cover
Contact Name
Jerry Fred Salamena
Contact Email
agrinimal@gmail.com
Phone
+6285243549419
Journal Mail Official
agrinimal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 20883609     EISSN : 27232697     DOI : https://doi.org/10.30598/ajitt
Agrinimal journal accommodates articles / scientific works which has not been published yet. Fields of journal cover both aspects of animal sciences and agriculture sciences: animal feed and nutrition, feed science and technology, feed additive technology, ; animal reproduction and physiology, genetics, animal production; animal behaviour, welfare, livestock farming system; socio-economic and policy; and animal products science and technology.
Articles 126 Documents
KUALITAS FISIK DAN NUTRIEN JERAMI PADI YANG DIFERMENTASI MIKROORGANISME LOKAL ASAL JERAMI PADI Ramadhani, Rizka; Apriliana, Tri Wahyu; Putri, Dini Andani; Amanda, Ridha Aini; Shofiah, Maya; Adeliza, Muhammad Farhan Hilmy; Kurniawan, Edi; Suharti, Sri; Amirroenas, Dwierra Evvyernie
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.13-22

Abstract

Jerami padi dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak ruminansia melalui fermentasi guna meningkatkan kandungan nutriennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lama fermentasi terhadap kualitas fisik dan nutrien jerami padi yang difermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) asal jerami padi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan variasi lama fermentasi (0, 7, 14, 21, dan 28 hari) dan 4 ulangan. Variabel yang diamati meliputi kualitas MOL, kualitas fisik dan nutrien silase (bahan kering, abu, protein kasar, lemak kasar dan serat kasar). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan perbedaan yang nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL jerami padi memiliki karakteristik fisik berwarna coklat tua, aroma khas tape, pH 4, dan kandungan glukosa 6% BRIX. Populasi BAL dan bakteri selulolitik masing-masing berkisar 1,24 × 10⁷ dan 2,89 × 10⁶ CFU/mL. Hasil fermentasi silase amoniasi jerami padi menunjukkan adanya perubahan fisik berupa tekstur yang lebih lunak, aroma menyengat, dan warna coklat. Kandungan protein kasar tertinggi ditunjukkan pada fermentasi 7 hari (12,95%), sedangkan serat kasar terendah ditunjukkan pada fermentasi 21 hari (25,76%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan MOL jerami padi berpotensi meningkatkan kualitas silase jerami melalui peningkatan protein dan penurunan serat kasar dimana fermentasi selama 21 hari sebagai durasi optimal untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia. ABSTRACT Rice straw can be optimally utilized as an alternative feed source for ruminant livestock through fermentation to increase its nutrient content. This experiment aims to evaluate the effect of fermentation duration on the physical and nutrient quality of rice straw fermented using local microorganisms (MOL) derived from rice straw. A completely randomized design (CRD) was applied with five fermentation periods (0, 7, 14, 21, and 28 days) and four replications. The parameters measured included the quality of LMO, physical characteristics, and silage nutrient composition (dry matter, ash, crude protein, crude fat, and crude fiber). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s test to determine significant differences among treatments. The results showed that rice straw had a dark brown color, distinctive aroma, pH 4, and glucose content of 6% BRIX, with lactic acid bacteria and cellulolytic bacteria populations of 1.24 × 10⁷ and 2.89 × 10⁶ CFU/mL, respectively. Fermented rice straw silage exhibited improved physical quality with a softer texture, pungent aroma, and brownish color. The highest crude protein content was observed after 7 days of fermentation (12.95%), while the lowest crude fiber content was obtained after 21 days (25.76%). These findings indicate that rice straw-based LMO has the potential to improve the nutritional quality of rice straw silage, with 21 days identified as the optimum fermentation duration for ruminant feed.
MOTILITAS, VIABILITAS DAN MEMBRAN PLASMA UTUH SEMEN BEKU SAPI POGASI PADA SUHU THAWING BERBEDA Rahmayani, Dewi; Ridlo, Muhammad Rosyid
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.71-78

Abstract

Kualitas semen beku merupakan faktor kunci dalam keberhasilan inseminasi buatan, dengan proses thawing sebagai tahap kritis yang memengaruhi kualitas spermatozoa. Sapi Pogasi sebagai ternak lokal adaptif memerlukan pengelolaan semen beku yang optimal untuk mendukung keberhasilan inseminasi buatan. Mengingat penelitian terkait semen beku sapi Pogasi masih terbatas, evaluasi pengaruh suhu thawing diperlukan untuk memperoleh pengelolaan semen beku yang optimal pada sapi Pogasi sebagai ternak lokal adaptif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suhu thawing terhadap kualitas spermatozoa semen beku sapi Pogasi. Penelitian ini menggunakan 20 straw semen beku sapi Pogasi berukuran 0,25 ml yang disimpan dalam container nitrogen cair pada suhu -195°C. Penelitian dilakukan dengan lima ulangan, di mana straw dithawing dalam air selama 30 detik pada suhu 26°C, 37°C, 38°C, dan 39°C. Kualitas pasca-thawing dievaluasi berdasarkan post-thawing motility, viabilitas, dan keutuhan membran plasma spermatozoa. Melalui variabel yang diperiksa, yaitu post-thawing motility, viabilitas, dan membran plasma utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thawing pada suhu 37°C selama 30 detik menghasilkan kualitas spermatozoa terbaik dengan nilai post-thawing motility sebesar 62,14%, viabilitas 68,50%, dan persentase keutuhan membran plasma 84,15±4,88%. Perlakuan dengan suhu 38°C selama 30 detik memberikan hasil yang lebih rendah, namun tidak berbeda nyata dibandingkan dengan suhu 37°C. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi keberhasilan inseminasi buatan di lapangan menggunakan semen beku sapi Pogasi dengan menilai parameter Non-Return Rate (NRR), Conception Rate (CR), dan Service Per Conception (S/C). ABSTRACT Frozen semen quality is a key factor in the success of artificial insemination, with the thawing process being a critical stage that affects spermatozoa quality. Pogasi cattle, as adaptive local livestock, require optimal management of frozen semen to support the success of artificial insemination. Considering that research related to frozen semen of Pogasi cattle is still limited, evaluating the effect of thawing temperature is necessary to achieve optimal frozen semen management in Pogasi cattle, an adaptive local livestock. This study aims to evaluate the effect of thawing temperature on the quality of frozen semen spermatozoa of Pogasi cattle. This study used 20 straws of frozen semen of Pogasi cattle measuring 0.25 ml stored in liquid nitrogen containers at a temperature of -195°C. The study was conducted with five replications, where the straws were thawed in water for 30 seconds at temperatures of 26°C, 37°C, 38°C, and 39°C. Post-thawing quality was evaluated based on post-thawing motility, viability, and integrity of the spermatozoa plasma membrane. Through the variables examined, namely, post-thawing motility, viability, and intact plasma membrane. The results showed that thawing at 37°C for 30 seconds produced the best spermatozoa quality with a post-thawing motility value of 62.14±4.05%, viability of 68.5±2.20%, and a percentage of intact plasma membrane of 84.15±4.88%. Treatment with a temperature of 38°C for 30 seconds gave lower results but not significantly different compared to a temperature of 37°C. Further research is recommended to evaluate the success of artificial insemination in the field using frozen semen of Pogasi cattle by assessing the parameters of non-return rate (NRR), conception rate (CR), and service per conception (S/C).
EKSPLORASI TUMBUHAN PAKAN LOKAL DAN KETERSEDIAAN HIJAUAN PAKAN DI PROVINSI PAPUA SELATAN Wattimena, Piere Valenciano Delpiero; Manyamboi, Albert Manasye; Romadhon, Achmad; Siregar, Ahmad Husein; Maryani, Vivi Dwi; Rasiya, Made Rahma Kirana; Azhari, Muhammad Aufa Ikhsan
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.105-113

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis tumbuhan pakan lokal dan menganalisis ketersediaan hijauan pakan di Provinsi Papua Selatan dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Data yang digunakan bersumber dari literatur sekunder seperti laporan statistik, jurnal ilmiah, buku akademik, dan data instansi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 78 spesies hijauan pakan yang terdiri dari rumput, leguminosa, dan tumbuhan non-pakan, dengan spesies dominan seperti Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, dan Calopogonium mucunoides. Analisis ketersediaan hijauan menunjukkan total produksi sebesar 5.120.490 ton bahan kering per tahun, dengan kebutuhan ternak hanya sebesar 35.480 ton per tahun. Indeks Daya Dukung (IDD) di seluruh wilayah berkisar antara 4,7 hingga 8,3 yang termasuk dalam kategori sangat aman. Kajian ini menegaskan bahwa Papua Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan ruminansia secara berkelanjutan berbasis sumber daya lokal, meskipun masih dibutuhkan optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan hijauan. ABSTRACT This study aims to explore the diversity of local forage plant species and to analyze forage availability in South Papua Province through a literature-based approach. The research utilized secondary data collected from official statistical reports, scientific journals, academic publications, and government documents. A total of 78 forage plant species were identified, comprising grasses, legumes, and non-forage vegetation. Among these, Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, and Calopogonium mucunoides were found to be the most dominant and widely distributed species. The analysis of forage availability revealed a total dry matter production of 5,120,490 tons per year, whereas the estimated annual forage requirement for livestock was 35,480 tons. The Forage Carrying Capacity Index (FCC or IDD) across all districts ranged from 4.7 to 8.3, indicating a highly secure status. These results underscore the substantial potential of South Papua in supporting the sustainable development of ruminant livestock production based on the optimal utilization of local forage resources. However, efforts to enhance forage management and utilization strategies remain necessary to fully realize this potential.
ESTIMASI KORELASI GENETIK BOBOT LAHIR INDUK DENGAN BOBOT SAPIH ANAK BABI DUROC DI UPTD PEMBIBITAN TERNAK PAGAL Nimun, Genoveva Irminoya; Luju, Maria Tarsisia; Achmadi, Puspita Cahya
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.79-85

Abstract

Babi Duroc memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi daging yang berkualitas tinggi dan kemampuan tumbuh yang cepat, sehingga menjadi salah satu kunci sukses dalam meningkatkan produksi daging yang berkualitas tinggi dan memenuhi permintaan pasar. Peningkatan produksi ternak dan mutu genetik dapat dicapai melalui seleksi yang didasarkan pada parameter genetik, salah satunya adalah nilai estimasi korelasi genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi korelasi genetik antara bobot lahir induk dan bobot sapih anak babi Duroc yang dipelihara di UPTD Pagal Kabupaten Manggarai. Data rekording diambil dari 101 ekor anak babi Duroc yang merupakan keturunan 11 ekor induk dan 5 pejantan. Pengumpulan data secara kuantitatif diukur dan dianalisis secara statistik. Variabel yang diamati adalah bobot lahir induk dan bobot sapih anak. Parameter genetik yang dianalisis adalah korelasi genetik. Komponen ragam dan peragam dianalisis pada ragam dan peragam pola satu arah unbalanced design dengan model single pair mating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot lahir dari 11 ekor induk yang dikawini oleh 5 pejantan berbeda babi Duroc sebesar 1,66 kg dan rataan bobot sapih dari 101 ekor anak babi Duroc sebesar 7,19 kg. Nilai estimasi korelasi genetik antara bobot lahir induk dan bobot sapih anak sebesar -0,03 termasuk kategori negatif rendah, sehingga bobot lahir induk tidak dapat dijadikan sebagai indikator dasar seleksi dalam memprediksi bobot sapih anak babi Duroc di UPTD Pembibitan Ternak Pagal. ABSTRACT Duroc pigs have great potential in increasing high-quality meat production and fast growth ability, making it one of the keys to success in increasing high-quality meat production and meeting market demand. Increasing livestock production and genetic quality can be achieved through selection based on genetic parameters, one of which is the estimated value of genetic correlation. The purpose of this study was to determine the estimated genetic correlation between the birth weight of the sow and the weaning weight of Duroc piglets raised at the Pagal UPTD, Manggarai Regency. Recording data was taken from 101 Duroc piglets, which were the offspring of 11 sows and 5 bulls. Data collection was quantitatively measured and analyzed statistically. The variables observed were the birth weight of the sow and the weaning weight of the offspring. The genetic parameter analyzed was genetic correlation. The variance and variance components were analyzed in a one-way unbalanced design with a single pair mating model. The results of the study showed that the average birth weight of 11 sows mated by 5 different Duroc bulls was 1.66 kg, and the average weaning weight of 101 Duroc piglets was 7.19 kg. The estimated genetic correlation value between sow birth weight and offspring weaning weight of -0.03 is included in the low negative category, so that sow birth weight cannot be used as a basic selection indicator in predicting weaning weight of Duroc piglets at the Pagal Livestock Breeding UPTD.
RESPONS DAN PERSEPSI PETERNAK SAPI PERAH TERHADAP EFEKTIVITAS KELEMBAGAAN PAKAN (STUDI KASUS KPBS PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG) Saepurohman, Muhammad Fathurrafi; Mauludin, Mochamad Ali; Sulistyati, Marina
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.86-96

Abstract

Kelembagaan pakan merupakan salah satu faktor strategis dalam keberlanjutan usaha peternakan sapi perah, karena berkaitan langsung dengan ketersediaan, kualitas, dan efisiensi biaya produksi pakan bagi peternak. Permasalahan utama yang sering dihadapi peternak adalah keterbatasan akses terhadap pakan berkualitas, fluktuasi harga bahan baku, serta ketergantungan terhadap sumber pakan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons dan persepsi peternak terhadap efektivitas kelembagaan pakan di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 50 orang peternak anggota koperasi sebagai informan utama yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan pakan KPBS Pangalengan dinilai efektif dalam memenuhi kebutuhan pakan anggota. Sebagian besar peternak (88%) menilai kualitas pakan tergolong baik, 92% menyatakan ketersediaan pakan selalu terjamin, dan 84% menilai harga pakan stabil serta terjangkau. Selain itu, layanan Unit Hijauan Makanan Ternak (HMT) membantu peternak dalam penyediaan hijauan terutama pada musim kemarau. Tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan koperasi tergolong tinggi (80% sangat puas) dan kepercayaan terhadap kelembagaan mencapai 90%. Secara keseluruhan, kelembagaan pakan KPBS Pangalengan berperan efektif sebagai lembaga ekonomi sekaligus sosial yang memperkuat keberlanjutan usaha dan kesejahteraan peternak. ABSTRACT Feed institutional systems play a strategic role in ensuring the sustainability of dairy farming, as they directly affect feed availability, quality, and production cost efficiency for farmers. The main issues commonly faced by dairy farmers include limited access to quality feed, fluctuating raw material prices, and dependence on external feed sources. This study aims to analyze farmers’ responses and perceptions of the effectiveness of the feed institutional system in the Bandung Selatan Dairy Cooperative (KPBS) Pangalengan, Bandung Regency. The study employed a qualitative method with a case study approach involving 50 cooperative member farmers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the KPBS feed institution is considered effective in meeting members’ feed needs. Most farmers (88%) rated the feed quality as good, 92% stated that feed availability was guaranteed, and 84% perceived feed prices as stable and affordable. The Forage Feed Unit (HMT) also supports farmers in providing forage, particularly during the dry season. Farmers’ satisfaction with cooperative services was high (80% very satisfied), and trust in the institution reached 90%. Overall, the KPBS feed institution functions effectively as both an economic and social institution, strengthening business sustainability and improving farmers’ welfare.
EFEKTIVITAS FERMENTASI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP PERFORMA PRODUKSI BROILER Nilawati, Nilawati; Fati, Nelzi
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.97-104

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas fermentasi daun binahong terhadap produktivitas broiler. Sebanyak 200 ekor broiler sebagai sampel percobaan dipelihara selama 28 hari. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dengan perlakuan yang diberikan yaitu pemberian fermentasi daun binahong dalam pakan broiler pada level 0%, 5%, 10%, dan 15%. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan, dan panjang usus broiler. Analisis data menggunakan anova dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi daun binahong secara signifikan (p<0,05) meningkatkan PBB, indeks performa, panjang usus, dan menurunkan FCR broiler. Hasil penelitian menunjukkan pemberian fermentasi daun binahong hingga level 15% menghasilkan rata-rata konsumsi pakan 2,07±0,09 kg, pertambahan berat badan 1,54±0,06 kg, konversi ransum 1,34±0,04, indeks performans 416±22,90, dan panjang usus 180±9,35 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi daun binahong memberikan manfaat positif pada produktivitas broiler. Fermentasi daun binahong dapat diberikan hingga 15% dengan level optimal 10%. ABSTRACT The study aimed to determine the effectiveness of binahong leaf fermentation on broiler productivity. A total of 200 broilers as experimental samples were maintained for 28 days. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, with the treatments given being the provision of binahong leaf fermentation in broiler feed at levels of 0%, 5%, 10%, and 15%. Observed variables included feed consumption, body weight gain, feed conversion, and broiler intestinal length. Data analysis used ANOVA and further the Duncan Multiple Range Test. The results of the study found that binahong leaf fermentation significantly (P <0.05) increased PBB, performance short, intestinal length, and reduced broiler FCR. The results of the study showed that giving fermented binahong leaves up to 15% resulted in an average feed consumption of 2.07±0.09 kg, body weight gain of 1.54±0.06 kg, ration conversion of 1.34±0.04, performance index of 416±22.90, and intestine length of 180±9.35 cm. The results showed that fermented binahong leaves provided positive benefits on broiler productivity. Fermented binahong leaves can be given up to 15%, with an optimal level of 10%.

Page 13 of 13 | Total Record : 126