cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG “P-21” DENGAN PUPUK NPK DAN PUPUK NP DI DESA SINOMWIDODO KECAMATAN TAMBAKROMO KABUPATEN PATI Hery Setiyawan1 Rumiyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 1 Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i1.21

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan pendapatan usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NPK dan pengguna pupuk NP ; 2) Kelayakan usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NPK dan pengguna pupuk NP ; 3) Besarnya pengaruh pemupukan, benih, pestisida, tenaga kerja terhadap pendapatan petani jagung P-21. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Oktober 2011 sampai dengan Maret 2012. Pengambilan sampel dengan Stratified Random Sampling berdasarkan luas lahan garapan petani sehingga diperoleh jumlah petani jagung P-21 pengguna pupuk NPK sebanyak 26 orang dan pengguna pupuk NP sebanyak 29 orang. Pengujian sesuai dengan tujuan penelitan secara statistik yaitu dengan menggunakan uji t untuk menganalisis variabel, analisis regresi linear berganda untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel serta analisis kelayakan usahatani dilakukan dengan menggunakan BEP(Q), BEP(Rp), BEP(PK), RCR, dan ROI. Hasil penelitian : 1) Perbedaan pendapatan yang sangat signifikan (P 0,05) antara usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NPK dan pengguna pupuk NP ; 2) Dengan kelayakan usahatani penguna pupuk NPK BEP(PK)=Rp. 4.169.514,34 (riil=Rp. 15.966.505,00), BEP(Q)=4.116 kg/ha (riil=7.473 kg/ha), BEP(Rp)= Rp. 1.177,00 (riil=Rp. 2.137,00), RCR = 1,82 (1), ROI = 81,63%, sedangkan pengguna pupuk NP BEP(PK) = Rp. 4.211.278,51 (riil = Rp. 14.427.021,00), BEP(Q) = 3.921 kg/ha (riil = 6.837 kg/ha), BEP(Rp) = Rp. 1.210,00 (riil = Rp. 2.110,00), RCR = 1,72 (1), ROI = 72,39% ; 3) simultan, faktor-faktor produksi pupuk, tenaga kerja dan pestisida berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NP dan tidak berpengaruh pada pengguna NPK secara parsial faktor produksi yang berpengaruh terhadap pendapatan pengguna pupuk NPK tenaga kerja (P 0,05), dan pengguna pupuk NP tenaga kerja (P 0,05). Dengan persamaan regresi: Y= 9.821.879,584 + 1,134 X1 -1,296X2 - 0,575X3 + 0,124X4 dan Y = 12.255.307,275 - 2,200X1 - 2,487X2 - 0,728X3 + 0,867X4. Kesimpulan : 1) Perbedaan pendapatan yang sangat signifikan (P 0,05) antara usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NPK dan pengguna pupuk NP ; 2) Usahatani Jagung P-21 pengguna pupuk NPK dan pupuk NP sama sama layak untuk diusahakan, namun pengguna pupuk NPK lebih menguntungkan bila dibandingkan pengguna pupuk NP ; 3) Secara simultan, faktor-faktor produksi pupuk, tenaga kerja dan pestisida berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung P-21 pengguna pupuk NP dan tidak berpengaruh pada pengguna NPK. Namun secara parsial faktor produksi yang berpengaruh terhadap pendapatan pengguna pupuk NPK adalah tenaga kerja (P 0,05), dan pengguna pupuk NP adalah tenaga kerja (P 0,05). Kata kunci : pemupukan, jagung
Hubungan Faktor-Faktor Sosial Produsen Dengan Penerapan Teknologi Pembuatan Telur Asin Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah S. R. Siahaan, W. Sumekar dan T. Dalmiyatun
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i2.210

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi bahan pemeraman dalam pembuatan telur asin di Kabupaten Brebes, mengetahui penerapan teknologi bahan pemeraman telur asin berdasarkan faktor-faktor sosialnya dan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor sosial dengan penerapan teknologi pembuatan telur asin. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-28 Januari 2017 di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih karena merupakan sentra telur asin di Jawa dan merupakan produk khas dari Brebes. Metode yang digunakan adalah metode survei. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 46 orang berdasarkan pertimbangan produsen telur asin yang bersertifikat PIRT dan aktif. Analisis data yang digunakan adalah analsisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Sebagian besar produsen menerapkan bahan pemeraman telur asin seperti air, garam, batu bata, abu gosok dan tanah liat. Sebagain besar produsen yang menerapkan bahan tersebut beumur 40-49 tahun, memiliki pendidikan sampai tingkat SMA, dengan pengalaman 6-10 tahun, pendidikan non formal dengan frekuensi rendah, motivasi yang sangat baik dan tingkat kosmopolitan yang cukup. Faktor sosial yang berhubungan secara signifikan dengan penerapan teknologi bahan pemeraman telur asin adalah umur dan motivasi. Kata kunci: Faktor - faktor sosial, penerapan teknologi dan telur asin
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR DAN SUSUT BOBOT TEPUNG PISANG KEPOK GABLOK (Musa paradisiaca balbisiana) andi Indrawan, Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 27, Nomor 1 Pebruari 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v27i1.38

Abstract

Pisang merupakan bahan pangan yang umumnya tahan lama maka perlu diubah sebagai produk lain yaitu dibuat tepung pisang. Pengemasan yang digunakan didalam penelitian ini yaitu kain, plastik polietilen dan plastik polietilen (plastik PE) rangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengemas kain, plastik PE satu lapis dan plastik PE ranggkap untuk kemasan tepung pisang gablok terhadap kadar air, dansusut bobot selama penyimpanan. Metode penelitian dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji DMRT, dengan 2 (dua) faktor yaitu jenis kemasan (A1 /kain, A2 /plastik PE 1 lapis dan A3 /plastik PE rangkap) dan lama simpan (B1 /0 hari, B2 /7 hari, B3 /14 hari, B4 /21 hari, B5 /28 hari, B6 /35 hari dan B7 /42 hari) masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, susut bobot tepung pisang selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan tepung pisang kepok gablok terjadi peningkatan kadar air, dan susut bobot. Pada perlakuan penggunaan jenis kemasan kain diperoleh rerata kadar air tertinggi (9,48 %), sedang tepung pisang dengan kemasan plastik PE 1 lapis dan PE rangkap masing-masing dengan ketebalan 0.005 mm diperoleh kadar air untuk kemasan PE 1 lapis (8.61 %), plastiik PE rangkap (8.35 %) yang telah memenuhi persyaratan kadar air agar mikroba tidak tumbuh, yaitu dibawah 14-15% dan telah memenuhi standar kadar air tepung pisang menurut SNI (01-4447-1998). Susut bobot tertinggi tepung pisang terjadi pada kemasan kantong kain (59,28 gr), sedangkan kemasan plastik 1 lapis dan plastik rangkap berturut-turut adalah (53,15 gr) dan (51,08 gr). Kemasan plastik PE 1 lapis dan plastik PE rangkap merupakan kemasan yang baik untuk mengemas tepung pisang karena kemasan tersebut lebih stabil dalam mempertahankan kadar air, dan susut bobot tepung pisang. Kata kunci: plastik polietilen, susut bobot, tepung pisang, pisang gablok
Pengaruh Media Komik Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anggota Kelompok Tani Berkah Jaya Tentang Manfaat Buah Alpukat Di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang M. Nurtriszkianny , D. Mardiningsih, dan S. Satmoko
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.226

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) mengetahui pengaruh media komik terhadap peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani; 2) mengetahui seberapa efektif media komik bahasa Indoenesia dan bahasa Jawa terhadap peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2017 di Kelompok Tani Berkah Jaya, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Metode penilitian ini adalah experiment design pretest-postest. Penentuan Kelompok Tani Berkah Jaya sebagai lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Analisis data menggunakan uji paired sample T-test serta uji F (one way anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pengetahuan dengan komik bahasa Indonesia lebih tinggi dari bahasa Jawa yaitu 5,07 sedangkan komik bahasa Jawa adalah 3,46. Hasil uji paired sample T-test menunjukkan bahwa t hitung komik bahasa Indonesia = 6,417 dan t hitung komik bahasa Jawa = 4,105, t hitung t tabel(0,05) (1,761), sehingga terdapat perbedaan yang nyata terhadap pengetahuan responden sebelum dan setelah membaca komik. Hasil uji F adalah 4,727 dan F hitung F tabel(0,05) (3,3404), sehingga kedua bahasa dalam komik yang digunakan berpengaruh secara nyata  terhadap peningkatan pengetahuan responden. Hasil perhitungan pengaruh komik diperoleh bahasa Indonesia 28,72% dan bahasa Jawa 21,45%, sehingga komik bahasa Jawa lebih berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan responden.Kata Kunci : komik, peningkatan pengetahuan, bahasa Indonesia, bahasa Jawa.
PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Masnah Latulumamina Sunarso Bambang Trisetyo Eddy
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v31i2.61

Abstract

ABSTRAK Pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki peran penting bagi masyarakat maupun pemerintah terkait kebijakan pemerintah dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan program swasembada daging 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian telah dilaksanakan pada September sampai November 2013 di Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian dilakukan secara survai dan wawancara. Penentuan jumlah sampel secara purposive. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan sapi potong di Kabupaten Seram Bagian Barat terbukti masih sangat lemah tetapi berpeluang untuk dikembangkan melalui alternatif strategi yaitu strategi WO diantaranya dengan cara mengaktifkan kembali fungsi kelompok ternak secara optimal, mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada dengan cara memperbaiki sistem penyuluhan, menambah fasilitas penunjang usaha peternakan di kalangan peternak, mengadakan pelatihan rutin kepada peternak tentang cara-cara beternak yang baik serta meningkatkan akses permodalan. Kata kunci : sapi potong, pengembangan, kebijakan pemerintah, SWOT
Respon Hasil Sawi (Brassica juncea L.) Akibat Pemberian Dosis POC Substitusi AB Mix serta Media Tanam Pada Sistem Hidroponik Ghaisani Nabilah Putri, E.D. Purbajanti dan Sumarsono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 1 Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i1.242

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk organik cair daun gamal substitusi nutrisi AB Mix serta jenis media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi sawi. Penelitian dilakukan pada tanggal 18 Februari - 25 April 2018 di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman serta Green House Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Penelitian menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 ulangan.  Faktor pertama adalah substitusi dosis pupuk, yaitu 100% AB Mix (A1), 75% AB Mix + 25% POC (A2), 50% AB Mix + 50% POC (A3), 25% AB Mix + 75% POC (A4) dan 100% POC (A5). Faktor kedua adalah jenis media tanam, yaitu rockwool (B1) dan cocopeat (B2). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, berat kering dan serapan nitrogen. Data diolah dengan analisis ragam (uji F), dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan sampai dosis 50% POC + 50% AB Mix pada media tanam rockwool menghasilkan berat segar setara dengan perlakuan 100% AB Mix dengan media tanam rockwool. Kata Kunci: Sawi, nutrisi AB Mix, POC, rockwool, cocopeat.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN PHOTOPERIOD TERHADAP TINGKAH LAKU PADA PUYUH BETINA PETELUR (Coturnix coturnix japonica)UMUR 20 – 60 HARI Wina Metayani Harmoni Dwi Sunarti, Luthfi Djauhari Mahfudz
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.88

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh photoperiod dan intensitas cahaya terhadap tingkah laku, pertumbuhan dan produksi. Materi penelitian adalah 351 ekor puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) dengan bobot awal rata-rata 70,70 gram dengan standar deviasi 2,71. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah photoperiod dan intensitas cahaya. Variabel terikat atau dependent dalam penelitian ini adalah (a) tingkah laku meliputi tingkah laku makan dan, istirahat (tidur dan dozing) (b) pertumbuhan dengan mengukur pertambahan berat badan, konsumsi pakan, feed convertion ratio (FCR) dan; (c) hen day production (HDP). Rancangan yang digunakan faktorial 3x3 dengan ulangan 3 kali, sehingga ada 27 unit percobaan dengan rancangan dasar acak lengkap. Setiap unit percobaan terdiri dari 13 ekor puyuh betina petelur. Hasil analisis ragam menunjukkan adanya interaksi antara photoperiod dan intensitas cahaya pada tingkah laku makan dan istirahat. Kesimpulan penelitian adalah pemberian cahaya dengan photoperiod yang lebih panjang dan intensitas tinggi mempengaruhi tingkah laku puyuh untuk makan sedangkan semakin pendek photoperiod dan semakin rendah intensitas cahaya maka puyuh akan lebih banyak beristirahat. Kata kunci : photoperiod, intensitas cahaya, tingkah laku, puyuh
Penggunaan Berbagai Probiotik Terhadap Performans Ikan Lele Sangkuriang (Clarias graprienus) Anhar Faisal Fanani, Sulis Anjarwati dan Nurul Fajrih H
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 2 September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i2.258

Abstract

ABSTRAKProbiotik sangat penting untuk budidaya karena perannya dalam meningkatkan status kesehatan ikan, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, laju pertumbuhan, memperbaiki morfologi usus serta keseimbangan mikroflora. Penelitian bertujuan untuk membandingkan antara probiotik komersial dengan probiotik dari fermentasi susu menggunakan bibit kefir dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan, laju pertumbuhan dan efisiensi pakan lele sangkuriang. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2018  di  Kebun Percobaan Universitas Nahdlatul Ulama, Lampung. Materi penelitian menggunakan lele sangkuriang panjang 5-7cm sebanyak 400 ekor. Penelitian mnggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0: Kontrol  (pakan tanpa penambahan probiotik), P1: Pakan  + 5 % Probiotik A (Raja Grameh), P2: Pakan + 5 % Probiotik B (Em4), P3: Pakan  + 5 % Probiotik C (Kefir). Masing-masing unit percobaan terdiri dari 20 ekor ikan. Parameter yang diamati pada percobaan ini adalah laju pertumbuhan, FCR dan efisiensi pakan. Perlakuan dengan berbagai macam probiotik berpengaruh nyata (P0,05) pada FCR, efisiensi pakan, dan laju pertumbuhan. Namun FCR pada perlakuan T1 dan T2 tidak menunjukkan perbedaan nyata, serta pada efisiensi pakan dan laju pertumbuhan pada T1 tidak berbeda nyata. Kesimpulan sementara penelitian ini adalah dengan pemberian probiotik kefir mampu menunjukkan hasil produksi yang lebih baik. Kata kunci :    Lele sangkuriang, probiotik, kefir, mikroflora, kesehatan, dan efisiensi pakan
EVALUASI KINERJA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA AGRIBISNIS PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DI DESA KALIMARO KECAMATAN KEDUNGJATI KABUPATEN GROBOGAN Sarif Hidayat, Syaiful Anwar. Endang Dwi Purbajanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 1 Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i1.105

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Evaluasi kinerja Lembaga Agribisnis Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), dan hubungannya dengan aspek kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, kelestarian hutan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan. (2) mengkaji strategi alternatif Pengembangan lembaga agribisnis PHBM di Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode survai, yaitu dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari responden penelitian adalah sebanyak 85 orang di lembaga agribisnis PHBM di Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan. Penentuan jumlah responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara langsung dengan berpedoman kepada kuesioner. Data sekunder diperoleh dari dinas dan instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan (1) analisis regresi berganda dengan bantuan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 16.0 untuk Evaluasi Kinerja. (2) SWOT analisis untuk Strategi Pengembangan Lembaga Agribisnis Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan (1) aspek kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, kelestarian hutan dan pengembangan ekonomi kerakyatan memiliki pengaruh positip yang nyata terhadap Kinerja Lembaga Agribisnis PHBM baik secara parsial maupun bersama-sama, model persamaan yang dapat disusun adalah Y = (0,002) + 0,267X1 + 0,283X2 + 0,233X3 + 0,293X4 dan nilai koefisien Determinasi (R² = 0,998) dengan urutan kontribusi dari yang tertinggi sampai dengan terendah adalah Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (96,8 %); Kelembagaan (94,9 %); Kelestarian Hutan (94,6 %); Pemberdayaan masyarakat (94,5 %). (2) Strategi Pengembangan Lembaga Agribisnis Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat adalah Strategi Pertumbuhan agresif/pada kuadran I yaitu pada aspek kekuatan dengan hasil analisis positif sebesar 1,86 dan pada aspek peluang dengan hasil analisis positif sebesar 0,78. Kata kunci : Evaluasi Kinerja, Strategi Pengembangan, Lembaga Agribisnis.
STUDI KOMPARATIF PENYERAPANTEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK GRANUL DAN SABUN SUSU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 1 Maret Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v34i1.124

Abstract

ABSTRAKKelompok Ternak Sapi Perah Kecamatan Getasan merupakan salah satu pemasok susu sapi di Semarang, Salatiga  dan sekitarnya. Banyak kendala yang ditemui dalam pemeliharaan Sapi Perah, yaitu dorongan untuk meningkatkan kemampuan produksi susu, pengolahan susu dan pengolahan limbah ternak. Permasalahan yang dialami oleh KTT Sari Puspita dan Sari Subur  adalah  1.) masalah sistem dan teknis untuk peningkatan produksi.(2.) masalah tidak mengerti pengolahan susu,(3.) masalah kurang pengetahuan tentang pengolahan limbah ternak. Penerapan teknologi berupa Pendidikan dan Penyuluhan serta Pelatihan, praktek (percontohan), pendampingan dan pemantauan dilakukan selama 10 bulan (Maret-Desember 2014) meliputi (1), Peningkatan pengetahuan dan praktek tentang pengolahan susu sapi menjadi produk alternatif lain yaitu sabun susu, (2) Peningkatan pengetahuan dan demplot tentang pengolahan limbah/kotoran ternak menjadi pupuk organik granul dan pupuk cair organik. Hasil dari penerapan teknologi kepada masyarakat ini adalah bahwa kelompok tani ternak mitra sudah mampu (1) mengolah susu menjadi produk alternative, (2) mampu mengolah limbah menjadi pupuk granul dan pupuk organik cair, dan (3) pendapatan kelompok ternak meningkat sebesar 42.3 %.  Kata kunci : peternak sapi perah, sabun susu, pupuk organik granul, pupuk cair