cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 262 Documents
EFEKTIFITAS MANDI KERING (WASHLAP) DALAM MEMPERCEPAT WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT Rina Kartikasari
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2185

Abstract

Tali pusat merupakan pintu gerbang masuknya infeksi. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi tali pusat sesungguhnya merupakan tindakan sederhana yang terpenting adalah tali pusat selalu dalam keadaan bersih dan kering, serta selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah memandikan bayi. Memandikan bayi dengan tidak membasahi tali pusat diperlukan untuk mencegah tali pusat menjadi media perkembangbiakan mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas mandi kering (washlap) dalam mempercepat waktu pelepasan tali pusat. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasy experiment with non equivalen control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2018 di Puskesmas Ciruas Kabupaten Serang Provinsi Banten. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini total sampling yaitu seluruh bayi yang lahir pada bulan Juni tahun 2018 sejumlah 40 bayi. Perbedaan kedua variabel dianalisis dengan menggunakan uji statistik t- test independent. Sebagian besar (65%) teknik memandikan bayi baru lahir yang digunakan orangtua bayi adalah teknik berendam. Rerata waktu pelepasan tali pusat pada bayi yang dimandikan dengan cara kering (washlap) yaitu 5,6 hari lebih cepat 1,5 hari dibanding bayi yang dimandikan dengan cara berendam (p=0,000). Teknik mandi kering (washlap) merupakan teknik memandikan bayi yang direkomendasikan untuk bayi baru lahir sampai dengan pelepasan tali pusat. Pemberi pelayanan kesehatan khususnya bidan perlu merekomendasikan teknik mandi kering (washlap) kepada orangtua bayi untuk mempercepat proses pelepasan tali pusat dan mencegah infeksi tali pusat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI MENURUNKAN RESIKO STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN GIANYAR Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Komang Sri Ariani
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2450

Abstract

Pendahuluan. Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. WHO tahun 2018 melaporkan bahwa prevalensi stunting di ASIA lebih tinggi dibandingkan dengan Afrika. Anak dibawah lima tahun rentang mengalami stunting. Peran orang tua terutama ibu sangat penting dalam pemenuhan gizi anak karena pada usia balita terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita. Metodologi. Penelitian ini menggunkan desain analitik kuantitatif dengan pendekakan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di UPTD Puskesmas Gianyar I pada tahun 2019. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 120 ibu balita. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan gizi balita. Analisis data dilakukan secara bivariate dengan uji chi square. Hasil. Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita dengan p value 0.007 < 0.05. Diskusi. Pengetahuan ibu tentang gizi memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita Kata Kunci : Pengetahuan gizi, Balita, Stunting
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA: A LITERATURE REVIEW Zamril Ahmad; Yesi Maifita; Sri Ameliati
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2200

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan Media Sosial ini dapat mempengaruhi kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Masalah umum yang sering muncul dalam penggunaan media sosial berupa gejala stress, gelisah, serta terjadinya Insomnia..Penggunaan media sosial dapat menimbulkan efek yang positif maupun negative bagi kesehatan, salah satunya gangguan tidur atau di kenal dengan insomnia.Insomnia merupakan ketidak mampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas. Metodologi: Studi ini menggunakan literatur review diperoleh dari database yaitu GWI (Global Web Index), KSPBJ-IRS, Google Scholar dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: dari11 penelitian yang diperoleh, 10 penelitian menyatakan ada hubungan secara signifikan antara penggunaan media sosial terhadap insomnia. Diskusi: Literature review ini menunjukan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan terhadap insomnia pada mahasiswa, penggunaan media sosial akan berdamapk positif yaitu dapat memudahkan mahasiswa dalam mengakses internet untuk pencarian atau pembuatan tugas namum penggunaan media sosial yang tidak ada aturan akan berdampak negativ pada pola tidur yaitu terganggunya pola tidur (insomnia) pada mahasiswa.
PENGARUH STATUS NUTRISI IBU HAMIL TERHADAP JENIS PERSALINAN Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriyani
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2191

Abstract

Pendahuluan : Status gizi ibu sebelum hamil merupakan tolak ukur untuk menentukan asuhan yang akan diberikan kepada ibu selama kehamilan. Status nutrisi tersebut dapat dilihat berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang diukur melalui tinggi badan dan berat badan, serta ukuran Lingkar Lengan Atas (LLA). Status nutrisi ibu sebelum hamil dan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin, proses persalinan, serta komplikasi yang dapat menyertai kehamilan baik pada ibu dan janin. Sehingga status nutrisi harus diperhatikan jangan sampai berlebih atau kurang, karena kondisi tersebut dapat mengakibatkan perslainan premature, bayi lahir dengan berat badan rendah, atau apabila berlebih dapat juga berakibat pada diabetes gestasional serta makrosomia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status nutrisi ibu hamil yang meliputi Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) dengan jenis persalinan. Metodologi : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan studi cross sectional. Populasi adalah ibu bersalin di Puskesmas Jagir Surabaya pada bulan Mei – Juni. Tehnik pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sample yang memenuhi kriteria peneliti yaitu ibu bersedia menjadi responden, tidak terdapat kegawatdaruratan selama kehamilan dan proses perslainan serta bayi baru lahir. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar lengan Atas (LLA) dengan jenis persalinan dengan nilai p value 0.171 dan 1.547. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara IMT dan LLA tidak berhubungan dengan jenis persalinan.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS DALAM SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR AIR KELAPA HIJAU PADA PEROKOK DEWASA Anses Warman
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2528

Abstract

Air Kelapa hijau sangat penting dalam ilmu kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut. Kandungan mineral didalam air kelapa hijau yang tinggi dapat menyimbangkan pH saliva dan dapat berpotensi menjadi basa, sehingga dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus mutans. Kandungan nikotin pada rokok dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri streptoccus mutans dalam rongga mulut.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans Dalam Saliva Sebelum Dan Sesudah Berkumur Air Kelapa Hijau Pada Perokok Dewasa Penelitian ini menggunakan metode “eksperiment quasi” dengan rancangan ’pretest” dan “posttest”. Sampel penelitian adalah karyawa Jurusan Keperwatan Gigi Bukittinggi yang berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan sampel adalah “total populasi”. Data dikumpulkan melalui uji Laboratorium mikroorganisme streptococcus mutans pada saliva. Analisa data yang digunakan menggunakan “Paired t test”. Hasil penelitian pertumbuhan bakteri streptoccus mutans sebelum berkumur air kelapa hijau rata-rata 416 (x-3), dan sesudah berkumur air kelapa hijau rata-rata 352 (x-3). Diperoleh nilai signifikansi jumlah streptococus mutans berkumur dengan air kelapa muda 0,07 (p > 0,05) artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna jumlah streptococus mutans sebelum bekumur dengan setelah berkumur air kelapa hijau Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang berarti pertumbuhan bakteri streptococcus mutans sebelum dan sesudah berkumur air kelapa hijau pada perokok.Berkumur air kelapa hijau disarankan sebagai bahan dasar obat kumur alami.
STUDI DESKRIPTIF INTERAKSI DENGAN TENAGA KESEHATAN, PEMANTAUAN TEKANAN DARAH DAN KEPATUHAN TERHADAP ANJURAN PADA PASIEN HIPERTENSI URGENSI DI UPTD PUSKESMAS REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA Indarti Indarti; Maya Safitri; Tin Utami
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2180

Abstract

Hipertensi urgensi terjadi pada 1 miliar populasi dunia dan berperan terhadap 7,1 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Hipertensi urgensi merupakan salah satu kegawatan di bidang kardiovaskular yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hipertensi urgensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara akut dan sering berhubungan dengan gejala sistemik yang merupakan konsekuensi dari peningkatan darah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi di UPTD Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian ini secara deskriptif accidental sampling dengan pendekatan survey. Analisis yang digunakan dengan univariat. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 58 responden. Data diambil dengan memberikan kuesioner untuk diisi secara obyektif. Hasil penelitian menunjukkan komponen interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada penderita hipertensi urgensi sebagian besar tergolong rendah, yaitu interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya sebesar 51,7%, pemantauan tekanan darah sebesar 51,7% dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan sebesar 44,8%. Interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran secara keseluruhan sebagian besar tergolong rendah (48,3%). Perubahan pola hidup dan dukungan dari tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM DIIT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 Febriyanti Febriyanti; Viki Yusri
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2439

Abstract

Diabetes Mellitus kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan gangguan kerja insulin. Diabetes telah menjadi epidemi dunia. Selama dua dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi dua kali lipat, dari 4.6% menjadi 9.3% pada populasi kelompok usia 20-79 tahun. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2019, diperkirakan 463 juta orang pada kelompok usia diatas hidup dengan diabetes dimana 90% adalah Diabetes Tipe 2, pasien dengan Diabetes memiliki resiko dua kali lipat untuk mengalami komplikasi kardiovaskular dan 10-20 kali lebih beresiko mengalami komplikasi mikrovaskular. Diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab utama peningkatan perawatan di rumah sakit dan kematian serta mengurangi kualitas hidup pasien. Diabetes adalah salah satu penyakit penyerta atau komorbiditas utama dari kasus positif dan kasus meninggal Covid-19. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkes per kondisi 24 Juli 2020, Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi dari komorbiditas Covid 19. Di Kota Padang kasus DM sebanyak 17.017 orang. Di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kuranji Padang ditemukan kasus baru DM yaitu sebanyak 943 kasus pada tahun 2019, dan selama masa Pandemi COVID 19 terjadi penambahan yang signifikan yaitu 1.223 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhui kepatuhan diit penderita DM selama masa pandemi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif, desain menggunakan deskriptif corelational pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengolahan data dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, serta dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan diit pasien DM dengan nilai p=>0.05. Diharapkan masyarakat yang menderita DM selama pandemi mampu mandiri mengatur gula darahnya dengan mengatur pola diit setiap hari.
PEMBERIAN JUS KACANG KEDELAI DAN MELON TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DAN BERAT BADAN BAYI DI PUSKESMAS TIGARAKSA Lastri Mei Winarni; A.Y.G Wibisono; Sisca Veronica
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2196

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi Karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Hasil pengamatan data di KIA Puskesmas Tigaraksa terletak di Kabupaten Tangerang masih ada bayi yang mengalami masalah dalam perkembangan dan informasi cakupan ASI eksklusif yang hanya mencapai 55,89% pada tahun 2019 (dibawah target Nasional yaitu 90%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh dalam pemberian jus susu kacang kedelai dan melon terhadap peningkatan produksi asi dan berat badan bayi. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre eksperiment dengan rancangan The One Grup Pretest-Posttest Design sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 responden. Intervensi yang dilakukan adalah memberikan jus kacang kedelai dan melon sebanyak 200 ml selama 7 hari. Uji analisis menggunakan Uji T satu kelompok berpasangan. Hasil didapatkan nilai p-Value 0.00 yang artinya pemberian jus susu kacang kedelai dan melon efektif dalam meningkatkan ASI dan berat badan bayi pada ibu menyusui. Jus kacang kedelai dan melon dapat dijadikan alternative untuk menambah produksi ASI.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JERUK TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA: A LITERATURE REVIEW Lastri Mei Winarni; Desti Puji Lestari; A. Y. G. Wibisono
Menara Medika Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Maret 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i2.2186

Abstract

Pendahuluan : Di Provinsi Banten, angka kejadian anemia masih sangat tinggi dengan prevalensi 37,1%. Angka kejadian anemia berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang tahun 2017 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2016 dengan jumlah 4329 jiwa menjadi 5390 jiwa yang mengalami anemia. Tujuan Penelitian : Dari literature review adalah untuk mereview apakah pemberian jus jambu biji merah dan jeruk dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Metode : Penelitian yang diterbitkan antara tahun 2012-2020 ditinjau secara sistematis melalui google search, Google Scholar, dan mendley. Ditemukan 50 penelitian dalam literature review ini dan disaring menjadi 10 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi untuk dibahas. Dilakukan berdasarkan issue, metodologi, dan juga persamaan hasil yang didapat dan metode yang digunakan. Dari 10 penelitian yang digunakan semuanya menggunakan penelitian kuantitatif. Hasil : Dari 10 penelitian didapatkan bahwa selisih peningkatan kadar hemoglobin setelah diberikan jus jambu biji merah dengan tablet Fe yaitu 2,96 gr/dl, jambu biji merah saja yaitu 2,89 gr/dl, jus jambu biji merah dan madu 1,21 gr/dl, kombinasi jus bayam dan jambu biji yaitu 0,96 gr/dl, tablet Fe dengan jus jeruk yaitu 0,40 gr/dl, jus jeruk yaitu 0,63 gr/dl, Fe-Folat dengan air jeruk yaitu 0,47 gr/dl. Sehingga dari semua penelitian tersebut bahwa pemberian jus jambu biji merah dengan tablet Fe selisih peningkatannya lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia dibandingkan dengan pemberian jus jeruk. Kesimpulan : Pemberian jus jambu biji merah dan jeruk dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM STORYTELLING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Komang Ayu Purnama Dewi
Menara Medika Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Maret 2021
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i2.2449

Abstract

Latar belakang dan tujuan: peran orang tua sangat penting dalam perkembangan anak, terutama perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Orang tua perlu melatih anak dalam mengembangkan keterampilan bahasanya melalui storytelling atau bercerita. Orang tua yang melakukan storytelling pada anaknya, mampu melatih anak menghasilkan bahasa untuk mengungkapkan pikirannya, menghasilkan konsonan yang komplek atau minimal bercerita kembali dan menambah pembendaharaan kata anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara peran orang tua dalam storytelling dengan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Kasih dan Sayang, Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juni tahun 2020 di TK Kasih dan Sayang Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak berumur 5-6 tahun bersekolah di TK Kasih dan Sayang tahun 2020. Sampel penelitian ini yaitu semua orang tua yang memiliki anak berumur 5-6 tahun bersekolah di TK Kasih dan Sayang tahun 2020 dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel sebesar 48 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui google form. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chisquare jika data tidak memenuhi syarat uji chi-square maka digunakan uji alternative yaitu uji Kolmogorove-Smirnov. Hasil: Persentase orang tua yang memiliki peran dalam storytelling yaitu sebesar 54.2%. Persentase perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun dengan kategori berkembang sangat baik sebesar 52.1%, berkembang sesuai harapan sebesar 33.3% dan masih berkembang sebesar 14.6%. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dalam storytelling dengan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun dengan p value=0,000 Simpulan dan saran: Terdapat hubungan signifikan antara peran orang tua dalam storytelling dengan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Kasih dan Sayang Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Orang tua dapat berperan secara aktif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak dan perkembangan motorik halus, kasar serta personal sosial anak.

Page 4 of 27 | Total Record : 262