cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2022)" : 15 Documents clear
Metode Pemberian Cold Pack Untuk Menurunkan Tingkat Nyeri Pada Pasien Fraktur Haris Afandi; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.9405

Abstract

Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap inegritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun spikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Nyeri tersebut adalah keadaan subjektifKdimana seseorang memperlihatkan ketidaknyamanan secara verbal maupun nonverbal. Manajemen non farmakologi merupakan manajemen untuk menghilangkan rasa nyeri dengan menggunakan teknik Cold Pack. Cold Pack efektif mengurangi nyeri fraktur. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dengan metode pemberian cold pack untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien fraktur. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap 2 responden yaitu menggambarkan tentang konsep klinis menurunkan tingkat nyeri pada pasien fraktur. Intervensi Pemberian kompres menggunakan cold pack dapat dilakukan dalam waktu, <5 menit, 5-10 menit dan 20-30 menit, yang dilakukan selama 3 hari. Instrument yang digunakan pada studi kasus ini yaitu lembar pengkajian dan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), untuk mengetahui penurunan skala nyeri. Berdasarkan analisa dan pembahasan mengenai masalah nyeri akut dengan intervensi pemberian terapi   cold    pack    terhadap perubahan    skala nyeri,    dimana didapatkan hasil terjadi penurunan skala nyeri selama 3 hari   pemberian. Terapi cold pack suatu metode yang efektif terhadap perubahan skala nyeri pada pasien fraktur.
Mencegah Luka Tekan Pasien Stroke Dengan Implemnetasi Massage Menggunakan Minyak Kelapa Murni dan Alih Baring Kuriawan Bagus Sugiarto; Much Nurkharistna Al Jihad
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.7195

Abstract

Dekubitus merupakan kerusakan jaringan yang disebabkan penekanan pada  jaringan lunak, dekubitus sering terjadi pada pasien dengan tirah baring daam jangka waktu yang lama, salah satu  cara untuk mencegah dekubitus memberikan pijatan atau massage dengan pelembab contohnya  Virgin Coconut Oil ( VCO ) dan melakukan alih baring. Studi ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas massage dan alih baring sebagai cara pencegahan luka tekan . Studi  ilmiah ini menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan  yang menerapkan massage dengan menggunakan VCO ( Virgin Coconut Oil ) dan alih baring. Subyek studi kasus yang diambil adalah yang masuk kriteria inklusi yaitu pasien stroke dengan nilai skala Breden kurang dari 15. Pasien diberikan intervensi berupa massage efflurage dengan menggunakan VCO pada daerah punggung sampai sacrum dan alih baring dilakukan setiap 2 jam sekali. Setelah implementasi massage dengan VCO dan alih baring pada pasien I dan pasien II didapatkan kondisi tidak adanya tanda tanda luka tekan pada pasien I dan pasien II. Massage dengan minyak kelapa murni  ( VCO )  dan alih baring terbukti effektif utuk mencegah  luka tekan pada pasien stroke yang menjalani tirah baring lama
Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Menurunkan Skor Diaper Dermatitis Pada Bayi Fajar Agung Kurniawan; Dera Alfiyanti
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.9115

Abstract

Diaper dermatitis merupakan masalah yang sering dialami pada bayi baru lahir. Gejala diaper dermatitis meliputi kemerahan, gatal dan luka lecet yang terjadi di area genital, selakangan dan gluteal. Perlunya suatu intervensi untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat diaper dermatitis salah satunya dengan melakukan pemberian VCO (virgin coconut oil) secara topikal. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh pemberian VCO terhadap skor diaper dermatitis. Metode studi kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 subjek yaitu klien bayi yang mengalami diaper dermatitis. Instrumen yang digunakan adalah diaper dermatitis scale. Intervensi ini dilakukan sebanyak 2 kali pada pagi dan sore hari selama 3 hari. Hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan skor diaper dermatitis kedua subjek studi kasus setelah pemberian VCO (virgin coconut oil).Terjadi rata-rata penurunan skor subjek 1 dan 2 sebesar 0,16. Masalah keperawatan gangguan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban teratasi sebagian ditandai dengan penurunan skor diaper dermatitis. Kandungan asam lemak bebas, vitamin E dan polifenol pada VCO mampu melindungi kulit dari mikroorganisme dan patogen penyebab diaper dermatitis. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu perlunya melakukan intervensi ini secara kontinyu untuk memberikan hasil yang signifikan berupa perbaikan diaper dermatitis.
Penurunan Nyeri Post Sectio Caesarea Menggunakan Aroma Terapi Lavender di Rumah Sakit Permata Medika Ngaliyan Semarang Sekar Novia Rahmayani; Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8377

Abstract

Luka post sectio caesarea dapat menimbulkan sensasi nyeri. Nyeri dipengaruhi oleh faktor fisik maupun psikilogi.Faktor fisik meliputi usia, tingkat mobilitas. Faktor psikologi meliputi amotivasi diri, pengalaman ibu serta persiapan diri ibu untuk menghadapi persalinan. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak kepada ibu dan bayi seperti terganggunya sistem kardiovaskular, pulmonal, syok neurogenik dan terhambatnya proses laktasi. Studi ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek inhalasi aromaterapi lavender terhadap nyeri post sectio caesarea. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini implementasi dengan mengukur nyeri dan mengatasi nyeri dengan memberikan aromaterapi lavender pada pasien post sectiocaesarea. Pengukuran nyeri dilakukan pre-post terapi aromaterapi lavender dengan meneteskan minyak essensial lavender 3 tetes pada tisu sebanyak 2x dalam satu shift, dalam sekali sesi dilakukan selama 5 menit kemudian dilakukan evaluasi setelah 30 menit. Hasil studi menunjukkan bahwa Ada  penurunan intensitas nyeri  setelah pemberian  inhalasi aromaterapi lavender. Mekanisme terapi aromaterapi lavender dapat menurunkan nyeri post SC dimana aromaterapi   lavender mengandung linalyl asetat dan linalool (C10H18O) dimana linalyl asetat berfungsi dapat melonggarkan sistem kerja saraf otot yang sedang dalam kondisi tegang dan linalool memiliki manfaat sebagai efek relaksasi dan  sedative, sehingga ketika minyak esensial terhirup, sel-sel reseptor penciuman dirangsang dan impuls ditransmisikan ke pusat emosional otak. Aromaterapi lavender merangsang kerja sel neurokimia karena aroma yang menyenangkan akan menstimulus pengeluaran enkafelin yang  berfungsi sebagai  penghilang rasa  sakit  alami  dan  menghasilkan perasaan yang tenang. Aromaterapi lavender yang diaplikasikan dalam menangani nyeri ibu post sectiocaesarea memberikan efek yang baik dalam penurunan intensitas nyeri.
Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Menggunakan Terapi Pijat Refleksi Ratna Faradhila; Yunie Armiyati; Akhmad Mustofa
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8220

Abstract

Penyakit kronis yang banyak diderita oleh lansia adalah hipertensi, penyakit ini merupakan salah satu dari beberapa faktor risiko pernyakit kerdiovaskuler. Hipertensi berpotensi menyebabkan kondisi komplikasi seperti penyakit jantung koroner, gagal ginjal maupun stroke yang berujung pada kematian. Salah satu manajemen non farmakologi yang memiliki pengaruh untuk dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi adalah terapi pijat refleksi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan tekanan darah setelah pemberian terapi pijat refleksi. Desain studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi diberikan tiga kali intervensi pijat refleksi kaki dengan durasi 30 menit. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital yang terkalibrasi, dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi pijat refleksi. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 14 mmHg (turun 19%) dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik sebesar 7,2 mmHg (turun 15%) setelah diberikan terapi pijat refleksi selama 3 hari. Secara fisiologis terapi pijat refleksi memiliki pengaruh terhadap elastisitas dinding pembuluh darah juga dapat merangsang sistem saraf simpatis yang mengalami penurunan aktivitas sehingga mengakibatkan penurunan pada tekanan darah. Terapi pijat refleksi dapat menjadi alternatif tindakan keperawatan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi.
Penurunan Dysmenorrhea Menggunakan Kompres Air Hangat Ira Dwi Patmawati; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8452

Abstract

Remaja merupakan masa transisi menjadi dewasa. Pada masa remaja terjadi perubahan dimana kondisi tersebut dinamakan masa pubertas yaitu salah satunya menstruasi. Masalah yang biasa dialami oleh remaja perempuan saat menstruasi adalah dysmenorrhea. Dysmenorrhea dapat memberikan dampak yang buruk dalam prestasi dibidang akademik maupun non akademik. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penurunan dysmenorrhea menggunakan kompres air hangat. Subjek studi kasus ini adalah remaja perempuan yang mengalami dysmenorrhea berjumlah 2 orang di dapatkan sesuai kriteria inklusi. Hasil studi kasus pada kedua subyek menunjukkan setelah dilakukan implementasi kompres air hangat selama 3 hari di dapatkan adanya penurunan rerata skala nyeri sebesar 4. Kompres air hangat mampu menurunkan intensitas dysmenorrhea, oleh karena itu direkomendasikan untuk perempuan kompres air hangat sebagai salah satu cara alternatif non-farmakologi untuk mengurangi dysmenorrhea secara mandiri.
Pengaruh Hipnotis Lima Jari terhadap Kecemasan pada Penderita Hipertensi Yuni Norkhalifah; Mohamad Fatkhul Mubin
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.10390

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. penderita hipertensi yang mengalami kecemasan akan merasakan gejala somatis (timbul gejala pada tubuh) dan rasa ketakutan atau ketakutan. Salah satu bentuk psikoterapi yang dapat diterapkan pada pasien yang mengalami hipertensi dengan lima masalah kecemasan yaitu dengan terapi hipnosis Teknik Hipnotis merupakan suatu suatu bentuk situasi diri Hipnotis yang dapat menimbulkan efek relaksasi, sehingga akan mengurangi kecemasan, stres dari pikiran seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi hipnotis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pelayanan asuhan dilakukan dalam pengelolaan pasien kecemasan pada hipertensi, meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengambilan sampel dalam lingkup komunitas wilayah Puskesmas Mranggen 1 RW 06 Desa Mranggen Kabupaten Demak yang dilakukan pada 3 pasien hipertensi yang mengalami kecemasan yang dikelola selama satu hari. Alat pengumpulan data dengan lembar pengkajian, metode yang digunakan dalam wawancara dan menggunakan kuisioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Hasil studi menunjukkan bahwa ada perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sebelum dilakukan terapi hipnotis lima jari pada ketiga pasien. Terapi hipnotis lima jari dapat menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi.
Studi Kasus Penerapan Terapi Relaksasi musik klasik terhadap tekanan darah penderita hipertensi Rizki Arisandi; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8383

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg . Salah satu pengobatan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian music klasik. Musik merupakan suatu stimulus yang unik yang dapat mempengaruhi respon fisik dan psikologis seseorang dalam pendengarannya serta merupakan suatu intervensi yang efektif untuk meningkatkan relaksasi fisiologis yaitu dengan penurunan nadi, respirasi, tekanan darah dan nyeri. efeknya menunjukkan  bahwa  musik  dapat  mempengaruhi  ketegangan  atau  kondisi  rileks pada diri seseorang karena dapat merangsang pengeluaran endorphinedan serotin,. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Penelitian ini menggunakan metode case strudy dengan 2 responden yang dipilih sesuai inkusi peneliti.. Hasil pengkajian menunjukan kedua subjek studi memiliki jenis kelamin yang sama subjek studi kasus 1 dan 2 perempuan subjek studi kasus 1 berumur 66 tahun dan subjek studi kasus 2 berumur 69 tahun. Kedua subjek memiliki riwayat hipertensi, subjek studi kasus 1 memiliki obat jalan dari resep dokter amlodipin 5mg , subjek studi kasus 2 mengkonsumsi obat toko jika merasa pusing dan lemas. Hasil studi kasus menunjukan penurunan tekanan darah setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan mengalami rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 47 mmHg dan diastolik 27 mmHg. Terapi relaksasi musik klasik mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rencana tindakan lanjutan yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan kontrol rutin ke pusat pelayanan kesehatan dengan teratur.
Penerapan Brisk Walking Exercise Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Dian Julistyanissa; Chanif Chanif
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.10535

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia.  Hipertensi yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung, hingga stroke.  Brisk walking exercise adalah salah satu jenis olahraga untuk mengendalikan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah pasien hipertensi pada pasien rentang usia 35-45 tahun setelah pemberian tindakan brisk walking exercise. Studi ini merupakan penerapan studi kasus ini dengan metode deskriptif studi kasus. Subjek studi kasus adalah 2 klien penderita hipertensi, kriteria inklusi pasien terdiagnosa hipertensi yang bersedia diberikan terapi brisk walking exercise, tidak sedang mengkonsumsi obat hipertensi untuk mengetahui efektivitas terapi, tidak rutin beraktivitas fisik berupa olahraga, memiliki riwayat penyakit keluarga hipertensi, tidak merokok dan minum alkohol, memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan asin, memiliki pola tidur tidak teratur. Kriteria eksklusi dari studi kasus ini adalah klien yang menolak, klien yang memiliki kelemahan anggota gerak, klien yang memiliki riwayat Hb rendah (anemi), dan klien yang mengalami komplikasi dari hipertensi. Instrumen yang digunakan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah klien sebelum dan sesudah tindakan. Penerapan brisk walking exercise dilakukan selama 3 hari dalam seminggu dengan durasi 15-30 menit. Hasil studi menunjukkan brisk walking exercise mampu mempengaruhi tekanan darah penderita hipertensi dengan hasil rata-rata penurunan sistol turun sebanyak 5,34 mmHg dan diastol sebanyak 5 mmHg. Penerapan brisk walking exercise dapat dipilih sebagai teknik non-farmakologi untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien hipertensi karena memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah.
Terapi Dzikir Menurunkan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Klien Diabetes Melitus Type II Nurul Jannah; Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.9480

Abstract

Diabetes Melitus akan mengakibatkan berbagai komplikasi sehingga harus segera dikendalikan. Terapi dzikir dapat memberikan efek relaksasi dan ketenangan jiwa yang dapat merangsang HPA Axis untuk menurunkan produksi hormon kortisol sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan studi kasus ini untuk mendapatkan gambaran penerapan terapi dzikir pada klien diabetes melitus tipe II terhadap kadar gula darah sewaktu. Desain deskriptif berupa studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Untuk pengukuran kadar gula darah sewaktu menggunakan glucotest. Terapi dzikir dilakukan pada 2 subyek studi kasus pada klien DM di RW II Wonoplumbon. Intervensi dilakukan dengan cara memfokuskan dan menenangkan pikiran kemudian membaca kalimat dzikir dengan dihayati artinya dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Intervensi diberikan selama 3 hari dalam sehari dilakukan dua kali pada pagi dan sore hari. Penurunan rerata kadar glukosa darah pada kedua subyek studi setelah dilakukan intervensi terapi dzikir selama 3 hari yaitu sebesar 12 mg/dL. Terapi dzikir 15 menit setiap hari selama 3 hari mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada klien diabetes melitus.

Page 1 of 2 | Total Record : 15