cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
Perbandingan Perwatakan Dan Nilai Moral Dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal dan Cerpen Pohon Keramat Riszkeu Septia Lestari; Muhammad Abdul Halim
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.6806

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perwatakan Dan Nilai Moral Dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal Karya Musthafa Mahmud Dengan Cerpen Pohon Keramat Karya Muhammad Dawam Rahardjo”. Cerpen digunakan sebagai objek kajian di dalam penelitian ini. Dengan titik fokus kajiannya pada perwatakan tokoh dan nilai moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh dan nilai moral yang terdapat dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. Dengan diketahuinya, persamaan dan perbedaan tersebut maka akan diperoleh hubungan saling keterpengaruhan diantara keduanya.Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Kemudian, kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sastra bandingan untuk membandingkan atau memperbandingkan kedua karya sastra yang diteliti. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural yang memiliki fungsi untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan unsur intrinsik dari kedua cerpen. Dengan fokus kajian pada perwatakan tokoh dan nilai moral.Hasil dari penelitian dalam kedua cerpen ini adalah (1) membandingkan perwatakan tokoh dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. (2) membandingkan nilai moral dalam kedua cerpen tersebut, (3) persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh serta nilai moral, (4) wujud moral yang terdapat di dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal cerpen Pohon Keramat, (5) adakah hubungan saling keterpengaruhan diantara cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo.
Simbol Mistisisme dalam Naskah Mihir Nur Buwwat (Kajian Semiotika Rolland Barthes) Septi Anjani; Dayudin Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.6524

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan interpretasi dan ideologi makna dasar yang terdapat dalam simbol mistisisme naskah mihir nūr bwwat. Metodelogi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-hermeneutik dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Rolland Barthes, dengan mengusung teori signifikasi tanda melalui dua proses tahapan, yaitu sistem signifikasi tingkat pertama atau tataran denotasi dan sistem signifikasi tingkat dua yaitu tataran konotasi, untuk mengurai sebuah mitos dalam ruang mistisime yang termuat dalam simbol-simbol naskah mihir nūr buwwat dengan cara menginterpretasikan makna mitos dan ideologi yang terkandung di dalamnya.
Campur Kode Bahasa Sunda Ke Dalam Bahasa Arab Pada Percakapan Santri Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah Bandung (Kajian Sosiolinguistik) Fildzah Arifah Yoda; Yadi Mardiansyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor campur kode pada tuturan bahasa Sunda ke dalam bahasa Arab santriwati pondok pesantren Al-Basyariyah. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan teori campur kode Muysken, yang membagi bentuk campur kode ke dalam tiga yaitu penyisipan (insertion), alternasi (alternation), dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization). Campur kode merupakan salah satu fenomena berbahasa yang menggunakan dua bahasa atau lebih dalam satu ujaran. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengambilan data berupa metode simak dengan teknik sadap dan catat, dan metode cakap dengan teknik pancing berupa wawancara dengan beberapa pertanyaan untuk responden.
Ideologi Patriarki dalam Novel Wa Nasitu Anni Imra'ah Karya Ihsan Abdul Quddus Monika Wulan Arianty; Rohanda Rohanda; Imam Ghozali Budiharjo
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.8779

Abstract

Peran laki-laki dalam mengatur perempuan bukan hanya terjadi di dunia nyata namun hal tersebut terjadi pula di dalam karya sastra khususnya pada masyarakat Mesir dalam Novel Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan untuk mengetahui ideologi patriarki yang melliputi subordinasi, stereotipe dan kekerasan gender. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa novel yang berjudul Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Dalam penelitian ini ditemukan adanya unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan juga menemukan ideologi patriarki berupa subordinasi, stereotipe dan kesetaraan gender. Ideologi patriarki yang muncul dalam masyarakat tersebut dapat membatasi gerak perempuan, baik dalam ranah domestik maupun dalam ranah publik.
BAHAR, QAFIYAH DAN AMANAT QASIDAH HURUF BA DALAM DIWAN IMAM AL HADDAD Ummu Kulsum; Wildan Taufiq
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.5479

Abstract

Al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad adalah seorang waliyullah yang  Diwan al Durr al Mandzum li dzawi al ‘Uquli wa al Fuhum adalah salah satu karya Al Habib Imam Al Haddad yang sangat luarbiasa. Kitab ini menyajikan berbagai macam qasidah dengan memuat didalamnya berbagai rahasia al Qur’an sehingga setiap pembaca akan merasakan perasaan dan emosi yang kuat terhadap setiap pesan yang disampaikan seperti kala membaca al Qur’an. Sebuah syair arab tidak akan pernah terlepas dari kaidah ilmu arudl dan qawafi dalam penyusunannya. Untuk membuktikan pola syair tersebut serta pesan apa saja yang disampaikan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kajian strukturalisme. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa adanya beberapa qasidah yang mengalami perubahan dari pola syair yang telah ditentukan serta amanat yang sesuai dengan ayat-ayat Al Qur’an maupun hadits Nabi SAW
`ARUDL, QAFIYAH, DAN PESAN MORAL PADA PUISI- PUISI AL-`AINIYYAH DALAM ANTOLOGI QAIS BIN DZARIH Hana Zulfa Afifah; Ajang Jamjam
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.7568

Abstract

Penyair menggunakan puisi sebagai sarana untuk mengungkapkan ide, imajinasi, dan keadaan yang sedang dialami. Dalam masyarakat Arab, puisi dikenal sebagai syair. Syair Arab memiliki aturan- aturan tersendiri tentang ritme (wazan) dan rima (qafiyah). Aturan- aturan tersebut kemudian dipelajari dalam suatu ilmu yaitu ilmu`arudl dan ilmu qawafi. Sebuah karya sastra pun tak lepas dari adanya pesan yang terkandung didalamnya baik secara tersirat maupun tersurat. Pesan tersebut dinamakan amanat.Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih. Terdiri dari sembilan judul puisi dan 110 bait. Namun yang dijadikan sampel penelitian hanya 55 bait. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui vareasi `arudl dan dlarab, untuk mengetahui qafiyah, serta untuk mengetahui pesan moral yang terkandung pada qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih.Hasil penelitian pada qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih yaitu: qashidah ini menggunakan bahar thawil, bahar wafir, dan bahar khafif. Taf`ilah `arudl dan dlarabnya ada yang terkena zihaf makhbun, zihaf maqbudl, dan `illat mahdzuf. Adapun bentuk qafiyahnya yaitu qafiyah muthlaqah. Kata qafiyahnya terdiri dari setengah kata dan satu kata. Huruf qafiyahnya yaitu rawi huruf `ain, washal, ridif, ta’sis, dan dakhil. Harakat qafiyahnya yaitu majra, hadzwu, isyba’ dan rass. Nama qafiyahnya yaitu mutawatir, dan mutadarak. ‘Uyub qafiyah yang ditemukan yaitu sinad hadzwu, terletak pada qashidah pertama. Amanat yang terkandung didalamnya yaitu berkorban untuk kebaikan.
Jinās dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, jual beli, dan Ijarah) Kajian Ilmu Badi’. Putri Fatimah Qodariyah; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.5522

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kitab-kitab terdahulu banyak terdapat keindahan bahasa, baik dari segi lafadz maupun makna. Kitab Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang dikarang oleh Ahmad Zainuddin Alfannani, kitab ini membahas tentang fiqih dalam kitab ini cukup lengkap karena mencangkup bab thaharah hingga jinayat atau pidana,. Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang banyak terdapat keindahan bahasa didalamnya, yaitu jinās,. Jinās adalah keserupaan dua lafadz dalam pengucapan, akan tetapi makna keduanya berbeda. Dalam penelitian ini bermaksud melakukan analisis jinas yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in, dan berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1) Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Bentuk Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Metode deskriptif analisis tidak semata-mata menguraikan melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya tentang jinās dalam Kitab Fathul Mu’in dengan menggunakan pendekatan ilmu balāghah. Setelah melakukan penelitian, maka peneliti menarik hasil dari analisis, bahwa jenis dan bentuk Jinās yang terdapat dalam kitab Fathul Mu’in Bab (Sholat, Zakat, Haji Haji dan umrah, jual beli, ijarah) karya Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani adalah : jenis Jinās, berjumlah 87 jenis Jinās, yang Meliputi 7 jenis Jinās, yaitu Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri’, Jinās tām , Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, dan Jinās ghair tām qolab ba’di kulk, dan Bentuk Jinās, berjumlah 145 bentuk, yaitu terdiri dari susunan fi’il (kata kerja) dan isim (kata benda). Fi’il tersebut adalah fi’il Mādi dan Fi’il Mudōri. Isim yang terdapat dalam kitab tersebut adalah isim masdar, isim fa’il isim maf’ul dan isim jamid.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7