cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
EKSTRAKSI TANIN DARI DAUN PSIDIUM GUAJAVA MENGGUNAKAN METODE SOXHLET Helda Niawanti; Fitri Yani; Mu’min Herman; Husnul Rafliansyah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.226

Abstract

Daun Psidium guajava adalah bahan baku alami yang mengandung senyawa bioaktif, salah satunya adalah tanin. Tanin digunakan pada berbagai industri seperti tekstil, farmasi, kosmetik, dan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu ekstraksi dan rasio solid-liquid terhadap kandungan tanin ekstrak daun Psidium guajava. Daun segar dan kering diekstraksi dengan etanol dengan perbandingan solid-liquid 1/20 dan 1/60 (b/v). Temperatur ekstraksi pada suhu 80 °C dan waktu ekstraksi 30, 45, 60, 75, dan 90 menit. Kadar tanin tertinggi diperoleh pada waktu 60 menit dan perbandingan solid-liquid 1/20 (b/v) masing-masing sekitar 17 % dan 12 % untuk sampel daun kering dan basah. Sebaliknya, penambahan rasio pelarut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kandungan tanin yang diekstraksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan waktu ekstraksi meningkatkan perpindahan massa tanin sampai tercapai tahap kesetimbangan.Kata kunci: ekstraksi, tanin, guava, soxhlet, etanol
EFEK VARIASI WAKTU FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH PROBOLINGGO DENGAN KONSENTRASI YEAST 1% B/V Lita Rani; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.264

Abstract

Kelapa dari daerah Probolinggo memiliki bentuk bulat kerucut terbungkus serabut tebal dan ketebalan daging buah sekitar 1,5 cm. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi berbagai olahan produk salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan proses fermentasi dengan penambahan ragi tanpa proses pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek variasi waktu fermentasi terhadap karakteristik fisik VCO dari kelapa daerah Probolinggo. Proses fermentasi pada penelitian ini dilakukan pada suhu kamar selama 6, 12, 18, 24 dan 30 jam dengan penambahan ragi tempe sebagai yeast pada konsentrasi 1% b/v. Produk VCO yang dihasilkan dari proses ini dilakukan analisis uji pH, uji organoleptik (aroma, rasa dan warna), dan perhitungan yield. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk VCO pada 6 hingga 30 jam fermentasi memberikan nilai pH 5, aroma khas kelapa segar, rasa normal khas minyak kelapa dan warna bening transparan. Variasi waktu fermentasi memberikan pengaruh terhadap nilai yield produk VCO, yaitu semakin lama waktu fermentasi menghasilkan nilai yield yang semakin tinggi. Nilai yield tertinggi diperoleh sebesar 8,65% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki nilai pH 5 dengan karakteristik fisik yang sesuai SNI 7381:2008 dan yield tertinggi dihasikan pada waktu fermentasi selama 30 jam.  
STUDI AKTIVASI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS RAMAH LINGKUNGAN DALAM PEMBUATAN BIODESEL Galuh Citra Cahya Rohmana; Hadi Priya Sudarminto; Sasmita Eka Damayanti
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.288

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Dalam pembuatan biodiesel umumnya menggunakan katalis homogen seperti  NaOH atau KOH. Seperti yang dapat kita pahami, bahan tersebut menimbulkan produk samping berupa gliserol dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Disamping itu potensi gangguan kesehatan akibat kontak dengan katalis bisa membahayakan. Maka, mulai dikembangkan katalis heterogen. Suatu proses yang dapat menjadi solusi dari masalah tersebut adalah diberlakukannya limbah cangkang kerang sebagai katalis ramah lingkungan. Keberadaan cangkang kerang di sepanjang Pelabuhan Kota Pasuruan yang saat ini menjadi masalah dapat diatasi dengan aktivasi limbah tersebut menjadi sebuah katalis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis biodiesel hasil aktivasi limbah cangkang kerang, membandingkan kualitas dan kuantitas biodiesel. Membandingkan perbedaan hasil biodiesel menggunakan katalis homogen NaOH/KOH dan katalis heterogen cangkang kerang,  Mengetahui pengaruh katalis cangkang kerang terhadap % konversi yield dari produk biodiesel. Dari hasil penelitian ini, dihasilkan % konversi biodiesel dengan katalis limbah cangkang kerang sebesar 0,403 gram biodiesel/gram mol dan yield dari proses sebesar 0,596 gram biodiesel/gram minyak.  % konversi biodiesel dengan katalis homogen KOH sebesar 0,424 gram biodiesel/gram mol dan yield dari proses sebesar 0,525 gram biodiesel/gram minyak dengan hasil lebih besar menggunakan KOH.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI INDUSTRI SABUN CAIR BERBAHAN BAKU CRUDE PALM OIL (CPO) Etom Baharudin Ardhi Wijaya; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.201

Abstract

Penggunaan bahan pembersih oleh masyarakat termasuk sabun cair di era pandemi semakin lama semakin meningkat guna senantiasa menjaga kebersihan diri. Pada penelitian ini digunakan crude palm oil dan kalium hidroksida sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair. Penentuan kapasitas produksi dan seleksi proses perlu dilakukan dalam perencanaan pembangunan pabrik guna menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Tujuan dari penelitian ini untuk menyeleksi beberapa metode proses dalam pembuatan sabun cair untuk mengetahui metode proses yang lebih baik dan menentukan kapasitas produksi pabrik yang akan berdiri pada tahun 2023 di Cilegon dengan metode linear. Dalam merencanakan proses pembuatan sabun perlu mempertimbangkan berbagai metode proses produksi sehingga didapat yang paling efisien untuk menghasilkan produk dengan optimal. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas produksi menggunakan metode linear yang dilakukan dengan cara menghitung kenaikan rata rata kebutuhan produk pada setiap tahun menggunakan data yang tersedia dari tahun 2014-2017 untuk mendapat hasil perkiraan pada tahun 2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode proses produksi yang paling optimal adalah dengan metode saponifikasi trigliserida dan dengan kapasitas produksi pabrik pada tahun 2023 sebesar 1000 ton/tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa pabrik yang akan didirikan layak.
PERHITUNGAN NERACA ENERGI CONVERTER (30-R-1201) PADA UNIT ASAM SULFAT PABRIK III B PT PETROKIMIA GRESIK Mia Narulita; Aulia Sari Az Zahra; Mufid Mufid; Alex Zainul Fanani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.222

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan perusahaan penghasil pupuk terbesar yang ada di Indonesia. Total produksi PT Petrokimia Gresik bahkan mencapai 8,9 ton/hari. Selain produk pupuk PT Petrokimia juga memproduksi produk non pupuk. Salah satu produk non pupuk adalah asam sulfat. Bahan baku utama pada proses produksi asam sulfat adalah sulfur padat yang dicairkan. Pada proses produksi asam sulfat terdapat proses konversi SO2 menjadi SO3 pada alat bernama converter. Konversi pada converter ini cukup tinggi yaitu mencapai 99,89% dengan jumlah bed sebanyak empat buah. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menghitung neraca energi dari converter dan heat exchanger sehingga dapat diketahui energi yang hilang pada converter dan heat exchanger. Perhitungan neraca energi dilakukan dengan pengambilan data berupa suhu dari converter maupun heat exchanger. Dari hasil perhitungan neraca energi didapatkan hasil energi yang masuk dan keluar dari bed 1, 2, 3, dan 4 secara berturut turut adalah 95412242 kJ/jam, 102101961 kJ/jam, 95382723 kJ/jam, 70804277 kJ/jam. Energi masuk dan keluar dari heat exchanger 1 dan 2 serta economizer 1 dan 2 secara berturut-turut adalah 145083130 kJ/jam, 119825841 kJ/jam, 107677032 kJ/jam, 74258712 kJ/jam. Sedangkan total energi yang hilang adalah 1147182 kJ/jam.  Hal tersebut menunjukkan bahwa energi yang hilang pada converter dan heat exchanger cukup besar sehingga perlu dilakukan isolasi untuk mencegah hilangnya energi.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI LIMBAH TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KALSIUM KARBONAT Abdillah Hilmi Adiprawira Radtra; Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.243

Abstract

Permasalahan tentang sampah plastik di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan ekosistem lingkungan dan peningkatan pencemaran lingkungan. Pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengemas terus mengalami peningkatan menyebabkan limbah plastik semakin bertambah dari hari ke hari. Sampah plastik berasal dari bahan baku minyak bumi sulit terurai oleh mikroba di dalam tanah. Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terdegradasi oleh mikroorganisme dan terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui. Penelitian pemanfaatan sintesis plastik biodegaradable telah dikembangkan karena bersifat ramah lingkungan dan terbarukan. Plastik biodegradable merupakan bahan alternatif untuk menggantikan plastik kemasan konvensional agar tidak mencemari lingkungan. Plastik biodegradable dibuat dengan polimer alam sebagai bahan utama sehingga mudah dicerna oleh mikroorganisme. Tongkol jagung merupakan limbah dari pengolahan jagung yang digunakan industri makanan. Kandungan pati dalam tongkol jagung dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi plastik biodegradable. Dalam penelitian ini, plastik biodegradable disintesis dari pati tongkol jagung dengan filler kalsium karbonat dan kalsium silikat lalu sorbitol sebagai plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi filler terhadap hasil plastik biodegrable yang dibuat. Karakteristik biodegradable ditandai dengan adanya uji biodegradasi, ketahanan air, dan uji kuat tarik.
Studi Literatur Ekstraksi Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Pada Berbagai Metode Amalia Sagita Putri; Windi Zamrudy
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.285

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak nilam (Pogostemon cablin Benth)  terbesar, dan dinilai sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Minyak nilam mengandung beberapa senyawa salah satunya yaitu patchouli alcohol yang menjadi parameter kualitas minyak nilam, dengan standart kadar minimal 30 persen. makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa metode Isolasi terhadap kualitas minyak nilam yang dihasilkan, membandingkan pengaruh penggunaan beberapa metode isolasi terhadap kadar patchouli alcohol pada minyak nilam, dan menentukan metode Isolasi minyak nilam yang menghasilkan kadar patchouli alcohol tertinggi. Kajian ini dilakukan dengan membandingkan hasil isolasi minyak nilam steam distilation , steam- hydro distilation dan water bubble distilation untuk ditentukan metode isolasi yang paling baik. Pada makalah ini diuraikan bahwa secara umum salah satu metode isolasi minyak nilam menghasilkan kadar patchouli alcohol yang lebih tinggi dan dinilai menghasilkan kualitas minyak nilam yang lebih baik. Hasil peninjuan ini menunjukan bahwa water bubble distilation merupakan metode yang paling baik yang menghasilkan ekstrak patchouli alcohol hingga sebesar 93,75%. 
PENGARUH PENAMBAHAN NPK DAN UREA PADA PEMBUATAN ETANOL DARI AIR TEBU MELALUI PROSES FERMENTASI Lailly Qomariyah; Christyfani Sindhuwati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.186

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang terdapat zat gula dalam batangnya dan merupakan bahan baku pembuatan gula kristal. Kebutuhan bahan bakar setiap tahun semakin meningkat, sehingga dibutuhkan energi pengganti yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan massa nutrisi yang diperlukan untuk Saccharomyces cerevisiae dan mengetahui kadar etanol dari proses fermentasi air tebu menggunakan proses fermentasi dengan memvariasikan variabel nutrisi berupa NPK dan urea. Proses fermentasi pada pembuatan etanol dilakukan pada suhu ruang atau suhu lingkungan yakni 30°C dan dilakukan selama 72 jam proses fermentasi. NPK dan urea  adalah nutrisi bagi proses perkembangan mikroba pada proses fermentasi. Variasi penambahan NPK 6 gram, 8 gram, 10 gram menghasilkan kadar etanol sebesar 18%, 15% dan 8%. Penambahan urea 6 gram, 8 gram, dan 10 gram menghasilkan kadar etanol sebesar 9%, 10% dan 10%.  
PENGARUH TEKANAN KOLOM DISTILASI TERHADAP TINGKAT KEMURNIAN ETANOL DAN SUHU TOP PRODUCT (DISTILAT) MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5 Herdian Fikri Akmadha; Christyfani Sindhuwati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.212

Abstract

Etanol yang diproduksi dari bahan baku gula atau glukosa dapat dilakukan dengan proses fermentasi. Pada proses fermentasi ini, tingkat kemurnian etanol yang dihasilkan berkisar antara 10-15%. Untuk menghasilkan tingkat kemurnian yang tinggi maka perlu dilakukan proses pemurnian. Proses pemurnian dapat dilakukan dengan dua proses, yaitu distilasi dan dehidrasi. Proses distilasi ini terdapat dua metode yaitu distilasi konvensional dan distilasi kolom (bertingkat). Pada distilasi konvensional etanol dihasilkan dengan tingkat kemurnian etanol sebesar 20-30%, sedangkan pada distilasi kolom (bertingkat) dapat menghasilkan tingkat kemurnian etanol sebesar 90-95%. Hasil  etanol pada proses distilasi dapat dilakukan pemurnian lebih lanjut dengan proses dehidrasi. Pada proses dehidrasi tingkat kemurnian etanol yang dihasilkan sebesar 99,6-99,8%. Simulasi ini menggunakan software ChemCad dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan kolom distilasi terhadap tingkat kemurniaan etanol dan suhu top product (distilat). Simulasi ini difokuskan pada trial tekanan sebesar 1,1; 1,2; 1,3; 1,4; dan 1,5 atm. Hasil yang didapatkan dari simulasi ini mampu menghasilkan tingkat kemurniaan etanol sebesar 98,61% pada tekanan 1,1 atm dan pada tekanan 1,5 atm pada suhu top product (distilat) sebesar 88,89°C.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI LIMBAH KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT M. Sofa Safarana Genalda; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.248

Abstract

Masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah plastik yang berasal dari turunan minyak bumi telah menjadi permasalahan besar seiring penggunaanya yang semakin meningkat, hal ini penting karena sifatnya yang sulit diuraikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mempercepat tingkat degradabilitas dengan mengganti beberapa atau seluruh polimer sintetis dengan polimer alami. Pati merupakan salah satu polimer alami yang dapat digunakan untuk produksi material plastik biodegradable karena sifatnya yang mudah terdegradasi meskipun memiliki kekurangan seperti kuatnya perilaku hidrofilik dan sifat mekanis yang lebih buruk. Dalam penelitian ini bahan utama pembuatan plastik biodegradable yaitu pati kulit kentang, plasticizer berupa sorbitol serta dengan filler kalsium silikat dan kalsium karbonat sebagai filler pembanding. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi penambahan jenis dan jumlah filler pada pembuatan plastik biodegradable berbahan dasar pati kulit kentang terhadap uji kuat tarik, uji water absorption dan laju penguraian atau uji biodegradabilitas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil uji water absorption menunjukkan nilai terendah 38,27 % dengan filler kalsium karbonat 4%, hasil uji biodegradabilitas menunjukkan nilai tertinggi 73,75 % dengan filler kalsium silikat 6% dan uji tarik diperoleh nilai paling besar 2,61 MPa dengan filler kalsium silikat 8%.