cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 14 Documents clear
EPISTEMIC FALLACY MENURUT ROY BHASKAR Imam Wahyudi; Rangga Kala Mahaswa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31611

Abstract

This article aims to provide an analytical description of Roy Bhaskar's epistemic fallacy and his critique of positivism and postmodernism. The research method uses literature study by referring to epistemology discourse, critical realism view, and the nature of epistemic fallacy. Epistemic fallacy accordingly is the anthropic fallacy because it contains inconsistency in the idea that the argument about being is to be investigated in terms of our knowledge of being. Critical realism finds reductionist and overlapping about what is and what is to be. The epistemic fallacy has also issued several misconceptions, such as uniformitarianism, declining open system, and flat ontology. Therefore, since ontology cannot be reduced into epistemology, relativistic epistemology is part of the Critical Realism notion to overcome solipsism and naïve universalism. 
PENDIDIKAN CINTA KASIH ANAK DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU Azam Syukur Rahmatullah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31772

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana mendidik diri untuk menyemaikan cinta kasih kepada anak. Hal ini dikarenakan di era modernisasi ditemukan banyak penelitian yang menyatakan tentang tindakan krisis kasih sayang terhadap anak. Maraknya kekerasan, bullying yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya, atau dilakukan oleh orang dewasa kepada anak. Hal yang demikian tentu saja meresahkan dan memprihatinkan, di sisi lain akan menjadi beban psikologis anak di masa sekarang dan masa depan. Oleh karenanya tulisan ini memperdalam berkaitan tentang olah rasa, olah pikir dan olah perilaku dalam mencintai dan mengasihi anak yang sesungguhnya. Pendekatan kajian yang digunakan adalah pendekatan  filsafat ilmu, yang di dalamnya memuat kajian ontologis, epistimologis dan aksiologis.  Kajian ontologis nampak pada pemaparan terkait dengan apa dan mengapa tentang krisis cinta kasih kepada anak. Kemudian kajian epistimologis berkaitan dengan cinta kasih dalam tinjauan filosofi,dan juga berkaitan tentang kemengapaan cinta kepada anak ditanggalkan serta  bagaimana cara  mendidik diri untuk memberi cinta kasih  kepada anak. Sedangkan kajian aksiologisnya adalah tentang apa kebermanfaatan mendidik diri dalam memberi cinta kasih kepada anak. 
KONTEKSTUALISASI PEMBELAJARAN FILSAFAT ILMU PADA PROGRAM MAGISTER PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA hastangka Hastangka
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31888

Abstract

Filsafat Ilmu merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diselenggarakan untuk program studi magister Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Pada dasarnya, Filsafat Ilmu menjadi salah satu bagian penting pembelajaran untuk mahasiswa semester pertama pada jenjang  strata 1 dan strata 2 di perguruan tinggi sebagai fondasi untuk mengenal, memahami, dan mendalami tentang bidang ilmu tertentu yang dipelajari. Filsafat Ilmu sebagai salah satu cabang filsafat khusus memiliki fungsi dan peran untuk menjadi dasar berpijak dalam  memberikan kerangka ontologis, epistemologis, dan aksiologis atas ilmu yang ada dan berkembang dewasa ini. Filsafat Ilmu diajarkan pada jenjang pendidikan Strata 2 sebagai upaya untuk memberikan kerangka berpikir untuk mengembangkan dan mendalami disiplin ilmu yang lebih spesifik dan mendalam. Penelitian ini merupakan salah satu bentuk penelitian tindakan kelas yang akan mendeskripsikan tentang proses pembelajaran Filsafat Ilmu pada Program Magister Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta pada periode tahun 2020 sampai dengan 2021. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memberikan orientasi dan pengenalan model pembelajaran Filsafat Ilmu pada program Strata 2 di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Kontekstualisasi pembelajaran Filsafat Ilmu untuk bidang disiplin ilmu di luar Filsafat menjadi penting. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data dari buku, jurnal ilmiah, dan hasil wawancara kepada mahasiswa. Analisis data ini menggunakan analisis kritis, analisis induktif-deduktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi pembelajaran Filsafat Ilmu pada program Magister Psikologi dilakukan melalui pendekatan inovatif dan kreatif.  
KEBENARAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SERTA AKTUALISASINYA DALAM MEN-SCREENING BERITA MSyaiful Padli; MLutfi Mustofa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.31892

Abstract

Sering kali masyarakat terperangkap dalam lubang penerimaan berita yang tergolong ambiguitas. Masyarakat belum bisa memilih dan memilah mana berita yang kadar kebenarannya penuh, kurang, ataukah berita yang tidak mengandung kadar kebenaran. Tujuan penulisan adalah memberikan gambaran bagaimana seorang manusia sebagai makhluk ontologis dan epistomologis menerima berita secara benar. Metode penulisan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari berbagai literarur relevan. Sehingga didapatkan pembahasan yang menguraikan seluruh teori kebenaran dalam perpektif filsafat dan kemungkinan aktualisasinya dalam men-screening berita. Pembahasan dimulai dari latar belakang sosial politik ekonomi yang menimbulkan degradasi nalar kritis masyarakat yang tidak bisa lagi membedakan antara berita fakta dan berita yang penuh kebohongan. Selanjutnya, pembahasan fokus pada kebenaran perspektif filsafat dan perkembangannya. Pada akhir penulisan disuguhkan bagaimana cara penerapan teori kebenaran tersebut di kalangan masyarakat dalam menerima berita terutama berbasis online. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14