cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 914 Documents
PENGARUH FILLER KALSIUM SILIKAT DAN PLASTICIEZER SORBITOL TERHADAP UJI WATER ABSORPTION Juwita Puspa Sari; Rizky Zanuar Tristanti; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.37

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua penyumbang sampah terbesar yaitu 3,22 juta metrik ton setiap tahunnya. Sampah plastik ini dapat mengganggu kestabilan ekosistem lingkungan karena tidak dapat didaur ulang dan diurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk menangani permasalahan ini adalah dengan plastik biodegradable. Dalam penelitian ini plastik biodegradable dengan pati kulit pisang kepok sebagai bahan utama, plasticizer berupa sorbitol serta filler berupa kalsium silikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan filler kalsium silikat dan plasticizer sorbitol terhadap uji water absorption. Sorbitol memiliki sifat hidrofilik sehingga penambahan sorbitol dapat meningkatkan kelarutan plastik dalam air. Dan kalsium silikat berfungsi untuk memperkuat plastik Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil uji water absorption menunjukkan nilai terendah 33%. Pengaruh jumlah filler terhadap uji ketahanan air yang paling optimal adalah 30% sorbitol 4% kalsium silikat. Penambahan sorbitol pada plastik biodegradable pada uji water absorption dapat meningkatkan penyerapan air oleh plastik, sehingga  memperbesar persen penambahan berat pada sampel plastik.
PENENTUAN SUHU OPTIMUM BOTTOM COLUMN DALAM PEMURNIAN TRIASETIN MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5 Vemmy N.A. Putri; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i1.54

Abstract

Perkembangan biodiesel di Indonesia mengakibatkan kenaikan kebutuhan triasetin sebagai aditif bahan bakar. Manfaat triasetin selain untuk manaikkan nilai oktan juga dapat digunakan sebagai anti-knocking. Kemurnian produk triasetin sebagai bahan aditif minimal sebesar 99,8% ditetapkan dalam perancangan ini. Maka dari itu pemurnian triasetin menjadi salah satu proses penting dalam produksi. Proses distilasi dipilih dalam pemurnian triasetin dari sisa reaktan maupun produk samping karena terdapat perbedaan volatilitas setiap komponennya. Maka dari itu untuk mengoptimumkan pemurnian triasetin melalui proses distilasi untuk mendapatkan kemurnian tinggi dengan mempertimbangkan jumlah produk dilakukan simulasi proses produksi triasetin menggunakan CHEMCAD 7.1.5. Simulasi difokuskan pada penentuan suhu optimum pada bottom product kolom distilasi dengan melakukan trial mulai dari suhu 258°C. Hasil yang didapatkan semakin tinggi suhu bottom product maka semakin tinggi kemurnian triasetin namun produk yang dihasilkan semakin sedikit. Sehingga dari simulasi yang talah dilakukan suhu optimum bottom product dalam proses pemurnian triasetin sebesar 273°C dengan kemurnian 99,84% dan jumlah produk sebanyak 2402,65 kg/jam.
PERHITUNGAN NERACA MASSA, NERACA PANAS DAN EFISIENSI PADA ROTARY KILN UNIT KERJA RKC 3 PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. Amiruz Zahidin; Luchis Rubianto
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.114

Abstract

PT. Semen Indonesia Tbk. (Persero) merupakan salah satu pabrik yang menghasilkan semen sebagai bahan baku pembangunan atau konstruksi dari skala kecil sampai proyek yang skala besar, yang mana bahan utama 80% batu kapur, 15% tanah liat dan 5% campuran lainnya. Dimana terdapat beberapa proses yang terjadi meliputi proses crusher, raw mill, kiln, finish mill dan packing. Proses kiln adalah salah satu proses bagian dari proses pembentukan semen setengah jadi. Kiln yang digunakan jenis rotary kiln untuk proses kering dengan sistem continue. Evaluasi rotary kiln dilakukan untuk mengetahui kinerja proses kalsinasi pada alat rotary kiln yang mana akan mempengaruhi dalam hal pembentukan klinker dalam hal waktu proses hingga beban pada biaya proses. Dari hasil perhitungan akan diperoleh efisiensi alat rotary kiln. Dengan metode perhitungan neraca massa, neraca panas dan efisiensi alat, dengan suhu oprasi 900oC – 1450oC dan masssa bahan 526.625 kg.
PENGARUH KONSENTRASI UMPAN TERHADAP PERSENTASE PENURUNAN KONSENTRASI BAHAN PENCEMAR AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA MENGGUNAKAN PROSES ANAEROBIC FIXED FILM BIOFILTER (AF2B) Nur Alfiatuz Zahroh; Prayitno Prayitno
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.118

Abstract

Limbah cair industri tepung tapioka berasal dari proses pencucian bahan baku serta pengendapan pati, dimana limbah cair ini masih banyak mengandung bahan-bahan organik yang cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan perairan (sungai) yang berupa  bau busuk, warna hitam, dan kematian ikan dan menurunnya kualitas air sungai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BOD umpan terhadap penurunan konsentrasi BOD, COD, dan TSS dalam air limbah industri tepung tapioka menggunakan proses anaerobic fixed film biofilter yang bekerja secara kontinyu. Media biofilter yang digunakan adalah media sarang tawon. Variabel yang digunakan pada percobaan ini adalah konsentrasi BOD umpan sebesar 813.089 mg/l, dan 2439.1056  mg/L serta waktu tinggal 2 hari. Parameter yang diuji dalam penelitian ini antara lain: BOD, COD, dan TSS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi BOD umpan sebesar 813.089 mg/l terjadi penurunan maksimal konsentrasi BOD, COD dan TSS masing – masing sebesar 90%, 17%, dan 75%.
PENGARUH DOSIS ANTI REDUKTAN SODIUM BISULFIT TERHADAP UMUR CATRIDGE FILTER PADA SEA WATER REVERSE OSMOSIS (SWRO) I DI PT PJB UBJ O&M PAITON Verasari Rismawardani Maulida; Windi Zamrudy; Ali Mustofa
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.78

Abstract

Cartridge filter adalah alat pengaman untuk melindungi membran dan pompa tekanan tinggi dari partikel tersuspensi. Cartridge filter dengan ukuran pori absolut kurang dari 10 μm adalah pretreatment minimum yang disarankan untuk setiap sistem RO. Cartridge filter dilengkapi dengan pengukur tekanan untuk menunjukkan tekanan diferensial, dengan demikian menunjukkan tingkat pelanggarannya. Untuk menjaga waktu tinggal cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara menyesuaikan dosis anti reductant pada cartridge filter. Dalam teori yang dijelaskan 1.34 mg sodium metabisulfit dapat menghilangkan 1 mg chlorine bebas. Dalam praktisnya, 3 mg sodium metabisulfit biasanya digunakan untuk menghilangkan 1 mg chlorine. Sodium metabisulfit digunakan sebagai anti reduktan yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan chlorine pada air proses sebelum masuk ke RO. Metode yang digunakan dalam menjaga umur cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara trial dosis injeksi anti reduktan dari 2 bag menjadi 1 bag atau dari 1.8 ppm menjadi 0.8 ppm. Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama pengurangan dosis yaitu umur cartridge filter mengalami kenaikan menjadi kurang lebih 2 minggu, hal ini menunjukkan bahwa penurunan dosis anti reduktan terbukti dapat menjaga umur cartridge filter.
STUDI KASUS: PENGARUH SUHU TERHADAP FRAKSI MASSA TOP PRODUCT PADA PEMISAHAN PROPIL ASETAT MENGGUNAKAN KOLOM DISTILASI Riswandha Iman Rizaldi; Christyfani Sindhuwati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.109

Abstract

Jumlah suplier dalam negeri yang tidak banyak mengakibatkan permintaan pasar yang tinggi terhadap propil asetat. Propil asetat sering digunakan sebagai bahan baku dan bahan penunjang pada industri percetakan, tekstil dan cat. Propil asetat terbentuk karena proses esterifikasi dan dibutuhkan kolom distilasi untuk mendapatkan produk yang bebas pengotor. Tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu umpan terhadap fraksi massa produk atas kolom distilasi pada pemisahan propil asetat dari pengotornya. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan ChemCAD dengan model termodinamika NRTL. Hasil dari simulasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa untuk mendapatkan produk murni propil asetat tidak cukup jika hanya menggunakan 1 kolom distilasi, dibutuhkan tahapan pemisahan lagi antara propil asetat dan asam asetat. Dapat diketahui semakin tinggi suhu yang diberikan maka total produk yang dihasilkan semkain banyak, tetapi fraksi propil asetat yang didapatkan akan semakin rendah. Dari simulasi yang telah dilakukan, fraksi propil asetat tertinggi sebesar 0,698829 dengan total massa yang didapatkan sebesar 1064.13 kg/jam dalam suhu 65°C dan tekanan 1 atm.
PENGARUH RASIO STARTER TERHADAP SUBSTRAT DALAM PRODUKSI BIOGAS Diana Sayyidah Hafsah; Dini A.F. Zakiyyah; Prayitno Prayitno
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.14

Abstract

Limbah cair tahu merupakan limbah yang memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Jika langsung dibuang tanpa pengolahan limbah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran lingkungan, maka dengan pemanfaatan limbah cair tahu sebagai bahan baku produksi biogas untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Produksi biogas dari limbah cair tahu di proses secara fermentasi selama 25 hari dengan bantuan bakteri metanogenik yang berasal dari kotoran sapi menggunakan reaktor UASB dengan kapasitas ± 20 liter. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio volume starter kotoran sapi dengan volume limbah cair tahu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Rasio tersebut berdasarkan perbandingan volume dengan variasi 2:10, 4:10 dan 6:10. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan ke dalam reaktor. Hasil karakteritik limbah cair tahu menggunakan metode botol winkle menunjukkan kandungan BOD sebesar 2.905,2 mg/l. Pengamatan terhadap produksi biogas dilakukan dengan melihat volume biogas setiap 5 hari serta melihat kandungan gas metana (CH4) menggunakan multi gas monitor AS8900. Kondisi operasi terbaik diperoleh pada rasio volume starter kotoran sapi dengan volume limbah cair tahu 4:10 (R2) dengan volume biogas yang dihasilkan sebesar 666 ml. Volume gas metana yang terbaik diperoleh dari rasio 6:10 (R3) dengan volume sebesar 0,7 ml.
PENGARUH RASIO MASSA KATALIS CaO DAN SUHU PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK RANDU MENJADI BIODIESEL Khoirunnisa S. Nugroho; Herawati Retnaningtyas; Hardjono Hardjono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.32

Abstract

Keberadaan tanaman randu yang cukup melimpah serta kurangnya pemanfaatan minyak randu merupakan kesempatan besar untuk dikembangkan menjadi bahan dalam pembuatan biodiesel. Biodiesel dapat diperoleh dengan cara mereaksikan minyak nabati dengan alkohol menggunakan katalis pada suhu dan komposisi tertentu. Penggunaan katalis heterogen, salah satunya CaO, dalam pembuatan biodiesel karena sifatnya yang lebih stabil, ramah lingkungan, korosi pada peralatan yang rendah, dan mudah untuk dipisahkan dari campuran reaksi, serta dinilai lebih ekonomis jika dibandingkan dengan katalis homogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa katalis CaO dari cangkang kerang darah dengan CaO murni (1:0; 3:1; 1:1; 1:3; 0:1) terhadap %massa FAME yang dihasilkan serta mempelajari pengaruh suhu transesterifikasi (55oC, 60oC, 65oC) terhadap %massa FAME yang dihasilkan. Cangkang kerang darah, melalui proses kalsinasi pada suhu 900oC selama 3 jam akan terdekomposisi menjadi CaO sehingga dapat dimanfaatkan sebagai katalis heterogen. Pembuatan biodiesel dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari degumming, esterifikasi, dan transesterifikasi. %Massa FAME tertinggi didapatkan pada variabel rasio massa CaO CKD dengan CaO murni 0:1 serta suhu transesterfikasi 65oC yakni sebesar 98,54%.
PENGARUH RASIO FEED: SOLVENT DAN WAKTU TERHADAP EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE DENGAN PELARUT ETANOL Ilham Arief Pratama; Farid Yudha Nugraha; Abdul Chalim
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.49

Abstract

Produksi rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data ekspor negara Indonesia termasuk salah satu pengekspor rempah-rempah terbesar di Asia. Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pembuatan obat tradisional maupunmodern. Leaching merupakan metode ekstraksi padat-cair dengan menggunakan pelarut organik. Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, dan suhu, terhadap nilai yield. Digunakan pelarut etanol dengan perbandingan suhu 50 °C.Variabel yang digunakan adalah rasio jahe : pelarut dan waktu. Variasi waktu yang digunakan sebesar 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam dengan rasio 1:3, 1:5, 1:7, 1:9. Proses denganleaching kondisi terbaik didapatkan pada suhu rasio 1:5 dengan waktu 5 jam dengan nilai yield yang didapat sebesar 93,99%.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN METHYL ESTER SULFONATE (MES) DARI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN Risky Dimas Alfian; Asalil Mustain
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.96

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil Crude Palm Oil (CPO) yang dapat diproses untuk menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang merupakan salah satu bahan dasar dalam pembuatan Methyl Ester Sulfonate (MES). MES merupakan bahan dasar dalam pembuatan produk deterjen. Saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik MES sendiri dan masih bergantung pada produk impor dari negara lain. Sedangkan, kebutuhan akan surfaktan semakin meningkat. Sehingga, pabrik MES perlu didirikan untuk mendukung ketersediaan surfaktan dan menambah devisa negara. Pabrik MES yang akan didirikan memiliki kapasitas 50.000 ton/tahun diharapkan mampu memenuhi 60% dari kebutuhan pasar nasional. Berdasarkan evaluasi ekonomi pabrik MES ini, keuntungan kotor didapatkan sebesar Rp. 141.395.799.698,-/tahun, keuntungan bersih didapatkan sebesar Rp. 84.837.479.818,57,-/tahun, Nilai BEP dihasilkan sebesar 50,03%/tahun, Return On Investment sebelum pajak dihasilkan sebesar 38,44%/tahun dan setelah pajak sebesar 23,06%/tahun, Pay Out Time diperoleh sebesar 3,025 tahun dan Shut Down Point pabrik ini berada pada angka 5,84%. Hasil evaluasi ekonomi ini menunjukkan bahwa pabrik MES ini layak untuk didirikan.

Page 4 of 92 | Total Record : 914