cover
Contact Name
Harpang Yudha Karyawanto
Contact Email
harpangkaryawanto@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
virtuososendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T14 Lantai 2 Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan, Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik
ISSN : -     EISSN : 26220407     DOI : -
VIRTUOSO is a scholarly journal that presents music analysis and music composition articles. The expert editors receive articles on music and music studies from various groups of students, lecturers, musicians, teachers, and other elements of society. This journal encompasses original research articles, review articles, and performance analysis, including: Classic Music Traditional Music Contemporary Music Music Performance Musicology Music Education Musical Theatre Ethnomusicology Music Therapy World Music Film Music Digital Music Modern Music This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 179 Documents
Tinjauan Variasi Melodi dan Struktur Lagu "6 Variations on folies d'Espagne Op.45" Karya Mauro Giuliani Putra, Ditya Cahya
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n2.p42-49

Abstract

Abstrak : Lagu “6 Variations On Folies d’Espagne Op.45” merupakan lagu yang ditulis oleh Mauro Giuseppe Sergio Pantaleo yang akrab dikenal dengan panggilan Mauro Giuliani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Variasi Melodi dan Struktur lagu 6 Variations On Folies d’Espagne Op.45 karya Mauro Giuliani. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana struktur lagu “6 Variations On Folies d’Espagne Op.45” karya Mauro Giuliani 2) Bagaimana variasi pada lagu “6 Variations On Folies d’Espagne Op.45” karya Mauro Giuliani. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penulis tertarik meneliti tentang teknik variasi melodi ini dikarenakan keistimewaan lagu 6 Variations On Folies d’Espagne Op.45 yang diciptakan Mauro Giuliani untuk temanya lebih banyak menggunakan variasi ritme yang berbeda-beda. Dalam metode tersebut subjek penelitiannya adalah full score “6 Variations On Folies d’Espagne Op.45” oleh Mauro Giuliani. Hasil analisis yang didapat adalah struktur lagu “6 Variations On Folies d’Espagne Op.45” terdiri dari 3 bagian dengan tempo Andantino, Adagio, Vivace dengan 3 tema. Variasi melodi yang terjadi pada melodi utama adalah melodic variation and fake dan kemudian variasi yang digunakan diluar melodi utama antara lain counter melody, variation rhytmyc and fake rhytmyc
Pengaruh Mendengarkan Musik Bagi Kenyamanan Pengendara Mobil Angkutan Umum di Gresik Ganda Saputra, Muhammad Burhanudin
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p47-55

Abstract

Kenyamanan bekerja menjadi aspek penting bagi pengemudi angkutan umum. mereka rentan mengalami stress sebagai dampak dari kemacetan, pola makan tidak teratur dan target setoran. Salah satu cara yang digunakan untuk menghindari stress yaitu mendengarkan musik. Musik memberikan stimulus tertentu dengan menawarkan bentuk emosi lain dimana mampu meredakan stress. Berdasarkan pada latarbelakang tersebut, peneliti mencoba untuk meneliti apakah mendengarkan musik juga berpengaruh pada kenyamanan pengendara mobil angkutan umum di Gresik. Musik merupakan karya seni bunyi sebagai bentuk pengaktualisasian pikiran dan perasaan penciptanya melalui komposisi atau unsur – unsur tertentu seperti harmoni, irama, melodi, atau struktur lagu dan unsur – unsur ekspresi yaitu tempo, dinamika dan warna nada yang mana merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hasil dari kolaborasi komposisi dan unsur – unsur musik tersebut menghasilkan beberapa jenis genre atau pengelompokkan jenis musik. Terdapat beberapa jenis  genre diantaranya musik populer, jazz, Gospel, Blues, Rhytm and blues, funk, rock, metal hardcore, elekronic, ska/reggae/dub, dan hip hop/rap/rapcore.berbagai jenis genre musik tersebut dapat menciptakan suatu kenyamanan bagi manusia sehingga berpengaruh pada emosial. Sifat dan jenis penelitian ini yaitu kuantitatif eksplanatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling sehingga membutuhkan instrumen penelitian berbentuk kueisoner sebagai alat pengumpulan data. Kemudian, obyek penelitian ini yaitu pengemudi bus angkutan umum di Terminal Bunder Kota Gresik. Sedangkan teknik pengambilan data yang digunakan untuk data primer yaitu dengan cara observasi, wawancara dan untuk data sekunder menggunakan data yang sudah ada seperti buku, jurnal dan artikel online. Data yang ditemukan diolah dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan pada temuan data dilapangan, dari 10 responden seluruhnya mendengarkan musik. 90% diantaranya menyukai genre musik dangdut dan 10% yang mendengarkan musik selain dangdut rata  rata responden mendengarkan musik karena dapat meredakan stress. Dengan menggunakan rating scale, ditemukan bahwa mendengarkan musik berpengaruh pada kenyamanan pengemudi angkutan umum di Kota Gresik. Yaitu sebesar 71,2% dan tergolong kuat pengaruhnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mendengarkan musik bagi pengendara angkutan umum di Kota Gresik berpengaruh pada kenyamanan mereka saat mengemudi karena dapat meredakan stress dan meningkatkan fokus.
Analisis Pola Ritme dan Bentuk Lagu Anak Gutama, Andika
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p23-32

Abstract

Lagu anak mempunyai peran khusus untuk meningkatkan percaya diri dan kreatifitas anak. Ciri-ciri lagu anak adalah komposisi musik yang sederhana dengan irama musik yang cenderung ceria. Lirik lagu anak mudah dipahami dan tidak terlalu panjang. Bentuk adalah suatu gagasan atau ide nampak dalam sebuah pengolahan dan susunan semua unsur musik dalam komposisi. Penelitian ini menganalisis lagu anak dengan pendekatan (IBAM) Ilmu Bentuk Analisa Musik. Artikel ini memaparkan hasil analisis pola ritme dan bentuk lagu anak nasional yang berjudul “Naik-naik ke puncak gunung dan Burung kakak tua”. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk lagu anak cenderung memiliki kesamaan seperti lagu “Naik-naik Ke Puncak Gunung” hanya menggunakan 1 bentuk bagian yaitu  kalimat A dan lagu “Burung Kakak Tua” menggunakan kalimat (A-B). Dimana pola ritme keseluruhannya mengalami pengulangan. Hal ini tidak terlepas dari ciri lagu anak yaitu lagu yang sederhana dan mudah dipahami anak.
Analisis Teknik Permainan Gitar Klasik Pada Komposisi Gran Vals Karya Fransisco Tarrega Saputro, Dwi Rian
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n2.p13-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan teknik permainan gitar klasik secara keseluruhan pada komposisi Gran Vals karya Fransisco Tarrega; (2) Mendeskripsikan teknik-teknik permainan sulit pada komposisi Gran Vals karya Fransisco Tarrega ini beserta cara mengatasinya bagian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dimana data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan cara memainkan, mendengarkan, dan menganalisis komposisi Gran Vals ini secara mendalam. Wawancara dilakukan dengan narasumber yang sangat kredibel dalam bidang teknik permainan gitar klasik yaitu Rahmat Raharjo. S.Sn.,L.Mus.A., selaku dosen gitar klasik di ISI Yogyakarta. Dokumentasi pada penelitian ini berupa full score dan rekaman permainan komposisi Gran Vals, keduanya didapat dari sumber yang sangat terpercaya yaitu Bradford Warner Guitar Editions. Studi pustaka didapat dengan pencarian data melalui dokumen-dokumen baik secara tertulis maupun dokumen elektonik. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komposisi Gran Vals karya Fransisco Tarrega ini merupakan komposisi dengan bentuk tunggal berirama waltz yang mempunyai 5 bagian didalamnya (A-B-C-D-E) dengan jumlah birama 119. Deskripsi teknik pada komposisi ini dibagi menjadi dua bagian yaitu: (1) teknik permainan secara keseluruhan yang meliputi teknik memetik apoyando dan tirando, teknik glissando, teknik slur, dan teknik barre. (2) teknik sulit yang terdapat pada komposisi Gran Vals ini yang meliputi speed dalam teknik slur yang mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Power dalam teknik voiceing yang banyak terdapat pada bagian C. Economic Movement pada teknik barre serta keefektifan dan keefisienan penjarian yang hampir terletak pada semua bagian komposisi Gran Vals.Kata Kunci: Analisis, Teknik Permainan, Gitar Klasik, Gran Vals, Fransisco Tarrega
Multikultural dan Pendidikan Karakter Kesenian Didong Pada Masyarakat Gayo Kabupaten Aceh Tengah Afriadi, Putra
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p15-23

Abstract

Kebudayaan tersebut merupakan hasil kebiasaan masyarakat, dalam hal ini berupa pemikiran-pemikiran, karya seni sampai pada bentuk bahasa. Kemudian bentuk dari kebudaan itu bertahan sampai sekarang, melalui proses pembelajaran. Oleh karena itu, tradisi selain di temukan juga diciptakan. Dengan demikian bentuk kebudayaan (dalam hal ini seni pertunjukan tradisional) dapat dipahami sebagai kegiatan seni pertunjukan yang memuat nilai dan makna pemikiran, kebiasaan, kepercayaan, norma, adat istiadat untuk diwariskan dari generasi ke generasi. Khususnya seni pertunjukan Didong, sebagai hasil dari kebudayaan Gayo, Didong berperan besar dalam mempersatukan etnis Gayo yang memiliki berbagai macam pendapat mengenai nilai-nilai moral dan estetika tentang budaya yang ada. Tentu saja sebagai media pembelajaran, khususnya dalam ranah pendidikan karakter dengan pendekatan nilai, Didong merupakan kesenian yang tepat. Dengan konsep yang dikemukakan oleh Douglas P. Superka. Hampir semua kesenian daerah memiliki esensi yang tinggi, yang dapat digunakan sebagai media seni dalam pendidikan karakter. Itu semua bergantung pada apa, siapa, dan bagaiman hal tersebut diterapkan. Dalam persepektif multikulturalisme, Didong merupakan sebuah sarana untuk menyatukan seluruh etnis yang ada di daerah Gayo, bukan sebaliknya. Didong tidak diklaim sebagai kepemilikan setiap daerah melainkan kepemilikan bersama. Harus dapat meyatukan pemahaman estetika tentang apa yang ada dalam pertunjukan Didong secara keseluruhan, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman yang dapat merusak nilai seni dari Didong itu sendiri.Kata kunci: kesenian, pendidikan karakter, nilai, multikultural, Didong.
Mistisisme Musik Iringan Kesenian Reog Ponorogo Kristiandri, Dhani
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p1-14

Abstract

Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisional dari Ponorogo yang memiliki karakteristik khusus. Iringan yang khas, sajian yang unik dan nuansa yang mistis seringkali menyertai bentuk kesenian ini. Hal itu terutama tampak pada iringan yang disajikan. Fokus pembahasan artikel ini pada hadirnya iringan dalam kesenian Reog Ponorogo yang memiliki nuansa mistis. Dengan didukung beberapa instrumen khusus, seperti terompet, gong, kendang, dan lain-lain, irama dan nuansa yang dihadirkan sangat terasa nuansa mistisnya. Penelitian sebelumnya yang membahas tentang kesenian Reog Ponorogo, yaitu Setyo Yuwana (1995) dengan judul “Reog Ponorogo: Struktur Dramatik, Fungsi Sosial, dan Makna Simboliknya”. Yuwana mengambil objek penelitian Reog Ponorogo Paguyuban Pujangga Anom dan Jayeng Katong di Kabupaten Ponorogo. Kontribusi penelitian Yuwana pada artikel ini adalah dapat digunakan peneliti sebagai wawasan pada pertunjukan Reog Ponorogo yang berada di kabupaten Ponorogo yang belum dikemas dan masih dengan struktur pertunjukan yang lengkap, serta dengan fungsi dan makna pertunjukan yang utuh. Dengan demikian, peneliti lebih terarah mengkaji pertunjukan Reog Ponorogo yang telah dikemas dalam pertunjukan kemasan di Balai Pemuda Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Eksistensi tradisional di mana pun memang telah tersisihkan, dianggap tidak memiliki tempat dalam masyarakat kini, maka upaya pelestarian dan pengembangan kesenian perlu ditingkatkan. Diharapkan melalui upaya pelestarian melalui berbagai kemasan dapat membantu generasi penerus untuk berapresiasi dan berproses kreatif.
Analisis Teknik Permainan Biola Pada Concerto In A Minor 3RD Movement Rv 356 Op. 3 No. 6 Karya Antonio Vivaldi Husna, Irmadel Nabila
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n2.p50-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik dan teknik permainan biola pada Concerto in A Minor 3rd Movement RV 356 Op. 3 No. 6 karya Antonio Vivaldi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Serta terdapat uji keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Concerto in A Minor 3rd Movement RV 356 Op. 3 No. 6 karya Antonio Vivaldi memiliki bentuk musik Concerto Form, dengan teknik Ritornello Form. Adapun teknik permainan biola yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik legato, detache, staccato, quavers dan semiquavers, trill, dan accent.Kata Kunci : Teknik, Bentuk, Concerto in A Minor 3rd Movement RV 356 Op. 3 No. 6, Antonio Vivaldi
Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ di Jombang Nehe, Antisipasi Iman
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p71-77

Abstract

Peneliti membahas Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ didasari dengan ketertarikan peneliti dengan motivasi melestarikan dan mempertahankan musik keroncong khususnya di Kabupaten Jombang. Orkes keroncong KKAJ sangat berperan dalam perkembangan musik keroncong di Jombang dan merupakan salah satu orkes yang  eksis dan aktif diantara orkes-orkes lain di Kabupaten Jombang. Keberadaan orkes keroncong juga memiliki pengaruh brsar dengan munculnya dan bertumbuhnya orkes-orkes keroncong lain di Kabupaten Jombang. Tujuan peneliti membahas Keberadaan Orkes Keroncong KKAJ untuk memperoleh informasi data mengenai latar belakang, perkembangan, dan upaya regenerasi yang dilakukan orkes keroncong KKAJ di Jombang sehingga dapat tetap eksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tujuan memperoleh data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan. Dalam pengumpulan data dan informasi, peneliti menggunakan sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan orkes keroncong KKAJ di Jombang merupakan keinginan individu yaitu keinginan Achmad Yani untuk membentuk orkes keroncong dengan tujuan melestarikan dan mempertahankannya. Berawal pada tahun 2007 Achmad Yani membeli alat-alat musik keroncong dan mengajak orang-orang tua di sekitar rumahnya untuk membentuk orkes dan memainkan alat-alat musik tersebut. Orkes keroncong tahun 2007 belum memiliki nama, nama orkes keroncong KKAJ baru terbentuk pada tahun 2012. Perkembangan orkes keroncong KKAJ di Jombang merupakan perkembangan yang cukup pesat, baik perkembangan dalam keanggotaan, lengkapnya alat-alat musik, maupun kemampuan para musisi-musisinya. Para musisi orkes keroncong KKAJ mempunyai peranan yang sangat penting guna menentukan langkah-langkah atau tindakan agar orkes keroncong KKAJ tidak terhenti atau tetap ada yang melanjutkan. Langkah-langkah yang dilakukan untuk upaya regenerasi adalah melakukan perekrutan dan membuka les biola.Kata kunci : Eksistensi, Orkes Keroncong, Perkembangan, Regenerasi.
Aransemen Lagu "Tanah Airku" Karya Ibu Sud Oleh Joko Suprayitno (Tinjauan Variasi Melodi) Faturrozi, Muhammad Muchlis
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p33-44

Abstract

Aransemen lagu “Tanah Airku” karya Ibu Sud oleh Joko Suprayitno yang diberi judul “variation on tanah airku” merupakan salah satu aransemen dengan keunikan bentuk yaitu variasi tema. Bentuk ini variasi tema ini banyak menggunakan variasi melodi sehingga penulis tertarik meneliti tentang teknik variasi melodinya. Penelitian ini membahas struktur lagu “Tanah Airku” karya Ibu Sud guna memetakan motif dan frase agar lebih mudah mengurai variasi melodi didalamnya, kemudian barulah dibahas variasi melodi yang digunakan dalam aransemen berjudul “variation on tanah airku” ini. Dalam mengurai variasi melodi ini, teori yang digunakan adalah teori aransemen, motif, bentuk lagu, dan variasi melodi. Dalam menganalisa struktur lagu dan variasi melodi, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Dalam metode tersebut subjek penelitiannya adalah full score “variation on tanah airku” oleh Joko Suprayitno dengan objek utamanya yaitu variasi melodi. Sumber data yang digunakan adalah dari full score “variation on tanah airku” oleh Joko Suprayitno dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dengan narasumber (yang dalam hal ini Joko Suprayitno) dan dokumentasi. Hasil analisa yang didapat adalah struktur lagu “Tanah Airku” terdiri dari 3 frase dan 6 motif. Alur aransemen yang dibuat oleh Joko Suprayitno ini dimulai dari bagian introduction, theme, variasi I-VII, cadenza, dan yang terakhir finale. Dari struktur tersebut, variasi melodi yang terjadi pada melodi utama adalah melodic variation and fake via non-chordal, ornament dan sekuensi. Kemudian variasi yang digunakan diluar melodi utama antara lain, filler (melodic filler, tail, fill in), counter melody, obbligato, cliché, dan filler like obbligato. Variasi melodi yang banya digunakan Joko Suprayitno adalah melodic variation and fake via non-chordal dan filler.Kata Kunci: Aransemen, Variasi Melodi
Estetika Paduan Suara Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari Suryandoko, Welly
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n2.p25-31

Abstract

Unsur Drama Musikal terdiri dari drama tari dan musik. Masing-masing variabel tersebut menjadi dimensi penguat dalam pertunjukan Drama Musikal. Termasuk musik, selain instrumen yang dapat menghasilkan musik ilustrasi pada adegan tertentu atau suasana adengan tertentu. Paduan suara dalam Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari sebagai penggerak plot. Peranan paduan suara dalam pertunjukan ini adalah a) Dimensi peran paduan suara terbagi menjadi empat hal 1) paduan suara sebagai aktor, 2) paduan suara sebagai penguat peristiwa, 3) paduan suara sebagai penonton ideal, 4) paduan suara dan gerak tari. b) Estetika paduan suara terbagi menjadi lima hal 1) solois dalam paduan suara, 2) lagu pembuka paduan suara, 3) lagu adengan suasana, 4) lagu klimaks, dan 5) lagu penutup drama musikal. Perspektif diatas dikaji menggunakan kajian estetika untuk menganalisis Paduan Suara Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari yang menceritakan kisah heroik tokoh dimasa Rosulullah Muhammad SAW. Melalui analisis tersebut akan dihasilkan spektrum estetika Paduan Suara dalam Drama Musikal.Kata kunci: estetika, paduan suara, drama musikal

Page 3 of 18 | Total Record : 179