cover
Contact Name
Nabil
Contact Email
anisbata124@gmail.com
Phone
+6281296863466
Journal Mail Official
journal@almarhalah.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Marhalah Al ‘Ulya Bekasi Jl. KH. Mas Mansyur No. 91, Bekasi
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Al Marhalah
ISSN : 0126043X     EISSN : 27162400     DOI : 10.38153
The Al Marhalah | Jurnal Pendidikan Islam published by STIT Al Marhalah AL ‘Ulya Bekasi, is a peer-reviewed open access international journal published twice in a year (May and November). Al Marhalah | Jurnal Pendidikan Islam is a Islamic Education research and article journal. Intended to communicate original researches, methodology and current issues on the subject. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives: education, psychology, sociology, anthropology and many more. This journal warmly welcomes to articles contributions from scholars of related disciplines.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah" : 5 Documents clear
PENDIDIKAN SAINS BERBASIS SPIRITUALITAS DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Zamakhsyari Abdul Majid
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v1i1.99

Abstract

Throughout 2006, Indonesia was rocked by a phenomenal work by Dr. Masaru Emoto about the true power of water. In his book entitled The True Power of Water, Emoto managed to show scientifically the results of his research that when whispered or written good words and certain prayers turn into beautiful crystals that function as "Hado" for human health. The Qur'an, though, was created more than fourteen years ago as a human guideline for achieving the salvation of the world and the hereafter. This is proven by several discoveries, one of which is Dr. Masaru Emoto who succeeded in creating "Hado" as a scientific finding that uses water media. For Muslims, the belief in the miracles of the Qur'an given to mankind itself opens the eyes of the heart to continue to hold fast to the Qur'an. Besides the greatness of the Qur'an as a source of knowledge that can be proven based on in-depth study of scientific science. Thus, the Qur'an provides knowledge about the principles of science and education, which are always associated with knowledge of metaphysics, morality and spirituality. The human method in getting knowledge is very relative to get it, but all is done not apart from the source that is essential that is the source of knowledge from God Almighty. That way, this is what is in the education process.
ISU-ISU KRITIS DALAM PENDIDIKAN “ LEMAHNYA KUALITAS TES UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (UASBN) DITINGKAT SEKOLAH DASAR”. Eva Dwi Kumala Sari
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v1i1.100

Abstract

Penulisan makalah ini didasari oleh rendahnya mutu pedidikan dasar di Indonesia dengan melihat hasil TIMSS versi Indonesia tahun 2006 (Puspendik, 2007) menunjukkan prestasi bidang matematika dan bahasa, dengan standar pencapaian 65% soal dapat dijawab benar, hanya akan ada kurang dari 10% siswa sampel uji yang mampu mencapainya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tes ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) yang digunakan, untuk mata ujian disekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif, yaitu memecahkan masalah-masalah yang muncul dan kemudian dianalisis berdasarkan teori alternatif yang bisa dianggap sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi. Populasi penelitian meliputi para orang tua dan respons siswa terhadap butir soal UASBN. (1)Mendeskripsikan kelemahan pembelajaran yang terdapat di Sekolah Dasar berdasarkan informasi UASBN; (2) Mendeskripsikan peta kelemahan kognitif siswa Sekolah Dasar dalam proses pembelajaran dan menjawab UASBN.
POLA PEMBELAJARAN SUNNAH NABI DI TK ISLAM DAN SD ISLAM TERPADU Nur Laily Fauziyah
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v1i1.101

Abstract

Hari ini kita menyaksikan bahwa anak-anak didik masih diaktifkan kemampuan kognitif, yaitu menghafal secara sekilas, kelas-kelas terlalu padat dengan muatan materi umum, sangat miskin motivasi, dibekali pengetahuan agama namun hanya sebatas penyampaian tanpa praktek atau amaliah yang diiringi penghayatan secara mendalam. Di luar kelas, pergaulan bebas di mana-mana, permainan melalui gadget yang sudah tidak asing bagi anak usia dini, juga kurangnya kontrol dan pengawasan serta perhatian dari para orang tua, sehingga hal itu semua menjadikan anak bersikap, bertingkah laku jelek, melakukan tindak kejahatan, berfoya-foya dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pembelajaran sunnah nabi di jenjang pendidikan tingkat TK dan SD, dan untuk mengetahui sunnah-sunnah nabi yang diajarkan di TK Islam dan SD Islam Terpadu. Dari hasil kajian penelitian tersebut, didapatkan pola pembelajaran yang bagus dan efektif dan beberapa sunnah nabi yang berkaitan dengan etika-etika social yang baik dan bisa diterapkan oleh para pendidik, khususnya kedua orang tua yang ingin mendambakan putra-putrinya menjadi kebanggaan atau qurrota a’yun bagi keluarga semua, menjadi umat yang dicintai Rasulullah SAW. Salah satu ciri orang yang mencintai Nabi SAW. adalah gemar menghafal, menyebarkan dan mengamalkan sunnah-sunnahnya. Dengan bekal itu semua maka ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat serta mendapatkan syafaat Rasul untuk bisa bersama-sama masuk surga.
PENDIDIKAN NEGARA DARI MARX KE STALIN (STUDI PENDEKAKATAN KRITIS-FILOSOFIS DAN HEURISTIKA) Nabil
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v1i1.102

Abstract

..Mendadadak seorang muncul di tepi terowongan dan bekata: “Dilarang membawa kata dari luar” “kata? Dilarang membawa kata?bapak siapa?” “Saya pegawai Negara.” Ia tak menyebut nama. Hanya nomor. Wajah orang itu rata. Tingginya rata. Kostumnya tak berwarna…
PLURALISME AGAMA DALAM AL-QUR'AN (TELAAH TERHADAP TAFSIR DEPARTEMEN AGAMA) Hadi Winarno
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2017): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v1i1.103

Abstract

Manusia agar manusia bisa mengelola alam semesta ini dengan baik dan benar.Didalam Al-Qur’an terdapat aturan-aturan atau cara yang mengatur hubungan antar sesama manusia atau petunjuk yang harus dilakukan manusia untuk mengatur alam semesta ini agar tidak terjadi kerusakan artinya alam semesta ini boleh diambil manfaatnya tanpa menimbulkan suatu kerusakan. Memang al-Qur'an tidak menjelaskan secara gamblang dan rinci mengenai setiap masalah yang akan dihadapi manusia, namun hanyamemberikan garis besarnya saja yang berisi rumusandan prinsip-prinsip yang dapat digunakan dandikembangkan dalam kehidupan baik secara pribadi dankehidupan bermasyarakat merumuskan prinsip-prinsip dasar yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mungkin hikmahnya agar manusia menggunakan akal budi dan daya nalarnya seoptimal mungkin atau dalam terminologi fikih disebut berijtihad untuk menjelaskan pedoman yang sifatnya global tadi, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi kehidupan mereka yang dinamis dan selalu berubah.Karena dalam prakteknya, semakin rinci dan detail sebuah aturan akan semakin sulit diimplementasikan dalam kehidupan yang dinamis dan berubah. Itulah sebabnya mengapa al-Qur'an dan ajaran Islam tidak ketinggalan zaman, dan selalu dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi manusia yang berubah-ubah. Hal ini sesuai dengan kaidah al-Islâm shâlih li kulli zamân wa makân (Islam kompatibel dengan perkembangan zaman dan dimana saja). Inti ajaran Islam adalah tauhid, yaitu mengajarkan kepada manusia bahwa hanya ada satu pencipta, yaitu Allah swt. Selain Dia, semua hanyalah makhluk. Di antara ciptaan-Nya, manusia adalah makhluk yang paling sempurna (QS. Al-Isrâ/17: 70).[1] Makhluk lain patut memberikan penghormatan kepada manusia. Manusia adalah makhluk yang bermartabat dan harus dihormati tanpa membedakan ras, suku, bangsa, agama, warna kulit, bahasa, jenis kelamin, gender, dan berbagai ikatan primordial lainnya. Keragaman manusia adalah sunnatullah. Manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan menghargai. Dan Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan. (QS. Al-Isrâ'/17: 70)

Page 1 of 1 | Total Record : 5