cover
Contact Name
bakhrul huda
Contact Email
bakhrul.huda@uinsby.ac.id
Phone
+6281331303883
Journal Mail Official
el-qist@uinsa.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Surabaya 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB)
ISSN : 22527907     EISSN : 27160335     DOI : https://doi.org/10.15642/elqist
el-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam satu tahun, bulan April dan Oktober, berisi kajian-kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, baik berupa artikel konsepsional ataupun hasil penelitian
Articles 419 Documents
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN DAN POTENSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE RGEC PADA BNI SYARIAH TAHUN 2014-2018 Surya Pratikto, Muhammad Iqbal; Qanita, Ariza; Maghfiroh, Rahma Ulfa
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 1 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian tingkat kesehatan bank merupakan hal yang sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan stakeholder melainkan juga untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Dengan mengetahui kondisi kesehatan bank, manajemen bisa lebih mudah dalam menentukan arah kebijakan jalannya perusahaan ke depan. Dalam menjalankan bisnisnya, perbankan harus memperhatikan aspek risiko yang mungkin diakibatkan dari kegiatan operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesehatan dan potensi financial distress pada bank BNI Syariah dari tahun 2014 sampai 2018. Penilaian tingkat kesehatan bank sangat penting baik untuk stakeholder maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bagi manajemen bank itu sendiri. Tingkat kesehatan bank dibagi menjadi lima kategori yaitu “Sangat Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 1 (PK-1), “Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 2 (PK-2), “Cukup Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 3 (PK-3), “Kurang Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 4 (PK-4), dan “Tidak Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 5 (PK-5). Metode penilaian tingkat kesehatan bank telah mengalami berbagai perubahan mulai dari CAMEL, CAMELS, dan yang terakhir dan saat ini digunakan adalah RGEC. RGEC mengukur empat komponen yaitu Risk Profile yang diproksikan melalui NPF dan FDR, GCG yang diproksikan melalui PDN, Earnings yang diproksikan melalui ROA, ROE, NI, dan BOPO, serta Capital yang diproksikan melalui CAR. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) dalam analisis laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank BNI Syariah dari tahun 2014 sampai 2018 masuk dalam peringkat PK-2 dan dinyatakan sehat serta tidak berpotensi mengalami financial distress.
Analisis Pengelolaan Keuangan Islam pada Pelaku Usaha Kecil Bisnis Online Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Febriyanti, Novi; Dzakiyah, Kiky
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini memaksa semua pelaku industri untuk mengikutinya agar dapat bertahan dalam persaingan. Teknologi telah membawa banyak kemudahan dalam transaksi jual beli, tidak heran jika bisnis online semakin meningkat. Dibalik kemudahan tersebut, sebagai seorang muslim terdapat pedoman dasar yang harus tetap dijalankan dalam bermuamalah di era globalisasi ini. Artikel ini bermaksud ingin menganalisis bagaimana pengetahuan pengusaha online yang tergabung dalam HIPMI PT UINSA dan bagaimana praktik pengelolaan keuangan Islam pada usaha yang mereka jalankan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi penelitian ini mengobservasi 10 informan pelaku usaha online atau e-commerce lainnya yang tergabung dalam HIPMI PT UINSA. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa seluruh informan memiliki pengetahuan mengenai konsep pengelolaan keuangan Islam. Para pengusaha juga telah menerapkan pengelolaan keuangan Islam melalui pengalokasian anggaran untuk zakat, infak dan sedekah. Selain itu para pelaku usaha juga sudah memiliki dana tabungan dan investasi untuk usahanya. Namun mayoritas pengusaha masih menerapkan pengelolaan keuangan secara sederhana. Terkait penganggaran, laporan keuangan, dan manajemen kas belum diterapkan secara terstuktur. Pengetahuan mengenai perencanaan dan laporan keuangan serta kemudahan dengan adanya aplikasi akuntansi digital baiknya dimanfaatkan oleh para pelaku usaha online guna keberlangsungan dan pengembangan usaha di masa yang akan datang.
Pengaruh Bagi Hasil terhadap Biaya Produksi dan Pendapatan Maulida Syukur, Camelia Rizka
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keharaman bunga dalam syariah membawa konsekuensi adanya penghapusan bunga secara mutlak. Teori Profit and Loss Sharing dibangun sebagai tawaran baru di luar sistem bunga yang cenderung tidak mencerminkan keadilan (injustice/dzalim) karena memberikan diskriminasi terhadap pembagian resiko maupun untung bagi para pelaku ekonomi. Bagi hasil dalam akad mudharabah dan musyarakah merupakan pilihan yang tepat dalam pembiayaan maupun pendanaan karena cukup membantu dalam mendongkrak pendapatan perusahaan/lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menyajikan data bahwa nilai pendapatan PT Bank Syariah Mandiri mengalami kenaikan selama periode tahun 2016-2018. Seiring dengan hal tersebut, beban usaha juga mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan terjadinya pula peningkatan pada beban karyawan, beban administrasi dan seluruh item dalam beban PT Bank Syariah Mandiri. Namun, laba usaha PT Bank Syariah Mandiri pada periode yang sama juga mengalami kenaikan bahkan cukup signifikan pada tahun 2018, hingga mencapai 44%. Hal tersebut juga didukung oleh kenaikan pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudahrib. Implementasi sistem bagi hasil dalam transaksi ekonomi dinilai lebih mencerminkan keadilan dibanding dengan sistem bunga. Artinya, jika suatu perusahaan ingin memiminimalisir biaya dengan jumlah produksi yang sama, maka hendaknya menggunakan sistem bagi hasil. Jika suatu perusahaan ingin memaksimalkan jumlah produksi dengan biaya produksi yang tetap atau sama, maka hendaknya perusahaan menggunakan sistem bagi hasil.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank melalui Pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) Tahun 2014-2018 (Studi Pada PT Bank Bri Syariah (Persero) Tbk.) Surya Pratikto, Muhammad Iqbal; Safitri, Galuh Ajeng; Basya, Maziyah Mazza
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank sehat merupakan suatu bank yang mampu berfungsi dalam menjalankan fungsinya dengan baik. Bank memiliki banyak fungsi salah satunya sebagai lembaga intermediasi dan bank dapat menumpuhkan kepercayaan masyarakat agar terjadi peningkatan kinerja yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesehatan bank PT. Bank BRI Syariah (persero) Tbk dengan melalui metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Risk profile diukur rasio kredit melalui NPF dan rasio likuiditas diukur melalui FDR. Good Corporate Governance diukur menggunakan rasio PDN, Earning diukur menggunakan rasio ROA,ROE, NI, dan BOPO, dan Capital dapat diukur menggunakan rasio CAR. PT. Bank BRI Syariah (persero) Tbk setelah dianalisis menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) dapat dianggap cukup sehat atau dapat dikatakan peringkat 3, dilihat dari keseluruhan pengukuran rasio Good Corporate Governance (GCG) dan rasio Earning (rentabilitas) kinerja perusahaan masih belum cukup baik sehingga diperlukan adanya sebuah kebijakan dan peningkatan kinerja dalam pengelolaan asset. Bank BRI sudah baik dalam mengatasi adanya kredit macet dan masuk pada peringkat 2 terlihat pada hasil analisis risk profile yang mana mendapatkan predikat sehat. Dalam hal mengatasi biaya modal Bank BRI mendapat peringkat 1 yaitu sehat. Bank BRI mampu memenuhi segala kewajiban dengan modal yang cukup.
Analisa Hubungan Dinamis antara Risiko Pembiayaan Mudharabah, Risiko Pembiayaan Musyarakah, Risiko Pembiayaan Murabahah dan Profitabilitas Perbankan Syariah W, Rianto Anugerah; Nadliroh, Ainun
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembiayaan Bank Syariah mendorong peningkatan potensi pendapatan serta potensi risiko bagi Bank Syariah itu sendiri. Pengelolaan pembiayaan yang baik untuk menjaga tingkat kesehatan Bank Syariah merupakan hal yang sangat penting. Pengelolaan risiko tentu dihadapkan pada dinamika permasalahan teknis di lapangan yang dinamis serta perubahan kebijakan untuk mengambil langkah-langkah mitigasi risiko dan peningkatan potensi pendapatan Bank Syariah. Untuk itu perlu dilakukan Analisa hubungan secara dinamis risiko pembiayaan terhadap kemampuan pembiayaan tersebut menghasilkan keuntungan. Penelitian ini menggunakan alat analisa regresi dinamis vector autoregression untuk melakukan analisa hubungan dinamis, dan pengaruh jangka Panjang terhadap setiap variabelnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya evaluasi secara berkala dari pihak Bank Syariah untuk mendorong atau mengurangi jumlah pembiayaan dalam rangka menjaga nilai non-performing finance tetap sehat (< 5%).
Wakaf sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Agustianto, Mochammad Andre
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Signifikansi wakaf selama ini masih kurang begitu familiar dimata masyarakat Indonesia. Sebagaian besar mind set mereka masih menganggap dan memahami bahwa persoalan wakaf masih sebatas tentang aset tak bergerak seperti tanah, itupun dengan model pendayagunaan yang masih terbilang jauh dari kata maksimal, seperti peruntukkannya sebagai masjid, sekolah, pesantren, tempat pemakaman dan lain sebagainya, sehingga secara kemanfaatan masih terasa nuansa relijiusitasnya dibandingkan dengan kemanfaatan ekonomi yang seharusnya. Padahal secara fiqih ulama meluaskan makna objek yang bisa dijadikan wakaf tidak hanya pada tanah atau aset tak bergerak seperti yang banyak dipahami. Bahkan dengan gagasan itu dimunculkan ide untuk menjadikan uang sebagai objek wakaf karena melihat nilai kemanfaatannya yang sangat fleksibel. Begitu pula dengan dalam hal tanah atau aset tak bergerak, pakar ekonomi banyak menyebutkan jika pendayagunaan aset wakaf bisa dikelola secara produktif, semisal dibuat toko, perhotelan dan lai-lain. Untuk itu penelitian ini mencoba untuk mengulas lebih jauh tentang paradigma zakat dari berbagai prespektif pendapat ulama dan menggali lebih dalam lagi potensi produktifitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka yang disampaikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf merupakan filantropi yang memiliki potensi ekonomi luar biasa yang mampu untuk mensejahterakan masyarakat secara luas, baik yang berupa wakaf uang maupun waqaf aset tak bergerak.
Konsep Nilai Waktu dari Uang dalam Sudut Pandang Ekonomi Islam Maghfiroh, Rahma Ulfa
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan pemikiran dan peradaban manusia terus berkembang, begitu pula dengan perkembangan ekonomi yang semakin pesat. Perkembangan teori keuangan yang saat ini juga bermunculan sehingga menjadi masalah yang hangat diperdebatkan, salah satunya adalah konsep time value of money atau lebih dikenal dengan nilai waktu dari uang. Konsep nilai waktu dari uang ini menyebutkan bahwa nilai uang saat ini lebih berharga dari sejumlah nilai uang yang sama di masa mendatang. Agar uang tidak tergerus nilainya seiring dengan berjalannya waktu maka hal tersebut tidak terlepas dari yang namanya bunga. Menurut konsep ekonomi Islam menegaskan bahwa dalam al-Quran telah mengharamkan bunga atas uang, di mana hal tersebut disamakan dengan riba. Dalam berbagai pandangan yang dikaji dari sudut pandang Islam teori nilai waktu dari uang bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. Dalam ekonomi Islam, uang bukanlah-modal serta tidak memberikan kegunaan, namun fungsi uang tersebut yang memberikan kegunaan. Dalam Islam memandang time value of money yang populer dengan nilai waktu uang kemudian digantikan dengan konsep economic value of time. Konsep tersebut menunjukkan bukan uang yang memiliki waktu, namun waktulah yang memiliki nilai ekonomis. Maka dalam tulisan ini, penulis akan mencoba menjawab bagaimana konsep nilai waktu dari uang dalam sudut pandang ekonomi Islam?, dengan metode kualitatif dan pendekatan library research didapat bahwa dalam ekomoni Islam tidak mengenal nilai waktu uang atau time value of money namun teori economic value of time lah yang dianggap benar dari pandangan ekonomi Islam. Artinya uang itu sendiri sebenarnya tidak memiliki nilai waktu, namun waktulah yang memiliki nilai ekonomis.
Analisis Akad Wakalah Bil Ujrah pada Jasa Titip Beli Online dalam Prespektif Kaidah Fikih Ekonomi (Studi Kasus pada Akun Instagram @jastiperopa777) Madinah, Siti Hasnaa; Sari, Putri Karunia; Rofiqoh, Isnaini
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akad wakalah adalah akad pemberian kekuasaan oleh seseorang kepada orang lain untuk melakukan suatu yang bersyarat hukum, sedangkan pemberian kekuasaan itu sendiri bisa denggan mengggunakan dan atau tanpa pemberian upah. Pemberian upah pada akada wakalah inilah yang dinamaka sebagai wakalah bil ujrah. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui dari sudut pandang Kaidah fikih ekonomi terkait akad wakalah bil ujrah yang terdapat dalam transaksi jual jasa titip beli online. Dengan mengambil salah satu penyedia jasa titip beli online dalam sebuah aplikasi media social Instagram yaitu akun jastiperopa777 untuk di analisis kesesuaian akad wakalah bil ujrah dengan kaidah fikih ekonomi yang telah ada. Dalam analisis praktik transaksi pada akun ini telah mendekati kesesuaian pada Syarat Rukun yang ditetapkan berdasarkan akad Al-wakalah bil ujrah. Kaidah fikih yang terdapat didalamnya yaitu: (1) Segala sesuatu tergantung pada maksud niatnya, yang merupakan kaidah utama yang lima, dengan kaidah turunan, penentu dalam sebuah akad adalah tujuan dan hakekatnya, bukan lafadz dan bentuk kalimatnya. (2) Setiap perniagaan itu diatas saling ridho. (3)meringankan dan mempermudah bukan memberakan dan memepersulit. (4) pada dasarnya segala bentuk muamalah adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Karena pada dasarnya hukum suatu muamalat dibolehkan selagi tidak terdapat hal-hal yang menjadikan transaksi muamalat tersebut menjadi haram. dan mengandung banyak maslahat bagi umat.dengan pembahasan kasus ini kami juga akan menjabarkan kaidah fikih yang terdapat dalam akad transaksi ini, serta menganalisis bagaimana keabsahan dan eterkaitan antara transaksi kontemporer ini (Jasa titip beli online) dengan kaidah fikih ekonomi yang ada.
Cash Waqf Linked Social Entrepreneur Febriyanti, Novi; Ihsani, A. Fikri Amiruddin
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 1 (2020): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.v10i1.267

Abstract

Al-Khaibar minimarket’s one of development results of cash waqf linked social entrepreneur from productive waqf management inpatient rooms of the Very Important Person (VIP) class at Hospital of UNISMA Malang. The purpose of this study was to determine management and development of productive waqf through Al-Khaibar minimarket business at the UNISMA foundation and distribution of benefits at productive waqf management through Al-Khaibar minimarket business at the UNISMA foundation. The research method used descriptive qualitative using a sociological and empirical approach. Researcher took object of research at State Islamic University of Malang (UNISMA) related to management of cash waqf linked social entrepreneurs. The results of this study prove that productive waqf management used in accordance with George R Terry’s theory namely planning, organizing, actuating and controlling. While distribution of benefits at productive waqf management is from net profits, 20%-30% is distributed to mauquf ‘alaih, 10% for nadzir in accordance with Law of Waqf No. 41 of 2004 paragraph 12 and 60%-70% for development of waqf. Key Words: productive waqf; social entrepreneur; minimarket. Abstrak: Minimarket Al-Khaibar adalah salah satu hasil pengembangan cash waqf linked social entrepreneur dari ruang rawat inap kelas VIP di Rumah Sakit UNISMA Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan manajemen pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif melalui bisnis minimarket Al-Khaibar di Yayasan UNISMA serta distribusi hasil manfaat wakaf produktif melalui bisnis minimarket Al-Khaibar di Yayasan UNISMA. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan empiris. Peneliti mengambil objek penelitian di Universitas Islam Malang (UNISMA) terkait cash waqf linked social entrepreneur. Hasil penelitian membuktikan bahwa manajemen pengelolaan wakaf produktif yang digunakan sesuai dengan teori George R Terry yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. Sementara distribusi hasil manfaat wakaf produktif adalah dari laba bersih, 20%-30% didistribusikan ke mauquf ‘alaih, 10% untuk nadzir yang sesuai dengan UU Wakaf No. 41 Tahun 2004 Pasal 12 dan 60%-70% untuk pengembangan wakaf.
Urgensi DSN-MUI Sebagai Otoritas Pengawas Syariah Lembaga Keuangan Syariah Elpira, Marlisa; Candra, Marli
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 10 No. 1 (2020): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of a sektoral supervisory system in the financial service sektors may lead to disagreements in solving financial problems, which resulting in inefficiency of the supervision. The ideal Islamic financial institution Supervision system is not only in the operational institution aspect, but also includes oversight of compliance to apply the Islamic Principles in all of financial activities, which should be an integral part of the Financial Services Authority (OJK). By using the normative legal research with secondary data were analyzed qualitatively, the author conclude that the position of DSN-MUI as an separated institution from the OJK have some weaknesses: disagreement between the agency authority to DSN-MUI in understanding Islamic financial problems, there are some fatwas can not be absorbed in legislations language, the violations of Islamic principles, DPS are being bound to the bank because of salary, and the not-binding DSN-MUI fatwas to Islamic Banks directly. Therefor, the presence of OJK as an institution Financial services authority must be equipped with a compotent shariah supervisory structure. Key Words: sektoral supervisory system; Islamic principles; the financial services authority. Abstrak: Adanya sistem pengawasan sektoral di sektor jasa keuangan dapat menyebabkan ketidaksepahaman dalam memecahkan masalah keuangan yang terjadi, yang berakibat kepada ketidakefisienan pengawasan tersebut. Sistem pengawasan lembaga keuangan syariah yang ideal adalah mengawasi kegiatan operasional lembaga keuangan secara umum sekaligus mengawasi kepatuhan menerapkan prinsip Syariah dalam kegiatan tersebut, di mana keduanya harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam otoritas jasa keuangan yang Islami. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif yang menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif, penulis menyimpulkan bahwa kedudukan DSN-MUI sebagai lembaga yang terlepas dari lembaga otoritas di sektor jasa keuangan memiliki beberapa kelemahan: ketidaksepahaman antara lembaga otoritas dengan DSN dalam memahami masalah di sektor jasa keuangan syariah, terdapat fatwa yang tidak dapat diserap dalam bahasa peraturan perundang-undangan, adanya pelanggaran prinsip syariah, terikatnya DPS dengan bank yang diawasi dengan adanya biaya transportasi yang menjadi beban bank syariah terkait, serta tidak mengikatnya fatwa DSN secara langsung terhadap bank-bank syariah. Oleh karena itu, kehadiran OJK sebagai lembaga otoritas jasa keuangan harus dilengkapi dengan struktur pengawasan syariah yang kompeten.

Page 9 of 42 | Total Record : 419


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2025): October (on going) Vol. 15 No. 1 (2025): April Vol. 14 No. 2 (2024): October Vol. 14 No. 1 (2024): April Vol. 13 No. 2 (2023): October Vol. 13 No. 2 (2023): El-Qist Vol. 13 No. 1 (2023): April Vol. 13 No. 1 (2023): El-Qist Vol. 12 No. 2 (2022): el-Qist Vol. 12 No. 2 (2022): October Vol. 12 No. 1 (2022): el-Qist Vol. 12 No. 1 (2022): April Vol. 11 No. 2 (2021): October Vol. 11 No. 2 (2021): el-Qist Vol. 11 No. 1 (2021): April Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist Vol. 10 No. 2 (2020): el-Qist Vol. 10 No. 2 (2020): October Vol. 10 No. 1 (2020): April Vol. 10 No. 1 (2020): eL-Qist Vol. 9 No. 2 (2019): October Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist Vol. 9 No. 1 (2019): eL-Qist Vol. 9 No. 1 (2019): April Vol. 8 No. 2 (2018): October Vol. 8 No. 2 (2018): eL-Qist Vol. 8 No. 1 (2018): April Vol. 8 No. 1 (2018): eL-Qist Vol. 7 No. 2 (2017): eL-Qist Vol. 7 No. 2 (2017): October Vol. 7 No. 1 (2017): April Vol. 7 No. 1 (2017): eL-Qist Vol. 6 No. 2 (2016): October Vol. 6 No. 2 (2016): eL-Qist Vol. 6 No. 1 (2016): eL-Qist Vol. 6 No. 1 (2016): April Vol. 5 No. 2 (2015): October Vol. 5 No. 2 (2015): eL-Qist Vol. 5 No. 1 (2015): April Vol. 5 No. 1 (2015): eL-Qist Vol. 4 No. 2 (2014): eL-Qist: Vol. 4 No. 2 (2014): October Vol. 4 No. 1 (2014): April Vol. 4 No. 1 (2014): eL-Qist: Vol. 3 No. 1 (2013): eL-Qist: Vol. 3 No. 1 (2013): April Vol. 2 No. 2 (2012): October Vol. 2 No. 2 (2012): eL-Qist: Vol. 2 No. 1 (2012): eL-Qist: Vol. 2 No. 1 (2012): April Vol. 1 No. 1 (2011): October Vol. 1 No. 1 (2011): eL-Qist More Issue