cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 899 Documents
TELAAH PUSTAKA: PEMBUATAN BIOSURFAKTAN MENGGUNAKAN MINYAK JELATAH OLEH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS Rizky Kartika Septihanny; Dwina Moentamaria
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.117

Abstract

Limbah minyak jelantah saat ini menjadi isu terbesar di Indonesia, dari hasil survey ditemukan bahwa sebanyak 1.889,506 ton minyak jelantah dibuang di selokan dan tanah setiap minggunya. Dari permasalahan tersebut, biosurfaktan dapat menjadi salah satu solusi untuk meremediasi minyak jelantah. Untuk produksi biosurfaktan dapat mengambil sumber karbon berupa minyak jelantah dengan bantuan bakteri Bacillus subtilis. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan suhu inkubasi pada produksi biosurfaktan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatan inoculum atau suspensi Bacillus Subtilis ditempatkan pada media cair NB (Nutrient Broth). Media pertumbuhan terdiri dari Mineral Salt Medium dengan substrat minyak jelatah. Produksi biosurfaktan diamati dengan mengukur tegangan permukaan menggunakan Tensiometer Du-Nouy, aktivitas emulsifikasi, uji enzim lipase dari krt yang didapat, dan produk kasar biosurfaktan. Suhu 37,5°C dan pH 4 dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 20 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 69%. Penelitian yang dilakukan dengan suhu 27°C dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 25 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 90%. Penelitian yang dilakukan dengan suhu 37°C dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 23 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 62%. Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah minyak jelantah dan didapatkan surfaktan yang bersifat biodregedeble dan ramah lingkungan.
PENGARUH WAKTU REAKSI DEKARBOKSILASI PADA PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI SABUN PALM STEARIN DENGAN KATALIS Ca-Zn Destiana R. A. Palupi; Chintya A. P. Sari; Achmad Chumaidi
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.20

Abstract

Proses dekarboksilasi sabun Ca dari palm stearin merupakan salah satu metode pembuatan green diesel sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Proses dekarboksilasi diawali dengan proses saponifikasi dengan katalis NaOH dan kombinasi logam berupa Ca-Zn sebagai katalis. Logam Ca digunakan sebagai katalis karena logam bervalensi dua membantu dalam pembentukan n-alkana. Logam Zn merupakan logam transisi yang mempercepat proses dekarboksilasi. Proses dekarboksilasi dilakukan selama rentang waktu 0,5 – 2 jam dengan suhu 350 °C dengan rasio mol katalis 9:1. Hasil penelitian menunjukkan senyawa hidrokarbon yang terbentuk merupakan alkana rantai panjang dengan variasi komposisi karbon yaitu antara C2-C24. Dengan komposisi karbon terbesar pada C8-C11, seperti komposisi green diesel. Jenis komposisi karbon yang dihasilkan yaitu senyawa alkane (-CH), senyawa karbonil (-COH), dan senyawa karboksilat (-COOH). Jenis senyawa yang terbesar dalamproduk yaitu senyawa alkane (-CH) dan senyawa karboksilat (-COOH). Produk gas yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 menunjukan bahwa reaksi perengkahan katalitik terdiri dari reaksi hidrogenasi, dehidrogenasi, dekarboksilasi, dan dekarbonilasi.
STUDI AWAL PENGARUH KOMBINASI WAKTU PERENDAMAN ZnCL2 DAN KOH DALAM PROSES AKTIVASI KARBON DARI KAYU HALABAN R. R. Adinda Putri Permatasari; Amanah Nur Permata; Anang Takwanto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.38

Abstract

Arang kayu halaban dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif alternatif dikarenakan arang kayu mengadung 85-90% karbon. Pembuatan karbon aktif dari arang kayu menggunakan metode aktivasi fisik dengan pemanasan pada suhu tinggi dan secara kimia dengan perendaman pada larutan kimia. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menganalisis pengaruh penambahan ZnCl2 dan KOH, suhu pemanasan, waktu perendaman aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif, serta mempelajari kemampuan adsorbsi karbon aktif teraktivasi terhadap metilen biru. Variabel terikat adalah suhu aktivasi (500, 550, dan 600 ºC) dan jenis aktivator ZnCl2 dan KOH. Variabel bebas pada penelitian ini adalah waktu perendaman kombinasi ZnCl2 (12 jam) dan KOH (12 jam) serta perendaman aktivator (kombinasi antara ZnCl2 dan KOH) dengan konsentrasi ZnCl2 0,09% dan KOH 0,05% (b/v). Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya kombinasi aktivator akan menghasilkan luas permukaan karbon aktif yang tinggi. Serta semakin tinggi suhu pemanasan dan semakin lama waktu perendaman arang kayu dengan aktivator, maka  akan semakin baik efisiensi penyerapannya. Kondisi terbaik yang diperoleh pada pembuatan karbon aktif yaitu, pada suhu pemanasan 600°C, kombinasi aktivator ZnCl2-KOH dengan waktu perendaman 12 jam ZnCl2, dilanjutkan dengan 12 jam KOH. Luas permukaan karbon aktif sebesar 358,67 m2/g dengan kadar air sebesar 13%, dan kadar abu sebesar 12,7%.
EVALUASI WASTE HEAT BOILER PADA UNIT SULFURIC ACID IIIA PT PETROKIMIA GRESIK, JAWA TIMUR Piety Fairy; Bambang Widiono; Muhammad Faishal Ma’arif
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.55

Abstract

WHB (Waste Heat Boiler) merupakan bejana tertutup yang memanfaatkan  panas atau gas buang untuk pembakarannya, panas pembakaran tersebut dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam yang akan digunakan  untuk  memutar  sudu-sudu pada turbin. WHB Unit IIIA PT. Petrokimia Gresik mempunyai umur yang sudah cukup lama yaitu mulai beroperasi tahun 1974. Umur WHB yang sudah cukup tua ini menyebabkan kinerja menurun. WHB Unit IIIA PT Petrokimia Gresik memanfaatkan gas buang dari furnace proses pembakaran belerang cair menjadi gas SO2, namun kinerja dari WHB belum maksimum. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan heat exchanger Kern 1983. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap nilai coefficient clean overall  aktual rata-rata 520,90 W/m2, coefficient dirt overall aktual rata-rata 40,52 W/m2, dan fouling factor aktual rata-rata 0,0241 m2.K/W, dapat disimpulkan bahwa WHB masih layak beroperasi. Namun, jika digunakan terus-menerus tanpa dilakukan pembersihan akan mengurangi kinerja WHB. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan secara berkala untuk menjaga kinerja WHB agar tetap beroperasi dengan baik.
PERHITUNGAN TEORITIS KEBUTUHAN OKSIGEN, UDARA BERLEBIH PADA REAKSI PEMBAKARAN BATU BARA DAN NERACA MASSA TOTAL PADA FURNACE DI PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON 9 Jeanny Jovitha Cynthia Yudha Prawira; Safitri Ekawati; Mufid Mufid
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.85

Abstract

Boiler-Furnace merupakan bagian terpenting dalam suatu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik. Sebagian listrik yang dihasilkan digunakan untuk menjalankan unit peralatan proses di PT. PJB UBJ O&M PLTU Paiton 9 dan sebagian lagi diinterkoneksikan dengan SUTET milik PT. PLN untuk digunakan di Pulau Jawa dan Bali. Kebutuhan oksigen saat terjadinya reaksi pembakaran di furnace untuk membakar batu bara untuk memanaskan air di boiler sehingga menghasilkan steam yang digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik harus dihitung secara teoritis agar dapat diketahui kebutuhan oksigennya secara stoikiometri reaksinya agar reaksi yang terjadi dapat berjalan optimal dan agar diketahui berapa jumlah udara yang harus ditambahkan secara berlebih.
PEMBUATAN DAN KARATERISASI MATERIAL KONTRUKSI DARI LIMBAH PLASTIK LDPE (LOW DENSITY POLYETHYLENE) DAN PP (POLYPROPYLENE) DENGAN PENAMBAHAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) Prizqi Prakoso; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.152

Abstract

Ekstrusi memainkan peranan penting dalam industri plastik. Ekstrusi plastik adalah proses pembuatan volume tinggi di mana plastik mentah dilebur dan dibentuk menjadi profil kontinu. Metode ini juga dapat diterapkan pada limbah plastik yang sudah terolah. Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengubah limbah plastic industry LDPE (Low Density Polyethylene) dan PP (Polypropylene) menjadi material konstruksi dengan menggunakan metode ekstrusi plastik. Diharapkan dengan penambahan kalsium karbonat (CaCO3) dapat meningkatkan daya tahan material yang dibentuk. Variabel berubah yang digunakan adalah komposisi LDPE atau PP sebesar (90%,80%,70%,60%) dari berat plastic dan yang masing – masing ditambahkan kalsium karbonat dan waste rubber sebesar 3:1 dari berat komponennya.
EVALUASI KINERJA ROTARY DRYER PADA INDUSTRI PUPUK NPK DENGAN KAPASITAS 800 TON/HARI Imam Aldi Septiaji; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.82

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses penting dalam industri pembuatan pupuk, tidak terkecuali pupuk NPK, pupuk NPK dengan kadar air tinggi menyebabkan nilai jual pupuk rendah dan berdampak bagi tanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja rotary dryer pada industri pupuk NPK dengan kapasitas 800 ton/hari. Rotary dryer dilengkapi dengan lifter dan burner, lifter merupakan komponen pencurah yang terdapat didalam rotary dryer yang berfungsi mendistribusikan bahan secara merata sedangkan burner merupakan sumber panas yang dihasilkan untuk di kontakkan dengan bahan yang tercurah dari lifter. Agar efisiensi dapat dicapai dengan baik metode perbandingan data aktual hendaknya mendekati  data desain, dengan menghitung neraca panas kita dapat mengevaluasi kinerja rotary dryer dalam kapasitas 800 ton/hari secara optimal, data aktual menunjukan adanya perbedaan signifikan karena adanya beberapa faktor yaitu panas yang hilang saat proses dan kondisi lifter yang berkarat, sehingga optimalisasi proses perlu dilakukan seperti perawatan yang berkala terutama pada sistem pemanas serta kondisi lifter yang baik agar pengeringan memenuhi target yang diharapkan yaitu kadar air kurang dari 2%.
PENGARUH TEKANAN DAN JUMLAH DMSO TERHADAP PEMURNIAN PROPIL ASETAT PADA DESTILASI EKSTRAKTIF MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5 Emma Ismi Hanifa; Christyfani Sindhuwati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.110

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, propil asetat sebagai bahan kimia masih sangat dibutuhkan untuk bahan penunjuang di dunia industri di Indonesia. Kegunaan propil asetat selain untuk bahan baku percetakan juga sebagai bahan baku dalam pembuatan cat. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan  propil asetat dengan kemurnian minimal sebesar 99%. Pemurnian produk dilakukan dengan menggunakan destilasi ekstraktif karena mampu memisahkan liquid-liquid yang sulit dipisahkan akibat titik didih yang berdekatan (azeotropik). Simulasi pada proses produksi propil asetat menggunakan CHEMCAD dilakukan untuk mengoptimalkan kemurnian propil asetat. Simulasi difokuskan pada variasi kebutuhan DMSO dan kondisi operasi tekanan. Jumlah kebutuhan DMSO (3800, 4100, 4400, 4700, 5000, 5300, 5600, 5900, 6200) kg/jam dan variasi tekanan (1; 1,1; 1,2; 1,3; 1,4; 1,5; 1,6; 1,7; 1,8) atm. Hasil yang didapatkan semakin tinggi tekanan semakin rendah kemurnian propil asetat dan semakin banyak jumlah DMSO yang ditambahkan semakin tinggi kemurnian propil asetat. Simulasi yang telah dilakukan dengan tekanan optimum sebesar 1 atm dan jumlah DMSO sebanyak 6200 kg/jam mampu menghasilkan propil asetat pada top product dengan kemurnian 99,97%.
PENGARUH KOTORAN SAPI DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP PEMBENTUKAN BIOGAS Olivia Izzati Atiqa; Rahajeng Arum Mayang; Eko Naryono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.15

Abstract

Energi alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan adalah energi biogas karena dapat diolah dari berbagai macam sumber bahan organik dan ramah lingkungan. Salah satu tempat pembuangan sampah yang berpotensi sebagai tempat penyedia sampah organik adalah Rumah Pilah Kompos Daur ulang (PKD) Tlogomas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan jumlah kotoran sapi terhadap produksi biogas. Penelitian dilakukan melalui proses fermentasi selama 24 hari dalam alat digester tipe batch  dengan volume 6 L pada variasi pencacahan ±2 cm, ±4 cm, dan ±6 cm serta rasio limbah sayuran dan kotoran sapi yaitu 1:0,1; 1:0,3, dan 1:0,5. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah kotoran sapi dapat meningkatkan produksi biogas. Pada pencacahan  ±2 cm, ±4 cm, ±6 cm, produksi biogas tertinggi ditunjukkan pada rasio 1:0,5 berturut-turut sebesar 1,1 L, 1,2815 L, dan 0,4091 L. Selain itu, diketahui bahwa volume biogas tertinggi dihasilkan pada limbah sayuran dengan pencacahan ±4 cm.
Pengaruh Ukuran Serutan Kayu Terhadap Produksi Gas Methane dengan Teknologi Gasifikasi pada Reaktor Downdraft Mia Aulia; Yohana Dhani Fariha; Sandra Santosa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.33

Abstract

Tingginya harga bahan bakar serta ketersediaan yang terbatas mendorong pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Biomassa merupakan salah satu energi terbarukan yang pantas dan bisa dikonversi menjadi bahan bakar gas. Gas yang dihasilkan dari proses konversi tersebut salah satunya adalah CH4. Biomassa dari limbah kayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dan dijadikan solusi untuk mengatasi masalah energi tersebut. Limbah kayu akan diolah dengan salah satu teknologi konversi biomassa yang dikenal sebagai gasifikasi. Penelitian ini menggunakan serutan kayu berukuran 2.5 cm, 3 cm dan 4 cm dilakukan menggunakan gasifier tipe downdraft. Tahapan penelitian ini meliputi pengeringan, pemilahan ukuran serutan kayu dan proses gasifikasii. Hasil penelitian ini diperoleh ukuran serutan kayu yang terbaik pada pada ukuran 2,5 cm yaitu pada kayu jati sebesar 4294 L, kayu wadang sebesar 3431 L dan kayu mahoni sebesar 2802 L.

Page 6 of 90 | Total Record : 899