cover
Contact Name
meddyan heriadi
Contact Email
meddyanheriadi@gmail.com
Phone
+6281279687634
Journal Mail Official
meddyanheriadi@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana IAIN Bengkulu. Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu » Tel / fax : 081271987140 /
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 25273337     EISSN : 26850044     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v5i1
Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): November" : 5 Documents clear
Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuri dan Syeikh Siti Jennar Anton Noverdin
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.6425

Abstract

Abstrak: Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuridan Syeikh Siti Jennar. Salah satu dari tokoh awal yang menyebarkan ajaran tasawuf di kepulauan Nusantara ini adalah Syaikh Siti Jenar, yang terkenal dengan konsepnya yang kontroversial tentang persoalan hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi olehnya. Sebagai konsekuensinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak dapat dikenai hukum yang bersifat keduniawian, misalnya hukum negara. Dalam riset ini penulis menggunakan metode penelitian  kepustakaan (Library Research) yang memfokuskam kepada aspek pemikiran, sejarah dari dua tokoh serta tokoh-tokoh lainya yang mempengaruhinya. Maka dalam mengadakan penelitian kepustakaan penyusun melakukan pengumpulan dari buku-buku primer maupun sekunder, yang ada kaitanya dengan seluruh referensi yang mendukung studi penulisan ini. Hamzah Fansuri memiliki pemikiran tentang wahdatul wujud atau wujudiyyah, yaitu: pertama Hakekat Wujud, bahwa wujud itu hanya satu yaitu Allah meskipun wujud itu kelihatan banyak. Kedua Eka dalam Keanekaan, bahwa wujud bukan hanya mencakup kesatuannya meskipun ia bertajalli dalam banyak bentuk. Ketiga Penciptaan Alam, proses penciptaan alam dimulai dari la ta’ayyun, ta’ayyun, tanazzul, dengan melalui lima martabat (fase), dan akan bertaraqqi kepada la ta’ayyun sedanngkan Pemikiran tentang ketuhanan yang dimiliki oleh Syaikh Siti Jenar adalah apa yang masyhur di pulau Jawa dengan sebutan Manunggaling Kawula lan Gusti, yang dalam pemahaman penulis hampir sama dengan ajaran dari paham wahdatul wujud. Dimana Tuhan dan alam adalah satu kesatuan atau Tuhan itu immanen dengan alam (manusia). 
Konsep Sedekah dalam Perspektif Filsafat Dakwah (Studi Kasus Konsep Sedekah Yusuf Mansur). Irwansah Irwansah
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.6426

Abstract

Abstrak: Konsep Sedekah dalam  Perspektif Filsafat Dakwah (Studi Kasus Konsep Sedekah Yusuf Mansur). Kehidupan manusia yang semakin komplek membuat manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, saling bekerjasama untuk mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Tujuan itu akan mudah tercapai manakala manusia itu punya suatu gerakan sosial yang sesuai dengan syariat agama Islam. Begitu pula dalam berdakwah Islam tanpa adanya inovasi suatu gerakan akan terasa sulit untuk mencapai  misi ajaran Islam. Misi ajaran Islam itu sendiri adalah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam[1]Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), karena objek-objek kajiannya ialah hal yang berhubungan dengan literatur-literatur kepustakaan. bagaimana konsep sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur, maka peneliti berkesimpulan bahwa sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur adalah konsep sedekah dengan cara kekinian, ia mengajak sedekah dengan realitas yang nyata karena berdasarkan pada pengalaman ia langsung yang terbukti atau orang lain yang punya pengalaman langsung. Selain itu ajakan Yusuf Mansur bersedekah berdasarkan landasan al-Qur’an, Hadits dan ulama’ yang mana dakwah sedekah Yusuf Mansur sesuai dengan konteks dan dakwah kontemporer.Hal itu kita bisa lihat dari pendapat Yusuf Mansur bahwa Yusuf Mansur, bahwa sedekah merupakan amalan yang bisa mendapatkan ridha Allah Ta’ala.Yusuf Mansur mengatakan bahwa sedekah merupakan pemberian sesuatu dari seseorang terhadap orang lain dengan sungguh-sungguh mengharapkan keridhaan Allah Swt yang dijalankandengan spontan serta sukarela. Bahwa dengan bersedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, serta mendapatkan pertolongan Allah. Jadi ketika kita banyak dosa dapat dengan cara bersedekah menghapusnya. Dan ketika kita butuh pertolongan kepada Allah akan sesuatu, maka bersedekahlah. Sedangkan sedekah itu bisa membuat orang terus menerus melakukannya karena bahagia melakukannya. Amalakan satu! Setelah istiqomah, tambahkan menjadi 2, tambah lagi jadi 3, terus amalkan sunnah-sunnah yang lain, selanjutnya istiqomahkan. Serta sedekah itu adalah salah satu kunci membuka pintu dikabulkannya do’a. Sehingga setelah bersedekah, tinggal mintanya saja sama Allah. 
Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa di Kota Arga Makmur (PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM) Senno Senno
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.6427

Abstract

Abstrak: Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa di Kota Arga Makmur (PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM). Salah satu tradisi ritual dalam adat Jawa yang saat ini masih diyakini oleh masyarakat Jawa yang ada di Kota Arga Makmur yaituritualMitoni. Mitoni merupakan upacara yang dilakukan oleh ibu yang sedang mengandung anak pertama pada usia kandungan yang memasuki 7 bulan. Siklus kehidupan yang akan lahir kedunia dalam masyarakat Jawa digunakan untuk menghadapi tahap kelahiran, dimana upacara Mitoni dianggap sakral sehingga masih dilakukan saat bayi masih berada dalam kandungan dan pada usia tujuh bulan sampai saat ini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang Tradisi Mitoni MasyarakatJawa  di kota Arga Makmur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti Tentang Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa di Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara dapat disimpulkan sebagai berikut Tradisi mitoni Tradisi mitoni merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang/leluhurter dahulu. Tardisi mitoni dilakukan jika ada seseorang yang sedang mengandung dan sudah menginjak usia kandungan tujuh bulan. Biasanya tradisi tersebut dilakukan jika anak pertama yang memasuki usia kandungan tujuh bulan, pelaksaan tradisi mitoni dilakukan dirumah seseorang yang mempunyai hajat. Nilai-nilai Islam dalam Tradisi Mitoni Nilai Ibadah yaitu melantunkan doa-doa yakni Tahlil, dan bacaan QS. Yusuf dan QS. Maryam dengan tujuan anak yang dilahirkan diberi kesehatan dan menjadi anak yang sholeh dan shalehah. Nilai Amaliah yaitu untuk meningkatkan amal yang baik melalui bersedekah antar sesama. Nilai Ukhuwah Islamiyah yaitu dengan mewujudkan rasa kebersamaan dan rasa persatuan, kesatuan dalam masyarakat sehingga timbulnya kerukunan dan erat silaturahmi antar sesama. Nilai Kepercayaan yaitu dengan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT merupakan tempat satu-satunya untuk beribadah dan meminta atas segala permintaan dan kenikmatan yang telah kita peroleh dalam kehidupan. Abstract: Javanese Mitoni Tradition in Arga Makmur City (ISLAMIC PHILOSOPHY PERSPECTIVE).One of the ritual traditions in Javanese customs that is currently still believed by the Javanese people in Arga Makmur City is the Mitoni ritual. Mitoni is a ceremony performed by mothers who are pregnant with their first child at the age of 7 months. The cycle of life that will be born into the world in Javanese society is used to face the birth stage, where the Mitoni ceremony is considered sacred so that it is still carried out when the baby is still in the womb and at the age of seven months until now. The purpose of this study was to find out about the Javanese Mitoni Tradition in the city of Arga Makmur. The approach used in this research is qualitative research. From the results of research conducted by researchers about the Javanese Mitoni Tradition in Arga Makmur City, North Bengkulu Regency, it can be concluded as follows: Mitoni tradition Mitoni tradition is a tradition that has existed since the ancestors/ancestors first. Mitoni tradition is carried out if someone is pregnant and has reached the age of seven months of pregnancy. Usually this tradition is carried out if the first child enters the age of seven months of pregnancy, the implementation of the mitoni tradition is carried out at the house of someone who has an intention. Islamic Values in the Mitoni Tradition Values of Worship are chanting prayers, namely Tahlil, and reading QS. Yusuf and QS. Maryam with the aim of giving birth to healthy children and becoming pious and pious children. The value of Amaliah is to increase good deeds through charity among others. The value of Ukhuwah Islamiyah is to create a sense of togetherness and a sense of unity, unity in society so that harmony and close friendship between people arise. The value of trust is to believe wholeheartedly that Allah SWT is the only place to worship and ask for all the requests and pleasures that we have received in life.
Teori Kritis dalam Paradigma Komunikasi Jurgen Habermas Amilatu Sholihah
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.6380

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran Jurgen Habermas, khususnya pemikirannya tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis, yaitu mendeskripsikan sejarah intelektual Jurgen Habermas, sejarah munculnya teori kritis dalam paradigma komunikasi serta pemikiran Jurgen Habermas tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jurgen Habermas merupakan filosof generasi kedua dari madzhab Frankfrut yang mengkaji tentang teori kritis komunikasi. Teorinya berawal dari pendahulunya yang menyatakan bahwa dalam mempelajari manusia itu sama dengan mempelajari alam yang pasti dan mudah ditebak. Padahal sifat manusia itu dinamis tidak bisa ditebak apalagi dijadikan obyek. Berawal dari kondisi tersebutlah Habermas mencoba menawarkan teori komunikasinya, agar supaya manusia dapat berkomunikasi dengan baik ketika ia ingin memutuskan sesuatu hal denagn cara berdiskusi/berkomunikasi. Implikasi teori kritis komunikasi dalam kajian keislaman ini sangat membantu umat muslim khususnya ketika seseorang ingin berdialektika lintas budaya, agama dan negara. Dengan berkomunikasi maka akan menimbulkan sikap saling memahami, toleran yang sangat tinggi, tidak saling menjudge dan tidak menyalahkan antara satu dengan yang lain.Kata kunci: Jurgen Habermas, teori kritis, paradigma komunikasi.
Studi Komparatif Makna Konsep Bumi, Dunia dan Alam Semesta Rilliandi Arindra Putawa
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.5630

Abstract

Metaphysical problems in the field of philosophy are not only limited to general things such as existence, reality, or space-time, but there are other problems related to the conception of what humans say as reality that is in front of their eyes. The concept of the earth, the world, and universe are three popular concepts that refer to the set of everything that can be explored by human knowledge. This research is a comparative study that tries to compare the three concepts and try to analyze the relationship between the three concept from a philosophical point of view. The results showed that the concept of the world is a concept that can refer to the other two concepts and has implications for each meaning.

Page 1 of 1 | Total Record : 5