cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): MARCH" : 6 Documents clear
KEBUTUHAN PETANI UNTUK PENGEMBANGAN USAHATANI PADI ORGANIK (Studi Kasus Terhadap Kelompok Petani Padi Organik di Kabupaten Kediri) ARTINI, WIDI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.303

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kebutuhan petani dan dan menganalisis kendala dalam mengembangkan padi organik.  Konsep dasar yang digunakan yaitu  konsep perubahan sosial Talcott Parson yaitu sistem fungsional struktural yang dikenal dengan AGIL. Mengigunakan  pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jumlah responden diambil secara sensus (sampling jenuh) terhadap populasi petani padi aktif.  Metode yang digunakan metode survey terhadap seluruh populasi yaitu petani padi organik sebanyak 60 petani aktif yang sedang menjalankan budidaya padi organik baik yang koversi maupun yang telah sertifikasi.Pelaksanaan penelitian Desember 2015-Maret 2016. Analisis data dilakukan secara diskriptif analitik kualitatif melalui pengelompokan pada tabel analisis (tabulating analysis).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan petani untuk mengembangkan padi organikmeliputi : 1) modal  : 2) keterampilan dan pengetahuan tentang teknologi organik: 2) sarana produksi organik secara lokal  : 3) kepastian harga standar gabah organik yang memadai :  4) kelancaran pasar hasil : 5) sertifikasi organik atau pengakuan organik. Berdasarkan hasil penelitian disarankan ada intervensi atau kebijakan dari pihak pemerintah untuk meningkatkan penerapan sistem organik pada padi terutama dalam kepastian pasar dan ketentuan harga , mengingat tujuan penerapan padi organik adalah untuk rehabilitasi  sumberdaya alam tanah dan lingkungannya.Kata Kunci: inovasi.
RAGAM KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA MARGOPATUT KECAMATAN SAWAHAN KABUPATEN NGANJUK WIDI ARTINI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.304

Abstract

RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola konsumsi masyarakat yang berkembang pada saat ini. Melalui pendekatan konsep indikator pola konsumsi pangan yaitu PPH dan AKG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey terhadap kelompok masyarakat tertentu yang dianggap mempunyai keragaman pola konsumsi pangan, dengan metode penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 responden terpilih. Analisis data dilakukan secara diskriptif analitik. Lokasi penelitian di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola konsumsi pangan masyarakat yaitu : 1). jenis sumber karbohidrat  di dominasi oleh jenis padi-padian beras yaitu sebesar 86.6 % ; 2). jenis sumber protein  hewani dan nabati di dominasi oleh tahu sebesar 73.3 % dan tempe 76.6% ; 3) jenis mineral : sayur kacang panjang, sawi, daun singkong, mentimun, buah pisang sebesar 68.3 % ; 4) jenis gula yaitu gula pasir putih sebesar 96.6 % ; 5). pangan jenis minyak dan lemak yakni minyak curah sebesar 68.3 %; 6). jenis biji berminyak yakni bahan pangan kelapa sebesar 46.6 %; 7). rempah-rempah 100 % sebagai bumbu masak , obat tradisional. Dari hasil penelitian disarankan gerakan dan sosialisasi tentang pola makan yang beragam dan bergizi, seimbang dan aman (B2SA) secara terus menerus kepada masyarakat.Kata Kunci: Ragam Pangan, Masyarakat Pedesaan
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI NANAS SISTEM MITRA TANI DAN SISTEM KERJA SAMA USAHA (KSU) di LAHAN PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN NGRANGKAH PAWON KEDIRI (Studi kasus di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) WIWIEK ANDAJANI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.305

Abstract

RINGKASANKerja sama pertanian nanas di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri adalah suatu kerjasama antara dua belah pihak  pihak perkebunan sebagai pihak pemilik lahan yang menyiapkan lahan pertanian untuk disewakan ke petani sebagai pihak penyewa lahan perkebunan sekaligus sebagai penggarap untuk ditanami komoditi yang  ditentukan aturannya oleh pihak perusahaan, yaitu komoditi hortikultura tanaman nanas dengan konsep kerja sama, Sistem Mitra Tani dan Sistem Kerja Sama Usaha (KSUdengan harapan pendapatan perusahan maupun petani mengalami peningkatan. Penentuan daerah penelitian secara purposive di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Dipilihnya daerah ini karena desa tersebut terdapat perusahaan negara (BUMN) Badan Usaha Milik Negara. yaitu PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri dengan petani disekitar wilayah Desa Sepawon dengan sistem Mitra Tani dan sistem Kerja Sama Usaha (KSU). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui biaya produksi, hasil produksi  dan pendapatan bersih petani nanas rata – rata per hektarnya, Dari hasil analisadiketahui total biaya proses produksi nanas, sistem mitra tani adalah Rp. 66.291.050,- lebih besar dari biaya total produksi nanas dengan sistem kerja sama usaha (KSU) yaitu Rp. 57.474.333,33,-. Sedang produksi nanas rata rata per hektar untuk sistem mitra tani adalah 94.917 nanas dan sistem kerja sama usaha (KSU) 80.000 nanas. Sehinggakeuntungan rata – rata per hektarnya untuk sistem mitra tani adalah sebesar Rp. 43.973.533,33,- lebih rendah dari pada keuntungan yang diperoleh petani nanas sistem kerja sama usaha (KSU) adalah sebesar Rp. 62.012.142,86,-Kata Kunci: studi komparatif, pendapatan, sistem mitra tani, sistem kerjasama usaha.
PENGARUH JARAK TANAM DAN TINGGI RENDAHNYA TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI TEMBAKAU KASTURI TJATUR PRIJO RAHARDJO
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.306

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh jarak tanam dan tinggi pangkasan Terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Dalam percobaan ini varietas tembakau yang digunakan adalah varietas Kasturi GG, yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Dati II Jember. Percobaan dilakukan di Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo, Kecamatan Alqimbang, Kabupaten Lamongan. Jenis tanah asosiasi regosol klabu dan latosol coklat, pH tanah netral (6,3). Rata-rata curah hujan selama berlangsungnya percobaan adalah 107 mm/bulan dan rata-rata hari hujan 8,3 hari. Percobaan dilaksanakan pada akhir april 2017 sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu jarak tanam dan tinggi pangkasan. Faktor jarak tanam terdiri dari tiga tingkat, yaitu J1 (Jarak tanam 90 x 40 cm), J2 (Jarak tanam 90 x 50 cm), J3 (Jarak tanam 90 x 60 cm). Sedangkan pemangkasan dari 4 tingkat F1  (hanya karangan bunga yang dipangkas), F2 (karangan bunga + dua daun dibawahnya dipangkas), F3 (karangan bunga + empat daun dibawahnya dipangkas), F4 (karangan bunga + enam daun dibawahnya dipangkas). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecuali dalam hal warna krosok, baik jarak tanam maupun tinggi pangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Kecuali dalam hal tebal daun dan warna krosok, pada umumnya terdapat interaksi yang sangat nyata antara jarak tanam dan tinggi pangkasan.Kata kunci: Tembakau Kasturi
ANALISIS KEPUASAN PETANI BAWANG MERAH (Allium ascolonicum, L) TERHADAP KINERJA PELAYANAN PPL DAN PENANGANAN PUPUK BERSUBSIDI WIWIEK ANDAJANI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.307

Abstract

RINGKASAN Upaya pembangunan pertanian dari kota sampai desa telah dibentuk kelembagaan penyuluh dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai di tingkat Kecamatan. Hal ini menarik untuk dilakukan penelitian, tentang kinerja pelayanan PPL dan penanganan pupuk bersubsidi terhadap petani bawang merah yang ada di Kabupaten Nganjuk, dengan tujuan :(1) untuk mengetahui kualitas pelayanan PPL dan penanganan pupuk bersubsidi terhadap tingkat kepuasan petani bawang merah, dan (2)Untuk mengetahui kepuasan petani bawang merah terhadap kinerja pelayanan PPL dan penanganan penggunaan pupuk bersubsidi.Metode penelitian  penentuan lokasi secara sengaja di Desa Nglinggo Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk karena mayoritas petani bawang merah, pengambilan sampel secara acak berlapis.Metode analisa data menggunakan : uji validitas, uji reliabilitas, IPA dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil yang di dapat petani bawang merah di desa Nglinggo Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk puas terhadap kualitas pelayanan PPL, puas dalam penanganan pupuk bersubsidi dan puas atas kinerja pelayanan PPL serta puas dalam penggunaan pupuk bersubsidi.Kata kunci: analisis kepuasan, bawang merah, PPL, Pupuk Subsidi 
SELEKSI MASSA POSITIP S1 PADA 12 GALUR KEDELAI HASIL PERSILANGAN VARIETAS WILIS DAN OCUMANI MARIYONO, MARIYONO
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.295

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses seleksi untuk mendapatkan genotipe yang lebih baik dan perbaikan genetik pada berat biji per tanaman dalam populasi yang dipilih melalui seleksi massa positif. Rancangan Acak Kelompok Lengkap diadopsi dalam penelitian ini dengan genotipe kedelai dua belas sebagai perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah `tinggi tanaman, waktu panen (hari), jumlah cabang, jumlah simpul-subur, jumlah polong unggulan per tanaman, jumlah polong kosong per tanaman, berat 100 biji (gram), jumlah biji per tanaman, berat biji per tanaman, berat biji per plot (gram), dan biologi patogen. Berdasarkan varians analisis, hampir semua parameter yang diamati adalah tidak signifikan, variasi genetik sempit, heritabilitas dan respons yang rendah tetapi pada panen yang jatuh tempo hasil efek yang bertentangan. sebaiknya dipilih kondisi lingkungan yang sesuai bagi tanaman, agar dalam seleksi faktor lingkungan tidak terlalu dominan dalam mempengaruhi penampakan fenotipe. Hasil pengamatan biologi pathogen dapat digunakan sebagai penelitian lanjutan tentang resistensi kedelai terhadap penyakit karat daun.Kata kunci: seleksi massal, heritabilitas, respon seleksi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6