cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
Kecernaan Pakan Sapi Perah Laktasi Akibat Modifikasi Lingkungan Kandang Di Teaching Farm Universitas Diponegoro Septiana Nugraheni, Rudy Hartanto, dan Dian Wahyu Harjanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 38 No. 1 Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v38i1.266

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modifikasi lingkungan kandang terhadap kecernaan pakan sapi perah laktasi di Teaching Farm sapi perah Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan adalah 8 ekor sapi perah FH periode laktasi dengan bobot badan 443,18±34,13 kg dan produksi susu awal 6,09±1,84 liter/hari. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Cross-over Design yang terbagi menjadi 2 perlakuan dengan 4 ulangan dan berlangsung dalam 2 periode selama 22 hari dengan pembagian waktu 11 hari setiap periode dengan jeda istirahat selama satu hari sebelum pergantian periode. Pengambilan data dengan metode total koleksi dilakukan pada hari ke 8–11. Modifikasi lingkungan kandang yang diberikan meliputi penambahan kipas angin dan nozzle (T1) serta kontrol atau tanpa penambahan kipas angin dan nozzle (T0). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan dengan menambahkan kipas angin dan nozzle tidak mempengaruhi KcBK dan KcBO dengan hasil pada T0 yaitu 62,56±4,83% dan 71,56±7,11%, sedangkan untuk T1 yaitu 62,89±4,42% dan 72,78±4,22%. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah modifikasi lingkungan kandang yang dilakukan belum dapat meningkatkan KcBK dan KcBO. Kata Kunci : Sapi Perah, Konsumsi, Kecernaan, Modifikasi Lingkungan
EFISIENSI EKONOMI USAHA SAPI PERAH DI KAWASAN USAHA PETERNAKAN (KUNAK) KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR C. Setianti T. Ekowati dan A. Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 33, Nomor 2 September 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v33i2.113

Abstract

ABSTRAKPenelitian survey yang telah dilaksanakan dari bulan Agustus-Oktober 2013 di Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK) Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi ekonomi peternakan sapi perah. Penentuan lokasi penelitian yang digunakan adalah  metode purposive. Jumlah responden dalam penelitian 80 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata penerimaan yang diperoleh di lokasi penelitian sebesar Rp. 120.669.157,-/tahun. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan di lokasi penelitian sebesar Rp. 76.592.157,-/tahun. Pendapatan rata-rata usaha ternak sapi perah di lokasi penelitian adalah Rp. 44.077.000,-/tahun. Variabel harga pakan konsentrat, harga obat-obatan dan upah tenaga kerja secara ekonomi tidak efisien, sedangkan untuk variabel harga pakan hijauan secara ekonomi belum efisien. Variabel upah inseminasi buatan secara ekonomi sudah efisien. Kata kunci : efisiensi ekonomi, pendapatan, sapi perah.
EFEK PEMANASAN PADA ALGA LAMINARIA DIGITATA TERHADAP PRODUKSI METHAN DAN POTENSI LAMINARIA DIGITATA SEBAGAI CO-SUBSTRAT DENGAN MANURE SAPI PADA DIGESTER BIOGAS Sutaryo, Agung Purnomoadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 1 Maret Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v34i1.132

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pre-treatment dengan pemanasan pada suhu 70°C  selama 4, 8 dan 16 jam terhadap produksi methan dari makro alga Laminaria digitata. Hasil peneltian menunjukkan tidak adanya efek positip dari metode pre-treatment tersebut terhadap produksi methan. Namun demikian metode pre-treatment ini mampu meningkatkan laju produksi methan diawal inkubasi. Hal ini menandakan bahwa dengan pemanasan dihasilkan senyawa-senyawa yang mudah didekomposisi oleh mikroorganisme. Pemanasan pada temperatur 70°C selama 4 jam mempunyai efek yang paling baik dibanding pemanasan pada suhu serupa selama 8 dan 16 jam. Evaluasi penggunaan Laminaria digitata sebagai co-substrat dengan manure sapi perah pada digester biogas menunjukkan bahwa makro alga ini efektif untuk meningkatkan produksi methan per ton berat substrat. Kata kunci: biogas, alga, co-digesti, manure 
Pengaruh Dipping Menggunakan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn.) Terhadap Total Bakteri Dan Jamur Susu Sapi Perah Mastitis Subklinis Julianto, Priyo Sambodho dan Dian Wahyu Harjanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i1.186

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun belimbing wuluh terhadap jumlah bakteri dan jamur pada susu sapi perah penderita mastitis subklinis. Metode yang digunakan adalah pencelupan puting sapi perah (teat dipping) menggunakan larutan antiseptik berbahan dasar ekstrak daun belimbing wuluh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berjenjang (split-plot in time), dengan empat kelompok perlakuan dan masing-masing empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pencelupan putting sapi perah kedalam larutan yang mengandung 1%, 3% dan 5% ekstrak daun belimbing wuluh (T1, T2 dan T3). Kontrol positif menggunakan antiseptik sintetis komersial povidone iodine (K+). Pencelupan puting dilakukan setiap hari selama 9 hari, yaitu setelah pemerahan pagi dan sore. Sampel susu diambil sebelum perlakuan (H0) dan pada hari ke-3, 6 dan 9 (H3, H6 dan H9). Perlakuan konsentrasi ekstrak digunakan sebagai mainplot, sedangkan hari pengambilan sample digunakan sebagai sub plot. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi ekstrak dengan hari pengambilan sample pada parameter jumlah bakteri dan jamur pada susu. Ekstrak daun belimbing wuluh dan antiseptik sintetis povidone iodine memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat pertumbuhan bakteri, ditunjukkan dengan rataan jumlah bakteri yang sama setelah perlakuan pada semua kelompok, dengan persentase penurunan jumlah bakteri yang sama. Semakin lama perlakuan dipping dilakukan, maka jumlah bakteri dalam susu mengalami penurunan yang sangat nyata (P0,01), hal ini dilihat dari jumlah bakteri yang menurun mulai dari H0 yaitu sejumlah 21.287x103 cfu/ml, H3 sejumlah 6.825x103 cfu/ml, H6 sejumlah 391x103 cfu/ml dan pada H9 sejumlah 46x103 log cfu/ml. Namun demikian, semua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah jamur dalam susu. Oleh karena itu disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh memiliki daya antibakteri dan dapat digunakan sebagai antiseptik alternatif larutan dipping puting untuk mencegah masuknya bakteri melalui lubang puting dan menurunkan jumlah cemaran bakteri dalam susu. Kata kunci : Daun belimbing wuluh, antiseptik, pencelup puting, susu, bakteri
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA( Oreochromis niloticus ) DI DESA TALUN KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI Budi Suprapto , Sri Suratiningsih , Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 30, Nomor 1 Maret 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v30i1.14

Abstract

Usaha budidaya ikan Nila merupakan salah satu usaha bidang perikanan yang memiliki arti penting, usaha ini dilakukan merupakan salah satu solusi pemanfaatan lahan rawa yang tidak produktif di Desa T alun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.Tujuan penelitian : 1) Untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usaha budidaya ikan Nila di Desa T alun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 2)Kelayakan usaha budidaya ikan Nila. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik. Penelitian dilakukan bulan Desember 201 1 sampai dengan Maret 2012 data yang diperoleh dari bulan Oktober September tahun 2010 - 201 1. Populasi pembudidaya ikan Nila sebanyak 369 orang, pengambilan sampel 10% dengan Stratified random samplingresponden diperoleh 37 pembudidaya. Untuk menguji kelayakan usahatani dengan analisis kelayakan RCR, BEP BEP , BEP , ROI, NPV dan IRR. Hasil penelitian 1) Pendapatan kotor (PK), (Rp) (Q)sebesar Rp. 27.937.028,34 BEP sebesar Rp. 3.070.803,59. Harga ikan Nila BEP sebesar (PK)Rp.7.345,22 /Kg, harga ikan Nila di pasar sebesar Rp.14.500,00 /Kg, selisih keuntungan sebesar Rp. 7.164,88/Kg, BEP produksi 968,01 Kg/Hektar, produksi riil sebesar 1.926,69 Kg/ Ha, selisih (Q)967,49 Kg/Ha. ROI usaha budidaya ikan Nila 98,678% bunga Bank sebesar 24%/tahun, Usaha budidaya ikan Nila menguntungkan. 2) RCR usaha budidaya ikan Nila 1,99, BEP sebesar (PK)Rp3.070.803,59, BEP Rp. 7.345,22 BEP 968,01Kg/musim ROI 98,67 NPV = 13.71 1.860,57 (Rp) (Q) (i = 24 )dan IRR = 48,5%. Analisis NPV = 13.71 1.860,57 layak pada bunga Bank 24%. Analisis IRR (i = 0,24)dengan penambahan investasi sebesar Rp.25.000.000,- menghasilkan IRR sebesar 48,5% artinya usaha budidaya ikan Nila masih layak. Kesimpulan 1).Usaha Budidaya ikan Nila di Desa T alun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati menguntungkan diusahakan. 2).Usaha Budidaya ikan Nila di Desa T alun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati layak di usahakan.Kata kunci : Kelayakan usaha ikan Nila
Pengaruh Penggunaan Limbah Kecambah Kacang Hijau Terhadap Kecernaan Protein Kasar, Kecernaan Serat Kasar Dan Pertambahan Bobot Badan Itik Magelang E. Aprilianti, I. Mangisah dan V. D. Y. B. Ismadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v35i2.202

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung limbah kecambah kacang hijau dalam ransum terhadap kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar  dan pertambahan bobot badan pada itik Magelang. Materi yang digunakan adalah 120 ekor itik Magelang umur 4 minggu dengan bobot badan rata-rata 960,66 ± 136,29 g. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah level limbah kecambah kacang hijau, yaitu 0, 5, 10, 15%. Parameter yang diukur adalah kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah kecambah kacang hijau berpengaruh nyata (p 0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap konsumsi ransum, kecernaan protein kasar dan pertambahan bobot badan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah kecambah kacang hijau dalam ransum sampai 15% tidak meningkatkan kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar dan pertambahan bobot badan. Kata kunci : itik Magelang, limbah kecambah kacang hijau, kecernaan serat kasar dan protein kasar, pertambahan bobot badan.
PENGARUH PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DAN NON (PTT) PADA USAHA TANI PADI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN BAE KABUPATEN KUDUS Heni Kusmiatun, Rumiyadi, Sumardi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 30, Nomor 2 September 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v30i2.30

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan suatu penerapan yang akan mengembalikan tingkat hasil panen padi seperti semula atau bahkan meningkatkannya, karena dengan PTT hasil gabah dan kualitas beras meningkat, melalui penggunaan teknologi yang tepat untuk lokasi, biaya usahatani padi berkurang, kesehatan dan kelestarian lingkungan tumbuh padi serta lingkungan kehidupan menjadi terjaga. Melalui pendekatan PTT penggunaan saprodi bisa dihemat dan hasil tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui perbedaan pendapatan usahatani padi antara penerapan PTT dengan non PTT, 2) mengetahui kelayakan usahatani padi antara penerapan PTT dengan non PTT, dan 3) mengetahui pengaruh biaya saprodi (benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida) terhadap pendapatan usahatani padi pada penerapan PTT dan non PTT. Penelitian menggunakan metode observasi, survei, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data yang kemudian data dianalisis sesuai tujuan penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang, umtuk PTT 31 orang dan untuk non PTT 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan; 1) ada perbedaan yang sangat signifikan antara pendapatan usahatani padi penerapan PTT dengan non PTT (p 0,000); 2) usahatani dengan penerapan PTT lebih layak dan menguntungkan dibanding dengan non PTT (PTT dengan RCR = 2,38; BEP(Q) = 3.606,56 kg, BEP(Rp) = Rp 1.268,92, BEP(PK) = Rp 5.051.409,36, ROI = 137,94; Non PTT dengan RCR = 2,20; BEP(Q) = 3.301,27 kg, BEP(Rp) = Rp 1.393,33, BEP(PK) = Rp 5.168.454,04, ROI = 119,78); 3) Secara simultan ada pengaruh yang signifikan dari biaya sarana produksi terhadap pendapatan usahatani padi penerapan PTT, secara parsial ada pengaruh yang signifikan dari biaya benih (p = 0,000) biaya pupuk (p = 0,019), biaya tenaga kerja (p = 0,000) dan biaya pestisida (p = 0,024) terhadap pendapatan usahatani padi penerapan PTT; 4) secara simultan ada pengaruh yang signifikan dari biaya sarana produksi terhadap pendapatan usahatani padi non PTT, secara parsial ada pengaruh yang signifikan dari biaya pupuk (p = 0,003) dan biaya tenaga kerja (p = 0,046) sedangkan biaya benih (p = 0,100) biaya pestisida (p = 0,118) berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani padi non PTT. Kata Kunci: saprodi, usahatani, parsial, simultan
Kualitas Organoleptik Ampas Tahu yang Dikeringkan dengan Metode Pengeringan yang Berbeda Setianingsih, T. A, R. I. Pujaningsih dan B. I. M. Tampoebolon
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.1, Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i1.218

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui cara pengeringan ampas tahu yang cepat dan pengaruhnya terhadap kualitas organoleptik ampas tahu kering. Mengawetkan ampas tahu. Manfaat dari penelitian ini adalah memperoleh informasi cara pengeringan ampas tahu yang cepat dan pengaruhnya terhadap kualitas organoleptik ampas tahu kering. Memperpanjang waktu simpan ampas tahu.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampas tahu, pollard. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu tekstur, warna, bau dan ada tidaknya jamur. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan bila berbeda nyata diuji lebih lanjut dengan Uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengeringan ampas tahu dengan perlakuan spinner sebelum dikeringkan terbukti mampu mengeringkan ampas tahu lebih cepat dibanding perlakuan lainnya. Tektur ampas tahu kering dengan perlakuan penambahan filler memiliki tekstur yang lebih halus dibanding ampas tahu kering dengan perlakuan lainnya. Warna ampas tahu kering yang dikeringkan langsung pada lemari pengering dan ampas tahu yang di-spinner terlebih dahulu lebih bagus dibanding ampas tahu kering dengan penambahan filler. Bau ampas tahu pada masing-masing perlakuan masih tergolong baik karena belum terjadi kerusakan. Tidak terdapat jamur pada masing-masing perlakuan cara pengeringan ampas tahu. Kata kunci : ampas tahu, pengeringan, organoleptik.
OPTIMALISASI BUDIDAYA UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) MELALUI PENINGKATAN KEPADATAN PENEBARAN DI TAMBAK PLASTIK ., S u p o n o
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 1 Maret 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i1.51

Abstract

Evaluasi budaya udang putih (Litopenaeus vannamei) dengan meningkatkan padat tebar dalam kolam berjajar. Udang putih yang berasal dari Amerika Tengah, diperkenalkan ke Indonesia awal tahun 2000 dan mendapat hasil yang sukses. Beberapa tambak udang telah mencoba untuk udang budaya putih untuk meningkatkan produktivitas tambak mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manajemen akuakultur dengan meningkatkan padat tebar udang putih. Penelitian dilakukan di Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Data dikumpulkan dari 15-intensif tumbuh kolam dengan padat tebar dari 76 pcs/m2 (5 kolam), 95 pcs/m2 (5 kolam), dan 115 pcs/m2 (5 kolam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan Stocking dari 115 pcs/m2 hasil tertinggi dihasilkan (9.678 kg) dengan berat badan rata-rata 18,3 g, dan tingkat kelangsungan hidup 92%. Kata kunci: Stocking density, udang putih, kolam intensif
Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu Di Kabupaten Pati R.D. Aryanto, E. Prasetyo, dan S.I. Santoso
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.2, September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v36i2.234

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang berupa luas lahan, bibit, pupuk ZA, pupuk phonska, dan tenaga kerja terhadap produksi usahatani tebu dan menganalisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani tebu di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Penentuan jumlah responden ditentukan dengan rumus slovin, penentuan sampel dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan jumlah 91 responden. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda yang ditransformasikan menjadi fungsi produksi model cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksi luas lahan (X1), bibit (X2), pupuk ZA (X3), pupuk ponska (X4), dan tenaga kerja (X5) berpengaruh nyata dengan taraf kepercayaan 0,05 terhadap produksi tebu. Secara parsial faktor-faktor produksi yang meliputi bibit dan pupuk ponska berpengaruh nyata 0,05 terhadap produksi tebu, sedangkan luas lahan, pupuk ZA, dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi tebu. Efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi yang meliputi bibit dan pupuk phonska belum efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk ZA, dan tenaga kerja tidak efisien. Kata Kunci: efisiensi, faktor produksi, usahatani, tebu.

Page 9 of 32 | Total Record : 311