cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 188 Documents
Penerapan Terapi Pijat Abdoment Pada Lanjut Usia Munira Munira; Siti Aisah
Ners Muda Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i3.5811

Abstract

Penurunan struktur dan fungsi pada sistem gastrointensinal lansia dapat menyebabkan konstipasi, hal ini karena waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama, peristaltik usus melemah dan kemampuan absorbsi menurun.  Konstipasi harus segera ditangani karena akan berdampak robeknya kulit pada dinding anus yang menyebabkan buang air besar berdarah. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi massage abdomen dalam penurunan tingkat konstipasi pada usia lanjut. Metode penulisan ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Populasi dalam studi kasus ini adalah semua lansia  di ruang Cempaka Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucanggading Semarang yang berjumlah 38 responden. Jumlah sampel yang digunakan dalam studi kasus ini sebanyak 2 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Penerapan dilakukan selama 7 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi massage abdomen dengan frekuensi 1 kali sehari selama 15 menit dipagi hari. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Kriteria hasil menggunakan Constipation Scoring System (CSS). Setelah dilakukan massage abdomen selama 7 hari, terjadi penurunkan konstipasi pada lansia yang di buktikan dari hasil pengukuran menggunakan Constipation Scoring System (CSS). Kedua Pasien mengalami peningkatan frekuensi defekasi, mengedan saat defekasi menurun, merasa tuntas setelah defekasi, perasaan tidak nyaman pada perut menjadi hilang. Kesimpulannya adalah teknik massage abdomen dapat menurunkan tingkat konstipasi.
Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu dengan Preeklamsi Berat Dengan Terapi Rendam Kaki Air Sereh Isneni Yuli Rustanti; Nikmatul Khayati; Heryanto Adi Nugroho
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5798

Abstract

Preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi pada ibu berupa eklampsia, solusio placenta, pendarahan subkapsula, kelainan pembekuan darah (DIC), sindrom HELP (hemovilisis, elevated liver enzymes and low platelet count), ablasio retina, gagal jantung, hingga syok dan kematian. Pada tahun 2015 sekitar 303.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Preeklamsi dapat diobati secara farmakologis dan non farmakologis salah satunya dengan terapi rendam kaki menggunakan air sereh.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan 3 responden. Kriteria inklusi ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat dengan kelahiran anak pertama dengan masa nifas hari pertama dengan masalah resiko perfusi perifer tidak efektif, dengan keluhan pusing, tekanan darah tinggi, dan terdapat oedem ekstremitas serta yang bersedia menjadi.  Setelah dilakukan terapi selama 3 hari berturut, hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan tekanan darah terhadap ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat setelah melakukan rendam kaki dengan air hangat dan serai. Perubahan terjadi pada seluruh responden dengan rata-rata penurunan systole sebanyak 7 mmHg dan pada diastole sebanyak 7,6 mmHg. Masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian di tandai dengan turunnya tekanan darah pada seluruh responden. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan antara lain melakukan dan mengajarkan terapi rendam kaki dengan air hangat dan serai pada semua ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Berat dengan meningkatkan partisipasi keluarga dalam menurunkan tekanan darah pasien
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Untuk Penurunan Resiko Komorbid Covid-19 di Pengungsian Ngrajek Magelang Dina Madinatul Munawaroh; Heryanto Adi Nugroho
Ners Muda Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i2.6974

Abstract

Hipertensi merupakan komorbid Covid-19 yang meningkatkan resiko kematian dan 2,7 kali berpeluang mengalami resiko pemburukan. Komorbid tertinggi di Indonesia adalah hipertensi (50,4%), dimana 11,8 % diantaranya meninggal dunia. Hasil kunjungan yang dilakukan di tempat pengungsian gunung merapi di Desa Ngrajek Kabupaten Magelang ditemukan dari 24 pengungsi 19 diantaranya lansia dan 16 pengungsi menderita hipertensi. Mayoritas pengungsi tidak mengetahui tentang hipertensi dan perawatan hipertensi, serta masih banyak pengungsi yang tidak menggunkan masker, tidak menjaga jarak serta tidak menjaga kebersihan tangan. Hal tersebut menyebabkan penderita hipertensi rawan tertular Covid-19 yang bahkan bisa menyebabkan kematian. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang hipertensi dan cara perawatanya. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan, klien berjumlah dua orang. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan media leaflet selama 60 menit yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Istichomah (2020). Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang berisi 15 pernyataan benar dan salah. Tingkat pengetahuan klien I dan II sebelum dilakukan pendidikan kesehatan termasuk dalam kategori kurang, dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan klien I berubah menjadi cukup, klien II menjadi baik. Pemberian pendidikan kesehatan pada klien hipertensi efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan cara perawatannya.
Penurunan Tekanan Darah Dengan Intervensi Terapi Murottal Surah Ar Rahman Pada Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) Diah Lutfiani; Anna Kurnia
Ners Muda Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i1.6230

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal dimana kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolisme dan cairan gagal sehingga terjadi uremia. Menifestasi dari CKD salah satuunya tekanan darah tinggi. Tujuan dari studi ksusu ini untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien CKD setelah dilakukan terapi murottal surah Ar-rahman. Desain studi ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan penerapan Evidence Based Nursing Practice yaitu terapi murattal terhadap penurunan tekanan darah. Jumlah responden sebanyak 2 pasien. Studi kasus ini menggunakan kriteria inklusi pasien CKD yg bersedia menjadi responden, memiliki tekanan darah tinggi, pasien yang menjalani hemodialisis rutin seminggu 2 kali dan beragama islam.. Alat ukur menggunakan tensimeter digital. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan tekanan darah setelah dilakukan pemberian murottal surah Ar-rahman. Mendengarkan murottal mampu menurunkan tekanan darah pada pasien CKD yang mengalami hipertensi.
Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Fraktur Tertutup Dengan Pemberian Terapi Kompres Dingin Made Suryani; Edy Soesanto
Ners Muda Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i3.6304

Abstract

Nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional bagi penderitanya, sehingga apabila tidak diatasi individu merasa tidak nyaman dan menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan psikis. Mengatasi nyeri fraktur tertutup dapat menggunakan  cara non farmakologis salah satunya terapi kompres dingin. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri pasien fraktur tertutup setelah pemberian kompres dingin. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Terapi kompres dingin dilakukan selama 3 hari, dalam 1 hari pemberian 1 kali dengan durasi 5-10 menit. Subjek pada studi kasus ini yaitu 2 pasien fraktur tertutup dengan gejala nyeri sedang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan melakukan pre and post test tingkat nyeri dengan menggunakan lembar observasi numerical rating scale (NRS). Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan terapi kompres dingin pada kedua pasien fraktur tertutup. Subjek 1 pada studi kasus terjadi penurunan intensitas nyeri sebesar 3 dan subjek 2 terjadi penurunan intensitas nyeri sebesar 2. Terapi kompres dingin mampu menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan fraktur tertutup.
Penurunan Tingkat Kecemasan Dengan Biblioterapi Pada Anak Saat Pemasangan Infus Anggraini Nila Kusuma; Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i2.6297

Abstract

Tindakan pemasangan infus merupakan jenis tindakan yang membuat cemas pada pasien terutama pasien anak–anak, dimana dilakukan penusukan jarum atau abocate untuk memasukkan obat atau cairan langsung ke pemuluh darah vena sehingga anak merasa dilukai. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan pada anak yaitu dengan distraksi atau alih perhatian dengan buku cerita bergambar atau buku ilustras yang disebut dengan biblioterapi. Metode studi kasus ini adalah metode deskriptif yaitu mengambarkan asuhan keperawatan pada anak. Kriteria responden dalam studi kasus ini yaitu anak-anak  dengan usia 3 – 10  tahun yang akan dilakukan tindakan pemasangan infus. Sampel yang diambil 2 anak dengan dilakukan intervensi selama 10 – 15 menit sebelum tindakan pemasangan infus dengan blibioterapi. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar observasi kecemasan m-YPAS. Setelah dilakukan intervensi pada kedua pasien dapat di gambaran bahwasanya respon kedua anak dikategorikan cemas sesuai skor m-YPAS, jika dilihat  berdasarkan respon fisiologis dari ke dua pasien anak terjadi perubahan / penurunan nadi, respiratori dan tingkat kecemasan setelah di berikan blibioterapi melalui buku cerita yang diberikan sebelum pelaksaan infus selama 10 menit. Pasien anak dengan masalah keperawatan kecemasan karena akan dilakukan tindakan pemasangan infus sangat efektif untuk menguragi tingkat kecemasan anak dengan melakukan teknik biblioterapi melalui media buku cerita bergambar. Rekomendasi: Aplikasi biblioterapi melalui buku cerita bergambar agar bisa di terapkan pada semua pasien anak yang akan dilakukan pemasangan infus.
Pemberian Aromaterapi Lavender Menurunkan Intensitas Nyeri Post Op Debridement Pada Pasien Ulkus Granulosum Nur Annisa Hayati; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i1.6233

Abstract

Debridement adalah tindakan operasi yang dilakukan untuk mengangkat jaringan yang mati atau luka. Pasien yang dilakukan tindakan debridement mengakibatkan pasien mengalami nyeri. Sehingga salah satu tindakan yang dapat dilakukan selain menggunakan tehnik farmakologi menggunakan tehnik relaksasi aromaterapi. Relaksasi merupakan tehnik yang dilakukan untuk mengatasi stres ataupun perasaan nyeri pada seseorang yang bertujuan untuk terjadinya peningkatan aliran darah sehingga perasaan cemas dan suplai oksigenasi ke area nyeri dapat berkurang. Studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri post op debridement. Metode yang digunakan yaitu desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan penerapan evidence based practice pemberian aromaterapi lavender untuk menggurangi nyeri pada pasien post op debridement dengan ulkus granulosum . Sampel berjumlah 2 orang dalam studi ini adalah semua pasien post op debridement yang mengalami ulkus granulosum. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan januari 2020. Alat ukur menggunakan numerical scale. Hasil perbandingan skala nyeri antara ke dua responden sebelum dan sesudah di lakukan terapi menunjukan penurunan skala nyeri. Setelah di lakukan terapi pemberian aromaterapi lavender skala nyeri responden pertama menjadi 4 dan responden kedua menjadi 2. Ada penurunan intensitas nyeri pada pasien post op debridement dengan ulkus granulosum yang mengalami nyeri setelah di berikan terapi aromaterapi lavender.
Metode Mendongeng Menurunkan Nyeri Pada Anak Penderita Acute Limpoblastic Leukimia (ALL) Heru Kurniawan; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i3.6216

Abstract

Nyeri beraktivitas dan mengganggu kenyamanan anak saat istirahat, penelitian membuktikan bahwa metode mendongeng dapat mengurangi atau menurunkan nyeri tulang pada anak dengan Acute Limpoblastic Leukimia (ALL). Mendongeng adalah sebuah metode yang dapat mengalihkan (distraksi) sehingga mengeluarkan hormon endorphin (proses penurunan nyeri) sehingga penurunan nyeri membuat kualitas hidup anak menjadi meningkat. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui efektivitas mendongeng terhadap penurunan nyeri pada anak dengan Acute limpoblastic Leukimia(ALL) diruang anak dasar RSUP Dr. Kariadi Semarang. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini berjumlah 2 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, didapat secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen numerik rating scale dan naskah dongeng. Pengukuran nyeri sebelum dan setelah dilakukan terapi mendongeng selama 20 menit dalam 3 kali pertemuan. Responden telah mendndatangani lembar persetujuan. Hasil studi kasus menunjukan penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi mendongeng. Responden 2 terjadi penurunan dari skala 6 menjadi 0. Kesimpulan metode mendongeng efektif terhadap penurunan nyeri pada anak penderita Acute Limpoblastic Leukimia (ALL).
Pelaksanaan Senam Otak untuk Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia Aisyatu Al-Finatunni'mah; Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5666

Abstract

Demensia merupakan gejala menurunnya daya ingat, berpikir, berperilaku, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Hilangnya kapasitas intelektual pada demensia tidak hanya terjadi pada memori, tetapi juga pada kognitif dan kepribadian. Salah satu upaya pencegahan penurunan kognitif pada demensia pada lansia adalah dengan melakukan senam otak. Metode yang digunakan yaitu studi deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada dua lansia sebagai subjek studi. Subjek studi diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan intervensi selama seminggu dengan memberikan tindakan keperawatan berupa senam otak selama 15 menit setiap satu kali dalam sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan asuhan keperawatan. Fungsi kognitif diukur dengan menggunakan instrumen Mini Mental State Exam (MMSE). Hasil studi menunjukkan senam otak dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia demensia yang ditunjukkan dengan peningkatan skor MMSE pada kedua subjek studi. Kesimpulan dari studi ini yaitu setelah dilakukan intervensi senam otak selama seminggu, skor MMSE meningkat dengan kisaran 0-16. Intervensi senam otak ini dapat direkomendasikan secara teratur bagi lansia agar dapat meningkatkan fungsi kognitif secara optimal.
Dampak Fisiologis Post Kemoterapi Pada Anak Limfositik Leukemia Akut (LLA) Dwi Nuraini; Mariyam Mariyam
Ners Muda Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v1i2.5795

Abstract

Leukemia merupakan kanker keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Kemoterapi memerlukan proses yang lama, berkelanjutan dan teratur pada anak yang mengalami leukemia dan dapat menimbulkan ketidakyamanan. Tujuan studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada anak Limfositik Leukemia Akut (LLA)  post kemoterapi. Studi kasus ini merupakan studi kasus dengan metode deskriptif. Sampel studi kasus berjumlah 2 responden anak dengan limfositik leukemia akut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan keluarga responden, observasi langsung responden dan melihat rekam medis. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisa data yang ada untuk dapat menentukan masalah keperawatan yang muncul dan menentukan intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus didapatkan data fokus yang muncul adalah badan lemas dan tidak nafsu makan. Diagnosa keperawatan yang ditentukan adalah defisit nutrisi. Intervensi yang direncanakan adalah pengkajian nutrisi, kolaborasi dengan ahli gizi, anjurkan memberikan pasien makan sedikit tapi sering. Implementasi yang dilakukan adalah mengkaji status nutrisi, mengkolaborasi dengan ahli gizi, menganjurkan memberikan pasien makan sedikit tapi sering. Evaluasi yang didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari adalah responden 1 tidak mengeluh lemas dan porsi makanan habis sedangkan pada responden 2 tampak lemas dan porsi makanan habis sebagian. Masalah yang muncul pada responden post kemoterapi muncul tidak nafsu makan dan badan lemas.

Page 4 of 19 | Total Record : 188