cover
Contact Name
Eka Setyowati
Contact Email
ojsjamak@waskitadharma.ac.id
Phone
+6281335726057
Journal Mail Official
ojsjamak@waskitadharma.ac.id
Editorial Address
http://ejurnal.waskitadharma.ac.id/index.php/jamak/TIMPENYUNTING
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jamak; jurnal administrasi manajemen dan kepemimpinan
ISSN : 23558466     EISSN : 26553244     DOI : 00042120889
Core Subject : Social,
Fokus dan Skop JAMAK: memuat artikel dalam bidang administrasi,manajemen dan kepemimpinan yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: agama, sosial, ekonomi, kependidikan, dan sains,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017" : 8 Documents clear
Esensi Keterbukaan Informasi Publik Bagi Warga Negara Di Indonesia Pada Era Reformasi Faturohman, Deden
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga publik sebagai pengatur, pelayan dan pemberdayaan rakyat sudah seharusnya memberikan akses bagi terpenuhinya kepentingan rakyat. Transparansi ini adalah keterbukaan informasi publik. Dalam koridor demokrasi Pancasila, hanya negara/pemerintah yang senantiasa terbuka kepada rakyatnyalah yang dipandang memiliki legitimasi dalam arti yang lebih substantif. Kebijakan tersebut adalah Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Keterbukaan informasi publik ini lahir di era reformasi sebagai bagian dari esensi dinamika demokrasi dan pelaksanaan HAM di Indonesia. Bangunan dasar keterbukaan informasi publik di Indonesia di era reformasi yaitu: demokrasi, HAM, Good Governnce, dan Pelayanan publik. Pelayanan publik bidang keterbukaan informasi publik ini belum bisa optimal. Terbukti dari penanganan permasalahan yang dilakukan oleh KIP belum dapat dilakasanakan dengan baik. Kelembagaan Informasi Publik Daerah, kebijakan pemerintah daerah dan penyelesaian permasalahan belum menyentuh keseluruhan kelembagaan publik. Namun demikian, esensi pentingnya keterbukaan informasi publik di era refomasi ini secara prosedural sudah nampak dengan adanya kebijakan publik dan lahirnya kelembagaan pendukung dan juga telah terjalin koordinasi dengan kelembagaan terkait terutama lembaga yudikatif dalam penanganan permasalahan yang timbul dari adanya gap antara das sollen dan das sein dalam pemenuhan hak rakyat dalam memperoleh informasi publik. Kata kunci: keterbukaan informasi, lembaga publik, dan era reformasi
ESENSI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK BAGI WARGA NEGARA DI INDONESIA PADA ERA REFORMASI: keterbukaan informasi, lembaga publik, dan era reformasi Fathurrohman, Deden
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga publik sebagai pengatur, pelayan dan pemberdayaan rakyat sudah seharusnya memberikan akses bagi terpenuhinya kepentingan rakyat. Transparansi ini adalah keterbukaan informasi publik. Dalam koridor demokrasi Pancasila, hanya negara/pemerintah yang senantiasa terbuka kepada rakyatnyalah yang dipandang memiliki legitimasi dalam arti yang lebih substantif. Kebijakan tersebut adalah Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Keterbukaan informasi publik ini lahir di era reformasi sebagai bagian dari esensi dinamika demokrasi dan pelaksanaan HAM di Indonesia. Bangunan dasar keterbukaan informasi publik di Indonesia di era reformasi yaitu: demokrasi, HAM, Good Governnce, dan Pelayanan publik. Pelayanan publik bidang keterbukaan informasi publik ini belum bisa optimal. Terbukti dari penanganan permasalahan yang dilakukan oleh KIP belum dapat dilakasanakan dengan baik. Kelembagaan Informasi Publik Daerah, kebijakan pemerintah daerah dan penyelesaian permasalahan belum menyentuh keseluruhan kelembagaan publik. Namun demikian, esensi pentingnya keterbukaan informasi publik di era refomasi ini secara prosedural sudah nampak dengan adanya kebijakan publik dan lahirnya kelembagaan pendukung dan juga telah terjalin koordinasi dengan kelembagaan terkait terutama lembaga yudikatif dalam penanganan permasalahan yang timbul dari adanya gap antara das sollen dan das sein dalam pemenuhan hak rakyat dalam memperoleh informasi publik.
STRATEGI PUBLIK RELATION DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA ORGANISASI PUBLIK: strategi publik relation, organisasi publik Prasetyo, Andika Hijrah
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public relations merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. Public relations sebagai perantara antara pimpinan organisasi dengan publiknya, Baik dalam upaya membina hubungan masyarakat internal maupun eksternal. Organisai publik merupakan lembaga yang mewadahi seluruh lapisan masyarakat dengan ruang lingkup negara dan mempunyai kewenangan yang absolut (mutlak) secara legalitas dalam bidang politik, administrasi pemerintahan, dan hukum secara terlembaga sehingga mempunyai kewajiban memelihara dan melayani keperluan warga negaranya. Dalam perkembangan organisasi publik untuk memberikan pelayanan, kepercayaan dan kesejahteraan kepada masyarakat perlu adanya kegiatan komunikasi antara organisasi dan publiknya supaya tercipta perubahan baik pada publik maupun pada organisasi. Ahmad S. Adnanputra dalam muslimin, memberikan batasan tentang pengertian strategi publik relation yaitu: “Alternatif optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan Public relations dalam kerangka suatu rencana Public relations.” Terbentuknya image dan citra dari publik akan memberikan dampak terhadap kinerja pelayanan organisasi publik. Tulisan ini akan menguraikan tentang bagaimana strategi PR pada organisasi publik dalam memberikan pelayanannya.
EDUCATIONAL PROGRAMS THROUGH TECHNOLOGIES USE BY OPEN AND DISTANCE LEARNING SYSTEM AT COASTAL REGIONS, OPEN DISTANCE LEARNING UNIT OF JEMBER, EAST JAVA PROVIENCE, INDONESIA (CASE STUDY AT OPEN DISTANCE LEARNING UNIT OF JEMBER, INDONESIA): educational programs, technologies use, open and distance learning system Isdianto, Joko
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, day by day The Technology always helps so many people in the world whatever their fields and wherever they want to do. One of the mainly benefits of the technology are increasing the teaching and learning capacities of the Open and Distance Learning System at The Coastal Region, such as Open and Distance Educational Program at Jember regency. Technologies here are the main support for the educational development in the most coastal regions in Indonesia. Many people use the advanced technologies, such as internet, as the main wares of the educational development. They promote the using of internet in many schools in Indonesia, specially in coastal regions, such as coastal regions in Java Island, such as Jember, Banyuwangi, Situbondo and Probolinggo Regency. Today, most of the students in such coastal regions always have fun in their study with internet as the advanced technology. Technologies have enchaned teaching and learning distance method in Indonesia, Specially in coastal region. Many Students in this coastal area have used advanced technologies, such as computer in the classroom, new website, interactive key board, Blog and wikis, in this case, Web 2.0 that implemented in the class, so many students can have much more dialogues, digest dialogues, ideas and brainstorming. Beside, such as a wireless michrophone, a mobile and digital game, also to be the other alternatives maintenance of the advanced technologies in enchanced teaching and learning system. Distance educational system by using advanced technologies make the goal of international education system become more achievable and more accessible to all students at Coastal Region. Here, Technologies have more contributions to the enchanced teaching and learning system, like what display in this site: http://www.slideshare.net/NASuprawoto/penggunaan-internet-dalam-pembelajaran-matematika-di-sd.. We can analyze ODL use at other coastal area beside Jember, such as Probolinggo, Situbondo and Banyuwangi, from the datas that has been collected at Open Distance Learning Unit office of Jember. Because Probolinggo, Situbondo and Banyuwangi are conquered by ODL Unit office of Jember, East Java, Indonesia. So, the centre of ODL System at east coastal area of east Java are stated at Jember Regency.So, the centre of ODL System at east coastal area of east Java are stated at Jember Regency. The method we use for this research is a Triangulasi Method with population and sample are taken at listed students of Jember ODL Unit Office, are covering Situbondo, Probolinggo, and Banyuwangi. Here, Online tutorials are the most favourable mechanisms for providing education through Open and Distance Learning System all over the world. Online tutorial always give the students so many things and choices for learning, beginning from the materials of studies, the choices of books shopping, various literatures at online library, various kind of friends for communicating between one student to another. So, Technologies and Online Learning Strategies can provide education through Open and Distance Learning System at Remote Regions in Indonesia.
PENTINGNYA KEBIJAKAN DALAM PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA ORGANISASI PERPUSTAKAAN: pengembangan koleksi, kebijakan, organisasi perpustakaan Widiyawati, Anita Tri
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pengembangan koleksi adalah tahapan pertama yang ada pada pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi sangat penting sebagai pedoman untuk menentukan arah dari pengembangan koleksi. Hal yang sangat bertentangan di lapangan, banyak kasus pada organisasi perpustakaan yang hanya mempunyai kebijakan pengembangan koleksi secara lisan dan tidak jelas bahkan terdapat perpustakaan yang tidak mempunyai kebijakan pengembangan koleksi baik secara tertulis maupun lisan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan koleksi, maka perpustakaan tidak akan dapat memberikan layanan yang maksimal kepada pemustaka. Dalam kebijakan pengembangan koleksi dituntut untuk memformulasikan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Dalam proses pengembangan koleksi, pengelola perpustakaan harus memperhatikan kemampuan dari organisasi perpustakaan dan kebutuhan pemustaka sebagai masyarakat yang menerima sasaran layanan dari organisasi perpustakaan, termasuk dalam membuat kebijakan pengembangan koleksi. Dalam hal ini pengelola perpustakaan dapat menggunakan analisis SWOT. Di dalam membuat kebijakan pengambangan koleksi terdapat beberapa model yang bisa digunakan, yakni: narrative model, classed model, combined narrative and classed models, dan supplemental policies.
PENINGKATAN PROFESIOALISME KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH: profesionalisme, kinerja guru, supervisi, kepala sekolah Islami, Novita Nurul
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya memajukan pembangunan suatu negara, salah satu aspek yang menjadi faktor utama yang dapat menentukan kualitas sumber daya manusia yaitu dari aspek pendidikan. Dalam peningkatan kualitas pendidikan harus merujuk pada pembenahan pada setiap komponen yang ada dalam pendidikan. Salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan adalah guru, karena guru merupakan aktor utama yang memiliki tugas dalam menterjemahkan kurikulum ke dalam satuan aksi di dalam kelas. Dengan profesionalisme kinerja dari guru yang tinggi diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan output yang bermutu pula. Tingkat kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dapat memberikan peran penting dalam upaya peningkatan profesionalisme guru. Salah satu kewajiban dari kepala sekolah yaitu mendayagunakan seluruh elemen yang ada di sekolah secara efektif dan efisien agar tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut tercapai dengan optimal. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme kinerja guru dapat ditingkatkan di antaranya melalui supervisi dari kepala sekolah
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA HOME SCHOOLING (STUDI KASUS DI HOMESCHOOLING KAK SETO SURABAYA): learning management, homeschooling Andriani, Dwi Nila
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to describe the management of learning in homeschooling students, especially the Homeschooling Sak seto (HSKS) Surabaya. The objectives of this study were (1) to describe the lesson planning in the Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya (2) to describe the learning implementation in the Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya (3) to describe the evaluation of the students' learning outcomes in the Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya (4) Describes the relationship of Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya with parents of students related to the implementation of learning. This research uses descriptive qualitative method. Data sources obtained are data from the director of Homeschooling Kak Seto Surabaya, head tutor, and tutors who teach in Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya. While the data collection was obtained by interview method, observation, and documentation study.The result of the research shows that (1) the planning of learning in Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya choose the curriculum Kemendikbud (2) the implementation of learning in Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya divided into two programs, namely community and distance learning (3) evaluation of learning outcomes Students in Homeschooling Kak Seto (HSKS) Surabaya are from daily examination, semester exam and semester test score (4) Homeschooling institution relationship with parent, parent meeting which is held every two times in one semester. After the midterm exam and after the final exam of the semester. In addition there are home visit activities every two months, this activity is applied to students who study with distance learning program, in the process of learning parents, institutions, and learners involved.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI PENGALAMAN DALAM PELATIHAN: kompetensi profesional guru, pengalaman, pelatihan Pramono, Widyo
JAMAK Vol. 4 No. 1 (2017): JAMAK 2017
Publisher : STISOSPOL WASKITA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman dalam pelatihan dapat diperoleh dari pendidikan yang merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dari seorang individu dan merupakan investasi yang terpadu pada diri seseorang dalam interaksinya secara efektif dengan lingkungan sosial. Pengkajian secara empirik dalam pengembangan pengalaman di lapangan bahwa terdapat fenomena beberapa guru yang jarang mendapatkan pelatihan-pelatihan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, sehingga dalam penyusunan artikel ini dapat dianalisis dan dideskripsikan hubungan jenis pelatihan terhadap kompetensi profesional guru

Page 1 of 1 | Total Record : 8