cover
Contact Name
Ivan Sunata
Contact Email
sunataivan@gmail.com
Phone
+6285274603444
Journal Mail Official
sunataivan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Jl. Kapten Muradi, Kec. Sungai Liuk, Kerinci, Jambi, Indonesia 37112
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
ISSN : 27146510     EISSN : 27156273     DOI : https://doi.org/10.32939/ishlah
Core Subject : Religion,
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah is a journal that publishes current original researches on ushuluddin, adab and dakwah phenomenon and studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah are: Interpretation of the Quran and Hadis; Humanities and Philology; Islamic Historical and Cultural Studies; Islamic communication/public speaking (Tabligh); Islamic counseling (Irsyad); Da’wah management (Tadbir); Islamic community development (Tamkin); Religion Studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2019): Juni" : 7 Documents clear
Dakwah Sirriyah dan Jahriyah Perspektif Al-Quran Ivan Sunata; Aan Firtanosa
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.23

Abstract

Dakwah merupakan kegiatan penyebarluasan ajaran agama Islam, pelakunya disebut daʻi. Berdasarkan nash Al-Quran, kata daʻi pertama kali digunakan untuk Allah, Iblis, baru setelah itu Rasulullah SAW. Saat mengemban misi Allah SWT tersebut, Rasulullah SAW pertama kali melaksanakannya dengan cara sembunyi-bunyi, karena selain Islam adalah agama baru yang ajaranya intinya adalah mentauhidkan Allah SWT, dakwah Nabi Muhammad juga mendapat penolakan dari kaum kafir Quraisy. Lima sebab yang mendorong keras orang-orang Quraisy menentang seruan Islam, yaitu: 1) Mereka tidak dapat memilah dan memisahkan antara kenabian dengan kekuasaan. Mereka beranggapan bahwa mengikuti seruan Muhammad berarti menyatakan diri tunduk dan taau kepada Bani Abdul Muthalib. 2) Nabi Muhammad mengkampanyekan persamaan hak dan kedudukan antara kalangan bangsawan dan hamba sahaya. 3) Para pemuka Quraisy tidak terima ajaran Nambi Muhammad tentang kebangkitan dan pembalasan di alam akhirat. 4) Taklid kepada ajaran dan kepercayaan nenek moyang adalah kebiasaan yang sudah mengakar pada bangsa Arab. 5) Pemahat dan pedagang patung beranggapan bahwa Islam sebagai agama yang menghambat rezeki mereka. Setelah itu, dengan semakin banyaknya penganut agama Islam, serta jaminan keamanan dari beberapa sahabat, Nabi Muhammad secara berangsur berdakwah dengan cara terbuka atau terang-terangan.
Dakwah Islamiah dan Usaha Mengatasi Akhlak yang Buruk Zuhdi, Ahmad
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.24

Abstract

Dakwah Islam hakikatnya adalah menyampaikan pesan pesan samawi melalui al-Quran untuk mendidik umat manusia selain dari pembelajaran tentang cabang-cabang ilmu yang ada, tujuan hakikinya adalah bagaimana upaya membentuk kepribadian seseorang, sehingga mereka memiliki kesempurnaan akhlak. Akhlakul karimah merupakan wujud konkret keimanan dan keislaman paripurna seorang Muslim. Akhlakul karimah dalam arti luas adalah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada al-Quran dan Sunnah sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun. Akal dan nurani setiap manusia dapat dilihat dan dinilai melalui tingkah laku yang biasa ia tampakkan dalam keseharian. Dengan kata lain, akhlak merupakan suatu takaran yang digunakan untuk menilai atau mengevaluasi ketinggian akal dan nurani seseorang. Akhlak akan menjadi milik siapa saja yang secara konsisten dan sungguh-sungguh dalam memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam. Siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah sebagai karakter dalam dirinya akan menjadi orang yang paling beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Generasi yang berakhlak tidak memerlukan pencitraan apalagi memaksakan kehendak. Baginya, kepentingan publik jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Usaha dan upaya mengatasi perilaku buruk atau akhlak buruk merupakan tanggung jawab bersama, dengan melakukan berbagai pendekatan dan cara, secara individu maupun koletif, formal dan nonformal. Sehingga misi keummatan yang aman dan tentram dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan oleh semuanya.
Membangun Ecotheology Qur’ani : Reformulasi Relasi Alam dan Manusia dalam Konteks Keindonesiaan Marjan Fadil
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.25

Abstract

Penelitian ini menunjukkan hakikat penting relasi manusia (makhluk) dan alam dengan mengedepankan nilai agama Islam. Komponen alam ini terdiri dari hewan, air, tanah dan udara. Prinsip ecotheology ini membangun doktrin kepedulian umat muslim terhadap lingkungan, karena lingkungan telah menjadi isu penting dan sangat mengkhawatirkan pada masa sekarang. Terdapat pedoman penting yang harus diperhatikan dalam ecotheology Qur’ani ini, yakni pilar ketauhidan, khilafah, dan akhīrah (akuntabilitas). Prinsip ini dieksplorasi dari nilai-nilai yang telah diajarkan di dalam al-Qur’an dengan mengedepankan prinsip teologi. Hasil ini diharapkan mampu mengarusutamakan kembali perhatian umat Islam terhadap alam yang telah abai dengan ciptaan Tuhan dan berdampak pada upaya umat Islam mencegah, menjaga serta melestarikan segala ciptaan Tuhan, melalui pola pikir ataupun tindakan.
Interpretasi Sufistik Hadis (Telaah Pemikiran Jalaluddin Rumi dalam Kitab Fihi Mā Fihi) Oga Satria
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.26

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi interpretasi hadis yang dilakukan oleh Jalaluddin Rumi di dalam kitab fihi ma fihi. Sebagai salah satu metode interpretasi teks keagamaan yang terdapat di dalam Islam, interpretasi sufistik dianggap cenderung melihat makna teks hadis sesuai dengan intuisi sang sufi yang berasal dari kesucian hati bukan terpaku pada makna tekstual. Oleh karena itu, pemaknaan terhadap sebuah hadis yang dihasilkan oleh para sufi terkadang terlihat menyimpang dan jauh dari makna tekstualnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul dan kemudian melakukan analisis serta menarik kesimpulan dari permasalahan tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa interpretasi hadis yang dilakukan oleh seorang sufi, terutama Jalaluddin Rumi, tidak selamanya bertentangan dengan makna tekstualitas hadis. Rumi dalam beberapa kesempatan bahkan memaknai hadis secara tekstual sebagaimana yang ditafsirkan dan dipahami oleh ulama-ulama hadis lainnya.
Reposisi Perempuan Islam dalam Bingkai Historiografi Nur Ikhlas
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang perempuan, yang dijelaskan dengan rincian dari segi sejarah perempuan secara historiografi dan dalam pandangan Islam. Sejarah membuktikan bahwa perempuan tidak banyak terlibat sejak periode awal sejarah itu ada hingga sekang, namun pada beberapa tahun terakhir gender salah satu pembahasan yang cukup membumi. Akan tetapi pada makalah ini tiak akan dibahas masalah gender. Makalah ini akan mengungkap bagaimana keterlibatan perempuan dalam historiografi dan dalam perjalanan sejarah Islam. Sejarah perempuan merupakan suatu hal yang cukup rumit, mengingat penulisan sejarah perempuan sangat langka bahkan tidak tercatat dalam sejarah. Sejarawan mengatakan bahwa “wanita tersembunyi dalam sejarah” dikarenakan perempuan dianggap tidak terlalu penting dalam perjalanan sejarah. Sebenarnya jika ditinjau dari perjalanan nya perempuan cukup penting dan sangat berpengaruh dari perkembangan sejarah baik itu ditinjau dari historiografi dan dalam perjalanan Islam. Penulisan makalah ini megumpulkan data-data dari berbagai penelitian buku-buku dan jurnal tentang perempuan serta data-data lainnya yang berkaitan dengan pembahasan makalah.
Kandungan al-Fātihah Karya Bahrum Rangkuti (Koherensi al-Fātihah dengan Pancasila) Yuliana, Devi Faizah
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.28

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang salah satu karya tafsir Indonesia, yakni buku Kandungan Al-Fatihah yang ditulis oleh Bahrum Rangkuti, salah satu sastrawan Indonesia. Pokok permasalahan yang dikaji adalah: bagaimana penafsiran Rangkuti terhadap surah al-Fatihah yang dikoherensikan dengan Pancasila, bagaimana manhaj, thariqah, lawn, dan uslub tafsirnya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan metodologi penafsiran al-Qur’an dan diintegrasikan dengan pendekatan filologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Rangkuti dalam bukunya menafsirkan surah al-Fatihah dengan visi kebudayaan, lalu menghadapkannya dengan Pancasila. Rangkuti menjelaskan bahwa surah al-Fatihah mengandung lima pokok (ushul), yaitu Allah, Rabb al-‘Alamin, al-Rahman, al-Rahim, dan al-Malik. Dari lima pokok ini, kemudian Rangkuti menjelaskan bahwa di dalamnya juga mengandung penjelasan tentang aspek politik, sosial, ekonomi, lalu mengaitkannya dengan Pancasila. Adapun manhaj yang digunakan dalam karya tersebut adalah dominan ke tafsir bi al-ra’yi di samping juga terdapat beberapa penafsirannya menggunakan tafsir bi al-ma’tsur. Thariqah/ metode tafsirnya adalah tahlili (analisis) dengan lawn/corak adab al-ijtima’i (sosial kemasyarakatan). Sedangkan uslub (sistematika) tafsirnya dimulai dengan penjelasan tentang al-Fatihah, maksud masing-masing ayat, selanjutnya diuraikan kandungan surah al-Fatihah ke dalam bab-bab yang terdapat dalam buku tersebut sampai akhir.
Tradisi Budaya Masyarakat Islam di Tatar Sunda (Jawa Barat) Sujati, Budi
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i1.29

Abstract

Di era globalisasi ini arus perubahan budaya lintas negara sangat cepat terjadi. Di satu sisi sangat mengkhawatirkan dan satu sisi lain menggembirakan. Kekhawatiran tersebut dirasakan karena perubahan budaya bersifat Trans-Nasional akan mengubah struktur identitas budaya-budaya lokal yang sudah mapan digantikan dengan budaya yang lebih bersifat radikal, tanpa kompromi. Menggembirakannya adalah budaya lokal yang dapat bertahan dari hembusan badai yang menghadang dengan sangat kencang akan menjadi model dan contoh dari bangsa-bangsa lain untuk dapat belajar dari budaya kita. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana sebuah budaya lokal di Tatar Sunda (Jawa Barat) mampu berakulturasi dengan agama Islam yang dianut oleh masyarakat Sunda sebagai agama mayoritas menjadikan agama Islam dijalankan dalam aspek kehidupan berbaur dengan budaya setempat dengan mengakar kuat bahwa Islam adalah Sunda dan Sunda adalah Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metodologi kualitatif. Digunakannya metode ini agar mudah menjelaskan (to eksplanation) suatu fenomena yang terjadi di masyarakat Tatar Sunda (Jawa Barat) dengan menggunakan kajian budaya dengan tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7