Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019"
:
10 Documents
clear
PEMBERDAYAAN CAREGIVER DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA DIABETES MELLITUS
Agnes Dewi Astuti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.21
Lansia dengan diabetes mellitus memerlukan bantuan dalam penanganan masalah keehatannya terutama dari keluarga yang berperan sebagai caregiver bagi lansia. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peran keluarga dalam memberikan dukungan bagi lansia sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan lansia. Media promosi kesehatan bagi keluarga sebagai care giver  belum tersedia, sehingga pelaksanaan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kesehatan lansia dengan diabetes mellitus yaitu dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus, perawatan dan pencegahannya terutama untuk latihan senam kaki bagi lansia diabetes melitus sebanyak 6 orang. Kata kunci: care giver, lansia, diabetes mellitus
EDUKASI PENYAKIT DIARE DAN PEMBUATAN TEH DAUN JAMBU BIJI DIDESA JEPANG KUDUS
Lilis Sugiarti;
Dwi Susiloningrum;
Sofiyatul Nurul Janah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.27
Daun jambu biji berkhasiat sebagai anti diare, masuk angin, sariawan. Daun jambu biji juga dapat menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, dan menyembuhkan penyakit kulit. Namun sampai saat ini penggunaan daun hanya di secara tradisional dan belum dipergunakan secara modern.Teh dari daun jambu biji merupakan salah salah satu alternative pengunaan daun jambu biji sebagai anti diare secara modern.Tujuan dari program pengabdian masyarakat antara lain : (1) Meningkatkan penggunaan daun jambu biji secara modern dalam bentuk teh (2) Mengembangkan teh dari daun jambu biji sebagai minuman kesehatan (3) Membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ketrampilan peserta tentang pembuatan teh dari daun jambu biji. Teh dari daun jambu biji untuk minuman kesehatan dan menjadi masyarakat lebih terampil. Kata Kunci : Teh jambu biji, diare, obat tradisional
PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI POLITEKNIK BANJARNEGARA
Lia Aria Ratmawati;
Catur Riwayati;
Diah Utaringsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.22
Kabupaten Banjarnegara masih dihadapkan dengan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat terutama masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi. Pada tahun 2015 jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 17 kasus dan kasus kematian bayi di Banjarnegara sebanyak 209 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 kasus kematian ibu meningkat sebanyak 19 kasus dan kasus kematian bayi sebanyak 208 kasus. Beberapa program upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi seperti, pemeriksaan kehamilan/ Antenatal Care (ANC) minimal 4x, yaitu 1 kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan, 1 kali usia kandungan 4-6 bulan, 2 kali pada usia kandungan 7-9 bulan. Program lainnya seperti 10T (tinggi badan dan berat badan, tekanan darah, pengukuran lingkar lengan atas, pengukuran tinggi rahim, penentuan letak janin dan perhitungan denyut jantung janin, penentuan status imunisasi TT (tetanus toksoid), pemberian tablet tambah darah, tes laboratorium, konseling atau penjelasan, tata laksana atau mendapatkan pengobatan).Kata kunci : pemeriksaan kehamilan, laboratorium, konseling
PEMBINAAN KESEHATAN LANSIA MELALUI PERAN KADER LANSIA DI POSYANDU WREDO UTOMO NOGOSARI II WUKIRSARI IMOGIRI BANTUL
Eni Purwaningsih;
Heru Ginanjar Triyono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.28
Program kesehatan yang dilakukan pemeritah saat ini adalah program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Peran keluarga menjadi ujung tombak dalam peningkatan status kesehatan dimasyarakat, peran keluarga akan baik jika peran serta kader kesehatan khususnya kader posyandu lansia berjalan dengan baik serta mempunyai kecukupan informasi yang diperoleh, menurut data nasional jumlah lansia di indonesia berjumlah ±23 dari angka tersebut Daerah Istimewa Yogyakarta menempati rangking pertama dengan jumlah lansia adalah 15% dari total jumlah penduduk, kabupaten bantul merupakan wilayah dengan jumlah lansia tertinggi di DIY. Menurut data screening kesehatan yang dilakukan oleh kader setiap bulan lansia di Posyandu wredo utomo nogosari, wukirsari bantul, terbanyak menderita Hipertensi, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya. Data dari WHO penyakit degeratif lansia menjadi salah satu faktor kematian lansia diseluruh dunia. Pembinaan Posyandu Lansia melalui pendekatan Kader akan sangat bermafaat dalam mendukung program PIS-PKKata Kunci : Posyandu Lansia, Kader
EDUKASI RESIKO PENYALAHGUNAAN OBAT PADA REMAJA USIA PRODUKTIF DI KUDUS
Ema Dwi Hastuti;
Annik Megawati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.23
Penyalahgunaan obat terjadi secara luas di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, tingkat penyalahgunaan obat-obatan terlarang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diketahui bahwa sebagian besar yang melakukan penyalahgunaan obat -obat terlarang adalah pelajar dan mahasiswa. Bisa diartikan bahwa peran remaja sebagai sumber daya manusia yang potensial, sebagai penerus bangsa ini tidak bisa berfungsi secara maksimal yang diakibatkan adanya beberapa yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada para pelajar, memberikan gambaran tentang narkoba dan akibat dari penyalahgunaan narkoba serta memberikan motivasi-motivasi kepada para pelajar remaja agar selalu berfikir dan berperilaku positif.Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Edukasi terkait resiko penyalahgunaan obat pada remaja usia produktif di Kudus†dilaksanakan pada tanggal 30 April 2018 pada pukul 08.00 - selesai di SMK Al Islam Kudus dan SMP Muhammadiyah I Kudus. Siswa dan siswi dari kelas X SMK Al Islam Kudus yang hadir pada agenda tersebut sebanyak 80 dan dari kelas VII SMP Muhammadiyah I Kudus sebanyak 90 siswa. Hasil yang kita dapatkan dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut , utamanya pada usia sekolah dapat mencegah anak-anak penerus bangsa mengkonsumsi obat terlarang. Pengendalian dini lebih baik daripada masa depan dan cita-cita anak bangsa rusak karena obat terlarang. Kata kunci: Narkotika, Obat, penyalahgunaan, remaja
PELATIHAN KADER TENTANG SELF-MONITORING OF BLOOD GLUCOSE (SMBG)UNTUK PENGENDALIAN GULA DARAH PASIEN DIABETES MILLITUS
Adi Sucipto;
Siti Fadlilah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.24
Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol kadar gula darahnya agar dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.Peran  perawat  sangat diharapkan untuk dapat memberikan asuhan keperawatan, mengatasi masalah klien, dan mencegah komplikasi tersebut. Untuk itu perawat perlu memahami asuhan keperawatan diabetes mellitus dengan tepat. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang Self-Monitoring Of Blood Glucose (SMBG). Hal ini disebabkan karena penyakitDiabetes mellitus (DM) merupakan sakit kronis yang memerlukan perilaku penanganan mandiri yang khusus seumur hidup. Oleh karenanya, pasien DM harus belajar untuk  mengatur keseimbangan berbagai faktor yang mempengaruhi kadar gula dalam darahnya tersebut dan melakukan monitoring secara rutin oleh diri sendiri ataupun oleh kader kesehatan yang ada di Dusun tersebut. Tujuan pelatihan ini adalah peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui upaya kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang Self-Monitoring Of Blood Glucose (SMBG) agar dapat melakukan monitoring dan kontrol gula darah secara mandiri sebagai salah satu bentuk managemen penatalaksanaan DM di masyarakat. Bentuk metode yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dan demonstrasi pelatihan tentang Self-Monitoring Of Blood Glucose (SMBG) bersama kader, dan pasien DM. Tahapan kegiatanadalah sosialisasi, identifikasi kader masyarakat dan pemberian pendidikan kesehatan serta pelatihan cek gula darah secara mandiri. Pelaksanaan pelatihan SMBG dikomunitas/ masyarakat ini sangat penting untuk deteksi dini keterkendalin gula darah secara teratur dan terkontrol. Hal ini dikarenakan monitoring kadar gula darah pada pasien DM dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien dan hal ini  jugatidak mungkin dilakukan oleh tenaga kesehatan secara terus menerus tetapi harus dilakukan oleh anggota masyarakat tersebut yang sudah terlatih dalam bidang kesehatan dalam hal ini kader kesehatan yang ada di Masyarakat. Kata Kunci : Self-Monitoring Of Blood Glucose (SMBG), diabetes militus
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DIPOSYANDU KARANGMALANG KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS
Sri Wahyuningsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.19
Masa bayi antara usia 0-12 bulan, merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, masa ini merupakankesempatan yang baik bagi orang tua untuk mengupayakan tumbuh kembang anak secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk mencapaihal tersebut adalah melalui pola asuh makan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam Praktek membuat makanan pendamping (MP-ASI), untuk mengetahui macam makanan pendamping ASI (MP-ASI), untuk mengetahui cara praktek membuat makanan pendamping ASI (MP-ASI). Metode Pelaksanaan dengan metode ceramah, tanya jawab / diskusi dan demonstrasi. Dan dengan menggunakan media/Alat Bantu berupa lembar balik, leaflet, alat Peraga, materi dan LCD. Kegiatan penyuluhan kesehatan dan praktek pembuatan MP-ASI berjalan sesuai dengan tujuan. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam praktek pembuatan makanan pendamping Asi (MP-ASI). Peserta yang hadir antusias terhadap kegiatan tersebut. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh Ibu terutama cara pembuatan MP-ASI.Kata kunci : pengetahuan, praktek MP-ASI
PELATIHAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM BIDANG KESEHATAN
Eni Hidayati;
Heriyanto Adi Nugroho;
Nuke Devi Indrawati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.25
Aktifitas komunikasi bisnis dalam kesehatan diperlukan untuk kelancaran pertukaran informasi, gagasan pendapat intruksi pada saat disampaikan secara personal maupun impersonal sehingga dapat dipahamkan dengan pihak berkomunikasi kolegan.Lapayan kesehatan penting bagi masyarakat baik di rumah sakit maupun yang ada di komunitas.Pemberian layanan kesehatan bagi pasien yang ada di komunitas.Dalam hal menarik untuk melakukan usaha kesehatan salah satunya yaitu dengan komunikasi yang baik untuk pasien. Metode pengabdian pada masyarakat adalah mengunakan metode pembelajaran merintis bisnis dalam bidang kesehatan dengan Project Baseed Learning (PBL). Untuk mengetahui krtrampilan tenant ditumbuhkan jiwa kewirausahaan dan komunikasi bisnis dalam bidang kesehatan. Rekrutmen tenant peserta program pengembangan kewirausahaan dilakukan dengan uji test masuk kewirausahaan yang diminat oleh tenant. Jumlah peserta 29 tenant yang ikut dalam pengembangan kewirausahaan pelatihan jiwa kewirausahaan dan komunikasi bisnis dalam bidang kesehatan sebagai bekal berwirausaha di fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan. Dari 29 tenant yang sudah dilatih diharapkan menghasilkan 20 tenant menjadi wirausaha baru yang mandiri pertahunnya yang berada di masyarakat. Rencana tindak lanjut pembentukan program inkubator pelatihan kewirausahaan dalam bidang jasa pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Pelatihan, wirausaha, rawat luka
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT MELALUI PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET HIPERTENSI
Renny Wulan Apriliyasari;
Emma Setiyo Wulan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.20
Hipertensi merupakan faktor yang dalam perkembangannnya paling banyak berkontribusi dalam tingkat kejadian penyakit kardiovaskular. Hipertensi perlu penatalaksanan yang baik agar pasien tidak mengalami komplikasi yang memperparah keadaan hipertensi yang dideritanya. Salah satu aspek penatalaksanaan hipertensi yang dapat dilakukan pasien secara mandiri adalah modifikasi diet yang merupakan bagian dari modifikasi gaya hidup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang diet hipertensi di wilayah puskesmas Jati Kabupaten Kudus. Program pengabdian masyarakat ini telah dilakukan melalui: penyuluhan tentang penyakit hipertensi, bahaya hipertensi dan diet pada pasien hipertensi. Selain itu, diadakan pula demonstrasi pemeriksaan tekanan darah sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini terlihat dengan adanya peningkatan kemandirian masyarakat akan pentingnya mengatur pola makan dalam rangka mengatur tekanan darah dan mencegah bahaya hipertensiKata Kunci : Hipertensi, diet hipertensi dan Kemandirian
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG ASI EKSKLUSIF DI RUANG MELATI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK
Yayuk Fatmawati;
Heriyanti Widyaningsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 1 (2019) : Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v2i1.26
Air susu ibu (ASI) jika diberikan 0-23 bulan secara optimal akan dapat memberikan manfaat yang banyak untuk ibu dan anak, diantara manfaat pemberian ASI adalah mencegah obesitas, mencegah beberapa penyakit sehingga dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas anak. Manfaat lain dari ASI adalah dapat meningkatkan kemampuan kognitif bayi. Upaya promotif yang dilakukan melalui program pendidikan kesehatan diharapkan mampu membantu meningkatkan angka capaian pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif pada ibu post partum di Ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak. Pengetahuan ibu post partum setelah dilakukan pendidikan kesehatan adalah meningkat dengan nilai rata-rata post test 70. Terjadi peningkatan pengetahuan antara sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatanKata Kunci : Pengetahuan, Ibu hamil, ASI Eksklusif