cover
Contact Name
M. Riza Pahlefi
Contact Email
riza.pahlefi@uinbanten.ac.id
Phone
+6285383592121
Journal Mail Official
syakhsia@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Ciceri Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Syaksia : Jurnal Hukum Perdata Islam
ISSN : 2085367X     EISSN : 27153606     DOI : https://dx.doi.org/10.37035/syakhsia
Syakhsia: Jurnal Hukum Perdata Islam, is an open access and peer-reviewed journal published biannually (p-ISSN: 2085-367X and e-ISSN: 2715-3606). It publishes original innovative research works, reviews, and case reports. The subject of Syakhsia covers textual and fieldwork with various perspectives of Islamic Family Law, Islam and gender discourse, and legal drafting of Islamic civil law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 2 (2025): Juli - Desember" : 2 Documents clear
PENERAPAN HUKUM WARIS ISLAM DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN DI MASYARAKAT PEDESAAN INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Taqiyuddin, Hafidz
Syakhsia Jurnal Hukum Perdata Islam Vol 26 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Islamic Civil Law Departement of Shari'a Faculty at Islamic State University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/syaksia.v26i2.12481

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana hukum waris Islam diterapkan dan dipahami dalam keragaman sosial serta budaya masyarakat Indonesia. Kajian ini memusatkan perhatian pada interaksi antara norma hukum, praktik adat, dan relasi gender dengan mensintesis temuan dari tiga puluh dua penelitian ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam memberikan kerangka yang jelas mengenai pembagian warisan, penerapannya dalam kehidupan masyarakat sering kali dipengaruhi oleh tradisi lokal dan struktur sosial yang kuat, yang membentuk cara pandang terhadap keadilan dan keseimbangan. Tiga tema utama muncul dari berbagai penelitian tersebut. Pertama, ketimpangan gender masih menjadi persoalan yang terus berulang, di mana perempuan kerap menerima perlakuan tidak setara meskipun ketentuan fikih memberikan hak yang jelas. Kedua, koeksistensi antara hukum Islam dan hukum adat menciptakan ruang negosiasi, di mana tafsir lokal sering kali menyesuaikan atau menafsirkan ulang ketentuan formal hukum Islam. Ketiga, rendahnya kesadaran dan literasi hukum di kalangan masyarakat pedesaan masih menjadi hambatan dalam mewujudkan praktik distribusi warisan yang adil. Dengan memadukan perspektif hukum, budaya, dan etika, penelitian ini menawarkan pemahaman yang menyeluruh tentang hukum waris Islam sebagai sistem moral yang hidup. Penelitian ini menegaskan bahwa keadilan sejati dalam pewarisan tidak hanya menuntut pembaruan hukum, tetapi juga dialog budaya, pendidikan masyarakat, dan empati sosial. Pendekatan seperti ini memungkinkan hukum Islam tetap setia pada landasan etiknya sekaligus tanggap terhadap keragaman sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
PROHIBITION OF MARRIAGE BETWEEN TWO SIBLINGS AT THE SAME TIME (An Examination of Islamic Law and the Cultural Reality of the Pasir Sialang Village Community in Kampar Regency, Riau) Muh Rizki; Afrilian, Andre; Amrin Borotan; Ardiansyah
Syakhsia Jurnal Hukum Perdata Islam Vol 26 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Islamic Civil Law Departement of Shari'a Faculty at Islamic State University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/syaksia.v26i2.12482

Abstract

In the current discourse on Islamic family law, cultural aspects cannot be separated from the scope of family law, especially marriage. As in the view of the Pasir Sialang Village community, when conducting a marriage, considerations must be taken into account, such as the community's perception of the prohibition of two siblings marrying at the same time. The purpose of this article is to determine the views of the Pasir Sialang Village community regarding the prohibition of marriage between two siblings at the same time and the impact of this prohibition from a cultural anthropology perspective. This research is empirical legal research using a cultural anthropology approach. The results of this study confirm the existence of a prohibition on the marriage of two siblings at the same time and the community's belief in the impact of such marriages. This is due to the influence of traditional culture and the reality of beliefs that exist in the community as a result of violating established rules, as evidenced by past occurrences in the Pasir Sialang community. Such as divorce, death, and miscarriages during pregnancy. From a cultural anthropology perspective, the phenomenon of marriage prohibition cannot be permanently prohibited, due to social considerations that influence understanding in society.

Page 1 of 1 | Total Record : 2