Jurnal Kesehatan
Jurnal Kesehatan ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juli dan bulan Desember. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh jurnal ini meliputi: keperawatan, kesehatan masyarakat, administrasi kesehatan, kebidanan, administrasi rumah sakit.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 1 (2020)"
:
8 Documents
clear
Pendekatan Model Adaptasi Roy, Relaksasi Dan Discharge Planning Pada Masalah Muskuloskeletal
Sapto Haryatmo;
Agung Waluyo;
Masfuri Masfuri
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.273 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.92
Karya Ilmiah Akhir ini merupakan laporan akhir setelah praktik residensi peminatan Keperawatan Medikal Bedah. Laporan akan menguraikan satu kasus utama dari pengelolaan terhadap 31 kasus yang dikelola, Evidence Based Nursing Practice (EBNP) dan inovasi. Perubahan signifikan didapatkan pada hasil penerapan asuhan keperawatan menggunakan model adaptasi Roy, pasien mampu beradaptasi lebih baik terhadap masalah yang dihadapi tanpa tergantung pada keberadaan stimulus sebagai pencetus masalah. EBNP yang akan dilaporkan adalah penggunaan teknik relaksasi untuk mengatasi nyeri dan kecemasan post operasi gangguan muskuloskeletal, dengan hasil tindakan ini efektif untuk menurunkan nyeri tetapi tidak menunjukkan penurunan besar untuk kecemasan. Kegiatan inovasi yang dikerjakan yaitu program discharge planning untuk pasien perioperatif muskuloskeletal memberikan hasil yang baik dalam menurunkan kecemasan dan kepatuhan terhadap prosedur yang dijalankan. Kata kunci: discharge planning; model adaptasi Roy; muskuloskeletal; nyeri; relaksasi
Peran Aplikasi M-Health Dalam Promosi Kesehatan Aktivitas Fisik
Ismail Affandy Siregar;
La Ode Abdul Rahman
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.453 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.86
Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi asma, PPOK, kanker, gagal jantung, stroke, gagal ginjal kronik. Penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia pada abad ke 21. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya aktifitas fisik yang dilakukan. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa aktifitas fisik tidak begitu penting padahal kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kurangnya aktivitas fisik termasuk pada kategori faktor resiko penyakit tidak menular yang dapat diubah sehingga pendekatan promosi kesehatan dapat dilakukan melalui peningkatan aktivitas fisik. Salah satu upaya promotif dalam meningkatkan aktivitas fisik ialah dengan menggunakan aplikasi mHealth. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literatur review) untuk memberikan gambaran tentang mhealth berhubungan dengan aktivitas fisik dan pengaruh mHealth terhadap peningkatan aktivitas fisik. Berdasarkan hasil telaah dan review sebelas jurnal disimpulkan bahwa mHealth dapat mendorong seseorang untuk mau melakukan aktivitas fisik. Fitur dalam mHealth berhubungan dengan aktivitas fisik yang membantu dalam melakukan aktivitas fisik diantaranya petunjuk melakukan jenis aktivitas fisik, pengingat untuk melakukan aktivitas fisik, motivasi untuk melakukan aktivitas fisik, tujuan yang akan dicapai, evaluasi diri terhadap latihan aktivitas fisik, menganalisa fakor dukungan sosial dan lingkungan dalam aktivitas fisik. Perlu dikembangkannya fitur-fitur yang ada pada aplikasi mHealth berdasarkan sumber yang jelas dan pakar-pakar kesehatan yang terkait oleh pemerintah secara gratis. Kata kunci : mHealth; aktifitas fisik; promosi kesehatan
Pengaruh Terapi Musik Klasik Dikombinasi Dengan Aromaterapi Mawar Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Literature Review
Anita Shinta Kusuma;
Atoillah Alfa Rikhi
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.816 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.93
Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” (pembunuh siluman), karena seringkali penderita hipertensi bertahun-tahun tanpa merasakan sesuatu dan tanpa disadari penderita mengalami komplikasi. Salah satu cara mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu menggunakan intervensi terapi nonfarmakologi. Menurunkan hipertensi menggunakan terapi nonfarmakologi, salah satunya yaitu menggunakan musik klasik kombinasi dengan aromaterapi mawar. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Database yang digunakan yaitu: Google Cendikia, Garuda dan ProQuest. Dari beberapa literature review memaparkan terapi musik klasik dan aromaterapi mawar dapat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Didapatkan pemberian terapi musik klasik dikombinasi dengan aromaterapi mawar dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk menurunkan tekanan darah dan perlunya penelitian lebih lanjut dalam intervensi nonfarmakologi lain yang dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Kata kunci: musik klasik; aromaterapi mawar; tekanan darah; hipertensi
Terapi Bermain Origami Untuk Menurunkan Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi
Gratsiana Florensiana Da silva;
Natalia Ratna Yulianti;
Apolonia Antonilda Ina
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.407 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.89
Kecemasan merupakan salah satu distres psikologis ketika anak dirawat di rumah sakit. Terapi bermain dapat diberikan untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu terapi bermain yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah adalah kegiatan origami. Penelitian membuktikan kegiatan origami dapat menurunkan tingkat kecemasaan anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi, namun masih diperlukan pembuktian selanjutnya dengan menambahkan jumlah sampel dan dengan uji statistik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi bermain origami untuk menurunkan kecemasan pada anak usia pra sekolah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan rancangan one group pretes-post test yang dilakukan di dua rumah sakit daerah di Jawa Tengah. Sampel penelitian ini adalah pasien anak usia pra sekolah sebanyak 70 orang yang mengalami kecemasan dan baru pertama kali dirawat di rumah sakit. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Kecemasan anak diukur sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain origami menggunakan Preschool Anxiety Scale (PAS). Data dianalisis dengan menggunakan uji alternatif Wilcoxon dengan hasil p value < 0,001. Disimpulkan bahwa terapi bermain origami dapat menurunkan kecemasan anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi. Perawat dapat menerapkan terapi bermain origami pada anak usia pra sekolah yang mengalami kecemasan saat dirawat di rumah sakit dengan melibatkan orang tua. Penelitian selanjutnya dapat mengukur keefektifan terapi bermain origami untuk menurunkan kecemasan dengan kelompok kontrol dan dengan jumlah sampel yang lebih banyak. Kata kunci: anak usia pra sekolah; terapi bermain; hospitalisasi; kecemasan; origami
Penerapan Fisioterapi Dada Terhadap Status Respirasi Pada An. A Dengan Bronkopneumonia
Wahyu Tri Astuti;
Sapta Sari Dewi
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.554 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.94
Pada pasien bronkopneumonia menunjukkan sesak nafas dengan repirasi rate tidak normal dan dahak yang susah dikeluarkan, maka perlu dilakukan penatalaksanaan dengan farmakologi dan non farmakologi. Pada non farmakologi salah satunya dengan tindakan fisioterapi dada. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui status respirasi dan pengeluaran sputum sebelum dan sesudah tindakan. Metode studi kasus ini ada deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus bronkopneumonia di ruang Multazam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung. Setelah dilakukan tindakan fisioterapi dada selama 3 hari didapatkan hasil terjadi pengeluaran sputum.Ada pengeluaran sputum dan respirasi rate menurun. Rekomendasi untuk untuk Ny. V untuk selalu memperhatikan lingkungan An. A, jauhkan An. A dari asap kendaraan bermotor, debu juga asap rokok dan etika timbul gejala berulang hendaknya Ny. V bisa melakukan fisioterapi dada secara mandiri.Kata kunci: bronkopneumonia; fisioterapi dada anak; pengeluaran sputum; status respirasi
Hubungan Ketergantungan Gawai Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan
Giur Hargiana;
Tia Sintiawati
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.352 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.90
Pada perkembangan era digital saat ini istilah kecanduan sudah memiliki perkembangan yang sangat dinamis, bukan hanya kecanduan narkoba namun kecanduan gawai merupakan bentuk kecanduan yang berbahaya dan memiliki efek yang luas dimasyarakat. Generasi Z, merupakan populasi usia dewasa muda saat ini, generasi ini berkembang di era digital, sehingga pembentukan kopingnya pun terpengaruh oleh hal tersebut. Pada usia dewasa muda, biasanya orang sedang dalam fase pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, mahasiswa disibukkan oleh berbagai kesibukan baik akademik maupun non akademik. Hal ini membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Salah satu stresor yang mahasiswa rasakan selama perkuliahannya yaitu berkaitan dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat ketergantungan gawai dan tingkat stres akademik pada mahasiswa di FIK UI dan untuk mencari hubungan keduanya menggunakan kuesioner Academic Stress Scale (ASS) dan Test for Gadget Dependency. Desain penelitian ini adalah cross sectional, teknik sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan melibatkan 229 mahasiswa. Hasil analisis uji statistik chi-square didapatkan p= 0,000 dan nilai p < a = 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan terhadap gawai dengan stres akademik pada mahasiswa. Hasil penelitian ini juga menemukan mahasiswa mengalami stres akademik sedang sebanyak 66,4% dan mahasiswa mengalami ketergantungan terhadap gawai pada kategori sedang sebanyak 69,9%. Ketergantungan terhadap gawai dan stress akademik memiliki hubungan yang saling memengaruhi, seseorang dengan ketergantungan gawai yang tinggi akan memiliki stress akademik yang tinggi pula dan sebaliknya. Rekomendasi dari penelitian ini mahasiswa perlu aware dengan perilaku dalam menggunakan gawai.Kata kunci: ketergantungan gawai; mahasiswa keperawatan; stres akademik
Pendidikan Kesehatan Tentang Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi
Evy Tri Susanti;
Haniva Lukma Sari
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.433 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.95
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan dan jumlah penduduk dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan kegiatan pokok penyuluhan dan pelayanan kontrasepsi. Kontrasepsi merupakan pengaturan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode dengan tujuan menunda, menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kesuburan. Alat kontrasepsi mempunyai banyak jenis yang memiliki manfaat serta kekurangan masing-masing. Pengetahuan mengenai alat kontrasepsi dibutuhkan untuk menunjang ketepatan memilih alat kontrasepsi. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi dan gambaran memilih alat kontrasepsi yang tepat. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode studi kasus tentang pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Subyek pada studi kasus ini adalah Ny.L, usia 19 tahun, post sectio cesarea primipara, belum pernah mengikuti program KB, berencana mengikuti KB dan ditunggui oleh suami saat dilakukan pendidikan kesehatan, di Ruang Muzdalifah RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Hasil studi kasus ini yaitu pendidikan kesehatan dilakukan secara tatap muka pada Ny.L dan suami dengan media lembar balik dan leaflet. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi tingkat pengetahuan Ny.L bertambah dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan hanya mampu menjawab 6 pertanyaan, pengetahuan kurang dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mampu menjawab 12 pertanyaan dari 15 pertanyaan, pengetahuan baik. Ny.L dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat yaitu Intra Uterine Device (IUD). Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Ny. L setelah pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan yang dijawab benar oleh Ny. L. Sebelum pemberian pendidikan kesehatan Ny.L hanya mampu menjawab 6 pertanyaan dengan benar, setelah pemberian pendidikan kesehatan Ny.L mampu menjawab 12 pertanyaan dengan benar. Ny. L juga telah memutuskan untuk memilih kontrasepsi IUD. Kata kunci : alat kontrasepsi, IUD, pendidikan kesehatan, pengetahuan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Jigsaw Terhadap Tingkat Pengetahuan Konsep Diri Remaja
Indra Andili Ngelo;
Syenshie Virgini Wetik
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.578 KB)
|
DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.91
Banyaknya permasalahan yang terjadi pada remaja saat ini, berdampak pada konsep diri remaja. Remaja yang memiliki konsep diri kurang baik akan mengalami bingung peran pada tahap perkembangan selanjutnya. Hal ini ditandai dengan tidak mengenal identitas dirinya sendiri, tidak menyukai bagian tubuhnya, merasa bingung dan bimbang, menarik diri, gampang dipengaruhi, serta memiliki pergaulan yang negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode jigsaw terhadap tingkat pengetahuan konsep diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimetal. Populasi pada penelitian ini berjumlah 75 orang siswa/i dengan jumlah sampel 60 responden. Pemilihan sample menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji man whitney pre-post kelompok kontrol memperoleh mean rank 19.40 dan post-test kelompok perlakuan memperoleh nilai mean rank 41.60 dengan nilai p-value 00.00 (p < 0,05). Sehingga disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara pengaruh pendidikan kesehatan metode jigsaw terhadap tingkat pengetahuan konsep diri remaja di SMK Baramuli Airmadidi. Kata Kunci: metode jigsaw; pengetahuan remaja; konsep diri