cover
Contact Name
Erfan Wahyudi
Contact Email
erfan.wahyudie@gmail.com
Phone
+6282339778340
Journal Mail Official
solid.utm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pelor Mas 3, Kampus UTM Mataram, Kekalik, kec. Sekarbela, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018)" : 15 Documents clear
SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DARUL HABIBI NAHDATUL WATHAN (NW) PAOK TAWAH PRAYA LOMBOK TENGAH. satria umami
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.261

Abstract

Abstract: Boarding schools as education providers, selectively aimed at making students a reliable resource and expected to become leader of the Muslims, therefore the system or system component of education boarding schools should be improved.The focus of this research is to examine the system of education boarding schools Darul Habibi Nahdatul Wathan Paok Tawah Praya central Lombok in pursuit of goals that are explained in the formulation of the problem: 1) how the system of education boarding schools Darul Habibi Nahdatul Wathan Paok Tawah Praya central Lombok 2) how the relationship component of the education system in achieving the objectives. Keywords: Educational Boarding Schools System, System Component in Achieving Goals Abstrak: Pondok pesantren sebagai penyelenggara pendidikan Islam, secara  selektif bertujuan menjadikan sumber daya santri yang handal dan diharapkan dapat menjadi pimpinan umat Islam, oleh karena itu sistem atau komponen sistem  pendidikan  pondok pesantren harus ditingkatkan. Fokus dari penelitian ini untuk mengkaji sistem pendidikan pondok pesantren Darul Habibi Nahdatul Wathan Paok Tawah Praya Lombok Tengah dalam mencapai tujuan yang di jelaskan dalam rumusan masalah: 1) Bagaimana Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Darul Habibi Nahdatul Wathan Paok Tawah Praya Lombok Tengah 2) Bagaimana Hubungan Komponen Sistem   Pendidikan Dalam Mencapai Tujuan. Kata Kunci: Sistem Pendidikan Pondok Pesantren, Hubungan Komponen Sistem Dalam Mencapai Tujuan
SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD 2017 PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI NTB henni hikmi
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.234

Abstract

Judul dari penelitian adalah Sistem Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Sistem Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini bermanfaat untuk menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan masukan bagi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB. Dalam menentukan langkah-langkah kebijakan yang akan datang, dan dapat memenuhi salah satu syarat guna menyelesaikan konsentrasi studi pada program studi manajemen administrasi Akuntansi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriftif. Adapun teknik pengumpulan data dari penelitian ini berupa teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif serta sumber data dari peneliti berupa data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis menyimpulkan Sistem Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTB cukup efektif. Hal ini terlihat dari sistem pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 nya dari kinerja pihak-pihak yang terkait dan langkah- langkah atau tahapan-tahapan dari prosedur pertanggungjawabannya sehingga menjadi buku Laporan Keuangan Pemda dari semua SKPD untuk Anggaran tahun 2017. Kata Kunci : Sistem Pertanggungjawaban, Pelaksanaan APBD 2017.
PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAH DESA SEBELUM DAN SESUDAH UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Beverly Evangelista; - Zulhadi
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.178

Abstract

Terdapat perbedaan bentuk pertanggungjawaban pemerintah desa sebelum dan sesudah berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tengang Desa dimana sesudah berlakunya undang-undang tersebut pertanggungjawaban pemerintah desa lebih ketat baik kepada BPD maupun Bupati/Walikota dan masyarakat.Adapaun permasalahan dalam tesis ini yakni : bagaimanakah pertanggungjawaban pemerintah desa sebelum  dan sesudah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa ? dalam Hal apa saja pemerintah desa menyampaikan pertanggungjawaban kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan BPD ?Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian hukum normatif  dengan beberapa pendekatan yakni : Pendekatan perundang-undangan, Pendekatan Konseptual, Pendekatan Komparatif, Pendekatan Historis.Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah, Kepala Desa menyampaikan laporan dalam bentuk LPJ Kepala Desa. Dan setelah berlakunya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa, Kepala Desa menyampaikan laporan dalam bentuk LKPJ kepada BPD dan Bupati/Walikota serta masyarakat. Dalam hal pelaporan, ada dua jenis laporan pertanggungjawaban yang harus disampaikan oleh pemerintahan desa yakni laporan pelaksanaan Apebedes yang dilakukan pada setiap akhir tahun anggaran dan laporan pertanggungjawaban Kepala Desa pada masa akhir jabatan sebagai Kades.Oleh sebab itu, penulis berkesimpulan bahwa pertanggungjawaban pemerintah desa haruslah disampaikan dalam LKPJ kepada BPD dan Bupati/Walikota serta masyarakat. Kata kunci : Pemerintah Desa, Pertanggungjawaban
SERIAL VERB CONSTRUCTIONS IN SASAK LANGUAGE OF MENO-MENE DIALECT: A TYPOLOGY AND LFG APPROACH Sartika Hijriati
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.193

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to analyze the semantic types, the characteristics, and the constituent structure and functional structure of Sasak serial verb constructions. The theory of Typology and Lexical Functional Grammar (LFG) were used to analyze the data. The data in this research were taken from the uttarances of speakers of meno-mene dialect of Sasak. This study is designed as a descriptive qualitative research. The data were collected through observation, interview, and reflective-introspective methods with recording and elicitation techniques. The results show that Sasak serial verb constructions have ten semantic types, which are motion, direction, instrument, comitative, manner, aspect and mood, benefactive, causative, cause-effect, and synonym. Based on the phonological, morphological and syntactical characteristics, Sasak serial verb constructions have the following characteristics: (1) They fall under one intonation contour, 2) They form mono-clause as a single predicate, 3) They have verb markers that occur only on one verb or each verb obtains the same marker, 4) They share aspect, mood, negation, and 5) They share the same arguments. The analysis of constituent structure and functional structure shows that Sasak serial verb constructions have V-V stucture, and X-COMP or X-ADJ structure.Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe-tipe semantik, ciri-ciri, dan struktur konstituen dan struktur fungsional pada konstruksi verba serial Bahasa Sasak. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori tipologi dan tata bahasa leksikal fungsional. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan introspektif-reflektif dengan teknik rekam dan pancing. Hasil analisis menunjukkan konstruksi verba serial bahasa Sasak memiliki sepuluh tipe semantik untuk menunjukkan gerakan, arah, instrumen, komitatif, kecaraan, aspek dan modal, benefaktif, kausatif, sebab-akibat, dan sinonim. Berdasarkan ciri-ciri fonologis, morfologis dan sintaksis, verba serial Bahasa Sasak memiliki ciri: 1) konstruksi verba serial Bahasa Sasak dilafalkan dalam satu intonasi, 2) konstruksi verba serial Bahasa Sasak ialah monoklausa dan berperilaku sebagai predikat tunggal, 3) pemarkah verba serial Bahasa Sasak pada salah satu atau tiap-tiap verba dengan pemarkah yang sama, 4) verba serial Bahasa Sasak berbagi aspek, modal dan negasi, dan 5) verba serial Bahasa Sasak berbagi argumen dalam konstruksinya. Analisis terhadap struktur konstituen dan struktur fungsional menunjukkan verba serial bahasa Sasak memiliki stuktur V-V dan struktur X-KOMP atau X-ADJ.Keywords: serial verb constructions, Sasak, typology, Lexical Functional Grammar
PENGARUH INTEGRATIVE LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA Anggun Variasi Islami
SOLID Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v8i2.200

Abstract

Abstract: This research aimed to determine the effect of concepts acquisition and problem-solving abilities of physics among students who learned with integrative learning and guided inquiry. Research was a quasi experimental. The sample consisted of 68 students of class X SMAN 2 Malang, East Java. Research carried out for 6 weeks. Both classes were given a multiple choice test for concepts acquisition and essay for problem-solving abilities. Research showed that student’s concepts acquisition and problem-solving abilities on class integrative learning higher than class guided inquiry Key Word: integrative learning , problem solving ability, concepts acquasition Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang dibelajarkan melalui integrative learning dengan siswa yang dibelajarkan melalui inkuiri terbimbing. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Sampelnya terdiri dari 68 siswa kelas X  SMAN 2 Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan selama 6 minggu. Kedua kelas diberikan tes berupa soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan soal essay untuk kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa yang belajar menggunakan integrative learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang belajar dengan inkuiri terbimbing. Kata kunci: integrative learning, kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep

Page 2 of 2 | Total Record : 15