cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING KAB. TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR Avellyn Shinthya Sari; Ahmad Betras Ediwana; Arlida Dwi Pangestika
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.822

Abstract

Tuban Regency is a provider of raw materials for limestone and clay for PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk in Tuban. Limestone mining caused by environmental damage. Therefore it is expected to be able to improve or improve the benefits of the original land for mining, so that the negative impact of mining activities can reduce.  The results of the research can be published in 2014-2018, plants planted with 130,186 are in limestone quarries. However, the area studied is only on the limestone floor area which is 7.66 ha, where the land is planted with staple plants (teak trees), fillers (johar trees), edge plants (mahogany and trembesi trees) and intercropping plants (lamtoro tree). On a land area of 7.66 hectares, it has been planted with 14,444 plants.Kabupaten Tuban merupakan penyedia bahan baku berupa batu kapur dan tanah liat untuk PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ada di Tuban. Penambangan batugamping menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Oleh karena itu diharapkan agar memperbaiki atau mengembalikan kemanfaatan tanah semula akibat usaha-usaha penambangan, sehingga dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat berkurang. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa reklamasi dari tahun 2014-2018, tanaman yang sudah ditanam sejumlah 130.186 yang berada pada quarry batu gamping. Namun daerah yang di teliti hanya pada bagian lantai batugamping yang luasnya 7,66 Ha, dimana pada lahan tersebut di tanami dengan tanaman pokok (pohon jati), tanaman pengisi (pohon johar), tanaman tepi (pohon mahoni dan trembesi) dan tanaman sela (pohon lamtoro). Pada lahan seluas 7,66 Ha ini sudah di tanami sejumlah 14.444 tanaman.  
STUDI PERANCANGAN KAPAL IKAN DENGAN PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN BERBASIS TENAGA ANGIN DAN TENAGA SURYA UNTUK KEPULAUAN MOROTAI Wahdani Naufal Hafiz; Pramudya Imawan Santosa
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1952

Abstract

Kepulauan Morotai memiliki potensi ikan tangkap mencapai 1.714.158 ton per tahun. Namun, kondisi letak geografis kepulauan Morotai yang jauh dari Ibu Kota Provinsi menimbulkan kelangkaan bahan bakar untuk alat transportasi. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai menyebutkan ketersediaan 300 unit kapal tangkap ikan dengan kebutuhan konsumsi bahan bakar per bulan yang seharusnya 200 ton per bulan untuk saat ini hanya tersedia 20 ton saja perbulan. Sistem konversi energi menjadi salah satu solusi alternatif untuk memanfaatkan energi di Lingkungan sekitar seperti tenaga surya dan tenaga angin. selain emisi gas buang yang rendah juga dapat meminimalkan-penggunaan-bahan-bakar-fosil-yang-ketersediaanya-semakin-terbatas. Dalam-penelitian-ini-permodelan-lambung-kapal-meggunakan software maxurf. Kebutuhan daya mesin penggerak yang direncanakan harus mampu memberikan gaya dorong yang lebih besar dari hambatan pada kapal tersebut. Besarnya daya motor penggerak akan disupply oleh baterai yang telah menampung energi dari solar cell. Selanjutnya layar kapal didesain mampu memberikan gaya dorong (drifting force) yang setara apabila kapal dioperasikan tanpa menggunakan mesin penggerak. Intepretasi hasil analisa stabilitas kapal tersebut telah memenuhi kriteria IMO-A.749-(18)-Ch.3.1.2.1- sebagai salah satu faktor kelayakan, dan kenyamanan saat kapal beroperasi. Dari hasil perancangan kapal ikan berbasis teknologi hybrid ini diperoleh hasil pemanfaatan tenaga panel surya dengan kapasitas perolehan daya sebesar 68,8 kw selama kapal beroperasi 8 jam sehari. Dengan adanya penggunaan layar memberikan drifting force (gaya dorong) maksimum sebesar 6,61 kN saat kecepatan angin 20 knots. Atau penghematan konsumsi bahan bakar setara dengan 22,53 L/jam.
EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI BULANAN PENGUPASAN OVERBURDEN PADA PENAMBANGAN NIKEL DI BLOK B PT. PARAMITHA PERSADA TAMA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Hadi Zulkarnain Ladianto; Rika Ernawati
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.845

Abstract

Kegiatan penambangan adalah suatu pekerjaan yang dilakukan baik secara sederhana maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian yang berharga. Dalam proses penambangan, peralatan mekanis merupakan faktor yang sangat penting dalam menjamin keberlangsungan produksi. Penentuan jumlah alat yang tepat serta efisiensi waktu kerja dibutuhkan guna memaksimalkan produktivitas dalam mencapai target produksi. Makalah ini bertujuan untuk menghitung efisiensi kerja, produktivitas alat, serta keserasian alat mekanis pada pengupasan overburden di PT. Paramitha Persada Tama. Data primer yang diambil berupa data cycle time alat muat dan alat angkut, data fill factor serta waktu kerja efektif masing-masing alat tersebut. Target prosuksi yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 48.823,53 bcm/bulan. Sedangkan hasil yang didapatkan bahwa dalam pengupasan overburden, produktivitas alat muat dengan efisiensi kerja sebesar 67% adalah 60.849 Bcm/bulan dan untuk alat angkut dengan efisiensi kerja sebesar 77% adalah 31.037,32 Bcm/bulan. Adapun keserasian alat yaitu sebesar 0,44 dimana terdapat waktu tunggu bagi alat muat sebesar 3,1 menit. Produktivitas alat angkut tidak mencapai target produksi yang diinginkan perusahaan, hal ini karena kurangnya jumlah alat angkut dan terdapat waktu hambatan yang dilakukan oleh operator sehingga perlu dilakukan penambahan 1 unit alat angkut dan penertiban jam kerja sehingga dapat mencapai target produksi. Setelah dilakukan pengurangan hambatan yang tidak perlu dan penambahan alat angkut yang sama sebanyak 1 unit maka efisiensi kerja alat angkut meningkat menjadi 82% dan produktivitas menjadi 49.327,17 Bcm/bulan. Sedangkan keserasian alat setelah penambahan unit alat angkut menjadi 0,66 dengan waktu tunggu bagi alat muat selama 2 menit.Mining activity is a work that is carried out both simply and mechanically which includes the excavation, loading and transportation of valuable minerals. In the mining process, mechanical equipment is a very important factor in ensuring the sustainability of production. Determination of the right number of tools and efficiency of working time is needed to maximize productivity in achieving production targets. This paper aims to calculate work efficiency, tool productivity, and compatibility of mechanical equipment in overburden removal at PT. Paramitha Persada Tama. Primary data taken in the form of cycle time on loading equipment and conveyance equipment, fill factor data and effective working time of each tool. The production target set by the company is 48,823.53 bcm / month. While the results obtained that in overburden stripping, productivity of loading equipment with work efficiency of 67% is 60,849 Bcm / month and for hauling equipment with work efficiency of 77% is 31,037.32 Bcm / month. The compatibility of the equipment is 0.44 where there is a waiting time for the loading equipment to be 3.1 minutes. The productivity of the hauling equipment does not reach the desired production target of the company, this is due to the lack of the number of hauling equipment and there are time constraints carried out by the operator so it is necessary to add 1 unit of hauling equipment and control work hours so as to achieve the production target. After reducing the unnecessary obstacles and adding the same conveyance by 1 unit, the working efficiency of the conveyance increased to 82% and productivity became 49,327.17 Bcm / month. While the compatibility of the equipment after the addition of the transport unit becomes 0.66 with a waiting time for the loading equipment for 2 minutes
ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG CV. MUTIARA TIMUR BERDASARKAN FAKTOR KEAMANAN Yazid Fanani; Aprilia Dwi Astuti; Andres Kevi Paki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1977

Abstract

CV. Mutiara Timur merupakan sebuah perusahaan yang sedang mengajukan izin usaha pertambangan komoditas sirtu di Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Sistem penambangan yang direncanakan yaitu tambang terbuka dengan metode quarry. Dari hasil penelitian dilapangan didapatkan litologi batuan berupa topsoil, kerikil dan pasir. Dimana dalam rancangan lereng nantinya, topsoil akan dikupas terlebih dahulu. Tujuan dilakukan analisis kestabilan lereng untuk menentukan geometri lereng dengan memperhitungkan faktor keamanan agar tercipta kondisi kerja yang aman. Analisis kestabilan lereng pada CV. Mutiara Timur dengan metode Bishop menggunakan bantuan software Slide v6.0. Berdasarkan analisis yang dilakukan mendapatkan rekomendasi geometri lereng pada lereng tunggal yaitu tinggi 4 meter dengan kemiringan 600 sehingga mendapatkan faktor keamanan tanpa beban sebesar 1,350 dan faktor keamanan dengan beban yaitu 1,267. Selain itu didapatkan geometri lereng pada lereng keseluruhan yaitu tinggi total 21 meter dengan kemiringan 380 sehingga mendapatkan faktor keamanan tanpa beban sebesar 1,243 dan faktor keamanan dengan beban yaitu 1,239.
DAMPAK USAHA PERTAMBANGAN NIKEL PT. VALE AKIBAT PEMBANGUNAN SMELTER DI PROVINSI SULAWESI Novi Ambarwati; Dyah Aziz Suwitaningsih; Lalu M Ridho H; Christian Vieri Haisoo; Yusuf Pramujaningtyas N; Mhd. Hilal Fikri; Kalvarius Thomas W.B; Melkianus Markus Enus
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1002

Abstract

Pembangunan smelter dapat menimbulkan beberapa dampak pada usaha pertambangan yang ada. Diantaranya ialah : dampak terhadap tenaga kerja (SDM), dampak terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), dampak ekonomi terhadap pabrik pengolahan dan pemurnian nikel, dampak pembangunan smelter terhadap lingkungan sekitar. Namun dengan adanya pembangunan smelter, maka dapat mengolah hasil tambang mentah menjadi hasil tambang olahan yang akan meningkatkan harga jual tambang tersebut. Dengan demikian, maka akan dapat meningkatkan nilai perekonomian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui lebih dalam tentang  suatu permasalah usaha pertambangan akibat pembangunan smelter. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan literatur review dari berbagai sumber. Dalam hal ini, pembahasan tentang pembangunan smelter sangat memiliki pengaruh yang cukup besar.
PENILAIAN RISIKO OPERASIONAL DERMAGA BERLIAN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE BOW TIE RISK ASSESSMENT Mei Yanarko; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai pengelolaan risiko pada dermaga Berlian Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Bow Tie Risk Assessment, dengan mengandalkan data primer yang diperoleh melalui perusahaan (survey lapangan) dan data sekunder yang diperoleh melalui responden yang berada di bidang operasional dermaga dan manajemen standart operasional pada lokasi penelitian dermaga Berlian Surabaya.Risiko diidentifikasi dengan menyebarkan kuesioner survei, data pengamatan lapangan serta menggunakan penelitian terdahulu untuk mendapatkan variabel risiko yang relevan dengan situasi lapangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa gagal atau cacatnya kegiatan operasional dermaga Berlian Surabaya yang paling dominan dan sering terjadi. Penyebab gagal atau cacatnya kegiatan operasional dermaga Belian Surabaya adalah faktor cuaca yang ekstrim,operator mesin kelelahan/lalai/kurangfokus dan kurangnya rambu-rambu pengaman pada lokasi dermaga Berlian Surabaya. Faktor ini sering menyebabkan kerugian pada kegiatan operasional dermaga Berlian Surabaya.
PENGARUH TEGANGAN DISEKITAR INCLINE SHAFT TERHADAP KESTABILAN PENYANGGA PADA TAMBANG BAWAH TANAH Diana Irmawati Pradani; Ratih Hardini Kusuma Putri; Sulfajar Asmaul
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1040

Abstract

Incline shaft merupakan salah satu fasilitas utama dalam suatu pekerjaan tambang bawah tanah yang digunakan sebagai akses menuju panel penambangan. Pada tambang bawah tanah yang mempunyai karakteristik material lemah menjadikan salah satu permasalahan penting geoteknik yang harus diperhatikan. Permasalahan tersebut akan memperngaruhi dalam penentuan dimensi lubang bukaan, metode penggalian serta perkuatan atau penyangga yang akan digunakan. Perlunya dilakukan pendekatan terhadap nilai tegangan disekitar lubang incline shaft mengingat bahwa kondisi batuan di alam memiliki sifat heterogen, anisotropi dan diskontinyu. Tahap awal pembuatan lubang incline shaft dilakukan pada permukaan tanah (surface) atau kedalaman tanah yang relatif dangkal, sehingga tegangan horizontal yang bekerja lebih besar dibanding dengan tegangan vertikal. Proses penggalian ini akan mengubah arah dan besaran tegangan awal yang semula dalam keadaan setimbang menjadi terganggu. Selain tegangan pada massa batuan, kondisi kekuatan tanah yang lemah akan mempengaruhi perilaku dan penyebaran distribusi tegangan yang bekerja disekitar lubang incline shaft. Perubahan besar dan arah tegangan akan meningkat ketika mendekati lubang incline shaft. Apabila tegangan yang berada di sekitar lubang incline shaft melebihi kekuatan batuan, maka akan terjadi ketidakstabilan pada lubang incline shaft sehingga perlu dilakukan perkuatan untuk mengontrol tegangan yang ada. Pendekatan secara analitik dan numerik dalam permasalahan ini menggunakan metode elemen hingga dan analisa dua dimensi untuk mendapatkan nilai dan distribusi tegangan di sekitar lubang incline shaft.
KAJIAN GEOTEKNIK TAMBANG BAWAH TANAH BATUBARA METODE LONGWALL Ratih Hardini Kusuma Putri; Diana Pradani; Recky Tobing; Sigit Suhardianto; Mahpudz Nuzuli
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.540

Abstract

Makalah ini menguraikan rencana penambangan batubara tambang bawah tanah dengan metode longwall mundur (retreating). Lapisan batubara dengan kedalaman 400-550 meter digolongkan tambang dalam, perlu mempelajari model geologi, kondisi geoteknik massa batuan pada pilar batubara sebagai distribusi akibat penambangan untuk menjaga stabilitas pada jalan tambang (panel entries). Studi ini menyajikan metodologi desain pilar berdasarkan metode elemen hingga (FEM) yang dimodelkan menggunakan perangkat lunak Phase2 (Rocscience) sehingga desain tambang metode longwall dapat digunakan secara optimal yang mempertimbangkan aspek keselamatan dan ekonomis.
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH DENGAN METODE SVV DAN DRASTIC BERDASAR LITERATUR Genadi Toar Nainggolan; Tedy Agung Cahyadi; Nur Ali Amri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1075

Abstract

Kegiatan penambangan material sirtu memberikan dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah bahan galian yang diambil dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam membangun infrastruktur dan sarana prasarana. Dampak negatif dari kegiatan pertambangan material sirtu adalah terjadinya perubahan tata guna lahan yang mempengaruhi potensi resapan air dan berdampak pada ketersediaan air tanah baik secara kuantitas maupun kualitas. Analisis kerentanan air tanah dilakukan sebagai upaya awal dalam menanggulangi penurunan potensi air tanah yang berpengaruh terhadap penurunan muka air tanah (groundwater level), debit air tanah, penurunan permukaan tanah (surface/land subsidence), dan kualitas air tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan hasil analisis kerentanan air tanah akibat kegiatan penambangan dengan menggunakan metode SVV dan DRASTIC. Kedua metode ini digunakan sebagai metode pembobotan dan penilaian. Metode DRASTIC dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:, curah hujan, , media tanah, konduktivitas hidraulik, kedalaman muka air tanah, topografi (lereng), dan media akuifer, sedangkan metode SVV dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: ketebalan dari zona tidak jenuh air, nilai recharge atau perkolasi, dan tipe material zona tidak jenuh air. Kedua metode ini diharapkan dapat mengetahui tingkat kerentanan air tanah erosi yang terjadi di daerah penelitian.
DAMPAK PENCEMARAN LOGAM BERAT TERHADAP KUALITAS AIR DAN STRATEGI UNTUK MENGURANGI KANDUNGAN LOGAM BERAT Cein Penias Tony; Rika Ernawati; Edy Nursanto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1967

Abstract

Aktivitas pertambangan akan memberikan limbah bagi lingkungan. Limbah tersebut berupa logam berat yang mudah terakumulasi dengan air. Logam berat dalam air sangat penting bagi organisme hidup tetapi jika konsentrasi di luar batas yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi nasional dan internasional dapat menyebabkan gangguan fisiologis. Kelebihan ini di lingkungan air terjadi, melalui berbagai proses dan jalur, oleh sumber alami dan antropogenik. Akumulasi logam-logam ini dalam organisme hidup dapat menjadi racun dan karsinogenik karena sifatnya yang tidak dapat terurai secara hayati. Untuk tujuan ini air, manajemen kualitas dan penilaian dalam logam berat adalah sangat penting. Status kualitas air secara keseluruhan dan identifikasi sumber asal logam berat diperlukan untuk pengelolaan kualitas air. Indeks polusi logam berat (HPI) dan Analisis faktor (FA) adalah pendekatan yang paling nyaman dan efektif untuk menilai status kualitas air dan mengidentifikasi sumber polutan. Makalah ini mengulas tentang sumber, dampak terhadap kesehatan manusia dan teknik penilaian pencemaran logam berat di lingkungan perairan serta. teknik pengolahan air limbah untuk menghilangkan logam berat tersebut