhatikan oleh Jepang, yaitu 1) masih terdapat aktifitas non-halal di banyak restoran, 2) belumada pelayanan makan sahur bagi wisatawan yang berpuasa khususnya di bulan Ramadan, 3) terbatasnyajumlah restoran halal di kota kecil,4) belum terdapat badan sertifikasi halal yang ditunjuk secara resmioleh pemerintah Jepang, dan 5) terbatasnya jumlah musala yang m enyediakan fasilitas wudu.
Pengembangan Model Aplikasi E-Surat Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Bidang Manajemen Rekod Titi Susanti; Faizatush Sholikhah; Mega Mareta
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.972 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34044

Abstract

Aplikasi e-surat, saat ini sudah menjadi aplikasi yang menjadi bagian utama dalam kegiatan organisasi.Bahkan, tanpa aplikasi ini pengurusan surat dalam sebuah organisasi akan berjalan lambat. Kebutuhan akankompetensi pengoperasian aplikasi e-surat menjadi bahan wajib bagi pengelola kearsipan terutama manajemenrekod. Pengurusan surat secara elektronik melalui aplikasi e-surat harus tetap berpedoman pada kaidahdisiplin ilmu kearsipan, baik dalam pengurusan surat masuk maupun surat keluar. Peranan dari tiga hal unityang berada dalam organisasi yang perlu diperhatikan yaitu Unit Kearsipan sebagai pengelola kearsipandalam suatu organisasi. Kemudian Pimpinan, Kepala Bidang dan Kepala Unit Pengolah sebagai penentuarah distribusi surat, pengesah surat dan kontrol utama dalam organisasi. Terakhir Unit Pelaksana/Pengolahsebagai pelaksana informasi surat dan awal terciptanya surat keluar. Penelitian ini menggunakan menggunakanmetode kualitatif induktif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dankajian literatur. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Tekniktriangulasi data digunakan untuk melakukan proses validasi agar data yang ditemukan memiliki kredibilitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa program perancangan standar aplikasi e-surat merupakan jawaban tepatuntuk menjawab kondisi tersebut. Selayaknya program perancangan standar aplikasi berbasis kearsipan ini tidakhanya sekedar meningkatkan kompetensi pengelola kearsipan agar mampu mengoperasikan saja, melainkanjuga memberikan jalan sebagai acuan dalam menilai aplikasi berbasis kearsipan yang ada.
Gagasan Optimalisasi Kerja Sama Pelestarian Arsip Puro Pakualaman Rina Rakhmawati; Titi Susanti; Arif Rahman Bramantya
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.172 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34046

Abstract

Arsip Puro Pakualaman merupakan salah satu kekayaan khazanah budaya Indonesia. Arsip puro menjadiidentitas keistimewaan Yogyakarta sekaligus rekam jejak peran Puro Pakualaman bagi Indonesia. Karakterkhas arsip Puro Pakualaman ada pada 2 (dua) aspek, yaitu aspek bahasa dan tulisan, dan aspek konten. Dalamaspek bahasa dan tulisan, arsip-arsip puro memiliki 3 (tiga) jenis, yaitu Belanda, Melayu, dan Arab Pegon.Pada aspek konten, arsip puro didominasi permasalahan pendidikan, sosial, dan hukum. Pengelolaan arsippuro dilakukan secara partnership atau kerja sama antar lembaga. Pada mulanya, partnership dilakukan antarapihak puro dengan Arsip Nasional RI. Setelah terbentuk lembaga kearsipan di tingkat daerah, pengelolaanarsip secara partnership dilakukan antara pihak puro dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta,dalam hal ini mengacu pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY. Penulis, dalam kajian ini,mendeskripsikan dinamika dan permasalahan yang ditemui dalam pengelolaan arsip Puro Pakualaman berbasispartnership. Penulis menggunakan 3 (tiga) metode penelitian dalam mengkaji permasalahan, yaitu: kajianpustaka, observasi partisipasi, dan wawancara tidak terstruktur. Simpulan dari kajian ini adalah optimalisasipartnership pengelolaan arsip puro, yaitu perluasan jejaring kerja sama dengan dunia Internasional dalambentuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan dan kualitas sumber daya manusia pengelola.
Internet dan Terorisme : Menguatnya Aksi Global Cyber-Terrorism New Media Eska Nia Sarinastiti; Nabilla Kusuma Vardhani
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1760.438 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34048

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi tindakan cyber-terrorism global, jenis media baru dalamcyber-terrorism, dan fenomena cyber-terrorism di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus,teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis isi untukmencari data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan internet untuk tindakan mereka dimotivasioleh kelemahan media massa (televisi dan media cetak) yang tidak lagi aman dan banyak manipulasi isi tentangaktivitas kelompok teroris. Salah satu kelompok teroris paling canggih dan intensitas tertinggi penggunaanmedia online untuk kegiatan terorisme adalah kelompok Al-Qaeda. Secara keseluruhan, Internet digunakanoleh teroris untuk kegiatan terorisme serta tindakan cyber-terrorism yang meliputi pelatihan, penggalangandana, koordinasi, perencanaan dan pelaksanaan tanpa mempresentasikan secara fisik lokasi eksekusi, menghacksistem target, menyebarkan propaganda radikal, hasutan, rekrutmen anggota baru, mencari informasitentang data anggota militer, intelijen, atau pejabat politik. Berdasarkan hasil beberapa penelitian dan laporanmedia, media online yang secara terbuka dapat kita lihat sebagai media mereka, yaitu youtube, game online,situs web, media sosial (twitter dan facebook), dan majalah online. Indonesia menjadi salah satu negara yangjuga memiliki efek kuat dari cyber-terrorism sejak bom Bali pada tahun 2002 sampai sekarang. Ketersediaandan tingkat kekuatan cyber-terrorism dan peraturan penggunaan media online di sebuah pemerintahan akanmenentukan keamanan masyarakat dari kelompok aksi teroris melalui internet.
Pendidikan Tata Krama dan Sopan Santun dalam Pertunjukan Tari Klasik Gaya Yogyakarta di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta Cerry Surya Pradana; R Setyastama
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.216 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34049

Abstract

Yogyakarta merupakan satu di antara beberapa destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keunikan dan kelebihankegiatan pariwisata di Yogyakarta, terletak pada budaya lokal yang ada di dalamnya. Di antara budaya lokal tersebut,Tari Klasik Gaya Yogyakarta atau Joged Mataram adalah salah satu daya tariknya. Tarian ini diciptakan oleh SriSultan Hamengku Buwono I, sebagai tarian sakral di Keraton Yogyakarta. Dulunya, tarian ini eksklusif menjadimilik Keraton Yogyakarta, namun sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII, masyarakat umum dapat berlatihdan mementasankannya. Bahkan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tarian ini dijadikanpertunjukan wisata bagi para wisatawan yang datang ke Keraton Yogyakarta. Tarian ini juga mengandung nilai tatakrama dan sopan santun serta etika, baik sebelum, ketika, maupun setelah pementasan. Hingga saat ini, nilai-nilaitersebut tidak hilang bahkan jika hanya digunakan untuk berlatih. Penelitian ini menggunakan metode penelitiandeskriptif dan analisis menggunakan beberapa variabel terkait penelitian. Data diperoleh melalui observasi danwawancara secara mendalam, di samping menggunakan pustaka terkait. Hasil dari penelitian ini, Tari Klasik GayaYogyakarta merupakan kesenian yang sarat nilai dan memiliki nilai di dalamnya. Nilai tersebut berkaitan denganpendidikan tata krama, sopan santun, dan etika. Nilai-nilai ini secara spesifik terkandung pada cara berbicara, caramenempatkan diri, dan cara menghormati orang lain.
A Comparative Study on Students’s English Listening Strategies In SV-UGM and CDTC Cisya Dewantara Nugraha; Liping Jia
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.246 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34050

Abstract

This study attempts to identify the use of listening strategies by technical and vocational college non-English majors, explore the relationship between listening strategies and listening proficiency and investigatethe difference between good and poor learners in the use of listening strategy to provide some pedagogicalimplications for teachers to guide the students to select, manage and adjust their listening strategies effectivelyin order to improve autonomous learning abilities, learning efficiency and English proficiency. The subjects inthe study are 75 first-year vocational college non-English majors from Chengdu Textile College and SV-UGM.First, all the participants took the model listening comprehension test. Second, the participants were given halfan hour to complete the questionnaire after finishing the model test. Thirdly, 10 students from both groups ofparticipants were interviewed individually for further information in the use of listening strategies and alsoexplore the relationship between the students’ listening strategy use. Finally, all the data was collected, andwas processed by SPSS22.0, then was analyzed as answers to the research questions. The result shows thatIndonesian students are more inclined to ask questions for explanation and verification. Furthermore, theyfocus on cooperative learning, which promotes a greater use of learning strategies than individual learning.However, Chinese learners are inclined to study English by themselves and get used to independent study. Theywould ask for help unless they meet some problems which cannot be solved by their own effort.
Akuntansi Aset Biologis: Perlukah Adopsi International Public Sector Accounting Standard (IPSAS) 27 dalam Standar Akuntansi Pemerintahan Dina Natasari; Rizky Wulandari
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.792 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34051

Abstract

merupakan negara yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga sangat cocok untuk aktivitasagrikultur. Banyak pihak yang terlibat dalam aktivitas ini. Tidak hanya perseorangan, sektor swasta dansektor publik, dalam hal ini pemerintah daerah, juga terlibat dalam kegiatan yang berhubungan denganaktivitas agrikultur. Semakin meningkatnya aktivitas agrikultur, membuat peningkatan perhatian akan semakinpentingnya ketentuan yang khusus mengatur tentang Akuntansi Agrikultur, khususnya aset biologis. Aset biologismeliputi tanaman dan hewan yang mengalami transformasi biologis. Karena adanya transformasi tersebut,tidak seharusnya aset disajikan dengan nilai tetap. Penelitian ini ini bertujuan untuk meneliti apakah StandarAkuntansi Pemerintahan (SAP) yang digunakan sebagai pedoman untuk praktik akuntansi di sektor pemerintahanperlu untuk mengadopsi International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) 27 Agriculture. Penelitiandilakukan dengan melakukan studi literatur atas berbagai penelitian dan teori yang terkait dengan bagaimanaakuntansi aset biologis yang dilakukan oleh sektor pemerintahan. Sampai dengan saat penelitian dilakukan,SAP belum mengatur secara khusus bagaimana perlakukan untuk aset biologis. Aset biologis disajikan dalamlaporan keuangan sebagai bagian dari aset tetap sehingga perlakuannya mengikuti perlakuan untuk aset tetap.Transformasi biologis yang dialami oleh aset biologis tidak dipertimbangkan untuk menyesuaikan nilai yangtersaji pada laporan keuangan. Penelitian ini menyarankan SAP sebaiknya mengadopsi IPSAS 27 Agriculturagar terdapat ketentuan yang jelas bagaimana aset biologis harus diukur, dinilai, dan disajikan dalam laporankeuangan sehingga penyajian wajar sesuai dengan karakteristik aset biologis yang berbeda dengan aset tetap.
Desain dan Arsitektur untuk Memitigasi Fraud pada Organisasi Bisnis Rizky Wulandari; Dina Natasari
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.887 KB) | DOI: 10.22146/jgs.34052

Abstract

Risiko merupakan hal yang akan selalu dihadapi baik secara individu maupun organisasi. Salah satu risikoyang akhir-akhir ini menjadi perhatian di Indonesia adalah adanya potensi terjadinya fraud yang bisa terjadi diberbagai organisasi. Diperlukan strategi dan desain pada setiap organisasi untuk dapat mencegah fraud tersebutsesuai dengan karakteristik masing-masing organisasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang kerangkapencegahan fraud menggunakan pendekatan manajemen risiko dengan melihat pada risiko-risiko potensial yangterjadi pada suatu organisasi bisnis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif dengan pendekatanstudi fenomenologi dan studi literatur. Penelitian ini mengacu pada kerangka yang telah ditetapkan pada standarmanajemen risiko. Oleh karena kerangka tersebut masih terlalu umum, maka diperlukan pengembangan untukmemenuhi tujuan pencegahan fraud. Standar manajemen risiko yang digunakan berdasarkan ISO 31000:2009.Desain dan Arsitektur mitigasi fraud terdiri dari prinsip antifraud, kerangka manajemen risiko fraud danproses manajemen risiko fraud. Hasil dari penelitian ini bahwa organisasi bisnis dapat menerapkan strategipencegahan fraud dengan menjalankan proses manajemen risiko fraud dengan tahapan (1)Memetakan sumber,area dan skema fraud yang sudah terjadi dan mungkin akan terjadi, (2)Mengidentifikasi risiko-risiko fraudberdasarkan area, (3) Memetakan risiko-risiko fraud tersebut pada skema-skema fraud sehingga terbentukrisk register, (4) Melakukan penilaian berkaitan dengan keterjadian dan dampak yang ditimbulkan sehinggaterbentuk peta risiko fraud, dan (5)Melakukan monitoring dan evaluasi.
Dampak Penetapan Pajak Rokok Terhadap Peneriman Pajak Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta Ihda Arifin Faiz; Zumala Anis Surayya
Jurnal Gama Societa Vol 1, No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgs.34053

Abstract

Consider Law No. 28 from 2009 on Local Taxes and Retribution, Local Governments may collect any taxes on cigarettes that should broadening locally-generated revenue. Thus, application of the cigarette tax revenue should increase local income significantly. This study examines the impact of the cigarette tax collection on local tax revenue in the Special Region of Yogyakarta. The research data is sourced from the Local Government Budget Realization Report in Special Region of Yogyakarta. The data used in this study was examined used Paired Sample T-test, comparing the Local Tax Income before 2013 and after 2014, where years of the Cigarette Tax enactment.  The results of this study show that there was no significant difference in Local Tax Income before and after the enactment of the Cigarettes Tax in Yogykarta. Results of this study can be used to produce recommendations for the central government in determining potential and realization of the cigarette tax to the local government.