cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 188 Documents
Penerapan terapi rendam air hangat dengan garam dapur terhadap skala nyeri gout arthritis pada lansia Jannah, Nurul; Warsono, Warsono
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.13143

Abstract

Kadar purin yang abnormal dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya kristalisasi kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat menimbulkan sensasi nyeri pada penderita gout. Ciri khas nyeri yg dirasakan penderita umumnya pada sendi kecil terutama pada jari kaki. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi, salah satunya dengan melakukan terapi rendam air hangat dengan garam dapur. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan skala nyeri gout arthritis menggunakan terapi rendam air hangat dengan garam dapur pada lansia. Studi kasus dengan mengaplikasikan Evidence Based Nursing Practice pada 3 subyek studi kasus dengan kriteria inklusi lansia yang memiliki riwayat gout arthritis, lansia dengan keluhan nyeri, melakukan kontrol serta minum obat rutin, dan subyek studi kasus yang bersedia mengikuti terapi sesuai aturan dan waktu yang telah ditentukan. Rendam air hangat dengan garam dapur dilakukan sebanyak 3 kali selama satu minggu dengan durasi 15 menit, pengukuran menggunakan intensitas skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah penerapan. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan nilai skala nyeri sebelum dan sesudah terapi rendam air hangat dengan garam dapur. Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi yang dapat di aplikasikan untuk mengurangi keluhan nyeri yang dapat dilakukan secara mandiri.
Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Ma'arif, Syahrul; Hartiti, Tri
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.10587

Abstract

Laparotomi merupakan suatu tindakan pembedahan pada daerah abdomen dengan cara membuka dinding abdomen untuk mencapai isi dari rongga abdomen yang mengalami masalah seperti perdarahan, perforasi, kanker, dan obstruksi. Perawatan post operasi di Indonesia seringkali menimbulkan komplikasi diantaranya gangguan rasa aman nyaman, rasa nyeri yang mengganggu dan menurunnya kualitas tidur. Nyeri merupakan suatu perasaan atau pengalaman yang tidak nyaman baik secara sensori maupun emosional yang dapat ditandai dengan kerusakan jaringan ataupun tidak (Association for the study of pain). Dampak yang serius dapat muncul akibat nyeri yang tidak ditangani, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan teknik relaksasi autogenik. Metode studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi relaksasi autogenik dapat mengurangi intensitas nyeri yaitu pada subjek 1 adalah dari skala 6 menjadi skala 2 dan subjek 2 dari skala 5 menjadi skala 2, kesimpulannya bahwa terapi relaksasi autogenik dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi.
Penerapan Terapi Masase Kaki Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis Putri, Indah Leviana; Samiasih, Amin
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.11015

Abstract

Lanjut usia atau lansia merupakan tahap akhir dari proses kehidupan yang disertai dengan berkurangnya kapasitas tubuh untuk bereaksi terhadap tekanan lingkungan. Rheumatoid arthritis atau lebih dikenal dengan rematik merupakan salah satu masalah yang diakibatkan oleh penuaan. Terapi masase kaki dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi nyeri rheumatoid arthritis karena di daerah kaki banyak terdapat saraf-saraf yang terhubung ke organ dalam. Tujuan terapi masase kaki untuk mengurangi tingkat nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilakukan dalam pengelolaan klien nyeri sendi, meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tekhnik purposive sampling di wilayah Desa Donorejo, Kabupaten Demak. Subyek studi kasus ini sejumlah 6 orang. Subyek studi kasus dikelola selama 3 hari dengan frekuensi pemberian terapi sebanyak 1 kali sehari selama 20 menit. Penerapan ini menggunakan instrument skala nyeri yaitu Numeric Rating Scale (NRS) dan pengukuran dilakukan pre-post terapi. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perubahan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan terapi masase kaki pada 3 subyek studi kasus kelompok intervensi. Simpulan terapi masase kaki dapat menurunkan skala nyeri sendi pada penderita rheumatoid arthritis.
Penerapan stimulasi kutaneus: slow stroke back massage untuk menurunkan nyeri post sectio di ruang Dewi Kunthi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Astutiningtyas, Vera; Machmudah, Machmudah
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.13171

Abstract

Sectio Caesar merupakan tindakan operasi untuk melahirkan janin  yang dilakukan secara sengaja melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim sehingga menyebabkan kontinuitas jaringan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada bekas luka operasi. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri dengan stimulasi kutaneus slow stroke back massage. Penerapan studi kasus ini jenis deskriptif melalui rangkaian proses keperawatan yang dilakukan di ruang dewi kunthi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang dengan dua responden post section Caesar hari pertama pemberian terapi stimulasi kutaneus slow stroke back massage dilakukan selama 15 menit selama 2 hari dengan menggunakan instrument skala nyeri numeric rating scale (NRS). Hasil dari penerapan terdapat penurunan pada kasus 1 sebelum dilakukan terapi pada hari pertama skala nyeri 6 setelah dilakukan terapi skala nyeri 5 pada hari kedua skala nyeri sebelum dilakukan 5 dan setelah dilakukan menjadi 4 sedangkan pada kasus 2 pada hari pertama sebelum dilakukan terapi skala nyeri 5 dan setelah dilakukan menjadi 4 pada hari kedua sebelum dilakukan penerapan skala nyeri 4 menjadi 3. Penerapan stimulasi kutaneus slow stroke back massage ini dapat menurunkan skala nyeri pada post section Caesar.
Manajemen nyeri dengan virtual reality therapy pada pasien kanker : studi kasus Putri, Lindasari Pradita; Mustofa, Akhmad
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.15851

Abstract

Nyeri memiliki efek negatif pada pengobatan pasien kanker, menghambat proses penyembuhan pasien, mempanjang lama rawat inap,dan berdampak  buruk  pada kualitas hidup pasien kanker. Nyeri yang terus menerus yang dirasakan oleh pasien-pasien penyakit terminal ini bisa mengurangi kualitas hidup dan fungsi fisik, meningkatkan level kelelahan dan mengganggu aktivitas sehari-hari  dan  sosial. Virtual Reality (VR) menjadi terapi modalitas yang dapat digunakan sebagai upaya nonfarmakologis untuk mengurangi kebutuhan analgesik dan mananjemen nyeri pada pasien kanker. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan pada studi kasus ini adalah numerical rating scale (NRS). Penulis melakukan terapi virtual reality pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi maupun tidak di RSUP dr.Kariadi Semarang dengan 3 responden. Kriteria inklusi responden yaitu pasien kanker, usia >18 tahun, skor nyeri >3, penglihatan dan pendengaran normal,tidak mengalami luka atau cedera kepala dan leher, tidak sedang dalam pengaruh obat 2 jam sebelum intervensi. Pelaksanaan studi kasus virtul reality therapy dilakukan selama 3 hari. Hasil dari studi kasus ini yaitu terdapat penurunan skor nyeri pada ketiga responden selama 3 hari pasien 1 mengalami penurunan skor nyeri sebesar 4, pada pasien 2 mengalami penurunan sebesar 3, pada pasien 3 mengalami penurunan sebesar 4, sehingga dapat disimpulkan bahwa virtual reality therapy dapat menurunkan skor nyeri  pasien karena memberikan efek distraksi dan pengalihan rasa nyeri. Intervensi pemberian virtual reality therapy pada pasien kanker dengan nyeri dapat dimasukkan dalam sistem asuhan keperawatan di rumah sakit untuk menurunkan rasa nyeri yang dialami oleh pasien-pasien kanker.
Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam dan Musik Suara Alam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi: Studi Kasus Pramono, Rizal Hendro; Baidhowy, Arief Shofyan; Machmudah, Machmudah; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16637

Abstract

Hipertensi pada lansia menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hipertensi yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan pada ginjal, jantung dan otak. Penanganan hipertensi pada lansia bisa menggunakan terapi non farmakologi yaitu pemberian kombinasi terapi musik suara alam dan relaksasi napas dalam. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui perubahan pada tekanan darah setelah diberikan terapi kombinasi relaksasi napas dalam dan suara alam. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus ini berjumlah 3 pasien lansia di Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta. Tekanan darah dievaluasi sebelum dan sesudah terapi dengan menggunakan sygmomanometer digital yang telah di kalibrasi. Hasil studi menunjukkan ada penurunan tekanan darah pada subjek studi setelah diberikan kombinasi selama 3 hari, dilakukan 1 kali sehari selama 15 menit pukul 11.00 WIB. Pasien berbaring ditempat tidur, melakukan napas dalam (pola 4-4-4 detik) sambil mendengarkan musik suara alam melalui speaker atau earphone tiap sesi mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 11,45 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 3,89 mmHg. Kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan musik suara alam dapat menjadi salah satu intervensi untuk menjadi tindakan mandiri yang aman untuk diberikan ke pasien oleh perawat maupun keluarga seseorang yang mengalami hipertensi.
Pengaruh Mengulum Es Batu Untuk Mengatasi Keluhan Rasa Haus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisis: Studi Kasus Pratama, Arif; Lazuardi, Nugroho
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.13955

Abstract

Terapi hemodialisis yang disertai dengan pembatasan asupan cairan pada pasien PGK menyebabkan timbulnya keluhan rasa haus. Hal tersebut membuat pasien tidak nyaman dan cenderung memperbanyak asupan cairan. Asupan cairan berlebih dapat menyebabkan hipervolemia dan membuat kondisi pasien semakin memburuk. Intervensi mengulum es batu dapat membantu menurunkan rasa haus dan menimbulkan perasaan segar. Tujuan karya ilmiah ini adalah mengurangi rasa haus pada pasien hemodialisis dengan intervensi pemberian es batu. Studi kasus ini menggunakan desain multiple case study dengan lima responden penelitian. Intervensi dilakukan dengan mengulum es batu sebanyak 2 kali tindakan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur skor Visual Analog Scale (VAS) for assessment of thirst intensity sebelum dan setelah intervensi. Terdapat penurunan rerata tingkat rasa haus pre intervensi adalah 5,2 (haus sedang) ke post intervensi yaitu 1,2 (haus ringan). Mengulum es batu terbukti efektif dalam menurunkan rasa haus pada pasien hemodialisis di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan harapannya dapat terus diterapkan sebagai intervensi keperawatan manajemen hipervolemia.
Penurunan Skala Nyeri Pasien Post Apendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) Kusrini, Erna Sutrisnawati; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.11035

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dirasakan pada pasien post apendiktomi. Nyeri dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi proses penyembuhan pasien. Teknik relaksasi genggam jari adalah terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri.Tujuan studi ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien post apendiktomi yang diberikan teknik relaksasi genggam jari (Finger Hold) dalam menurunkan nyeri. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Jumlah responden 2 pasien post apendiktomi. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Studi kasus 1 menunjukkan penurunan skala nyeri dari skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 3(nyeri ringan). Studi kasus 2 menunjukkan penurunan skala nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan). Teknik relaksasi genggam jari (Finger Hold) dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post apendiktomi. Rekomendasi: Terapi relaksasi genggam jari (Finger Hold) efektif dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam menurunkan nyeri pasien post apendiktomi. Kata Kunci: Nyeri akut, apendiktomi, terapi relaksasi genggam jari (Finger Hold)