cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
Pengaruh Penggantian Jagung Dengan Pollard Terhadap Pemanfaatan Protein Pada Kelinci New Zealand White Chochos Nuchyvera, Christina Maria Sri Lestari, Sri Mukodiningsih
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.1, Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i1.215

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan protein pakan pada kelinci New Zealand White (NZW) akibat penggantian bahan pakan jagung dengan pollard. Materi penelitian sebanyak 18 ekor kelinci NZW betina umur 2 bulan, dengan bobot badan awal 1.952,39 ± 318,63 g  (CV=16,65%). Kelinci dikandangkan dalam kandang baterai yang terbuat dari bambu dan kawat, dilengkapi tempat pakan dan tempat minum. Pakan yang digunakan berupa pelet disusun dari jagung, pollard, dedak halus, bungkil kedelai, wheat bran, molasses dan dedak kasar. Penelitian menggunakan  rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu T1= Pelet dengan bahan pakan jagung 30%, T2 = Pelet dengan bahan pakan jagung (15%) dan pollard (15%), T3 = Pelet dengan bahan pakan pollard  30%. Variabel yang diamati meliputi konsumsi bahan kering (BK), konsumsi protein kasar (PK), konsumsi energi, kecernaan BK, kecernaan PK dan pemanfaatan PK. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian jagung dengan pollard pada pakan kelinci NZW tidak berpengaruh pada semua variabel yang diamati (P0,05). Rata-rata konsumsi BK, PK dan energi berturut-turut 81,29 g, 12,76 g dan 196 kkal/kg/ekor/hari. Adapun rata-rata kecernaan BK= 84,68%, kecernaan PK = 65,99%, sedangkan pemanfaatan protein sebesar 43,14%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggantian bahan pakan jagung dengan pollard  pada kelinci New Zealand White betina menghasilkan pemanfaatan protein yang  relatif sama. Kata kunci: Kelinci NZW, jagung, pollard, pemanfaatan protein 
EFISIENSI EKONOMIS PENAMBAHAN KATU (Sauropus androgynus L) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN ., Rumiyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 1 Maret 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i1.48

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan katu terhadap produksi susu, pendapatan bersih, rentabilitas, dan efisiensi ekonomis pada usaha ternak sapi perah. Penelitian dilaksanakan di CV. Argasari, Desa Tegalrejo, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah : 1). Sapi perah FH jumlah 15 ekor dengan kriteria perode laktasi tahun kedua bulan laktasi kelima dan keenam, rata-rata bobot badan 412,20 59,47 kg (CV = 14,43%) rata-rata produksi susu adalah 9,49 1,27 liter (CV = 13,38%); 2). Ransum (tebon jagung, konsentrat dan bubuk katu). Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah : T0 = Tebon jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Katu 0% sebagai kontrol; T1 = Tebon jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Katu 0,02% BB; T2= Tebon jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Katu 0,03% BB; T3= Tebon jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Katu 0,04% BB; T4= Tebon jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Katu 0,05% BB. Parameter yang diamati meliputi produksi susu, pendapatan bersih, rentabilitas dan efisiensi ekonomis. Data dianalisis dengan Analisis Varian (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Rata-rata produksi total selama satu bulan T0 = 220,16 liter; T1 = 261,49 liter; T2 = 264,72 liter; T3 = 269,75 liter dan T4 = 282,75 liter. 2). Pendapatan bersih selama satu bulan : T0 = Rp 497.696,05; T1 = Rp 329.561,30; T2 = Rp 412.491,80; T3 = Rp 329.253,71 dan T4 = Rp 321.572,82. 3). Rata-rata rentabilitas selama satu bulan adalah T0 = 185,66%; T1 = 105,64%; T2 = 109,89%; T3 = 78,89%; T4 = 68,20%. 4). Produksi Rata-rata tertinggi pada T1 = 261,49 liter. 5). Efisiensi ekonomis penambahan katu pada ransum : T1 = 1,0624; T2 = 0,1143; T3 = 0,1786 dan T4 = 0,5305. 6). Pendapatan produksi susu tertinggi pada T1 = Rp 24.099,11. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: pemberian katu pada sapi perah dengan level 0,02; 0,03; 0,04 dan 0,05% dari bobot badan (BB) belum dapat mempengaruhi produksi susu secara nyata. Semakin besar level penambahan katu secara teknis menunjukkan produksi susu yang semakin besar namun terhadap pendapatan bersih dan rentabilitas justru semakin kecil. Efisiensi penambahan katu pada level 0,02% belum efisien, sedangkan pada level 0,03; 0,04 dan 0,05% BB tidak efisien. Bila dibandingkan dengan level-level lain, penambahan katu pada level 0,02% secara ekonomis mempunyai efisiensi yang paling baik. Kata kunci : efisiensi ekonomis, katu, ransum, sapi perah.
Kajian Faktor–Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Curahan Waktu Tenaga Kerja Wanita Pada Usahatani Bunga Krisan Di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Hudia Sidqon Nahji, Dyah Mardiningsih, dan Bambang Trisetyo Eddy
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.231

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi yaitu tingkat umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, upah, luas lahan garapan, jumlah tanggungan keluarga, status perkawinan terhadap curahan waktu tenaga kerja wanita pada usahatani bunga krisan di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana seluruh anggota populasi diambil datanya (complete enumeration) yaitu sebanyak 59 tenaga kerja wanita. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesinoner terstruktur dengan cara wawancara. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa secara serempak faktor-faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap curahan waktu kerja. Secara parsial variabel umur, pengalaman bekerja, upah, luas lahan garapan, jumlah tanggungan keluarga berpengaruh terhadap curahan waktu kerja, sedangkan variabel pendidikan dan status perkawinan tidak berpengaruh terhadap curahan waktu kerja.Kata Kunci: curahan waktu kerja, tenaga kerja wanita, usahatani bunga krisan
PENGGUNAAN SORGUM DAN KULIT PISANG YANG TEROLAH SECARA KIMIAWI TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN PADA AYAM BROILER Prayogi Sunu, B. Sukamto, E. Suprijatna
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 1 Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sorgum dan kulit pisang yang terolah secara kimiawi dalam ransum broiler sebagai upaya untuk memanipulasi efek negatif tanin terhadap kecernaan protein kasar, serat kasar, energi metabolis, danretensi nitrogen pada ayam bloiler. Materi yang digunakan adalah anak ayam broiler unsex umur 2 minggu sebanyak 160 ekor, dengan bobot badan awal 551, 46±2,49 g, yang dipelihara dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi 8 ekor ayam.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang didapat diujikan menggunakan analisis ragam. Jika terdapat perbedaan rata rata antara pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan. Sorgum dan kulit pisang di lakukan pengolahan secara kimia dengan menggunakan NaOH 10% direndam selama 15 menit untuk menurunkan kadar tanin. Perlakuan yang diberikan selama penelitian adalah sebagai berikut: T0 = ransum kontrol menggunakan mengandung jagung tanpa kulit pisang maupun sorgum. T1= ransum dengan sorgum terolah 30%. T2 = ransum mengandungsorgum terolah 43%. T3 = ransum mengandung kulit pisang terolah 30%. T4 = ransum mengandung kulit pisang terolah 43%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecernaan serat kasar, protein kasar,  adalah berbeda nyata (P0,05), sedangkan pada parameter protein kasar, penggunaan kulit pisang dengan persentase 30% dan 43% nilainya tidak berbeda nyata (P0,05). Tingkat konsumsi ransum, nilai kelima perlakuan tidak berbeda nyata (P0,05).  Disimpulkan bahwa sorgum dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 43% tanpa menurunkan kecernaan serat kasar, dan protein kasar. Kulit pisang dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 43% tanpa menurunkan kecernaan nutrien dan gangguan fisiologis pada ayam broiler. Kata kunci : Sorgum, kulit pisang, ayam bloiler,dan  kecernaan
Analisis Pendapatan Usahatani Tebu Rakyat Di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati (Analysis of Sugar Cane is Farmer’s Farm Income in Trangkil District Pati Regency) I.B. Satriyo, T. Ekowati dan D. Sumarjono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 1 Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i1.247

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih usahatani tebu rakyat di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, menganalisis pendapatan tenaga kerja usahatani tebu rakyat di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati dan menganalisis pendapatan mencapai Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau tidak. Lokasi penelitian ditentukan karena Kecamatan Trangkil memiliki produksi tebu rakyat terbanyak di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survai. Penentuan lokasi penelitian secara purposive. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Pemilihan sampel ditentukan dengan metode random sampling adalah 40 responden petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi rata-rata tebu petani di Kecamatan Trangkil sebesar 136,3275 kg/musim tanam, dengan jumlah produksi tebu adalah 8179,65 kg/musim tanam, sehingga didapatkan penerimaan sebanyak Rp 69.527.025. Pendapatan bersih petani tebu di Kecamatan Trangkil dalam satu kali musim panen adalah Rp 46.801.988 atau dalam pendapatan bersih perbulan adalah Rp 4.680.198. Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Pati tahun 2018 adalah  sebesar Rp 1.585.000/bulan sedangkan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani tebu di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati sebesar Rp 46.801.988/musim tanam. Rata-rata pendapatan petani tebu dalam satu bulan yaitu Rp 4.680.198. Kata Kunci: Pendapatan, Produksi, Tebu Rakyat, Upah Minimum Kabupaten (UMK), Usahatani
KAJIAN MORFOLOGI DAN FISIOLOGI KETAHANAN LEGUMINOSA PAKAN TERHADAP SALINITAS MEDIA TANAM Eny Fuskhah, R. Djoko Soetrisno, Syaiful Anwar, F. Kusmiyati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.93

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis leguminosa pakan yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi yang dapat diaplikasikan pada lahan-lahan salin di sekitar pantai. Benih leguminosa diambil dari lokasi Pantai Utara Jawa Tengah kemudian diuji ketahanannya pada media salin. Manfaat hasil penelitian adalah memberikan informasi tentang jenis leguminosa pakan yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi. Rancangan yang digunakan adalah split plot dengan 3 ulangan. Sebagai petak utama adalah jenis leguminosa dan sebagai anak petak adalah konsentrasi NaCl media tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leguminosa pohon turi dan lamtoro menunjukkan ketahanan terhadap tingkat salinitas lebih tinggi dibandingkan leguminosa penutup tanah calopo dan centro. Kata kunci : lamtoro, turi, Calopogonium, Centrosema, salin.
Kajian Uji Sensori Roll Cake Kangkung “Rollkeka” Dengan Variasi Jumlah Tepung Kangkung Esteria Priyanti, U. Yuyun Triastuti, dan Nia Arizatul Aini
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 2 September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i2.263

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tepung kangkung dalam pembuatan roll cake dapat menjadi inovasi baru dalam dunia pangan yaitu sebagai diversifikasi olahan pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hasil uji sensori terhadap roll cake kangkung “Rollkeka” dengan variasi jumlah tepung kangkung.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Tata Boga Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang. Bahan yang digunakan dalam pembuatan roll cake kangkung “Rollkeka” yaitu tepung kangkung, tepung terigu, gula halus, minyak goreng, santan, susu bubuk, telur ayam, cream of tar-tar, cake emulsifier, vanili dan garam. Sebagai lapisan roll cake digunakan selai yang terbuat dari batang kangkung. Tepung kangkung yang ditambahkan dalam adonan roll cake yaitu sebanyak 10%, 15 % dan 20 % dari berat tepung terigu. Masing-masing perlakuan diulangi sebanyak 3 kali untuk mendapatkan formula resep yang terbaik. Komponen evaluasi uji sensori pada penelitian ini meliputi rasa, tekstur, aroma dan warna dari roll cake kangkung “Rollkeka”. Pengujian ini dilakukan oleh 35 orang panelis tidak terlatih, menggunakan kuesioner dengan kriteria penilaian yaitu 1=sangat tidak suka, 2=tidak suka, 3=netral/ biasa, 4= suka, 5=sangat suka. Hasil uji sensori terhadap roll cake kangkung “Rollkeka” dengan variasi jumlah tepung kangkung menunjukkan bahwa Panelis lebih menyukai roll cake kangkung dengan penambahan tepung kangkung sebanyak 10 % dari berat tepung terigu. Kata Kunci: roll cake, kangkung, uji sensori.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA TERHADAP RETENSI NITROGEN DAN PENGGUNAAN PROTEIN NETTO (PPN) AYAM BROILER Kartika Tris Apriliyana Edjeng Suprijatna dan Umiyati Atmomarsono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 2 September 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i2.110

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan enzim fitase dalam ransum pada level protein yang tepat untuk meningkatkan retensi nitrogen dan penggunaan protein netto (PPN) ayam broiler.  Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam broiler dengan bobot badan 108,14 ± 11,44 g (CV 10,58%) umur 1 minggu sebanyak 128 ekor (unsex) yang dipelihara dalam 16 unit kandang selama 6 minggu, masing-masing unit berisi 8 ekor ayam.  Penambahan fitase dilakukan pada minggu kedua pemeliharaan.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu  T0 (Ransum protein 23%), T1 (Ransum protein 21% + fitase 1000 FTU/kg), T2 (Ransum protein 23% + enzim fitase 1000 FTU/kg), T3 (Ransum protein 23% + mineral 1%).  Data dianalisis ragam menggunakan uji F pada level 5%. Uji Duncan dilakukan untuk melihat perbedaan antar perlakuan apabila terdapat pengaruh perlakuan. Parameter penelitian meliputi konsumsi nitrogen, retensi nitrogen dan penggunaan protein netto (PPN).  Hasil penelitian perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi nitrogen dan retensi nitrogen, tetapi tidak berpengaruh (P0,05) terhadap penggunaan protein netto (PPN). Kesimpulan dalam penelitian penambahan fitase dalam ransum protein rendah dan tinggi belum meningkatkan retensi nitrogen, tetapi mampu menghasilkan penggunaan protein netto (PPN) yang lebih baik. Kata kunci : enzim fitase, level protein, retensi nitrogen, broiler
ANALISIS PEMASARAN TELUR PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR CV. INDAH MUSTIKA DI DESA MANGUNSARI KECAMATAN GUNUNG PATI KABUPATEN SEMARANG R. A. Saputro, A. Setiadi, W. Sarengat
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 2 September Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v34i2.174

Abstract

ABSTRAKTujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan CV. Indah Mustika, trend pertumbuhan volume telur, dan keeratan hubungan antara volume penjualan dengan biaya pemasaran. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan peternak unggas, sebagai bahan pertimbangan rencana pemasaran telur secara efisien serta dapat menentukan saluran pemasaran yang efisien dan keeratan hubungan volume penjualan dengan biaya pemasaran, sedangkan manfaat bagi mahasiswa adalah untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara langsung dengan berpedoman pada kuesioner. Data yang diambil berupa data time series mulai dari Januari 2013-Desember 2015. Data tersebut berupa data sekunder yang diperoleh dari pembukuan CV. Indah Mustika. Analisis data menggunakan perhitungan pendapatan, analisis trend square, uji t dan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan CV. Indah Mustika mampu menghasilkan keuntungan. Pendapatan bersih selama Januari 2013 – Desember 2015 adalah sebesar Rp. 75.422.115/bulan. pertumbuhan volume penjualan telur sebesar 98,517 kilogram. nilai korelasi volume penjualan telur dengan biaya pemasaran sebesar 0,540 artinya antara volume penjualan telur dengan biaya pemasaran mempunyai hubungan erat. Nilai signifikansi antara volume penjualan telur dengan biaya pemasaran sebesar 0,001. Kata kunci : pendapatan, telur ayam, volume penjualan, biaya pemasaran.
Preferensi Dan Persepsi Konsumsi Produk Nugget Sebagai Alternatif Konsumsi Daging Ayam Pada Masyarakat Di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang W. D. Prastiwi, S.I. Santoso, dan S. Marzuki
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.194

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan untuk mengkaji persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk nugget ayam. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan responden ibu rumah tangga atau orang dewasa yang bertanggung jawab atas pembelian/ belanja pangan rumah tangga. Data dianalisis secara deskriptif. Analisis data menunjukkan bahwa pada kelompok umur yang berbeda terdapat perbedaan signifikan tingkat kesukaan konsumen (nilai c2 = 43,964 dengan p0,05) terhadap produk nugget ayam. Anak-anak, remaja dan orang dewasa sampai dengan umur 40 merupakan konsumen yang menyukai produk nugget ayam. Terdapat penilaian persepsi yang positif dari konsumen terhadap produk nugget ayam. Berdasarkan temuan dan kesimpulan pada penelitian ini maka disarankan agar produsen nugget ayam hendaknya selalu menjaga kontinyuitas produksi dan kualitas produk terkait dengan persepsi positif konsumen. Pemerintah hendaknya meningkatkan peran dalam mekanisme pengawasan kualitas produk nugget ayam, menjamin kestabilan harga dan distribusi yang merata ke seluruh wilayah. Terkait dengan potensi olahan daging, hendaknya pemerintah mendorong perbaikan kualitas produksi daging ayam sehingga dapat meningkatkan preferensi masyarakat terhadap produk olahan daging ayam. Kata kunci: preferensi, persepsi, ayam, nugget