cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
neezwahhasanah393@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
qiemaiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal QIEMA (Qomaruddin Islamic Economics Magazine)
ISSN : 25282913     EISSN : 27213587     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
The Focus of Qiema is a scientific journal contains original works from lecturers, researchers, students and other concerned parties who have not been published or are not on the publication in the form of articles on the research and conceptual ideas on the subject of Islamic Economic, Islamic Banking, Islamic Management and so on.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus" : 6 Documents clear
Makna Zakat dan Pajak Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat harus diarahkan pada hal-hal yang bersifat produktif, bukan bersifat konsumtif. Zakat yang diarahkan pada hal-hal yang bersifat konsumtif memiliki kecenderungan menimbulkan inflasi. Oleh karena itu, perlu penerapan sistem distribusi Surplus Zakat Budget. Artinya, jumlah total penerimaan zakat lebih besar daripada total distribusi zakat. Dengan kata lain, tidak semua dana zakat yang terkumpul dibagikan seluruhnya, namun dibagikan sebagian dan sisanya digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek produktif. Sistem ini dilengkapi dengan sistem Zakat Certificate. Tujuan penerapan sistem ini adalah dana zakat yang dibagikan dan dalam bentuk sertifikat, maka uang yang cash akan digunakan atau dialokasikan untuk usaha atau proyek-proyek produktif sehingga mengalami perluasan usaha. Jika usaha mengalami perluasan maka dapat menyerap tenaga kerja yang diambilkan dari golongan ekonomi lemah. Dengan demikian, terjadi pembukaan lapangan kerja dan akhirnya dapat mengurangi pengangguran di masyarakat. Dana zakat tidak semuanya diterima dalam bentuk cash money, namun bisa berupa sertifikat yang sewaktu-waktu dapat dicairkan. Mekanisme kerja sistem ini digambarkan pada gambar 1 dengan penjelasan sebagai berikut: zakat diserahkan muzakki kepada amil. Dana yang dikelola akan diberikan kepada mustahiq dalam bentuk uang tunai dan sertifikat. Dana yang diwujudkan dalam bentuk sertifikat harus dibicarakan dan mendapatkan izin dari mustahiq yang menerimanya. Dana dalam bentuk uang cash akan digunakan sebagai pembiayaan pada perusahaan, dengan harapan perusahaan tersebut akan berkembang dan dapat menyerap tenaga kerja yang diambil dari masyarakat ekonomi lemah. Di samping itu, perusahaan juga akan memberikan bagi hasil kepada mustahiq yang memiliki sertifikat pada perusahaan tersebut. Kata Kunci: Zakat dan Pajak
KEBERKAHAN SEBAGAI FORMULASI MASHLAHAH DALAM KEHIDUPAN (REFLEKSI SANTRI DI PESANTREN) Niswatun Hasanah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman dapat menjadikan cara pandang pesantren semakin modern sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa harus meninggalkan karakter-karakter yang telah dipegang teguh oleh para pendiri-pendiri pesantren. Aktivitas-aktivitas yang telah diperoleh oleh para santri sebagai bekal keilmuan baik secara dhohir atau bathin, secara jelas dan nyata akan terasakan manfaat dan keberkahannya (kemaslahatannya) jauh hari setelah para santri tersebut keluar dari pondok pesantren atau bahkan sudah terasa saat masih di pondok pesantren. Oleh karenanya aktivitas-aktivitas tersebut sering dimaknai tabarruk (ngalap berkah) dikalangan santri. Akan tetapi oleh sebagian orang tabarruk ini, dalam pemikiran Ekonomi Islam secara rasional dan logika dapat diformulasikan secara matematis bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip Ekonomi Islam itu akan melahirkan manfaat dan berkah di dunia dan akhirat yang merupakan mashlahah. Meskipun keberkahan dapat diformulasikan secara matematis, kita semua tetap belum bisa menentukan bahwa setiap kegiatan yang kita lakukan itu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Karena keberkahan itu merupakan ketentuan dari Allah swt. Kata kunci: Tabarruk, Mashlahah, Pesantren
ANALISIS PRAKTEK AKAD MURABAHAH DI KOPERASI SYARIAH Alimin Alimin
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Baitul Maal Wat Tawil adalah balai usaha mandiri terpadu isinya berintikan bait al mal wat tawil dengan kegiatan mengembangkan usahausaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan Ekonominya. Baitul Maal wat Tamwil(BMT)atau disebut juga dengan “Koperasi Syariah”, merupakan lembaga keuangan syariah yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana kepada anggotanya dan biasanya beroperasi dalam skala mikro. BMT terdiri dari dua istilah, yaitu “baitulmaal” dan “baitultamwil” Baitulmaal merupakan istilah untuk organisasi yang berperan dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana non profit, seperti zakat, infak dan sedekah. Baitultamwil merupakan istilah untuk organisasi yang mengumpulkan dan menyalurkan dana komersial. dengan demikian BMT mempunyai peran ganda yaitu fungsi sosial dan fungsi komersial. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Praktek Pembiayaan Akad Murabahah . apakah sudah sesuai dengan fiqih muamalah dan terdapat unsur wakalah atau tidak didalamnya. Dari praktek pembiayaan akad murabahah adalah akad jual beli (Murabahah) dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (Margin) Yang disepakati antara kedua belah pihak. Kata Kunci : Akad Murabahah, BMT
CITRA LEMBAGA KEUANGAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PEMILIHAN PEMBIAYAAN RAHN DI KOPERASI Mohammad Maghfur
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Artikel ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Faktor Citra Lembaga Keuangan dan Kualitas Pelayanan Terhadap PemilihanPembiayaan Rahn Di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mitra Usaha Ideal (MUI) Jawa Timur. Lahirnya Di koprasi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat dalam akses keuangan syariah. Hal tersebutlah yang menjadikan Di koprasi berkembang pesat. Sejak berdiri, Di koprasi banyak memiliki kekuatan, tantangan, peluang dan hambatan baik dari sisi internal maupun eksternal. Pertumbuhan asset yang signifikan di DI KOPRASIJatim Rp. 8.997.487.962 (delapan milyar sembilan ratus sembilan puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh tujuh ribu sembilan ratus enam puluh dua rupiah) Kelembagaan DI KOPRASIJatim didukung oleh pengelola dan pengurus yang solid. Pengembangan jumlah kantor cabang yang berada di Menganti, Sekapuk, Sidayu, Surabaya, Manyar, Dukun dan lainya menjadi peluang dan tantangan bagi DI KOPRASIJatim untuk memperoleh lebih banyak anggota dan deposan. Adapun hambatan yang mungkin dirasakan oleh DI KOPRASIJatim adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap apa itu koperasi syariah, sehingga terkadang masyarakat lebih memilih koperasi konvensional daripada koperasi syariah. Karena dirasa proses koperasi syariah lebih rumit daripada bank konvensional. Kata kunci: citra lembaga keuangan, kualitas pelayanan dan keputusan pembiayaan Rahn Di koprasi
Distorsi Moral Bangsa sebagai implikasi money politik Nely Rahmatillah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbicara politik merupakan suatu hal yang tidak asing di semua kalangan. Baik di masyarakat paling bawah hingga teratas. Wacana politik dalam praktiknya dikenal dengan konotasi negatif, dimana berbicara politik seolah mengarah kepada kepentingan kedudukan, uang dan kekuasaan. Transaksi kekuasaan dalam politik bukan sesuatu yang seolah-olah tabu dalam masyarakat. Orang seolah sudah terbiasa memberikan uang dan menerima uang dalam pemilihan umum untuk memilih pemimpin maupun calon wakil rakyat. Moral masyarakat dan para calon dipertaruhkan dalam mendapatkan sesuatu yang dituju. Ketika jalan pintas menjadi pintu masuk memperoleh itu semua, maka secara tidak langsung mereka kehilangan moralitas hingga pada titik nol demi kekuasaan. Hasil analisa penulis menunjukkan bahwa penyebab itu semua. Pertama, karena sistem untuk memperoleh kekuasaan mengharus mengeluarkan modal untuk meraihnya. Kedua, adanya kepentingan sementara yang hanya mengarah kepada personal dan kelompok tertentu saja, sehingga menghilangkan pertimbangan moralitas yang ada. Ketiga aturan yang tidak jelas membuat keputusan tidak menjadi jelas dan tegas, sehingga memberikan peluang kepada kalangan yang berkepentingan untuk memanfaatkannya dalam pertarungan politik. Kata kunci: Money politic, Moral bangsa, distorsi moral
ZAKAT, PAJAK DAN PRINSIP KEADILAN DISTRIBUTIF ISLAM Nur Fadhilah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 4 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Zakat telah lama diturunkan dan dikenal dalam risalah-risalah agama Samawiyah sejak dahulu sebelum risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana disyariatkan kepada Rasul-Rasul terdahulu, zakat juga disyariatkan kepada Rasulullah Muhammad SAW dan dilanjutkan pada masa Khulafaur Rasyidin dan pasca Khulafaur Rasyidin. Sementara zakat di Indonesia telah ada pada masa penjajahan Belanda. Sedangkan pajak merupakan sumber pendapatan yang pertama kali diperkenalkan di zaman Rasulullah adalah Kharajh. Di Indonesia, berbagai pungutan baik dalam bentuk natura (payment in kind), kerja paksa maupun dengan uang dan upeti telah lama dikenal selama masa pemerintahan kolonial Belanda. Zakat dan pajak merupakan kewajiban atas harta yang wajib dibayar dan dikeluarkan. Dalam distribusi zakat harus diarahkan pada hal-hal yang bersifat produktif, diantaranya dilakukan dengan sistem distribusi Surplus Zakat Budget, In Kind, dan Revolving Fund. Koordinasi yang baik antara otoritas zakat dengan otoritas pajak akan mengidentifikasi wajib zakat (muzakki) dan wajib pajak yang semakin luas, sehingga diharapkan pendapatan pajak dan zakat akan semakin meningkat. Maka distribusi pemerataan pendapatan warga negara akan terwujud sehingga kemakmuran rakyat akan tercapai. Kata kunci: Zakat, Pajak, Distribusi

Page 1 of 1 | Total Record : 6