cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 311 Documents
PENGARUH PERBEDAAN BOBOT TELUR TERHADAP BOBOT TETAS DAN MORTALITAS AYAM KEDU JENGGER MERAH DAN AYAM KEDU JENGGER HITAM Sutopo dan I. Sumeidiana K, C. Ustadha
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 34 No. 2 September Tahun 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot telur terhadap bobot tetas dan mortalitas ayam Kedu Jengger Merah (AKJM)dan ayam Kedu Jenger Hitam (AKJH). Penelitian dilaksanakan di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR) Satker Ayam Maron, pada bulan November-Januari 2016. Materi penelitian terdiri dari 226 butir telur AKJM dan 46 butir telur AKJH yang dikelompokkan menjadi 8 flok AKJM dan 2 flok AKJH. Nisbah perkawinan jantan : betina adalah 1:5. Data dikumpulkan berdasarkan koleksi telur selama 5 hari dengan 5 kali ulangan, telur yang sudah diseleksi diberi tanda dan ditimbang sebelum ditetaskan. Telur dimasukkan ke dalam mesin penetasan selama 21 hari. Data dianalisis menggunakan rancangan “ One Way Classification” untuk bobot tetas dan “Kruskal- Wallis” untuk mortalitas dilanjut dengan Uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan bobot telur menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap bobot tetas DOC AKJM dan AKJH. Pengaruh perbedaan bobot telur AKJM dan AKJH tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap mortalitas. Kesimpulan penelitian adalah pengaruh perbedaan bobot telur berbeda nyata terhadap bobot tetas dan tidak berbeda nyata terhadap mortalitas. Kata Kunci :Bobot Telur, Bobot Tetas, Mortalitas.
Status Mineral Mangan Pada Sapi Potong Di Daerah Aliran Sungai Jratunseluna (Mineral Manganese Status of Beef Cattle At Jratunseluna Watershed) E. Pangestu dan Sutrisno, Utami, M. T,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 35 No.1 Maret 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji status Mn pada sapi potong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jratunseluna bagian hulu dan hilir, serta mengetahui hubungan antara konsumsi Mn dan status Mn dalam bahan pakan dengan penampilan produksi ternak. Penelitian lapangan berupa survei di daerah hulu yaitu Kecamatan Suruh dan Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang; sedangkan di daerah hilir Kecamatan Jaken dan Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.Ada 30 ekor sapi yang diamati pada daerah hulu dan hilir terhadap jumlah dan jenis pakan yang dikonsumsi, kadar Mn dalam pakan, bulu sapi dan tanah. Data yang diperoleh dilakukan independent t-test untuk mengetahui perbedaan status Mn di daerah hulu dengan hilir, korelasi konsumsi Mn dengan status Mn pada ternak dan status Mn ternak dengan pertambahan bobot badan harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara pertambahan bobot badan harian dan variasi bahan pakan hijauan dan konsentrat yang dikonsumsi oleh sapi di hulu dengan hilir. Pertambahan bobot badan harian ternak di daerah hulu lebih rendah dibanding hilir, demikian pula konsumsi bahan kering pakan pada sapi 7,75 dan 8,89 kg, status Mn bulu sapi pada wilayah hulu dan hilir menunjukkan tidak adanya perbedaan, masing-masing 11,5 dan 22,9 ppm. Korelasi konsumsi Mn dengan status Mn menunjukkan hasil yang kurang erat (R2= 0,524) sedangkan korelasi antara status Mn dengan pertambahan bobot badan sebesar 0,09. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumsi Mn sapi di DAS Jratunseluna tergolong rendah dan defisien. Kata Kunci: Sapi potong, mangan, daerah aliran sungai, hulu, hilir
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI KACANG HIJAU VARIETAS NO.129 ( PB) DENGAN SISTIM TUGAL DAN SISTIM SEBAR DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI Karyadi, Sri Suratiningsih, Sudarmono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 1 Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan pendapatan usahatani kacang hijau varietas No. 129 (PB) dengan sistim tugal dan sistim sebar di Desa Tawangrejo Kec. Winong Kab. Pati; 2) Pengaruh faktor  produksi terhadap pendapatan usahatani kacang hijau varietas no.129 (PB) dengan sistim Tugal dan sistim sebar di Desa Tawangrejo Kec. Winong Kab. Pati; 3) Kelayakan usahatani kacang hijau varietas no.129 (PB) dengan sistim tugal dan sistim sebar di Desa Tawangrejo Kec. Winong Kab. Pati. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif (survei) yang dilakukan pada bulan Desember  2011 sampai dengan bulan Pebruari 2012. Pengambilan sampel dengan Stratified Random Sampling. Pengujian sesuai dengan tujuan penelitan secara statistik yaitu dengan menggunakan  uji t, regresi linear berganda dan Analisis kelayakan usahatani dilakukan dengan menggunakan BEP(Q), BEP(Rp) RCR, dan ROI. Dari hasil penelitian dapat diketahui 1) Terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan antara usahatani kacang hijau sistim tugal dan sistim sebar dengan t hitung = 3,813  pada taraf signifikansi 0,000 (P < 0,05);  2) Secara simultan faktor-faktor produksi berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani kacang hijau varietas no. 129 sistim tugal maupun sistim sebar. 3) Analisis kelayakan usahatani  kacang hijau sistim tugal dengan nilai  RCR sebesar 1,72 ( >1 ), BEP(Q) = 867,17 kg (riil = 1.481,40 kg) , BEP(Rp) = Rp. 7.424,18 (riil = Rp. 12.532,26)  dan ROI = 71,55%, Sedangkan usahatani kacang hijau dengan sistim sebar dengan nilai  RCR sebesar 1,48 (>1), BEP(Q) = 949,70 kg (riil = 1.403,60 kg), BEP(Rp) = Rp. 8.485,06 (riil = Rp. 12.462,07) dan ROI = 47,68%. Kedua jenis usahatani dalam kategori menguntungkan dan  layak untuk diusahakan.  Kesimpulan 1). Terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan antara usahatani kacang hijau sistim tugal dengan sistim sebar (P < 0,05); 2) Faktor-faktor yang berpengaruh  terhadap pendapatan usaha tani kacang hijau sistim tugal adalah pupuk (P<0,03) dan pestisida (P<0,01), Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani kacang hijau dengan sistim sebar adalah pestisida (P<0,001) 3) Usahatani kacang hijau varietas no.129 (PB) sistim tugal  lebih menguntungkan dan layak untuk diusahakan daripada usahatani kacang hijau varietas no.129 ( PB ) sistim sebar.   Kata kunci: varietas no.129, sistim tugal, sistim sebar.
Kompetensi Sumber Daya Manusia Pengrajin Telur Asin Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Usaha Di Kabupaten Brebes Jawa Tengah W.Sumekar, S.Gayatri, I.J. Suzana
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Vulume 35 No.2 September 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetesi sumber daya manusia (SDM) pengrajin telur asin di Kabupaten Brebes dan pengaruhnya terhadap kinerja usaha. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 - Februari 2017 di Kabupaten Brebes.  Metode penelitian ini adalah metode survei dan termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan metode purposive random sampling dengan karakteristik responden pengrajin telur asin yang sudah memiliki PIRT.  Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin.  Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda dan secara deskriptif.  Hasil signifikansi uji simultan lebih kecil dari batas error, sehingga hipotesis penelitian dapat diterima (H0 tolak, H1 terima), secara simultan kompetensi SDM pengrajin telur asin berpengaruh nyata terhadap kinerja usaha.  Secara parsial variabel pengetahuan, kemampuan dan keterampilan berpengaruh nyata  sementara sikap dan motivasi tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja usaha.  Kata Kunci: kompetensi SDM, kinerja usaha, telur asin 
ANALISIS EFISIENSIUSAHATANI SAWI CAISIM (Brassica juncea L.) STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI AGRIBISNIS “ASPAKUSA MAKMUR” TERAS KABUPATEN BOYOLALI Endah Hasrati, Efriyani Sumastuti, Kingkin Pratiwi Rakhmawati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 2 September 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i2.35

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani sawi caisim secara teknik, ekonomi dan harga di Kelompok Tani Agribisnis Aspakusa Makmur Boyolali. Penelitian ini dilakukan selama satu periode produksi ( 2 bulan) di Kelompok Tani Aspakusa Makmur Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, metode pengambilan sampel dengan sensus sebanyak 35 petani sawi caisim, metode pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Pengujian hipotesis dengan menggunakan program Frontier Stokastik tipe Cobb-Douglas(Stochastic Production Frontier). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata efisiensi teknik (ET) usahatani sawi caisim sebesar 0,947 maka usahatani sawi caisim di Kelompok Tani Aspakusa Makmur tidak efisien secara teknik, sehingga penggunaan input perlu dikurangi. Apabila dilihat dari efisiensi harga dan ekonomi, maka usahatani sawi caisim belum efisien dengan nilai efisiensi harga sebesar 975,0 dan efisiensi ekonomi sebesar 923,32. Dari hasil perhitungan efisensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga disimpulkan bahwa usahatani sawi caisim di Kelompok Tani Aspakusa Makmur tidak efisien secara teknik dan belum efisien secara ekonomi dan harga. Kata kunci: efisiensi, usahatani, sawi caisim, Cobb-Douglas, Aspakusa
Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya Linn) dan Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Kecernaan Nutrien pada Sapi Perah secara In Vitro Dian Wahyu Harjanti, Anis Muktiani, Rifti Muslimatul Liizza,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 36 No.1, Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya Linn) dan kunyit (Curcuma domestica) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Materi penelitian yang digunakan adalah ekstrak daun pepaya, ekstrak kunyit, cairan rumen sapi perah, ransum kontrol berupa konsentrat komersial dan rumput gajah dengan perbandingan 50% : 50%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T1 : ransum kontrol, T2 : T1 + ekstrak daun pepaya 0,005 ml, T3 : T1 + ekstrak kunyit 0,005 ml, T4 : T1 + ekstrak daun pepaya 0,0025 ml + ekstrak kunyit 0,0025 ml. Data yang diperoleh diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun pepaya dan kunyit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK dan KcBO. KcBK pada T1 (56,90%), T2 (55,49%) dan T3 (60,26%) tidak berbeda, sedangkan pada T4 (64,23%) terjadi peningkatan KcBK (P<0,05) jika dibandingkan dengan T1. KcBO pada T1 (52,63%), T2 (51,11%) dan T3 (55,59%) tidak berbeda, sedangkan padaT4 (60,26%) terjadi peningkatan KcBO (P<0,05) jika dibandingkan dengan T1. Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi kombinasi ekstrak daun pepaya dan kunyit berpengaruh meningkatkan KcBK dan KcBO. Kata Kunci : Daun pepaya, kunyit, sapi perah, fermentasi rumen, in vitro.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI JAWA BREBES (JABRES) DI KABUPATEN BREBES L. Kustiawan, Hengky Oxtovianto Putro A. Setiadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 31, Nomor 2 September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan peternak sapi Jawa Brebes (Jabres) di Kabupaten Brebes.  Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak sapi Jabres di Kabupaten Brebes menguntungkan dengan rata-rata pendapatan per tahun yang diperoleh peternak sebesar Rp. 2.472.533,-.  Apabila dibandingkan dengan UMR, pendapatan ini masih lebih kecil, dalam artian peternak masih perlu meningkatkan usahanya agar memperoleh pendapatan yang lebih besar.   Kata kunci : analisis pendapatan, sapi Jabres
Pengaruh Pemberian Serbuk Buah Semu Jambu Monyet (Annacardiumaccidentale L) Sebagai Aditif Pakan Terhadap Profil Serum Lemak Dan Glukosa Broiler Retno Murwani dan Siti Susanti, Adella. C. Maharani,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 1 Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian serbuk Buah Semu Jambu Monyet (BSJM) dalam aditif pakan terhadap profil serum lemak dan glukosa broiler yang memiliki arti penting pada kualitas karkas broiler antara lain kadar kolesterol darah, HDL, LDL, trigliserida dan glukosa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Januari – 17 Febuari 2015 di kandang ayam, peternakan rakyat Ds.Kaliancar, Podorejo, Ngaliyan, Semarang dan Balai Laboratorium Kesehatan, Semarang. Materi yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler strain CP-707 sebanyak 140 ekor (unsexed) dengan bobot badan 40,00 g± 0,84.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan yang diuji adalah dosis serbuk BSJM terdiri atas T0 (tanpa penambahan), T1 (penambahan 0,25% serbuk BSJM), T2 (penambahan 0,5% serbukBSJM) dan T3 (penambahan 1,00% serbuk BSJM). Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol darah, HDL, LDL dan trigliserida, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05)  terhadap kadar glukosa pada pemberian serbuk buah semu jambu monyet (Annacardium accidentale L) pada broiler. Kata kunci: serbuk BSJM, profil serum lemak dan glukosa, broiler
PENGGUNAAN SORGUM DAN KULIT PISANG YANG TEROLAH SECARA KIMIAWI TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN PADA AYAM BROILER B. Sukamto, E. Suprijatna, Prayogi Sunu,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 1 Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sorgum dan kulit pisang yang terolah secara kimiawi dalam ransum broiler sebagai upaya untuk memanipulasi efek negatif tanin terhadap kecernaan protein kasar, serat kasar, energi metabolis, danretensi nitrogen pada ayam bloiler. Materi yang digunakan adalah anak ayam broiler unsex umur 2 minggu sebanyak 160 ekor, dengan bobot badan awal 551, 46±2,49 g, yang dipelihara dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi 8 ekor ayam.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang didapat diujikan menggunakan analisis ragam. Jika terdapat perbedaan rata rata antara pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan. Sorgum dan kulit pisang di lakukan pengolahan secara kimia dengan menggunakan NaOH 10% direndam selama 15 menit untuk menurunkan kadar tanin. Perlakuan yang diberikan selama penelitian adalah sebagai berikut: T0 = ransum kontrol menggunakan mengandung jagung tanpa kulit pisang maupun sorgum. T1= ransum dengan sorgum terolah 30%. T2 = ransum mengandungsorgum terolah 43%. T3 = ransum mengandung kulit pisang terolah 30%. T4 = ransum mengandung kulit pisang terolah 43%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecernaan serat kasar, protein kasar,  adalah berbeda nyata (P<0,05), sedangkan pada parameter protein kasar, penggunaan kulit pisang dengan persentase 30% dan 43% nilainya tidak berbeda nyata (P>0,05). Tingkat konsumsi ransum, nilai kelima perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05).  Disimpulkan bahwa sorgum dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 43% tanpa menurunkan kecernaan serat kasar, dan protein kasar. Kulit pisang dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 43% tanpa menurunkan kecernaan nutrien dan gangguan fisiologis pada ayam broiler. Kata kunci : Sorgum, kulit pisang, ayam bloiler,dan  kecernaan
Pengaruh Lama Peram Fermentasi Kulit Kacang Tanah Teramoniasi Terhadap Kehilangan Bahan Organik, Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik secara In Vitro Destriyasda Optima, B. I. M. Tampoebolon dan Surono
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 37 No. 2 September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v37i2.255

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan lama peram fermentasi kulit kacang tanah teramoniasi terhadap kehilangan BO, KcBK dan KcBO secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan perbedaan lama peram T0 (0 hari), T1 (5 hari), T2 (10 hari) dan T3 (15 hari) dan terdapat 4 ulangan pada masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kehilangan BO, KcBK dan KcBO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan lama peram terdapat pengaruh nyata (P0,05) terhadap meningkatnya kehilangan BO dari 4,95% sampai 13,06%, KcBK meningkat sebesar 34,59% sampai 39,08% dan KcBO juga meningkat dari 37,40% sampai dengan 45,95%. Pengaruh perlakuan lama peram fermentasi kulit kacang tanah teramoniasi diperoleh waktu terbaik yaitu sampai dengan 15 hari. Kata kunci : Kulit kacang tanah, fermentasi, Aspergillus niger, kecernaan secara in vitro

Page 8 of 32 | Total Record : 311