cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
Islam dan Demokrasi: Muhammad Alif
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3185

Abstract

Demokrasi dan khilafah merupakan topik yang selalu menghiasi khazanah pemikiran Islam sepanjang masa. Beberapa waktu belakangan ini dengan kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) gate, demokrasi dan khilafah kembali dibenturkan lagi. Tulisan ini memaparkan tentang analisis terhadap ayat-ayat yang terindikasi mengandung elan demokrasi, baik demokrasi dalam skup yang besar dalam institusi negara maupun yang kecil dalam institusi keluarga.
Konsep Wahyu dan Nabi pada Agama Samawi Muhammad Sari
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3186

Abstract

Hampir semua agama besar dunia, khususnya yang sering disebut “agama-agama semitik.” (Yudaisme, Kristianisme, dan Islam) yang memang disebabkan latar-balakang sejarah dan “nasab” yang sama, secara fundamental bertumpu pada “wahyu” dan “nabi” untuk menegaskan eksistensinya baik secara ontologis maupun legalistiknya. Oleh karena itu, “wahyu” menjadi salah satu dari tiga pilar utama epistemologgi dalam islam.1 Namun dapat dikatakan bahwa dalam hal yang menyangkut konsep dan detail tentang “wahyu” dan “nabi”, terdapat perbedaan yang sangat mendasar diantara ketiga agama tersebut, makalah singkat ini ingin mencoba mengkaji secara ketauhidin ilmiah, kedua konsep “wahyu” dan “kenabian” dalam ajaran islam, dengan merujuk sumber-sumber utama islam dan analisis-analisis rasional yang dikembangkan oleh para sarjana atau ilmuwan baik klasik maupun modern.
Mulāhazhāt Hawl Qānūn Dharībah Al-Dakhl Al-‘Irāqī Raqm 113 Li Sanah 1982 Al-Mu’addal Abd al-Rauf al-Shafi
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3187

Abstract

تعتبر ضريبة الدخل من اىم الضارئب المباشرة في الانظمة الضريبيةالحديثة لما تعكسو من اثار اجتماعية ومالية واقتصادية فيي تمول الموازنة العامة بمبالغ كبيرة وتستخدم كأداة مالية واقتصادية ضمن السياسة الماليةلمدولة لتحقيق التوجيات الاقتصادية المرسومة .وقد نشأ ليا ىذا الدور الميم في مالية الدولة بعد ان تطور اداء الدولةمن مرحمة الدولة الحارسة الى دور الدولة المتدخمة حيث اصبحت الض ا رئبعموم ا وضريبة الدخل بشكل خاص وسيمة ميمة من وسائل السياسة الماليةالحديثة تستخدم لاعادة توزيع الدخل القومي لصالح الطبقات الفقيرة وكذلكتستخدم كأداة لمعالجة حالات الكساد عن طريق زيادة الانفاق العام بأستخدامىذه الضريبة ومعالجة التضخم بواسطة رفع سعر الضريبة لاعادة ال توازنالاقتصادي في الدولة
Kesehatan Mental dalam Perspektif Alquran Suwanda Suwanda
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3176

Abstract

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari dua sisi, yaitu jasmani dan rohani. Kedua sisi ini wajib dipenuhi kebutuhannya bagi setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, tapi manusia kadang melupakan kebutuhan sisi rohani dan selalu memenuhi kebutuhan jasmaninya, sehingga terjadilah ketimpangan. Ketimpangan ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri seseorang sehingga manusia tidak sadar bahwa dirinya sudah merasa sakit “sakit kejiwaan/mental”. Untuk mengenal dan memahami gejala itu semua, Alquran memberikan gambaran yang jelas bagaimana seseorang dihinggapi penyakit kejiwaan/mental dan Alquran juga memberikan solusi yang harus dijalani oleh setiap manusia untuk menyembuhkan penyakit mental.Pembacaan ayat-ayat Alquran juga berfungsi sebagai pencegahan dan perlindungan, yakni sebagai permohonan (do’a) agar senantiasa dapat terhindar dan terlindungi dari suatu akibat hadirnya musibah, bencana atau ujian yang berat. Yang mana hal itu dapat mengganggu kebutuhan dan eksistensi kejiwaan (mental). Karena dalam kehidupan nyata sehari-hari tidak sedikit orang menjadi stres, depresi dan frustasi, karena keimanan dalam dada tidak kokoh, mental sangat rapuh dan lingkungan jauh dari perlindungan Allah, dan dari orang-orang shalih.
Kritik Nalar Islam Indonesia: Tinjauan Problematis Relevansi Teks dan Konteks Wildan Hidayat
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3178

Abstract

This paper specifically discussed about non-Muslim leadership in the Islam context, especially in Indonesia. This paper also discussed with the studied concepts of leadership in Islam (non-Muslim) and Islamic countries which are led by people with another religion (non-Islam). Not only to the extent of permissibility or non-indulgence of non-Muslim leadership in Islam, but it presented the opinions of the pros and cons of this case. Then it can be taken a formulative idea that can bring Moslem of Indonesia to come up from the stagnancy of unknowledgeable sektesentric pattern against the rejection non-Muslim leadership without any real solution for himself and the Muslim community. Especially if the concept became contextualized with an Indonesia country with a Muslim as majority.

Page 1 of 1 | Total Record : 5