Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project Management, Reliability, Industrial Human Resource Management, Marketing Management
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2022)"
:
13 Documents
clear
Sampah Plastik Dan Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Plastik
Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.412
Plastik, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Berbagai produk yang digunakan manusia dalam kesehariannya seringkali berasal dari plastik. Pada awal penemuannya, plastik banyak digunakan untuk mengganti penggunaan bahan-bahan organik agar produk bisa bertahan lebih lama. Namun penggunaan plastik ternyata melebihi ekspektasi, semakin lama penemuan tentang pengolahan plastik semakin berkembang dan pemanfaatannyapun semakin meluas. Adapun 7 jenis plastik tersebut adalah PET (Polyethylene Terephthalate), DPE (High Density Polyethylene), PVC (Polyvinyl Chloride), LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS (Polystyrene). Setiap jenis memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda-beda. Untuk membatasi timbulan sampah plastik yang muncul, pemerintah menggalakkan berbagai program diantaranya adalah program industri hijau dan sistem ekonomi sirkular. Industri Hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Sedangkan ekonomi sirkular adalah sistem ekonomi dengan akhir siklus hidup produk dengan konsep utama mengurangi, memakai ulang, dan memperbaiki materi dalam proses produksi, distribusi dan konsumsi. Kedua program ini sangat tepat bila diaplikasikan untuk membantu penganggualangan timbulan sampah plastik yang muncul sebagai dampak pemanfaatan plastik oleh masyarakat.
Optimasi Kapasitas Produksi Dengan Integer Linear Programming (ILP) Dalam Perencanaan Jadwal Induk Produksi Di PT Indonesia Epson Industry
Helena Sitorus;
Rifda Ilahy Rosihan;
Muhammad Fizai
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.404
PT. Indonesia Epson Industry (IEI) adalah perusahaan yang memproduksi printer. Produk model Newmar masih memiliki Sisa Order Produksi (SOP) rata-rata sebesar 3,14% per tahun. SOP merupakan jumlah order yang tidak dapat dipenuhi. SOP terjadi karena ketidakseimbangan antara kapasitas yang dibutuhkan dengan kapasitas yang tersedia. Ketidakmampuan pabrik dalam mencapai target produksi tepat waktu dikarenakan Jadwal Induk Produksi (JIP) yang dibuat tidak disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan mengoptimalkan kapasitas produksi dalam penyususnan JIP dengan meminimumkan SOP sehingga diperoleh profit tertinggi. Solusi optimum dihitung dengan Integer Linier Programming (ILP). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa penambahan komputer sebanyak 7 di SK-3 dan sebanyak 4 di SK-6 memberikan profit tertinggi dibandingkan penambahan jam lembur dan penambahan karyawan. Profit dengan penambahan computer meningkat sebesar 21,5% dibandingkan dengan kondisi tanpa penambahan kapasitas.
Analisis Ruang Terbuka Hijau Dalam Perspektif Pembangunan Kota Berkelanjutan (Studi kasus Kawasan pusat Kota Denpasar, Bali)
I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.408
Ruang terbuka Hijau (RTH) memberikan ekspresi bagi wajah kawasan perkotaan. Posisi ruang terbuka hijau (RTH) adalah ruang terbuka publik yang direncanakan pada suatu kawasan atau lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan solusi alternatif dalam mengantisipasi krisis lingkungan di masa depan.Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan harus mengedepankan rasa keadilan dan keberlanjutan ekonomi lokal dengan meningkatkan keberadaan sektor informal sebagai jejaring sosial, serta pelestarian kawasan lama untuk menyediakan memori kolektif bagi masyarakat. Pembangunan kota berkelanjutan tidak terlepas dari peran ruang-ruang Kawasan terintegrasi dengan strategi pengelolaan penggunaan lahan dan lingkungan terpadu.Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran dan menganalisis RTH dalam perspektif pembangunan yang berkelanjutan di Kawasan kota Denpasar. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya Komposisi ideal RTH dari suatu kota menjadi poin yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. Perwujudan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya oleh pemerintah di kota Denpasar dapat dilihat dari implementasi ruang terbuka hijau Sebagai Sarana untuk mencerminkan identitas (citra) kota Denpasar,sebagai Sarana rekreasi aktif,edukasi dan rekreasi pasif, serta interaksi sosial.
Analisis Metode Rbf-Nn Dan Grnn Pada Peramalan Mata Uang EUR/USD
Ayuni Harianti;
Nengah Widiangga
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.413
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya tentang peramalan EUR/USD menggunakan metode RBF-NN (Radial Basis Function – Neural Network) yang dioptimasi dengan Algoritma Genetika. Metode yang ditambahkan adalah GRNN (Generalized Regression Neural Network). Sistem RBF-NN dapat diterapkan pada data dengan karakteristik nonlinear dan fluktuatif seperti data EUR/USD, sementara GRNN dapat bekerja dengan baik jika data training tersedia dalam jumlah banyak. Tingkat keakuratan dari peramalan ditunjukkan lewat nilai MAPE (Mean Absolut Percentage Error). Dari hasil percobaan, metode GRNN tidak memiliki nilai MAPE yang lebih baik daripada RBF-NN baik pada data daily low maupun data daily high. Teknik pencarian algorima genetika di dekat bobot RBF-NN terbukti lebih efektif daripada pendekatan fungsi GRNN dengan spread kecil pada kasus mata uang EUR/USD.
Arsitektur Regionalisme Tropis Hotel Alila Manggis, Bali. Quo Vadis Between Sustainable Architecture And Design Development
Siluh Putu Natha Primadewi;
Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.403
Berkembangnya regionalisme tropis sebagai sebuah gerakan desain yang mengutamakan respon terhadap iklim, dengan memanfaatkan kemungkinan-kemunginan alam melalui konfigurasinya harus menyediakan pengendalian iklim yang dibutuhkan pengguna. Pengendalian iklim melalui desain termasuk diantaranya arsitektur hotel yang terlihat pada penataan ruang dan tampilan untuk mendukung respon terhadap iklim. Hotel Alila Manggis merupakan salah satu akomodasi berbintang di Bali, yang mana dalam proses desain dan pembangunannya terikat pada budaya dan peraturan daerah yang berlaku di Bali. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis arsitektur hotel Alila Manggis dengan mempergunakan pendekatan desain regionalisme tropis, sebagai salah satu pendekatan desain berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menganalisis desain regionalisme tropis yang diterapkan pada arsitektur hotel Alila Manggis, yang dibatasi pada wujud atau penampilan luar suatu objek arsitektur, seperti sistem spasial, fisik, dan tampilan.
Pura Maospahit Denpasar, Bangunan Berarsitektur Majapahit Yang Ada Di Bali
Frysa Wiriantari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.409
Pura Maospahit merupakan salah satu bangunan suci di Kota Denpasar yang mendapat pengaruh Majapahit. Sebagai sebuah karya arsitektur, bentuk fisik dan ornamen/ukiran di area unit bangunan suci ini memiliki kemiripan dengan arsitektur Jawa Timur (Majapahit). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fisik dari Pura Maospahit baik secara keruangan maupun bentuk arsitektur bangunan (pelinggih) dan menemukan kemiripan dengan arsitektur Majapahit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggali sebanyak mungkin data melalui observasi dan wawancara dengan narasumber yang relevan. Hasil penelitian di paparkan dalam bentuk narasi secara jelas dan mudah untuk dimengerti oleh pembaca. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat bagian yang dengan jelas menunjukkan kemiripan dengan arsitektur Majapahit pada Pura Maospahit yakni seluruh bangunan ini terbuat dari batu bata sebagaimana bangunan-bangunan Majapahit, bentuk atap candi yang berbentuk kubus, sama dengan bentuk puncak-candi-candi yang berada di Jawa Timur, dimana merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, adanya ornamen-ornamen yang berbentuk sinar matahari, yang sama dengan bentuk praba Candi Majapahit, bentuk Candi Bentar yang serupa dengan bentuk Candi Bentar pada Candi Bajangratu (bekas Kerajaan Majapahit), ornamen yang digunakan berwujud Bima dan Garuda, dimana pola ini tidak terdapat pada bangunan candi bentar dan candi kurung lainnya di Bali, dan adanya pola hias berbentuk sinar matahari yang dipahat seperti umumnya praba arca dewa pada zaman Majapahit.
Rekonstruksi Rumah Adat Dan Pelataran Adat Suku Embu Soa Desa Tomberabu 1 Kabupaten Ende
Silvester M. Siso;
Fabiola T.A. Kerong
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.414
Suku di Indonesia memiliki rumah adat sebagai lambang kebanggaan maupun identitas yang membedakan dengan suku lainnya. Masyarakat suku embu soa menjadikan rumah adat sebagai pusat segala tradisi kehidupan. Ritual tradisi dilakukan di pelataran rumah adat dan di dalam rumah adat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adat suku embu soa adalah rusaknya rumah adat serta pelataran adat yang tidak terawat dengan baik. Hal ini dikarenakan adanya faktor alam dan manusia. Beberapa ritual adat masih dilakukan, akan tetapi nilai yang terkandung di dalamnya berbeda karena tidak melalui rumah adat. Keinginan masyarakat untuk mengembalikan keaslian budaya menjadi faktor pendorong untuk melakukan penelitian ini. Akan dilakukan penelusuran data mengenai keaslian bentuk dan sistem rumah adat serta konsep penataan pelataran adat. Tujuan penelitian ini adalah menemukan konsep dalam desain mengenai bentuk, material, proses pelaksanaan rumah adat dan menemukan konsep penataan pelataran adat. Pendekatan teori yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teori semiotika.. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengungkapkan data secara deskriptif dengan memaparkan fenomena alam, sosial dan budaya yang diamati dan dialami oleh masyarakat suku embu soa. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan data dianalisis dengan metode analisis kualitatif.
Perencanaan Tebal Lapis Tambah (Overlay) Runway Eksisting Bandara Internasional Lombok
Gede Sumarda;
I Made Kariyana;
Iwan Setiyono Subekti
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.405
Seiring dengan semakin tingginya kebutuhan mobilitas dan aktifitas manusia, transportasi udara memiliki sejumlah keunggulan seperti lebih nyaman, pelayanannya cepat dan dapat menghubungkan antar daerah terpencil. Bandar Udara Internasional Lombok memiliki runway dengan dimensi 2750 m x 45 m dan nilai PCN sebesar 56 F/A/X/T. Kondisi saat ini, Bandar Udara Internasional Lombok melayani penerbangan domestik, internasional dan embarkasi haji, yang selanjutnya Bandar Udara Internasional Lombok direncanakan menjadi Bandar Udara Embarkasi Utama di wilayah Indonesia Bagian Tengah, yang rencananya akan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER secara langsung ke Mekkah dan mendukung Program 5 Destinasi Super Prioritas Pariwisata Mandalika dan Event MotoGP 2021. Pesawat udara rencana Boeing 777-300ER memiliki nilai ACN sebesar 64 dengan tipe perkerasan flexible (F) dan kategori subgrade tipe tinggi (A). Nilai ACN tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan nilai PCN Boeing 737-900ER sebesar 48 sebagai pesawat terkritis saat ini di Bandara Internasional Lombok (ACN ≥ PCN), sehingga persyaratan nilai ACN ≤ PCN tidak terpenuhi. Untuk itu diperlukan adanya suatu kajian penilaian kondisi perkerasan runway eksisting untuk dapat meningkatkan nilai PCN dan mengetahui berapa umur layan sisa runway eksisting Bandar Udara Internasional Lombok. Dalam proses perencanaan, menggunakan metode pengumpulan data yang berasal dari data eksisting bandara dan metode studi pustaka serta melakukan analisis perhitungan. Dalam perencanaan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan software FAARFIELD dan COMFAA sehingga diperoleh nilai tebal lapis tambah sebesar 2.0 inch (5.0 cm), peningkatan nilai PCN sebesar 88 F/A/X/T serta umur layan sisa 49% untuk pergerakan pesawat mendatang sebelum akhirnya perkerasan ini gagal/failure. Hasil tersebut menjadikan runway Bandar Udara Internasional Lombok mampu menampung pesawat rencana terkritis (B777-300ER) dengan kapasitas maksimum.
Implementasi Budaya Lokal Dalam Penataan Daerah Aliran Sungai Untuk Menunjang Pengembangan Kawasan Ekowisata
I Made Suparsa;
Ni Kadek Muliani;
Anak Agung Dea Manik Puspadewi;
Ni Nyoman Aprilia Wiryastuti;
I Dewa Ayu Agung Bintang Maharani Putri
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.410
Pulau Bali merupakan ikon pariwisata di Indonesia, masyarakat Bali sangat kuat memelihara dan menjalankan adat istiadat yang dijiwai oleh ajaran Agama Hindu yang menjadi salah satu modal sosial yang kuat untuk membangun desa secara berkelanjutan. Pembangunan desa secara keberlanjutan dapat dilakukan dengan pengembangan pariwisata dengan konsep ekowisata berbasis budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pemberdayaan masyarakat melalui implementasi budaya lokal dalam penataan daerah aliran sungai untuk menunjang pengembangan kawasan ekowisata dan mengetahui konsep budaya lokal sangat relevan diimplementasikan dalam penataan daerah aliran sungai untuk menunjang pengembangan kawasan ekowisata. Metode yang digunakan yaitu analisis kualitatif melalui observasi secara langsung, wawancara serta dokumentasi. Hasil riset yaitu strategi pemberdayaan masyarakat dalam penataan daerah aliran sungai di Desa Peliatan adalah melalui partisipasi aktif masyarakat yang dimulai dari kesadaran diri sendiri. Masyarakat Bali memiliki konsep budaya lokal yaitu Tri Hita Karana yang digunakan untuk mendukung strategi pemberdayaan masyarakat dalam penataan daerah aliran sungai. Tri Hita Karana sangat relevan diimplementasi dalam penataan daerah aliran sungai untuk menunjang pengembangan kawasan ekowisata karena dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Analisis Pengaruh Penggantian Konduktor AAAC Ke MVTIC Pada Penyulang Kerambitan Berbasis Software ETAP
IM Sajayasa;
IG Suputra Widharma;
AANM Narottama;
I Nengah Sunaya;
Indra Adi Suputra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47532/jiv.v5i1.415
Penyulang Kerambitan merupakan salah satu penyulang yang berada di ULP Tabanan yang termasuk ruang lingkup kerja dari UP3 Bali Selatan. Penyulang Kerambitan melayani beban atau pelanggan di daerah Bajera, Kerambitan, Yeh Gangga, dimana penyulang Kerambitan ini berpangkalan atau mengambil sumber dari Gardu Induk Antosari. Penyulang Kerambitan dalam proses pendistribusiannya mengalami kendala dalam kualitas tegangan yang telah melewati standar PT PLN (Persero) yaitu SPLN 72 tahun 1987 (5%), dalam simulasi ETAP 12.6.0 dari tahun 2020 hingga 2025 mengalami penurunan tegangan yang cukup signifikan dari tahun 2020 besar tegangan di lokasi titik drop tegangan sebesar 18.256 V, lalu pada 2025 tegangan di lokasi titik drop sebesar 17.707, berlokasi di SANDA75 (TB0143/PT. Oasis Water Internasional). Dalam Tugas Akhir ini penulis ingin melakukan pengujian penggantian konduktor dari AAAC 150 mm2 ke MVTIC 150 mm2 menggunakan aplikasi ETAP 12.6.0. Hal ini disebabkan PT PLN khusunya UP3 Bali Selatan sering melaksanakan penggantian konduktor tersebut. Selanjutnya hasil dibandingkan sebelum dan setelah, yaitu dari segi drop tegangan serta susut daya. Selanjutnya membandingan hasil simulasi dengan standar tegangan PT PLN (Persero) yaitu SPLN 72 tahun 1987 (5%).