cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 899 Documents
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP KADAR FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE DALAM HIDROGEL Wardani, Arum Kusuma; Azkiya, Noor Isnaini; Mufidah, Salsabila Farahiyah; Wiradarma, Tabriza Yasmine
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7301

Abstract

Hidrogel merupakan jenis makromolekul polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengembang dalam air, serta memiliki fleksibilitas tinggi dan daya difusi air yang baik. Karakteristik ini menjadikan hidrogel banyak diaplikasikan di bidang kesehatan dan kosmetik, salah satunya sebagai bahan dasar gel anti acne. Salah satu sumber bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri adalah daun sirih (Piper betle), yang mengandung senyawa aktif dari golongan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi daun sirih dan pelarut terhadap kadar total fenolik, serta mengkaji pengaruh jumlah ekstrak daun sirih terhadap aktivitas antibakteri. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsentrasi daun sirih sebesar 15%, 20%, dan 25% (b/v), serta jumlah ekstrak yang digunakan sebanyak 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; dan 2 gram. Analisis yang dilakukan mencakup penentuan kadar total fenolik dan uji aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa kadar total fenolik tertinggi diperoleh pada ekstrak dengan konsentrasi daun sirih 25%, yaitu sebesar 0,93 mg GAE/g. Zona hambat antibakteri paling besar ditunjukkan oleh formulasi hidrogel dengan konsentrasi daun sirih 25% dan jumlah ekstrak 1 gram, dengan diameter zona hambat sebesar 19 mm.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Santoso, Agus Budi; Hardjono; Naryono, Eko; Sa'diyah, Khalimatus; Chrisnandari, Rosita Dwi; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.
EVALUASI KINERJA FALLING FILM EVAPORATOR TRIPPLE EFFECT DEPARTEMEN PRODUKSI MSG BERDASARKAN PERBANDINGAN KEBUTUHAN STEAM Agustina, Ferlita Novemia; Maryanty, Yanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7396

Abstract

Falling Film Evaporator (FFE) memegang peran penting dalam mengurangi kadar air larutan GM-3 (Glutamic Mother-3) sebelum tahap hidrolisis untuk menghasilkan asam glutamat. Keterbatasan kapasitas reaktor dan pentingnya waktu tinggal selama hidrolisis menjadikan pemekatan larutan GM-3 krusial guna menjaga efisiensi proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi kinerja FFE GM-3 dalam proses pemekatan tersebut. Metodologi yang digunakan meliputi perhitungan neraca massa dan panas untuk menentukan kebutuhan steam teoritis, kemudian dibandingkan dengan konsumsi steam aktual pada unit FFE GM-3. Variabel utama yang dianalisis adalah kebutuhan steam (kg/jam) dan efisiensi evaporator (%). Hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan steam teoritis sebesar 3.975,25 kg/jam, sedangkan data aktual mencapai 4.642,36 kg/jam. Hal ini menghasilkan efisiensi evaporator sebesar 85,63%. Berdasarkan hasil tersebut, untuk menjaga kinerja alat disarankan dilakukan pembersihan kerak dan korosi secara berkala serta mempertimbangkan penggantian unit FFE jika diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan penurunan efisiensi yang berdampak pada peningkatan konsumsi energi dan biaya operasional.
ANALISIS MODEL ISOTERM LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PROSES ADSORPSI METILEN BIRU MENGGUNAKAN KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT Akbar, Deni Fadilah; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7411

Abstract

Senyawa metilen biru banyak digunakan pada industri tekstil merupakan senyawa yang sulit terurai di dalam air. Salah satu metode yang dapat mengolah limbah ini adalah dengan proses adsorpsi. Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi karbon aktif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis  efektivitas karbon aktif berbasis cangkang kelapa sawit sebagai adsorben dalam menurunkan konsentrasi senyawa metilen biru, serta untuk mengidentifikasi model isoterm adsorpsi yang paling tepat. Karbon aktif yang digunakan diperoleh melalui tahap karbonisasi cangkang kelapa sawit pada suhu 500°C selama 3 jam. Arang hasil karbonisasi kemudian diaktivasi secara kimia menggunakan larutan H2SO4 10 N pada suhu 100°C selama 3 jam. Proses adsorpsi dilakukan pada suhu kamar selama 2 jam dengan pengambilan sampel  pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 menit. Proses adsorpsi senyawa metilen biru dilakukan dengan variasi konsentrasi adsorben karbon aktif sebesar 2.000, 4.000, 6.000, dan 8.000 mg/L. Berdasarkan hasil analisis proksimat, karbon aktif memiliki kadar air sebesar 4%, kadar abu sebesar 6,67%, serta kadar volatile matter sebesar 37,50%. Selain itu, kemampuan adsorpsi terhadap larutan Iodin tercatat sebesar 1.205,55 mg/g. Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi adsorben berbanding lurus dengan efisiensi degradasi senyawa metilen biru. Hasil terbaik pada penelitian ini dicapai pada konsentrasi adsorben 8.000 mg/L dengan persentase penurunan kadar senyawa metilen biru tertinggi sebesar 61,91%. Proses adsorpsi senyawa metilen biru pada penelitian ini mengikuti model Isoterm Freundlich dengan kapasitas penyerapan sebesar 1,9706 mg/g serta nilai konstanta empiris sebesar 1,8843 menunjukkan bahwa adsorben belum mencapai kondisi jenuh.
KINERJA HEAT EXCHANGER – 03 TIPE SHELL AND TUBE PADA UNIT KILANG PPSDM MIGAS CEPU Izza, Anisa Nurul; Putri, Kharistya Indah; Ariani, Ariani; Purwanto, Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7524

Abstract

Penurunan kinerja Heat Exchanger (HE) umumnya disebabkan oleh terbentuknya lapisan fouling, yaitu endapan yang terbentuk pada permukaan penukar panas sehingga menurunkan laju perpindahan panas. Evaluasi terhadap parameter seperti efisiensi, fouling factor (Rd), dan pressure drop diperlukan untuk mengetahui kelayakan operasional unit HE-03 di Kilang PPSDM Migas Cepu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai performa aktual HE-03 berdasarkan data operasional harian. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer berupa suhu masuk dan keluar serta laju alir fluida panas dan dingin yang diukur langsung pada inlet dan outlet sisi shell dan tube selama lima hari berturut-turut, serta data sekunder yang diperoleh dari dokumen spesifikasi unit, yang memuat ukuran bagian shell (diameter, jumlah baffle, jarak antar baffle) dan bagian tube (diameter tube, jumlah tube, pitch, dan panjang tube). Analisis dilakukan terhadap nilai koefisien perpindahan panas bersih dan kotor, fouling factor, serta tekanan di sisi shell dan tube.Hasil menunjukkan efisiensi perpindahan panas sebesar 66,81%, masih di bawah standar kinerja industri sebesar 80. Nilai fouling factor yang diperoleh adalah 0,00689 hr.ft².°F/Btu, lebih tinggi dari batas toleransi 0,005 hr.ft².°F/Btu, yang menunjukkan terbentuknya lapisan fouling pada permukaan perpindahan panas. Meskipun demikian, pressure drop sebesar 0,02508 psi (shell) dan 0,001484 psi (tube) masih jauh di bawah ambang batas 5–10 psi. Dengan demikian, HE-03 masih dinyatakan layak beroperasi. Namun, perawatan rutin dan pemantauan berkala sangat disarankan untuk mencegah penurunan performa lebih lanjut akibat fouling.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA SEPARATOR PADA UNIT PENGOLAHAN LIMBAH (UPL) 1 PGT REJOWINANGUN TRENGGALEK Putri, Atma Gusti Amanda; Prayitno, Prayitno; Iswarayudha, Andik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7553

Abstract

Pada industri gondorukem dan terpentin menghasilkan air limbah yang mengandung jonjot dan minyak terpentin terlarut. Pada tahap awal pengolahan air limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), air limbah diolah dalam suatu separator guna memisahkan jonjot dan minyak terpentin dari air limbah. Namun demikian, proses pemisahan dalam separator masih belum efektif sehingga effluent separator masih memiliki kandungan minyak terpentin tinggi, dimana kondisi demikian mengakibatkan gangguan dan penurunan kualitas kinerja IPAL. Oleh karena itu, diperlukan proses pre-treatment sebelum separator melalui penggunaan proses demulsifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan dan dosis demulsifier pada proses demulsifikasi terhadap efektifitas kinerja separator. Penelitian dilakukan menggunakan alat aeration apparatus dengan variasi kecepatan pengadukan serta penambahan dosis demulsifier. Variabel yang digunakan adalah kecepatan pengadukan pada 787 rpm, 905 rpm, dan 1088 rpm, dan dosis demulsifier 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm. Parameter yang diuji adalah Total Suspended Solid (TSS), Non-volatile (NV), dan Dissolved Oxygen (DO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 787 rpm, dan dosis demulsifier 2000 ppm mampu menurunan kadar Total Suspened Solid (TSS) sebesar 88,43%. Sedangkan pengadukan 1088 rpm dan dosis demulsifier sebesar 3000 ppm mampu menurunkan konsentrasi Non-volatile (NV), dan Dissolved Oxygen (DO) masing-masing sebesar 35% dan 61,76%. Kombinasi kecepatan pengadukan 1088 rpm dengan dosis demulsifier 3000 ppm memberikan hasil terbaik secara keseluruhan dalam proses demulsifikasi.
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR Ansyah, Mohamad Firdaus Beckha Ardi; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7620

Abstract

Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan komposisi tertentu. Bahan baku tersebut juga berasal dari batu alam yang mengandung oksida-oksida kalsium, alumina, silika, dan besi. Klinker berbentuk padat dengan ukuran diameter sebesar 3 – 25 mm. Klinker yang terbentuk, selanjutnya digiling dalam klinker breaker. Klinker breaker merupakan mesin penggilingan klinker sebelum menjadi semen, proses yang terjadi di dalam klinker breaker yaitu klinker ditambahkan dengan gypsum dan material ¾ (limestone dan pozzoland) menghasilkan semen yang siap untuk dijual. Pengujian yang digunakan adalah uji kuat tekan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kandungan klinker semen yang berpengaruh terhadap kuat tekan semen. Sebelum dilakukannya uji kuat tekan dilakukannya uji faktor klinker dengan alat XRD. Pembuatan benda uji menggunakan 3 sampel yang berbeda yaitu semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Hasil dari pengujian dengan alat XRD didapatkan proporsi C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%. Diikuti dengan sampel semen PPC sebesar 40,03%, dan semen Masonry sebesar 33,63%. Setelah dilakukan pengujian kuat tekan, urutan sampel semen yang memiliki rata-rata kuat tekan dari paling tinggi yaitu sampel semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Oleh karena itu, C3S dipilih sebagai mineral yang dicari korelasinya terhadap kuat tekan. Hasil pengujian dengan alat XRD didapatkan C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%.
STUDI KINERJA TERMAL ROTARY DRYER PADA PROSES GRANULASI INSEKTISIDA DI INDUSTRI PESTISIDA DENGAN PENDEKATAN SIMULASI ASPEN PLUS Pambudi, Setyo Rian; Dewajani , Heny; Akmal, Ahmad Syofiyuddin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7773

Abstract

Rotary dryer merupakan alat penting dalam proses granulasi insektisida di industri pestisida, terutama untuk menurunkan kadar air produk agar sesuai standar mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal rotary dryer pada unit produksi insekttisida dengan kapasitas 1,5 ton/jam melalui pendekatan neraca massa, neraca energi, dan simulasi Aspen Plus. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan (data aktual) dengan mengamati kinerja alat saat beroperasi dalam periode tertentu. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data, perhitungan neraca panas, serta evaluasi efisiensi alat sedangkan untuk simulasi pada Aspen Plus memasukan data lapangan, melakukan simulasi dengan memilih pallet rotary dryer pada Aspen Plus kemudian melihat hasil simulasi dan melakukan evaluasi efisiensi rotary dryer. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi suhu dan flowrate bahan, sedangkan untuk variable terikatnya adalah neraca massa dan neraca panas pada alat rotary dryer.  Efisiensi ditentukan dari perbandingan antara panas masuk dan panas keluar rotary dryer, hasilnya digunakan untuk menilai apakah rotary dryer telah beroperasi secara optimal. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan efisiensi pengeringan dan efisiensi panas menggunakan data aktual dan hasil simulasi. Dari hasil perhitungan manual, efisiensi pengeringan diperoleh sebesar 82,32% dan efisiensi panas sebesar 94,23%. Sedangkan hasil simulasi menunjukkan efisiensi pengeringan sebesar 85,68%.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU ELEKTROLISIS TERHADAP KADAR KLORIN DALAM PRODUKSI SODIUM HIPOKLORIT DARI AIR LAUT A'ini, Siti Nur; Dewi, Ernia Novika; Zamrudy, Windi; Prasetyo, Arif Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7985

Abstract

PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar merupakan PLTU berbahan bakar batu bara berkapasitas 2 × 350 MW yang memanfaatkan sistem pendingin kondensor dengan air laut. Untuk mencegah pertumbuhan biota laut pada sistem ini, diperlukan injeksi sodium hypochlorite (NaOCl) melalui metode shock dosing. Namun, fluktuasi pasang surut air laut menyebabkan konsentrasi NaOCl menurun, sehingga efektivitasnya berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elektroda karbon grafit dalam produksi NaOCl dari air laut serta menentukan konsentrasi NaOH dan durasi elektrolisis optimal. Produksi NaOCl dari air laut  dimulai dengan pengukuran pH dan konduktivitas, dilanjutkan elektrolisis menggunakan elektroda karbon grafit dengan variasi konsentrasi NaOH (0; 0,5; dan 1 N) dan waktu elektrolisis (10–60 menit). Kadar klorin dianalisis dengan titrasi iodometri. Hasil menunjukkan bahwa elektroda karbon grafit cenderung terdegradasi pada kondisi basa kuat dan suhu tinggi, serta menghasilkan larutan yang keruh. Kondisi optimal diperoleh pada penambahan NaOH 1 N dengan durasi elektrolisis 60 menit, menghasilkan kadar klorin tertinggi sebesar 550,34 mg/L, yang memenuhi kebutuhan aplikasi shock dosing pada sistem pendingin PLTU.