cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 262 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI Alholidi Alholidi; Irma Fidora; Wulan Sari Purba
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2066

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga yang optimal mendorong kesehatan para lansia meningkat. Bagian dari dukungan sosial adalah cinta dan kasih sayang yang harus dilihat secara terpisah sebagai bagian asuhan dan perhatian dalam fungsi efektif keluarga.Tujuan: mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di Posyandu Lansia Belakang Balok di Bukittinggi. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Posyandu Lansia Belakang Balok di Bukittinggi, yang berjumlah 76 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Acidental sample, instrument yang digunakan ialah kuesioner dan analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: . Hasil penelitian terdapat hubungan yang sangat nyata antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari (p=0.012). Kesimpulan: dukungan keluarga berada pada kategori baik sebanyak 61 (61,0%) responden, dan kemandirian lansia yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 34 (29,7 %) responden, maka dari itu sebaiknya keluarga harus nmemberikan dukungan kepada lansia agar kemandirian lansia lebih baik.
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT LANSIA Helvi Alvita; Irma Fidora
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2052

Abstract

Latar Belakang : Penyakit asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh asam atau tumpukan kristal di dalam jaringan, terutama jaringan sendi. 5-10% menyerang usia 5-20 tahun dan 20% pada usia 50 tahun ke atas, penyakit ini sering terjadi pada pria. Peningkatan urat dapat diatasi dengan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian rebusan daun salam (Syzygium Polyantum). Tujuan : mengetahui efektifitas rebusan air daun salam untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muaro Paiti Kapur IX Kecamatan Lima Puluh Kota. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pre-post test dalam satu kelompok (one-group pretest-posttest design). Sampel penelitian ini adalah laki-laki lanjut usia sebanyak 15 diambil dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Data diambil dengan menggunakan uji t berpasangan. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat darah responden sebelum memberikan air daun salam adalah 8,8 mg / dl dan rata-rata setelah pemberian adalah 7,5 mg/dl. Terlihat p-value 0,001
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS PADA MURID KELAS VIII DI SMP N 1 PLUMBON KABUPATEN CIREBON Ada Rahayu Prihartini; Maesaroh Maesaroh
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2167

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan remaja terhadap reproduksi manusia masih rendah. Pengetahuan remaja terhadap ciri-ciri akil baligh laki-laki masih terpaku pada perubahan fisik. Metodologi: Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antar faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel dengan menggunakan rumus Slovin, berdasarkan perhitungan sampel maka jumlah sampel ditentukan sebanyak 78 responden. Hasil: Tingkat pengetahuan remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas, ini didapat dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa thitung 5,637 > ttabel 3,841 dan nilai p 0,037 < α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas maka semakin baik tingkat pengetahuan remaja awal. Sikap remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas, ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa thitung 5,968 > ttabel 3,841 dan nilai p 0,026 < α 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas semakin baik pula sikap remaja awal. Tingkat pengetahuan dengan sikap remaja awal memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan fisik masa pubertas. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa nilai Fhitung 4,503 > Ftabel 3,119. Kesimpulan: Sehingga diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan terutama tentang kesehatan reproduksi baik dari sekolah, maupun lingkungan sosial dengan cara menggali informasi dari berbagai sumber seperti orang tua, guru, maupun petugas kesehatan.
HUBUNGAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN Lisa Novita Sari; Erpidawati Erpidawati; Elsi Susanti
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2071

Abstract

Latar Belakang : Kualitas layanan menjadi hal yang penting dalam organisasi pelayanan kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pelayanan kesehatan mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan terhadap kepuasan pasien di bagian rekam medis Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasi. Dalam mengumpulkan data dan informasi dilakukan wawancara dan kuesioner kepada responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke pelayanan rekam medis (pendaftaran rawat jalan) Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung sebanyak 65 orang. Teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisa data dilakukan secara analisis univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian terhadap 65 orang pasien yang berkunjung ke pendaftaran rawat jalan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, didapatkan 30 orang responden dengan presentase (46,2%) yang menyatakan kualitas layanan dikategorikan tinggi dan 35 responden dengan presentase (53,8%) menyatakan kualitas layanan dikategorikan rendah, sebanyak 27 orang responden dengan presentase (41,5%) yang menyatakan kepuasan dikategorikan tinggi dan 38 orang responden dengan presentase (58,5%) yang menyatakan kepuasan dikategorikan rendah. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara Kualitas Layanan dengan Kepuasan Pasien di bagian rekam medis Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, terbukti dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dan nilai pearson correlation yaitu 0,458 yang berarti korelasi dikatakan sedang.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS IV, V, DAN VI TENTANG JAJANAN SEHAT DI SDN 10 SIANOK KECAMATAN AMPEK KOTO KABUPATEN AGAM Ropika Ningsih
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2057

Abstract

Latar Belakang : Penyuluhan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Jajanan sehat adalah jajanan yang bergizi dan tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh yang terdiri dari cemaran biologis/ mikrobiologis, kimia dan fisik yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan di SDN 10 Sianok Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam tahun 2017 untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa. Metode : Sampel dalam penelitian ini adalah 34 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode yang digunakan adalah Pre Ekperimen dengan pendekatan one group pre-test post-tes. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil : didapatkan pengetahuan rendah sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan diperoleh sebanyak 76,5% dan pengetahuan tinggi setelah diberikan penyuluhan kesehatan sebanyak 82,4%, dan nilai P-value adalah 0,0001. Kesimpulan : adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat penegtahuan siswa. Untuk itu peneliti mengharapkan kepada instansi terkait untuk mempertahankan serta meningkatan pemberian pendidikan kesehatan kepada siswa.
HUBUNGAN RIWAYAT JENIS MAKANAN, LINGKUNGAN DAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN REMATIK PADA LANSIA Sisca Oktarini
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2171

Abstract

Pendahuluan: Resiko mengalami rematik ini sangat besar pada individu yang sehari-hari memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi jenis makanan yang tidak baik dan sering terpapar lingkungan yang tidak baik, serta melakukan olahraga berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat jenis makanan, lingkungan dan olahraga dengan kejadian rematik pada lansia. Metode: Desain penelitian adalah survei analitik, dengan pendekatan Restropektif. Populasi, dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 73 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuisioner data kemudian diolah dengan uji statistic Chi-Square p < 0,05. Hasil: Hasil uji statistic chi-square didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat jenis makanan dengan kejadian rematik (p value 0.000), adanya hubungan yang bermakna antara riwayat lingkungan dengan kejadian rematik (p value 0.003), dan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat olah raga dengan kejadian rematik (p value 0.037). Diskusi: ada hubungan yang bermakna antara riwayat jenis makanan, lingkungan dan olahraga terhadap kejadian rematik.
HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Ayu Ramadani; Ropika Ningsih; Elsi Susanti
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2067

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas dari suatu pelayanan kesehatan. Komunikasi terapeutik yang ditampilkan oleh perawat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Tidak jarang pasien merasakan hasil atau hasil yang tidak sesuai dengan harapan, tetapi pasien merasa puas karena perawat mampu berkomunikasi dengan baik, dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini Tujuan: untuk mengetahui hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di Bangsal Cempaka I Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis statistik inferensial menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil: Berdasarkan penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien dengan p value 0,001 (p value < 0,05) Kesimpulan: Penting bagi perawat untuk menerapkan komunikasi terapeutik dan rumah sakit sebaiknya memiliki aturan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY DENGAN TEKNIK RELAKSASI HOLLDING FINGER TERHADAP TINGKAT NYERI IBU POST SECTIO CAESAREA Iba Adin Pangestu; Happy Dwi Aprilina
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2053

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen. Tindakan sectio caesarea akan menyebabkan nyeri dan mengakibatkan terjadinya perubahan kontinuitas jaringan karena adanya pembedahan. Rasa nyeri post sectio caesarea dapat dikurangi dengan tindakan farmakologi dan non farmakologi, tindakan non farmakologi yang diteliti dalam penelitian ini adalah guided imagery dan hollding finger.Tujuan: Mengetahui perbandingan efektifitas teknik relaksasi guided imagery dengan hollding fingers terhadap tingkat nyeri ibu post sectio caesarea. Metode: Desain penelitian menggunakan pre experiment dengan rancangan two group pre test post test. Populasi penelitian adalah ibu post sectio caesarea sebanyak 34 responden yang terdiri atas 2 kelompok intervensi yaitu 1 kelompok menggunakan teknik relaksasi guided imagery dan 1 kelompok lagi menggunkan teknik relaksasi hollding finger. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien post sectio caesarea, pasien sadar, pasien tidak mengalami gangguan pendengaran, dan pasien yang bersedia menjadi responden, kriteria eksklusinya adalah pasienyang tidak dapat mengikuti perintah, pasien gelisah, pasien dengan preeklamsi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji mann whitney u test. Hasil: Hasil p-value dari uji mann withney u test yaitusebesar 0,004, karena nilai p < 0,05 maka dapat diartikan ada perbedaan tingkat nyeri antara teknik relaksasi guided imagery dan ihollding finger. Beda nilai rata-rata (mean) pada teknik relaksasi guided imagery sebesar 30%, sedangakan pada teknik relaksasi hollding finger sebesar 48%.Kesimpulan: Teknik relaksasi guided imagery dan hollding finger efektif digunakan untuk mengurangi atau menurunkan tingkat nyeri ibu post sectio caesarea. Teknik relaksasi hollding finger memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan teknik relaksasi guided imagery.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PENGISIAN KARTU SKOR POEDJI ROHYATI PADA DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Liza Andriani
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2174

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya merupakan arah dari pembangunan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat. Indikator yang menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah mortalitas, morbiditas, dan status gizi. Salah satu upaya untuk mencegah AKI adalah dengan melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi menggunakan kartu skor Poedji Rohyati (KSPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kinerja bidan dalam pengisian kartu skor Poedji Rohyati pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan sampel penelitian sebanyak 74 responden, pengumpulan data dilakukan dari bulan Januari sampai Februari 2018 dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p= 0,031) dengan kinerja bidan dalam pengisian KSPR pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi di puskesmas Kabupaten Lima Puluh Kota. Bidan akan memiliki kinerja yang baik dalam pengisian KSPR apabila didasari oleh tingkat pengetahuan yang tinggi serta didukung oleh sarana prasarana yang lengkap.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP Sekar Dea Kristi; Elsi Susanti; Erpidawati Erpidawati
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2072

Abstract

Latar Belakang : Berkas rekam medis pasien harus di kembalikan ke unit rekam medis paling lambat 2 x 24 jam setelah pasien pulang. Pengembalian yang terlambat akan mengakibatkan pengelolaan data tidak lancar. Keterlambatan pengembalian berkas rekam medis karena dokter tidak mengisi rekam medis pasien rawat inap dengan lengkap. Tujuan : Untuk mengetahui terlambat atau tidaknya pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap. Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang bedah dan interne rumah sakit mohammad natsir. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan lembar ceklis. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di rumah sakit mohammad natsir dari 45 sampel adalah (55,6%) SDM kurang baik dan (44,4%) dengan SDM baik, (55,3%) kebijakan baik dan (46,7%) kebijakan kurang baik, (55,3%) metode kurang baik dan (46,7%) dengan Metode baik, (53,3%) keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dan (46,7%) dengan berkas rekam medis tidak terlambat. Kesimpulan : Lebih dari setengah responden memiliki SDM kurang baik, lebih dari setengah responden memiliki kebijakan yang baik, lebih dari setengah responden dengan metode kurang baik dan lebih dari separo terjadi keterlambatan berkas. Untuk itu Sebaiknya di setiap instalasi rawat inap ada petugas rekam medis yang bertugas khusus mengelola berkas rekam medis agar tidak terjadi lagi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis ke instalasi rawat inap.

Page 2 of 27 | Total Record : 262