AGRISCIENCE
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Agribusiness, Agriculture Economics, Social Science, Rural Development, Rural Sociology, Risk Management, Agriculture Extension, Financial Management, Marketing Management, Human Resource Management, Corporate Governance, Strategic Management, Entrepreneurship
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2: November 2020"
:
12 Documents
clear
MOTIVASI GENERASI MUDA DALAM MELAKUKAN USAHATANI DESA PANGKATREJO KABUPATEN LAMONGAN
Sistri Etika Oktavia;
Isdiana Suprapti
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8022
Petani dan buruh tani di Desa Pangkatrejo didominasi oleh penduduk yang berumur kisaran 45-65 tahun, pada umur tersebut petani sangat rentan dalam mengadopsi teknologi terbaru sehingga perlu adanya peran pemuda untuk melakukan usahatani. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui persepsi generasi muda tentang pekerjaan pertanian (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi generasi muda dalam melakukan usahatani (3) mengetahui hubungan antara persepsi tentang pertanian terhadap motivasi dalam melakukan usahatani. Penelitian menggunakan 42 responden yang diambil dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pengamatan, wawancara dan penyebaran kuisioner. Data dianalisis dengan regresi linear berganda dan korelasi. Persepsi pemuda tentang pekerjaan di sektor pertanian meliputi persepsi tentang pendapatan yang bernilai positif, persepsi tentang risiko usahatani yang bernilai negatif, dan persepsi tentang kenyamanan kerja bernilai negatif. Secara simultan variabel pendidikan, pengalaman berusahatani, pengaruh lingkungan sosial, pengaruh orang tua dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap motivasi generasi muda dalam melakukan usahatani. Secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi generasi muda dalam melakukan usahatani yaitu variabel pendidikan, pengaruh lingkungan sosial, dan teknologi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan persepsi dengan motivasi generasi muda dalam melakukan usahatani. Saran yang bisa direkomendasikan adalah terkait faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. Sekolah harus mempunyai kegiatan yang memperkenalkan dunia pertanian sejak dini kepada pemuda. Penyuluhan di Desa Pangkatrejo harus lebih intensif lagi dengan cara memperkenalkan teknologi modern dan mengajak pemuda untuk gabung dalam kegiatan sosialisasi penyuluhan tentang pertanian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA GARAM DI INDONESIA
Samiroh Laily Moqoddas;
Slamet Subari
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8456
Garam merupakan komoditas strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan dan hasil produksi garam yang terus meningkat setiap tahun, seharusnya berdampak pada harga garam yang berbanding lurus. Namun, Harga garam di Indonesia terus mengalami perubahan. Impor garam yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri menjadi salah satu faktor ketidak stabilan harga garam domestik. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui trend harga garam tahun 2010-2018 di Indonesia; (2) Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan harga garam di Indonesia. Data yang digunakan adalah data time series (2010-2018) yang diolah dan dianalisis menggunakan perhitungan trend sederhana dan analisis regresi linier berganda, dengan uji model dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend harga menunjukkan peningkatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga garam domestik di Indonesia secara parsial adalah variabel harga garam impor, jumlah produksi, dan jumlah konsumsi berpengaruh terhadap harga garam domestik, sedangkan variabel jumlah impor garam tidak berpengaruh.
ANALISIS KINERJA KOPERASI INTAKO DI DESA KEDENSARI KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO
Lina Andriani;
Novi Diana Badrut Tamami
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8045
INTAKO merupakan salah satu koperasi di Sidoarjo yang mengalami penurunan penghasilan sejak tahun 2006 karena adanya luapan lumpur lapindo yang menyebabkan sepi pengujung. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan setelah adanya bencana lumpur lapindo. Metode pengumpulan data dilakukan secara langsung di koperasi INTAKO dengan jumlah responden 30 pengunjung dan pengurus koperasi INTAKO. Pengumpulan data secara langsung dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan alat ukur Balance Scorecard untuk mengetahui aspek persepktif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Koperasi INTAKO dilihat dari segi perspektif keuangan termasuk dalam kategori tidaksehat , perspektif proses bisnis internal Sasaran strategis yang ada pada di perspektif proses bisnis internal tidak tercapai kecuali kualitas produk yang tercapai 100%, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan termasuk kategori kurang sehat.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN SUMENEP
Dina Sakina
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8497
Kabupaten Sumenep salah satu Kabupaten yang memiliki potensi usahatani padi di Madura. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani padi di Kabupaten Sumenep dengan metode Analisis Hierarchy process (AHP). Responden yang digunakan yaitu narasumber kunci di antaranya Dinas pertanian Hortikultura danTanaman Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Penyuluh di Kecamatan Sumenep, Gapura, Manding dan Guluk-guluk, serta ketua kelompok tani dan petani. Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama dalam mengembangkan usahatani padi di Kabupaten Sumenep yaitu aspek pengadaan input dengan bobot 0,243 dimana dalam alternatif aspek pengadaan input hal yang penting dengan menyediakan sarana input produksi yang bermutu, tepat waktu dan dengan jumlah yang tepat, serta dibutuhkan kerjasama yang baik antara petani, kelompok tani dan Pemerintah dalam mengembangkan usahatani padi di Kabupaten Sumenep.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EKOMINAWISATA PULAU LUSI DI DESA KEDUNGPANDAN KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO
Sundus Felisia Wijaya;
Novi Diana Badrut Tamami
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8049
Pulau Lusi merupakan salah satu destinasi wisata baru di Sidoarjo. Dalam mendukung wisata Pulau Lusi perlu adanya dukungan dari masyarakat sekitar kawasan Pulau Lusi. Bentuk dukungan tersebut dilihat dari persepsi dan partisipasi mereka terhadap ekominawisata Pulau Lusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap Pulau Lusi dan mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah sampel 98 yang ditentukan dengan teknik slovin. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat secara keseluruhan menilai baik terhadap Pulau Lusi. Partisipasi masyarakat secara keseluruhan memiiliki tingkat partisipasi yang rendah. Hubungan antara persepsi dan partisipasi dilihat dari hasil analisis korelasi memiliki hubungan searah yang rendah dan signifikan.
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS BERAS UD. SOVI JAYA DI KECAMATAN KAMAL, KABUPATEN BANGKALAN
Rosa Rotul Fahmi;
Mardiyah Hayati
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8741
UD Sovi Jaya merupakan industri penggilingan, jual beli gabah dan memproduksi produk beras madura yang berlokasi di Dusun Trebung Desa Gili Anyar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menciptakan model bisnis baru UD Sovi Jaya dalam menghadapi persaingan bisnis dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan UD Sovi Jaya berada pada posisi kuadran I atau strategi pertumbuhan agresif (Growth oriented strategy) dan strategi alternatif usulan Business Model Canvas (BMC) baru dimana dari 9 elemen terdapat 8 elemen usulan strategi baru seperti komponen customer segment perlu adanya penambahan konsumen hotel dan rumah makan, value proposition pembuatan hak paten, channel penambahan sistem teknologi informasi, key partners penambahan mitra seperti pemerintah dan event organizer, key activities inovasi produk baru, key resources pembuatan website, membuat cabang, penambahan tenaga kerja dan pembagian job desk, revenue stream yang mendapatkan tambahan pendapatan dari pameran atau bazar, dan cost structure perlu adanya pengeluaran biaya lebih dalam organizer dan website.
TINGKAT PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA DI DESA BANDUNG KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK
Lilis Nur Azizah;
Teti Sugiarti
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8012
Penggunaan pestisida kimia untuk mencegah hama dan penyakit tanaman padi dalam jangka waktu panjang akan merusak kestabilan lingkungan. Pemerintah menyarankan menggunakan refugia sebagai pengendalian hama secara alami. Refugia adalah tumbuhan yang berfungsi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami tanaman yang dibudidayakan agar tercipta pelestarian musuh alami dengan baik. Desa Bandung menjadi salah satu desa rujukan dinas setempat untuk menerapkan tanaman refugia sebagai pengendalian hama secara alami. Secara garis besar penelitian ini bermaksud untuk : (1) mengetahui tingkat pengetahuan petani terhadap pemanfaatan tanaman refugia, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan petani terhadap pemanfaatan tanaman refugia. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 petani. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan yakni dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan petani terhadap pemanfaatan tanaman refugia berada pada posisi baik. Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan petani dalam memanfaatkan tanaman refugia yaitu tingkat pendidikan formal dan keaktifan petani pada kelompok tani.
PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH PENGOLAHAN UBI JALAR UNGU DI UD GANESHA KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO
Novia Anggraeni;
Slamet Subari
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8124
Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menjadi tempat penghasil ubi jalar terbanyak . Melimpahnya hasil produksi ubi Jalar di Kabupaten Mojokerto,maka diperlukan pengolahan hasil pertanian menjadi nilai tambah suatu produksi pada agroindustri. UD Ganesha merupakan home industry yang mengelola Ubi Jalar Ungu menjadi produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pendapatan pada UD Ganesha; (2) nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan Ubi Ungu di UD Ganesha. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis R/C Ratio dan perhitungan nilai tambah Hayami. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara secara mendalam berdasarkan panduan kuisioner kepada pemilik home industry “Ganesha”.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pendapatan untuk produk keripik ubi ungu yaitu sebesar Rp31.047.906,sedangkan untuk produk opak ubi ungu yaitu sebesar Rp20.788.311 tiap bulan dengan R/C Ratio keripik ubi ungu 1,43 1, opak ubi ungu 1,67 1, artinya pengolahan ubi ungu yang dilakukan UD Ganesha menguntungkan dan layak dijalankan; (2) Nilai tambah keripik ubi ungu Rp. 4148,53/Kg, opak ubi Rp. 117.398,29/Kg, nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan ubi ungu lebih dari 0 artinya pengolahan ubi ungu memberikan nilai tambah. Saran untuk home industry untuk meningkatkan jumlah produksi untuk produk Opak Ubi karena mempunyai nilai tambah yang lebih besar dan membuat inovasi baru dari olahan ubi jalar ungu.
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG
Lilik Maulidiya;
Mardiyah Hayati
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.9183
Pulau Mandangin merupakan Pulau yang memiliki sumber daya alam dan potensi wisata yang memukau. Pengembangan Pulau Mandangin sebagai obyek wisata alam diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Mandangin yang dihuni oleh 15.975 Jiwa dengan kepadatan penduduknya sebesar 9.628 jiwa/ Km². Potensi sumber daya alam yang dimiliki Pulau Mandangin sangat layak untuk dikembangkan, semakin baik potensi sumberdaya alam yang ada akan semakin memperkuat daya tarik wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengidentifikasi potensi sumberdaya untuk pengembangan wisata Pulau Mandangin, (2) menganalisis strategis pengembangan potensi pariwisata di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan metode Probability Sampling Responden terdiri dari 30 masyarakat Pulau Mandangin untuk mengidentifikasi potensi obyek wisata Pulau Mandangin dan 6 orang informan kunci untuk pengisian Rating pada matriks IFAS dan EFAS. Metode analisis menggunakan Analisis deskriptif dan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan potensi sumberdaya di Pulau mandangin terdiri dari budaya, wisata, dan kuliner. Sedangkan strategi dalam pengembangan wisata Pulau Mandangin yaitu Menyediakan fasilitas yang lengkap dalam menanggulangi persaingan dengan wisata lain.
ANALISIS DAYA SAING JAGUNG HIBRIDA UNGGUL MADURA MH-3 DI KABUPATEN BANGKALAN
Fatihatur Rahmaniyah;
Mokh. Rum
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8020
Produksi jagung nasional mengalami tren kenaikan pada 2017 sebesar 28,9 juta ton dari produksi sebelumnya. Penambahan produksi jagung yang tidak sebanding dengan permintaan jagung, dibutuhkan impor jagung dari luar negeri. Ketergantungan impor menurunkan minat petani untuk berusahatani sehingga dibutuhkan upaya peningkatan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing jagung hibrida unggul madura MH-3 ditinjau dari keunggulan komparatif dan kompetitif di Kabupaten Bangkalan dan menganalisis pengaruh kebijakan pemerintah terhadap komoditas jagung hibrida unggul MH-3 di Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian menggunakan Policy Analysis Matrix dengan teknik pengambilan sampel jenuh (sensus) yaitu keseluruhan petani yang berusahatani jagung hibrida unggul Madura MH-3. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung hibrida unggul Madura MH-3 di Kabupaten Bangkalan berdaya saing secara komparatif dan kompetitif. Dilihat dari aspek biaya, jagung hibrida unggul madura MH-3 dapat ditingkatkan dengan memperbaiki teknologi budidaya dan meningkatkan efisiensi. Petani diuntungkan dengan kebijakan harga output sehingga penerimaan privat yang diperoleh petani lebih tinggi. Dibutuhkan adanya perluasan mitra kerja untuk memperbaiki mekanisme pasar baik input atau output, agar petani lebih bergairah untuk meningkatkan produksi jagung.