cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2020): Desember 2020" : 4 Documents clear
Makna Sholat Wustho dalam Al-Qur’an: Kajian terhadap Penafsiran al-Maraghi dan Jalalain Syamsiyah, Siti Iis
Al-Fath Vol 14 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i2.3773

Abstract

Al-Qur’an is a holy book that has never been devoid of discussion until now. This is because most of the verses open up opportunities for various interpretations of meaning. One area of study that is still being debated is the verse regarding wustha prayer. Some call it witir prayer, some call it dzuhur prayer, and some call it Asr prayer. This difference can certainly be a factor of sharper differences among the ummah if they do not understand the arguments of each of these opinions. For this reason, it is deemed important to raise this issue as a topic of study, by raising the opinions of two exegete figures as a comparison of interpretation. Based on the background above, the problem formulations in this thesis are: 1). How do al- Maraghi and Jalalain view the meaning of wustha prayer? 2). How do different views on the meaning of wustha prayer occur between the interpreters?
Problem Ujaran Kebencian (Hate Speech) di Media Sosial Perspektif Al-Qur'an Safitri, Maris
Al-Fath Vol 14 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i2.3772

Abstract

Kemajuan teknologi memudahkan segala macam bentuk komunikasi dan sosialisasi, namun tidak sedikit yang menggunakan teknologi dengan penggunaan yang kurang tepat, seperti media sosial ( Facebook, Instagram, Whatsap, Twitter dan sebagainya) dengan komunikasi yang tidak Qurani salah satunya adalah ujaran kebencian (Hate Speech). Dalam Alquran Allah melarang ujaran kebencian dikarenakan dampak buruk yang diakibatkan oleh ujaran kebencian tersebut, begitu pula dalam kajian komunikasi politik ujaran kebencian menjadi hal yang ditentang dalam berkomunikasi dan berpolitik. Fenomena problem yang terjadi di atas akan telaah lebih lanjut dengan menggunakan metode tafsir tematik holitsik.
Konsep Ilmu Ladunni dalam Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidhr AS Aminah, Aminah
Al-Fath Vol 14 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i2.3674

Abstract

Inti dari kandungan Q.S. Al-Kahfi ayat 60-82 adalah nabi Musa as. yang diperintahkan oleh Allah untuk berguru kepada nabi Khidhr as. merasa kesulitan untuk memahami pola kinerja ilmu ladunnî. Keilmuan syari’at yang dimiliki oleh nabi Musa as. tidak mampu memahami apa yang telah dilakukan oleh nabi Khidir as.. Nabi Musa as. yang berjanji untuk bersabar ternyata tidak mampu untuk melakukannya. Sehingga pada akhirnya, nabi Musa as. yang selama perjalanan tidak dapat bersabar menyebabkan perpisahan diantara keduanya. Nilai yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah mengenai penjelasan ilmu ladunnî yang hanya dapat diperoleh dengan penyucian jiwa yaitu dengan membersihkan hati dari kotoran-kotoran nafsu.
Konstruksi Al-Qirā’at Al-‘Āsyr Terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Hukum Menurut Al-Jashash dan Ilkiya Al-Harashi Pranata, Sofyan Puji
Al-Fath Vol 14 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v14i2.3664

Abstract

al-qira’at ialah cara membaca ayat al Qur’an yang berupa wahyu Allah, dipilih oleh salah satu imam ahli al-qira’at berbeda dengan ulama lain, berdasarkan riwayat mutawatir sanadnya dan selaras dengan kaidah-kaidah bahasa arab serta cocok dengan bacaan terhadap tulisan al-Qur’an yang terdapat dalam salah satu mushaf ‘ustmani. Dalam membentengi keabsahan al-Qur’an dan bacaannya (qira’at), para ulama memiliki standar dan syarat-syarat yang berbeda satu sama lainnya dalam menetapkan bacaan yang dapat diterima (shahih) ataupun bacaan yang ditolak. Hal ini dilakukan karena dalam perjalanannya, al-qira’at telah mengalami perusakan dan pemalsuan. Ibn Al-Jazari (w. 833 H) memberikan syarat yaituالسند صحة al-qira’at tersebut harus memiliki ketersambungan sanad yang ṣahih; العربية مطلقا موافقة al-qira’at tersebut harus sesuai dengan kaidah bahasa Arab secara mutlak; dan تقدير ولو مطابقة الرسم al-qira’at tersebut sesuai dengan rasm al - mushaf meskipun tidak harus sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 4