cover
Contact Name
Nuraini
Contact Email
jsa@radenfatah.ac.id
Phone
+6282184834317
Journal Mail Official
jsa@radenfatah.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsa/about/editorialTeam
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Agama
ISSN : -     EISSN : 26559439     DOI : https://doi.org/10.19109/jsa.v4i1.6158
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Studi Agama promotes interdisciplinary approaches to any of the worlds religious spiritual traditions, and invites contributions from scholars in various fields, notably: theology comparative studies in religion and politics theoretical or methodological discussions thoughts, ideologies and philosophies philosophy of religion psychology of religion history of religions sociology of religion role of religion in culture and society religious ethics religion and literature religion and art religion and media religion and linguistics religion and health
Articles 103 Documents
MAINSTREAMING GERAKAN SEMPALAN STUDI KASUS PERKEMBANGAN GERAKAN MTA ( MAJILIS TAFSIR AL QURAN) DI SURAKARTA Zaki Faddad Syarif Zain
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i1.3634

Abstract

There are at least three things that have caused the development of MTA so far. First, through MTA resources, among others, recitation and leadership of this movement has a role in recruiting members by providing religious understanding and strong relationship interactions between leaders and followers of MTA. Another resource is the dissemination of the movement's religious messages through radio play which has a major role in recruiting followers and attracts attention to join the MTA. Third, participation through religious practices and being able to form strong solidarity with one group.
TEMA REVOLUSI MENTAL DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Sulaiman Mohammad Nur
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i1.3635

Abstract

This paper examines mental revolution which is interpreted as a fundamental change in the mindset of people who master the context of life, both daily life and the life of nation and state, the idea of mental revolution is more studied from a political, economic, social, cultural and educational perspective , and much more. Keywords: mental revolution, Al Quran
KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA DAN ISLAM Sofia Hayati; Yulian Rama Pri Handiki; Heni Indrayani
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i1.3637

Abstract

All religions teach goodness. This has become the best source for the creation of inter-religious harmony. Buddhism and Islam have noble teachings that teach goodness to mankind. Although there are also those who do not respect differences and tend to be not supporting the harmony between religion, but do not reduce the nobility of these two religions in the concept of harmony.
POLITIK PEMAAFAN Sofia Hayati
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i1.3638

Abstract

Forgiveness is often understood as an attitude to overcome negative things and judgment of a guilty person by not denying the pain itself, but with compassion, empathy, and love for those who hurt. Some things to know from forgiveness are what and how forgiveness, stages of forgiveness and forgiveness elements. In the political context, forgiveness is not just 'forgetting' the past, but instead remembers it again and then forgives. In this process it is necessary to try to remember past facts and make honest moral judgments about past mistakes, injustices, and injuries. Forgiveness in the context of action politics does not mean freeing punishment against perpetrators of past crimes, but means free from acts of revenge . Forgiveness starts from an encouragement of 'moral judgment' and control of revenge.
MENJADI TIONGHOA YANG BUKAN KAFIR: KAJIAN ATAS KONSTRUKSI IDENTITAS TIONGHOA MUSLIM DI PALEMBANG Herwansyah Herwansyah
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i1.3662

Abstract

So far, studies on Chinese Muslims has been carried out in Java, but on the contrary, has not been studied extensively outside Java. Having a Muslim and Chinese identity at the same time is not easy, it is due to the stereotype that Malay (read Islam) and Chinese are different, while Malay is Islam, whereas Chinese is not Islam. This study used documentations, in-depth interviews and observations. The documentations include literature studies concerning history of Chinese Muslims in Palembang. Meanwhile, interviews, observations are used to capture the phenomena that occur today. Finally, this study use the the notion that identity is a social construction. The construction of Chinese Muslim identity in Palembang was achieved through several factors, among others (1) related to the social structure behind it, (2) memories of the past (Halbwachs, 1980), (3) consumption culture (Storey, 1999), (4) adjustment to tradition (Hobsbawn, 1983) and (5) imagined through mass media (Anderson, (1991)
REKONSTRUKSI PEMIKIRAN HASAN HANAFI DALAM BIDANG TEOLOGI ISLAM Zul Helmi Zul Helmi
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i2.5127

Abstract

Secara teoritis Teologi Islam yang bersifat dialektis menurut Hasan Hanafi lebih mengarah pada mempertahankan doktrin dan memelihara kemurniannya. Teologi tidah hanya merupakan ide-ide kosong, tetapi memiliki ide kongkrit yang mampu membangkitkan dan menuntun umat dalam mengharungi kehidupan nyata. Namun teologi tidak bisa dibuktikan secara filosofis, sebagaimana yang pernah dikemukakan Al-Farabi, metodologi teologi tidak bisa mengantarkan pada keyakinan atau pengetahuan yang meyakinkan tentang Tuhan, tetapi baru pada tahap pengetahuan tentang Tuhan dan wujud-wujud spritual lainya. Dari sisi metodologis, Hasan Hanafi memiliki kesamaan dengan cara berfikir Barat, terutama pemikiran Marxis dan Husserl. Ketika Hasan Hanafi meletakan persoalan Islam dalam konteksnya sendiri. Menurutnya, kemajuan Islam tidak dapat dilakukan dengan mengadopsi pemikiran Barat, tetapi lahir dari khazanah pemikiran Islam itu sendiri. Adapun kesamaannya dengan pemikiran Marxis terlihat ketika Hasan Hanafi menempatkan persoalan sosial praktis, sebagai dasar dari pemikiran teologinya. Penggunaan dialektika Marxis terlihat ketika Hasan Hanafi menjelaskan perkembangan pemikiran Islam dan usaha yang dilakukannya merekonstruksi pemikiran teologinya, dengan menggunakan metode filsafat Barat, kemudian mensitetiskannya. Bedanya, Marxis didasarkan kepada materi keduniaan, sedangkan Hasan Hanafi bersifat kerohanian atau religiusitas. Rekonstruksi kalam Hasan Hanafi dalam mendiskripsikan dzat dan sifat Tuhan, merupakan pendiskripsian tentang manusia ideal, hal ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena telah disampaikan oleh mu’tazilah dan kaum sufis sebelumnya. Konsepnya tentang tauhid telah disampaikan juga oleh tokoh Murtadha Muthahari. Kelebihan Hasan Hanafi ia mampu mengemas konsep-konsepnya tersebut secara lebih utuh, sehingga merasa lebih baru. Gagasan rekonstruksi teologis Hasan Hanafi lebih berorientasi pada rasionalitas Mu’tazilah. Dan Hasan Hanafi mengkritik kalam Asy’ari, menurutnya penyabab kemunduran umat Islam. Kata Kunci: rekonstruksi, pemikiran, hasan hanafi, teologi, islam
STUDI KOMPARATIF KARAKTERISTIK MARYAM DAN ISA DALAM AL QURAN DAN BIBLE Beko Hendro
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i2.5128

Abstract

Abstrak Maryam dan Isa keduanya disinggung dalam Al Quran dan Bible. Pada kedua kitab tersebut ada perbedaan dan persamaan kisah. Dengan metode komparatif peneliti menemukan ada keselarasan dalam Al Quran dan Bible tentang Maryam dan Isa. Maryam dalam Al Quran dan Bible digambarkan sebagai wanita yang suci. Maryam juga digambarkan sebagai wanita yang terpilih dan diberkahi. Sementara perbedaan hanya pada penamaan Al Quran menyebutnya dengan Maryam sementara Bible Maria. Peneliti juga menemukan dalam kasus Isa, Al Quran dan Bible sepakat bahwa Isa adalah seorang utusan dan Rasul, namun dalam Bible ditemukan inkonsistensi pada beberapa ayat dalam masalah ini. Perbedaan mendasar antara Al Quran dan Bible berkaitan dengan Isa adalah, menurut Al Quran Isa diangkat ke langit atas kuasa Allah, sementara versi Bibel Yesus dibangkitkan setelah meninggal selama empat puluh hari. Perbedaan yang sangat mendasar adalah Bibel mengatakan bahwa Isa adalah anak Tuhan. Kata Kunci: Al Quran, Bible, Maryam, Isa.
USWATUN HASANAH DALAM AL QURAN Lukman Nul Hakim; Endah Dwi Untari
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i2.5129

Abstract

ABSTRAK Kata “uswatun hasanah” pada Q.S. Al-Ahzab ayat 21, ditujukan pada pribadi Nabi Muhammad Saw., dan kata “uswatun hasanah” pada Q.S. Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6, ditujukan pada pribadi Nabi Ibrahim As. dan keluarganya. Secara teks, makna “uswatun hasanah” yang terdapat pada 3 ayat tersebut artinya bisa saja sama yakni, teladan yang baik. Namun, bila dilihat dari konteksnya, yakni situasi yang menyertai munculnya sebuah teks ayat maka makna kata “uswatun hasanah” tersebut bisa saja berbeda. Makna “uswatun hasanah” pada diri Nabi Muhammad Saw pada peristiwa perang khandaq (parit) bisa dilihat secara utuh pada kemampuannya merubah kesulitan menjadi kesuksesan. Dan makna “uswatun hasanah” pada diri Nabi Ibrahim dan keluarganya pada persoalan komitmen beragama. Penggunaan konteks dalam menafsirkan ayat adalah sangat penting karena akan mendukung tafsir teks dan mengantarkan kepada pemahaman yang tepat terhadap Al Quran. Kata Kunci: Tafsir, Teks, Konteks
QUANTUM DO’A IBU: IMPLEMENTASI Q.S. ALI IMRAN: 35 DALAM MEMBENTUK KIDS ZAMAN NOW YANG BERKUALITAS Sulaiman Mohammad Nur
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i2.5130

Abstract

Doa merupakan senjata orang-orang beriman yang menjadi paramater kekuatan manusia serta mampu mengubah segalanya. Fenomena Kids Zaman Now, di mana kehidupan mereka dipandang negatif oleh masyarakat. Pembentukan karakter Kids Zaman Now yang berkualitas berbasis quantum doa ibu dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berupa soa sejak dini, sejak dalam kandungan dan doa melalui nama. Kata Kunci: doa, kids zaman now
SEJARAH TAFSIR NUSANTARA Anggi Wahyu Wahyu Ari
Jurnal Studi Agama Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v3i2.5131

Abstract

Perkembangan tafsir Al-Qur’an Indonesia sangat berbeda dengan di dunia Arab di mana ilmu tersebut lahir, perbedaan ini terjadi karena Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berbeda dengan Arab. Penelitian mendalam menunjukkan bahwa perkembangan sejarah tafsir di Indonesia dapat dilacak melalui sejarah masuknya Islam ke Nusantara. Masyarakat Nusantara yang terkenal ramah, suka menolong, dan memuliakan setiap tamu yang datang membuat penyebaran ajaran Islam di Nusantara berkembang pesat, demikian juga dengan ilmu Tafsir sebagai salah satu ilmu inti dari ajaran Islam. Kata Kunci: tafsir, nusantara, penyebaran Islam

Page 3 of 11 | Total Record : 103