cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
didik@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arikapal75@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
urnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi, adalah jurnal ilmiah nasional sebagai media bagi para akademisi untuk mempublikasikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di bidang teknologi pada khususnya dan bidang lain pada umumnya. Jurnal PASOPATI terdaftar dalam International Standard Serial Number (ISSN) dengan nomor ISSN 2685-886X yang tertuang dalam SK LIPI no. 0005.2685886X/JI.3.1/SK.ISSN/2019.09 - 3 Agustus 2019 (mulai edisi Vol.1, No.3, Agustus-Oktober 2019) Fokus dan Sekup Jurnal meliputi hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang berhubungan dengan : 1. Teknik / Teknologi Tepat Guna 2. Pendidikan / Pemberdayaan Masyarakat 3. Pengembangan 4. Manajemen 5. dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor.
Articles 224 Documents
INOVASI PUPUK KOMPOS ORGANIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA PADI ORGANIK ROJOLELE BERKELANJUTAN DI DESA GEMPOL KECAMATAN KARANGANOM KABUPATEN KLATEN Sunarno Sunarno; Triyono Triyono; Kurniawan Teguh Martono
Jurnal Pasopati Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.20923

Abstract

Petani padi rojolele di Desa Gempol memiliki tradisi budidaya pertanian organik sebagai mata pencaharian utama. Desa Gempol memiliki potensi lahan pertanian luas, sistem irigasi yang baik, dan sumberdaya genetik varietas tanaman padi beragam. Berbagai potensi tersebut belum diiringi oleh kemandirian dalam hal produksi pupuk, terbukti produksi pupuk masih rendah, terbatas dan belum diketahui standar kualitasnya. Kondisi tersebut menyebabkan petani kesulitan dalam menekan biaya budidaya, praktik pertanian organik belum efisien dan efektif. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan kegiatan pengabdian dengan tujuan meningkatkan produktivitas, kualitas, dan pelestarian plasma nutfah padi rojolele, yaitu melalui inovasi pupuk ramah lingkungan. Inovasi pupuk kampos yaitu berupa kompos padat dan cair menjadi solusi tepat berdasarkan potensi sumberdaya hayati yang terdapat di lokasi sehingga dapat mendukung pertanian organik berkelanjutan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pelatihan dan pendampingan proses produksi, analisis kandungan  unsur hara makro, dan pendampingan penggunaan pupuk kompos dan organik cair kepada kelompok tani. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan kelompok tani Desa Gempol tentang proses produksi dan penggunaan pupuk semakin meningkat, pupuk yang dihasilkan oleh petani dapat mengurangi ketergantungan pembelian pupuk organik kepada pihak lain, mengurangi pencemaran limbah hasil dari sektor peternakan, dan meningkatnya kesadaran produksi pupuk ramah lingkungan yang mendukung budidaya padi rojolele organik yang berkelanjutanKata Kunci : Pupuk kompos padat, pertanian organik, padi rojolele, petani, unsur hara
PROGRAM PENERAPAN ENTOMOLOGICAL SURVEILANCE PLANNING TOOLS (ESPT) UNTUK PENGENDALIAN MALARIA DI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2023 Mursid Raharjo; Oni Setiani; Sulistiyani Sulistiyani; Yusniar Hanani Darundiati; Nurjazuli Nurzazuli; Intan Sekar Arumdani
Jurnal Pasopati Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.20510

Abstract

Malaria masih menjadi permasalahan kesehatan di Kabupaten Purworejo. Kasus malaria di Kabupaten Purworejo sudah mengalami penurunan sejak tahun 2018-2020, hingga menyisakan waktu 3 bulan untuk memperoleh sertifikat eliminasi malaria. Secara berturut turut kasus malaria adalah 58 kasus (2018), 25 kasus (2019), 5 kasus (2020). Bangkitan kasus malaria terjadi sejak tahun 2020 hingga tahun 2023, sebesar 535 kasus (2021)544 kasus (2022). Program pengendalian malaria di Kabupaten Purworejo, terutama dalam pengendalian dengan mengamati 2 kali siklus Anopheles, setiap terjadi kasus. Juru Malaria Desa (JMD), merupakan salah satu komponen pendukung dalam menekan bangkitan kasus malaria.Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan bagi Juru malaria Desa (JMD) dan komponen Masyarakat lain dalam penerapan Entomological Surveilance Plaaning Tools (ESPT). Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa ceramah, diskusi tanya-jawab, dan pengukuran peningkatan pengetahuan tentang ESPT.  Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat aktif dan antusias dalam mengikuti penyuluhan. Kegiatan juga memberikan umpan balik kepada peningkatan pengetahuan mahasiswa. Hasil pengukuran kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 54% (39% menjadi 93%) pada 8 komponen. Peningkatan pengetahuan ini disebabkan komponen ESPT sebagian besar sudah menjadi kegiatan JMD. Dari kegiatan pemberdayaan ini dapat disimpulkan bahwa peserta telah mengalami peningkatan pengetahuan tentang Entomological Surveilance Planning Tools (ESPT), yang bermanfaat dalam operasional pengendalian malaria di Kabupaten PurworejoKata kunci : ESPT, JMD, Malaria, Purworejo
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KAYU AREN PADA SENTRA UKM SOUN KLATEN: UPAYA MENGATASI LIMBAH PRODUKSI DENGAN WASTE TO PRODUCT Djaeni, Muhammad Djaeni
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.20924

Abstract

UMKM Soun Bintang Singa merupakan produsen pengolahan pati aren menjadi soun yang sangat terkenal di Desa Daleman,Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Industri soun ini sudah berdiri sejak tahun 1990-an dengan omset 50 juta sampaidengan 100 juta perbulannya. Seiring dengan perkembangan produksi industri soun, maka hal tersebut berdampak padapeningkatan limbah yang dihasilkan. Sampai saat ini limbah pati aren hasil pengolahan produksi soun terus menerusdihasilkan. Limbah yang dihasilkan masih belum mendapatkan perlakukan yang baik dan dibuang bebas ke lingkungan,sehingga menyebabkan lingkungan di Desa Daleman tercemar dan berdampak buruk bagi aktivitas warga beberapa tahunterakhir. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pengusul memberikan solusi untuk mengatasi permasalah limbah produksidengan mengolah limbah pati aren menjadi pakan ternak dan pupuk kompos. Langkah ini merupakan solusi yang tepat untukmenanggulangi limbah produksi dengan waste to product yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini didukung denganbanyaknya masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti sapi dan kerbau, sehingga pengolahan limbah menjadi pakanternak menjadi langkah yang tepat.
PENINGKATAN SKALA USAHA PADA UKM BUDIDAYA JAMUR TIRAM Budiraharjo, Kustopo; Sunarno, Sunarno; Prayoga, Kadhung; Auliaurrahman, Ahmad Feri
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.22177

Abstract

Budidaya jamur tiram juga menjadi sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. UKM Ngudi Rejeki merupakan salah satu UKM yang menekuni bidang budidaya jamur tiram. UKM ini beralamatkan di Dusun Tlogowono, RT2/RW4 Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dan sudah membudidayakan jamur sejak tahun 2006. Produk yang dihasilkan oleh UKM Ngudi Rejeki antara lain jamur tiram segar, baglog jamur untuk budidaya, dan keripik jamur. Salah satu proses yang sangat penting dalam pembuatan baglog jamur adalah sterilisasi baglog. Saat ini, mitra menggunakan peralatan sederhana berupa drum bekas yang digunakan dalam proses penguapan. Penggunaan drum bekas mengakibatkan proses penguapan membutuhkan waktu yang lama dan bahan bakar yang banyak. Terlebih kualitas yang dihasilkan dalam proses penguapan menggunakan drum bekas tidak konsisten dan menyebabkan baglog tidak mempunyai kualitas yang maksimal. Tim pengabdian hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Pemberian pelatihan dan pendampingan diharapkan meningkatkan produktivitas UKM yang nantinya menjadi stimulus guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Dampak dari kegiatan ini adalah adanya pengurangan waktu dan bahan bakar yang diperlukan dalam tahap sterilisasi, peningkatan kualitas baglog hasil sterilisasi, mitra mampu mengoperasikan TTG dengan baik dan benar, peningkatan kompetensi mitra dalam mengelola marketplace yang dimiliki, penambahan jangkauan konsumen dari pemasaran secara online, mitra mampu menghasilkan foto produk yang berkualitas dan penambahan jangkauan konsumen dari pemasaran secara online.Kata Kunci: Pemetaan Sosial; Participatory Rural Appraisal; Organisasi Kemasyarakatan
EDUKASI REDUCE, REUSE, RECYCLE DI SD ISLAM AL AZHAR 14 KOTA SEMARANG Nurandani Hardyanti; Budi Prasetyo Samadikun; Sri Sumiyati; Angga Tri Saputra; Hafidzoh Zulhizah; Rian Aprianto
Jurnal Pasopati Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.19618

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik. Kemampuan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dalam mengelola sampah masih terbilang rendah. Pengelolaan sampah yang ideal di Indonesia yaitu prinsip 3R “Reduce Reuse Recycle”. Kondisi saat ini rata-rata masyarakat belum menyadari pentingnya melakukan gerakan 3R. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi ke semua lapisan masyarakat termasuk edukasi kepada siswa sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat bagi warga sekolah SD Islam Al Azhar 14 Kota Semarang untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah, untuk membantu mereduksi dan memilah sampah yang dihasilkan langsung dari sumbernya dan mempunyai kesadaran untuk menerapkan prinsip 3R tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sarana edukasi dan kreativitas dari peserta didik di SD Islam Al Azhar 14 Kota Semarang. Metode pengabdian yang dilakukan terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring. Dari hasil kegiatan, program edukasi yang dilakukan dapat dilaksanakan dengan baik dalam mengetahui pengelolaan sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah dan warga sekolah sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan serta mulai menerapkan prinsip 3R di lingkungan sekolah.Kata kunci : 3R, sampah, pemilahan sampah, pengabdian, edukasi
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER PADA ANAK DENGAN METODE WEBINAR Faiqotul Maghfiroh Izzani; Ivan Mahadika Wibowo; Rachma Yuniar Maulidiani
Jurnal Pasopati Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.15047

Abstract

Anak-anak membutuhkan pengertian dan perhatian yang cukup dari orang tua. Kesalahpahaman dan kurangnya informasi yang dimiliki oleh orangtua dapat berdampak bagi perkembangan sang anak sehingga pemahaman orang tua terhadap kondisi-kondisi khusus anak sangat dibutuhkan. Salah satu kondisi yang terdapat dalam anak-anak merupakan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Menurut Wirrawani pada tahun 2007 di Indonesia terdapat 2%-4% anak yang mengalami gangguan ADHD di sekolah, sedangkan pada tahun 2013 Nurhidayati mengungkapkan bahwa terdapat 300 anak dari 1000 anak yang mengalami ADHD. Melalui data tersebut terlihat ada peningkatan jumlah anak yang mengalami ADHD sehingga pengetahuan dan kemampuan orang tua maupun guru untuk memahami ADHD harus ditingkatkan. Psikoedukasi ADHD dapat digunakan menjadi salah satu langkah promotif dalam memperluas wawasan orang tua dan pendidik. Program webinar yang dilakukan melalui zoom meeting membawa dampak yang efektif terhadap masyarakat karena terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat—hal ini terbukti dengan peningkatan hasil tes pada peserta sebesar 15,5% yang menunjukkan peningkatanpengetahuan pada peserta. Rangkaian program webinar ini dapat memberi pengetahuan barumengenai ADHD secara umum, penyebab, dampak, dan treatment yang tepat terhadap anak yang mengalami ADHD sehingga output yang dihasilkan merupakan pemahaman yang komprehensif pada pendidik anak–yakni orang tua dan guru. Kata kunci : Psikoedukasi, webinar, ADHD, hiperaktivitas, anak-anak
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN MELALUI URBAN FARMING DENGAN SISTEM AQUAPONIK PADA DESA TANJUNGKULON KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Pradana, Brian; Ariani, Nofa Martina; Susanti, Retno
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.20630

Abstract

Pengembangan sistem pertanian skala kecil menjadi terobosan baru masyarakat perkotaan dalam memenuhi ruang hijau permukiman sekaligus menambah nilai ekonomis. Pengembangan pertanian skala kecil di kawasan permukiman perkotaan yang dikenal dengan istilah urban farming, memiliki berbagai metode dan aplikasi. Sistem aquaponik merupakan salah satu metode urban farming dengan menerapkan simbiosis mutualisme antara pertanian dan perikanan. Sistem aquaponik ini relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan biaya mahal dan hanya memanfaatkan pekarangan rumah atau ruang terbuka di kawasan permukiman. Sistem aquaponik yang terbukti dapat memberikan manfaat ke masyarakat, menjadi dasar untuk dikembangkan pada Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Desa Tanjungkulon sendiri mulai mencirikan aktivitas-aktivitas perkotaan, perkembangan lahan terbangun yang semakin meningkat berdampak pada berkurangnya lahan non terbangun termasuk lahan pertanian. Berdasarkan penjabaran tersebut, pengembangan sistem aquaponik pada kawasan permukiman di Desa Tanjungkulon ini cocok untuk dilakukan sebagai solusi pengembangan pertanian skala kecil yang sekaligus dapat memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui sistem kelembagaannya, diharapkan dapat memberikan edukasi tentang penyediaan ruang hijau pada kawasan permukiman, pembudidayaan ikan dan tanaman berbasis simbiosis, serta pengelolaan keuangan hasil budidaya. Hasil dari program pemberdayaan ini terbukti masyarakat sangat antusias dan sampai pada minggu ketiga sayuran dan ikan pada aquaponik tumbuh optimal.
PENDAMPINGAN PELAKU USAHA MAKANAN DAN MINUMAN DI KECAMATAN CAWAS KABUPATEN KLATEN UNTUK MENDAPATKAN NOMOR INDUK BERUSAHA, PIRT, DAN SERTIFIKASI HALAL Sunarno, Sunarno; Werdiningsih, Hermin; Rahman, Amni Zakarsyi; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Pasopati Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.22168

Abstract

Pelaku usaha makanan dan minuman di wilayah kecamatan Cawas kabupaten Klaten memiliki tradisi hidup mandiri dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Kecamatan Cawas memiliki jumlah pelaku usaha di bidang makanan dan minuman yang banyak dan beragam serta letak wilayah yang strategis, yaitu berada di jalur lintas perbatasan provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah penghubung antara kabupaten Klaten dengan  kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, dan Gunungkidul. Berbagai potensi pelaku usaha tersebut belum diikuti kesadaran untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal. Berbagai permasalahan tersebut berakibat pada kesulitan pelaku usaha untuk mendapatkan permodalan dari bank, pemasaran, perluasan konsumen, peningkatan kapasitas produksi, dan pendapatan. Berdasarkan kondisi tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberi pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha makanan jajanan tentang proses dan prosedur dalam mendpatkan NIB, PIRT, dan sertifikat halal melalui program interaksi dosen, mahasiswa, dan mitra. Pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan selama berlangsungnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata menjadi solusi tepat yang dapat mendukung peningkatan kesadaran dan partisipasi pelaku usaha sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatan kualitas layanan dan menjamin kualitas serta kehalalan produk yang dijual. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pelatihan dan pendampingan tentang proses dan prosedur untuk mendapat NIB, PIRT, dan sertifikat halal diikuti penyiapan dokumen-dokumen yang diperlukan. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman tentang dokumen, proses dan prosedur untuk  mendapatkan NIB, PIRT dan sertifikat halal semakin meningkat dan tumbuh keinginan untuk segera ditindaklanjuti. Peningkatan kesadaran dan ketrampilan dalam mengurus dokumen sertifikat usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk makanan dan minuman, pemasaran, memberi jaminan keamanan dan kehalalan produk sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha di wilayah kecamatan Cawas kabupaten Klaten
PELATIHAN PEMBUATAN CAIRAN DESINFEKTAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI JEMAAT HOREB KUANHEUM Hartini Realista Lydia Solle; Merpiseldin Nitsae; Sonya Titin Marlina Nge; Arnold Christian Hendrik; Mellissa Erlyn Stephanie Ledo; Henderina Mowata; Joenrith Agrid
Jurnal Pasopati Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.20652

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 semakin meluas sehingga saat ini dinyatakan sebagai Pandemi dunia. Jumlah penderita mengalami peningkatan disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Salah satu upaya untuk mencegah penularan dan penyebaran virus ini adalah menjaga jarak dengan orang lain, menjaga daya tahan tubuh, menjaga kebersihan lingkungan dan pemberian desinfektan. Kegiatan ini menggunakan metode Pendidikan masyarakat berupa sosialisasi dan praktek kepada jemaat. Pelaksanaan kegiatan berjalan antusias dan aktif, dihadiri oleh 29 orang perwakilan jemaat dari 10 kelompok. Pembuatan cairan desinfektan menggunakan bahan-bahan Rumah tangga yang mudah ditemukan karena harga yang murah dan mudah diperoleh. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan terlihat bahwa dari 21 responden (orang) yang memberikan respon balik kegiatan untuk pemahaman pembuatan cairan desinfektan sebelum diberikan materi pelatihan (P1) berada pada kategori cukup (28.6%) dan sangat baik (61.9%).Kata kunci : Desinfektan, virus,sosialisasi, Jemaat, Horeb
PROGRAM EDUKASI DAN PENYEDIAN ALAT FILTRASI AIR SUNGAI BAGI WARGA RW 03 KELURAHAN JABUNGAN-SEMARANG Qadaryati, Nurakhmi; Santi, Narulita; Salsabila, Zulfa Nindya; Nurcahyo, Tri Apri
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.23907

Abstract

Pada RW 03 Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Semarang terdapat sebanyak 169 Kepala Keluarga. Estimasi dengan asumsi setiap keluarga beranggotakan 4 orang, maka kebutuhan sehari-hari masyarakat RW 03 berkisaran 40.560-54.080 liter/hari. Warga RW 03 memperoleh air bersih dari tiga sumber, yaitu dari sumur gali, Sungai Jabungan dan mataair. Isu terkait air bersih di RW 03 dapat dikatakan terjadi pada saat musim kemarau. Salah satu dampaknya adalah debit sumur gali yang menurun drastis setiap musim kemarau. Alternatif sumber air terdekat selanjutnya adalah dari Sungai Jabungan. Akan tetapi, diperlukan treatment pengolahan terlebih dulu agar dapat memakai air dari sungai tersebut untuk keperluan MCK. Hal tersebut menyisakan pilihan terakhir pada sumber air dari mataair yang lokasinya jauh dari pemukiman, hingga saat ini kondisi pipa yang mengalirkan mataair ini ada banyak titik kebocoran dan hanya ditambal dengan sangat sederhana. Prioritas bagi warga RW 03 Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik selaku mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), adalah pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau karena selain menjadi kebutuhan utama untuk hal domestik, di masa sekarang ini juga sangat diperlukan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19. Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, sebagai pelaksana PKM telah menyediakan fasilitas penyedia air bersih minimal untuk memenuhi kebutuhan warga RW 03.