Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi
TEMATIK - Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi merupakan jurnal ilmiah sebagai bentuk pengabdian dalam hal pengembangan bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi serta bidang terkait lainnya. TEMATIK - Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi diterbitkan oleh LPPM dan Program Studi Manajemen Informatika di Politeknik LP3I Bandung. Redaksi mengundang para dosen, peneliti dan professional dari dunia industri dan kerja untuk menulis karya ilmiah dan pengalaman praktis di lapangan terkait implementasi Informatika dan Komputer.
Articles
264 Documents
PENERAPAN METODE SOFT COMPUTING DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DI BIDANG TEKNIK
Zen Munawar, S.T., S.Kom., M.Kom
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.81
Abstrak : Soft Computing merupakan metode yang mampu mengolah data dengan baik. Konsep Soft Computing menitikberatkan kerjasama antara dalam memecahkan suatu permasalahan, sehingga potensi dan keunggulan tiap metode dapat termanfaatkan secara optimal. Metode soft computing dapat meningkatkan kemampuan otomatisasi ke aplikasi tingkat baru. Pengendalian proses adalah sebuah aplikasi penting dari industri apapun untuk mengendalikan parameter sistem yang kompleks, dengan pengendalian paramater dapat memberikan added value dari kemajuan tersebut. Cara pengendalian konvensional umumnya berdasarkan pada model matematika yang menggambarkan perilaku dinamis dari sistem pengendalian proses. Pada pengendalian konvensional terdapat kekurangan yang dapat dipahami, pengendali konvensional sering kalah dengan pengendali (controllers) cerdas. Metode soft computing dapat memberikan kemampuan untuk membuat keputusan dan belajar dari data yang dapat diandalkan. Selain itu, teknik soft computing dapat mengatasi dengan berbagai lingkungan dan stabilitas ketidakpastian. Makalah ini membahas berbagai bagian soft computing yaitu. fuzzy logic, algoritma genetika dan hibridisasi dan meringkas hasil kasus pengendalian proses. Hasil kesimpulan diperoleh pengendali soft computing memberikan kontrol yang lebih baik pada kesalahan dibandingkan pengendali konvensional dan pengendali algoritma genetika hibrida berhasil dioptimalkan.
ANALISIS DAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN COBIT@ 5 PAM (PROCESS ASSESMENT MODEL)
Ginanjar Nugraha, M.Kom 1, Bagja Nugraha, M.Kom;
Bagja Nugraha, M.Kom
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.82
Abstrak: Menganalisis dan mengevaluasi tingkat kapabilitas dalam proses penerapan tatakelola teknologi informasi yang berjalan di Universitas Singaperbangsa Karawang dan disesuaikan dengan standar nasional PTN yang tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. COBIT@ 5 PAM (Process Assesment Model) memberikan pedoman proses-proses dan dukungan praktis untuk membantu pimpinan dan manajemen eksekutif dalam memahami dan melaksanakan peran yang sesuai dalam merencanakan SIA. Organisasi dapat menggunakan prinsip-prinsip, proses-proses, dan hal-hal praktis yang terdapat pada COBIT@ 5 PAM (Process Assesment Model) untuk memperoleh manfaat strategik dan menciptakan level bisnis nyata yang lebih berarti. Hasil penelitian ini diketahui bahwa berdasarkan indeks pada capability model berada pada level 2.1 itu berarti UNSIKA telah menggunakan layanan teknologi informasi dari kegiatan operasional akademiknya, dengan COBIT@ 5 PAM (Process Assesment Model) ini diharapkan dapat menghasilkan suatu portofolio atau langkah-langkah yang terbaik bagi pihak UNSIKA pada saat akan mengambil keputusan untuk merencanakan proses Integrasi PTS ke PTN sesuai UU Kemenristek DIKTI.
EVALUASI TATA KELOLA NILAI INVENTASI TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN DOMAIN VALUE GOVERNANCE DALAM KERANGKA KERJA VAL IT 2.0
Agus Salim, S.Kom., M.Kom.
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.83
Abstrak : Penerapan teknologi informasi dalam menjalankan strategi bisnis dalam suatu perusahaan di era informasi saat ini sangat diperlukan dalam rangka memberikan nilai layanan dan juga dalam mempertahankan keberadaan perusahaan terhadap persaingan dengan perusahaan sejenis. Investasi teknologi informasi merupakan hal yang wajib dilakukan perusahaan untuk dapat mendukung strategi perusahaan dengan cara membantu perusahaan dalam mendapatkan efisiensi dan efektifitas operasional, meningkatkan proses perencanaan dan membuka pasar baru. Dalam penelitian ini dilakukan analisis tentang penggunaan framework Val IT 2.0 dengan menggunakan salah satu domain yaitu Value Governance dalam mengukur nilai manfaat investasi teknologi informasi berdasarkan tata cara pengelolaan nilai manfaat dari sebuah investasi teknologi informasi. Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus di Politeknik LP3I Bandung. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang diberikan kepada jajaran manajemen dan staf yang terlibat dalam penggunaan sistem informasi di Politeknik LP3I Bandung. Analisis yang dihasilkan juga disertai pengukuran tingkat maturitas dari domain Value Governance dari kerangka kerja Val IT 2.0, sehingga Politeknik LP3I Bandung dapat memiliki gambaran tentang proses-proses manajemen nilai investasi TI yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa sebagian besar tingkat kematangan berada pada level 3 (defined). Politeknik LP3I Bandung telah menjalankan proses investasi TI sebagai bagian penting dari tujuan organisasi, adanya kajian pengelolaan investasi TI dengan menggunakan framework Val IT 2.0 dapat membuat Politeknik LP3I Bandung menyadari keunggulan-keunggulan yang dapat dipertahankan dan kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki terkait pengelolaan investasi TI.
ANALISIS PENERIMAAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASISI EDMODO BAGI PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)
Yuyun Tresnawati, M.Kom
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.84
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh sistem pembelajaran berbasis edmodo terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 4 Bandung dengan menggunakan TAM (Technologi Acceptance Model). Penggunaan model TAM didasarkan pada kenyataan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku pengguna terhadap sistem teknologi informasi baru. Penelitian ini berjudul “Analisis Penerimaan Sistem Pembelajaran Berbasis Edmodo Bagi Peserta Didik Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (Study Kasus Pada SMKN 4 Bandung)”. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 4 Bandung kelas XI dan XII rumpun Teknik Informatika. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yang mengambil metode pengambilan sampel dengan didasarkan pada kriteria tertentu. Kriteria sampel penelitian ini adalah siswa yang aktif pada semester ganjil tahun pembelajaran 2015/2016. Analisis multivariat yang dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS (Analysis Of Moment Structure), Hasil penelitian ini membuktikan hanya 5 hipotesis diterima dari total 9 hipotesis yang diajukan. Hanya pada hubungan berikut yang terbukti mempunyai pengaruh positif : a) Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU), b) Attitude Toward Using ( ATU) terhadap Perceived Enjoyment (PE),c) Attitude Toward Using (ATU) terhadap Perceived Usefulness (PU),d) Attitude Toward Using (ATU) terhadap Perceived Ease of Use (PEOU) e) Attitude Toward Using ( ATU) terhadap Behavioral Intention to Use (BITU), f) Actual Usage (AU) terhadap Behavioral Intention to Use (BITU). Hal ini membuktikan bahwa penggunaan sistem pembelajaran berbasis aplikasi edmodo tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh Technologi Acceptance Model.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DATA SPASIAL BANGUNAN YANG MEMILIKI KRK-IMB DI DINAS TATA RUANG TATA BANGUNAN DAN PERUMAHAN KOTA XYZ
Rita Komalasari, S.Si.,M.Kom;
Asye Rachmawaty, S.T., M.M.
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.85
Abstrak: E-government adalah kemampuan dari pemerintah untuk melakukan pelayanan pada publik/masyarakat menggunakan aplikasi teknologi yang tersedia dan beralih dari sistem manual yang ada saat ini sehingga proses dapat berlangsung secara tepat dan cepat dan masyarakat dapat mengakses secara langsung ke aplikasi sehingga segi transparansi dapat tetap terjaga. Dinas Tata Ruang Tata Bangunan dan Perumahan Kota XYZ membuat suatu aplikasi untuk dapat mengakses informasi mengenai bangunan yang memiliki KRK-IMB berbasis spasial guna menanggapi kebutuhan masyarakat akan informasi penataan ruang.
ANALISIS PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI
Dion Eko Valentino, S.S., M.Kom
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.86
Abstrak : The Gentleman Club Shop merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang impor dan penjualan barang yang didirikan pada tahun 2009. The Gentleman Club Shop memiliki visi untuk menjadi leader dibidang penjualan produk impor berbasis hobby sepak bola dan culture berbau sepakbola khususnya di Kota Bandung, Umumnya di Indonesia. Dari analisis di lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini, The Gentleman Club Shop belum sepenuhnya menerapkan system informasi, masih banyak dengan cara manual. Dengan analisis internal dan eksternal perusahaan saat ini, maka perusahaan perlu menerapkan sistem informasi (SI) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis The Gentleman Club Shop. Implementasi SI membutuhkan strategi perencanaan system informasi yang tepat dan sesuai dengan lingkungan perusahaan. Perencanaan strategis system informasi The Gentleman Club Shop dilakukan dengan tiga pendekatan. Pertama, menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui posisi perusahaan dengan pesaing lainnya yang bergerak dalam bidang yang sama. Kedua, menggunakan analisis Balanced Scorecard, perusahaan menggunakan scorecard sebagai sebuah system manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang . Perusahaan menggunakan fokus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai proses manajemen penting. Ketiga, dengan Critical Success Factor yang merupakan pendekatan paling efektif untuk membantu mengidentifikasikan informasi apa yang dibutuhkan organisasi atau perusahaan. Hasil perencanaan strategi SI berupa portofolio aplikasi, yang dikategorikan berdasarkan beberapa perspektif dan prioritas, seperti perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan. Dalam mengembangakan aplikasi yang diprioritaskan, The Gentleman Club Shop melakukan beberapa tahapan yang dimulai dari tahun 2012 hingga 2015.
ANALISIS PENERIMAAN SISTEM MOBILE COMMERCE MENGGUNAKAN B2C E-COMMERCE SUCCESS MODEL
Andi Dahroni.,S.T.,M.Kom
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.88
Abstrak : Persaingan dalam dunia usaha tentunya semakin kompetitif mengakibatkan perusahaan harus fokus pada unsur kinerjanya dengan memperhatikan customer satisfaction. Sistem Informasi saat ini memainkan peran strategis dalam menghadapi persaingan bebas.(Suzanto, 2015). Demikian pula halnya dengan Perusahaan seperti lazada yang memberikan pelayanan berupa toko online untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Dalam rangka memberikan pelayanan terhadap pelanggan peran sistem informasi sangat penting dalam rangka pemberian informasi produk-produk yang akurat dan jelas kepada pelangganya. Sejak munculnya internet, B2C e-Commerce telah tumbuh secara substansial di seluruh dunia. Sementara banyak penelitian telah meneliti faktor yang mempengaruhi adopsi e-commerce, tidak banyak studi telah meneliti fenomena adopsi pasca kesuksesan. Penelitian-penelitian yang telah menyelidiki IS sukses dan ekstensi yang diperlukan untuk mengakomodasi e-commerce terutama secara konseptual. Beberapa telah berusaha untuk menguji dan memvalidasi model empiris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisi kesenjangan ini. Model dan hubungan diuji dan divalidasi menggunakan data yang dikumpulkan dari 425 konsumen online di Indonesia. 7 dimensi yang saling terkait pada model keberhasilan B2C e-commerce, yaitu kualitas layanan, kualitas sistem, kualitas informasi, kepercayaan, persepsi manfaat, kepuasan pengguna dan niat kelanjutan. hubungan langsung antara dimensi diidentifikasi. Ini menunjukkan bahwa niat pengguna untuk terus menggunakan situs ritel online secara langsung dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan, kualitas layanan, kepercayaan, dan insentif loyalitas. kepuasan pengguna secara langsung dipengaruhi oleh kualitas layanan dan kepercayaan, sementara persepsi manfaat secara langsung dipengaruhi oleh kepercayaan. Trust di pengecer online secara langsung dipengaruhi oleh kualitas layanan.
SYLLABUS DESIGN
Teti Sumarni;
Yuyun Taufik, S.Pd., M.Si.
TEMATIK Vol 3 No 2 (2016): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Desember 2016
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v3i2.89
Abstract : Curriculum is designed to be the guidelines for lecturers to provide clearer, achievable, and measurable teaching goals. Instructions in a good curriculum should be effective. Students require a suitable curriculum for what they need to learn and for characteristics they have. This research applies qualitative methods with descriptive case study as its framework, to analyze the syllabus of an English Course in Politeknik LP3I Bandung called English for Specific Purposes One: English for Job Seekers. The theories adapted from Hunkins and Allan (2009), Posner (1992), Johnson (1989), Nunan (1988), and McGrath (2002) and Richard (2001). The data were gained from document analysis and interview. The result of the analysis showed that the syllabus of the course has partially met all required aspects expected to meet students’ characteristics and to fulfill the characteristic of quality syllabuses that would enable students to achieve maximum learning achievement. This situation indicates that the syllabus in need of further improvement.
KEAMANAN PADA E-COMMERCE USAHA KECIL DAN MENENGAH
Munawar, Zen
TEMATIK Vol 5 No 1 (2018): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Juni 2018
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v5i1.144
E-commerce untuk usaha kecil dan menengah menjadi target yang sangat baik untuk pelaku serangan jahat. Pada usaha kecil dan menengah tidak memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menangani serangan secara efektif. Pada organisasi besar dan sebagian organisasi menengah memiliki tim yang berdedikasi untuk menangani insiden keamanan dan mencegah serangan di kemudian hari. Sedangkan kebanyakan usaha kecil dan menengah tidak memiliki kemampuan untuk menangani insiden seperti yang dilakukan pada organisasi besar. Keamanan situs e-commerce sangat penting untuk kepatuhan terhadap hukum dan peraturan serta mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan konsumen, mitra dan stack holder. Standar keamanan telah ditetapkan oleh berbagai organisasi untuk membantu memandu keamanan pada server usaha kecil dan menengah, namun, banyak dari standar tersebut atau pedoman terlalu mempunyai nilai yang sangat mahal. Penelitian ini ini akan memaparkan bagaimana serangan dilakukan dan bagaimana usaha kecil dan menengah dapat secara efektif dapat mengamankan jaringan dengan biaya ekonomis.
MANAJEMEN RESIKO KEAMANAN E-COMMERCE
Herdiana, Yudi
TEMATIK Vol 5 No 1 (2018): TEMATIK : Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi - Juni 2018
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38204/tematik.v5i1.145
Selama dekade terakhir, e-commerce menciptakan peluang baru yang menarik untuk bisnis tetapi juga membawa kerentanan aplikasi web baru dan risiko keamanan transaksi. Manajemen resiko keamanan e-commerce di implementasikan dengan tujuan untuk menyelidiki hubungan antara perasaan konsumen, keamanan toko dan niat pembelian mereka dari toko. Hal ini perlu diketahui dengan mengevaluasi bagaimana persepsi variasi keamanan di antara situs web tanpa kehadiran sosial di satu sisi dan dengan kehadiran sosial di sisi yang lain. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi bagaimana kehadiran sosial dapat mengurangi resiko keamanan yang dirasakan oleh konsumen. Metode penelitian termasuk skenario yang diberikan untuk masing-masing peserta dan mengharuskan untuk melalui pembelian belanja di situs web yang diberikan. Kemudian peserta diberi survei di mana peserta akan mengevaluasi persepsi mereka tentang pengalaman belanja terkait keamanan, kehadiran sosial, dan niat untuk membeli. Penelitian sebelumnya sudah ada penelitian yang dilakukan tentang persepsi keamanan, tetapi tidak satu pun dari studi ini melihat bagaimana jenis toko, berdampak pada persepsi keamanan dan bagaimana kehadiran sosial dapat mengurangi persepsi negatif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa persepsi resiko keamanan dan niat untuk melakukan pembelian berbanding terbalik, itu adalah bahwa semakin besar resikonya, Orang merasa, semakin kecil kemungkinan mereka akan memiliki niat untuk melakukan pembelian. Penelitian ini juga menemukan bahwa jenis toko tidak mempengaruhi persepsi keamanan atau niat untuk melakukan pembelian. Keberadaan sosial juga tidak ditemukan untuk mempengaruhi persepsi keamanan atau niat untuk melakukan pembelian. Pengalaman berbelanja online ditemukan untuk mempengaruhi persepsi resiko.