cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
psr.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jalan Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Police Studies Review
ISSN : 27224589     EISSN : 27224597     DOI : -
Core Subject : Social,
Police Studies Review is a double blind peer-reviewed journal published by Indonesian National Police Academy (Akademi Kepolisian Republik Indonesia).
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 328 Documents
Upaya Unit Dikyasa Dalam Mencegah Kecelakaan Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Karawang Very Juniarto
Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract
Implementasi Program Safety Riding Dalam Mencegah Kecelakaan Lalu Lintas Terhadap Pelajar Di Kabupaten Karawang Imam Farid
Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki tugas dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan pasal 13 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Merujuk pada tugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Tanggung jawab Polri secara spesifik guna mencegah kecelakaan lalu lintas pada masyarakat dijelaskan dalam pasal 200 ayat (1) Undang – undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Periode tahun 2017-2019 Kecelakaan Lalu Lintas (Laka lantas) di Kabupaten Karawang meningkat secara signifikan. Faktor yang dominan terhadap Laka lantas ialah faktor manusia, khususnya pada remaja. Sebagai upaya mencegah laka lantas pada pelajar pihak kepolisian melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat berlalu lintas melalui program Safety Riding oleh Unit Dikyasa Satuan Lantas Polres Karawang. Penelitian ini bertujuan mendapatkan deskripsi mengenai pelaksaaan program Safety Riding, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program Safety Riding, dan pengoptimalan pelaksanaan program Safety Riding oleh Unit Dikyasa Satuan Lantas Polres Karawang guna mencegah Laka lantas di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini yaitu Program Safety Riding yang dilaksanakan oleh Unit Dikyasa Satlantas Polres Karawang belum optimal, sebab masih terdapat kekurangan dalam manajerial pelaksanaan program Safety Riding, Terdapat faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan Program Safety Riding secara internal maupun eksternal, Upaya pengoptimalan program Safety Riding dapat dilakukan berdasarkan teori 6M dan Konsep Public Relation. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka disarankan untuk melakukan pembuatan SOP program Safety Riding secara signifikan serta peningkatan kemampuan dan keterampilan anggota Unit Dikyasa terkait pelaksanaan program Safety Riding agar sosialisasi yang diberikan lebih terasa dampaknya pada pelajar.
Optimalisasi Program Police Goes to Pesantren dalam Mengurangi Pelanggaran Lalu Lintas oleh Santri di Wilayah Hukum Polres Garut Kharis Dwi Irpan
Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the high traffic violations that lead into potential accidents by Santri on Garut District Police jurisdiction. The level of material and moral damage caused by traffic accidents can aim to the deficit of national health and development. According to that, it is important for the Police to prioritize preventive measures in order to reduce them. Therefore, a study was carried out to find the picture of implementation and the factors influencing the Police Goes To Pesantren Program, which were held by Unitdikyasa of Garut District Police. This research was conducted using descriptive analysis research methods and qualitative approaches. The Police Goes To Pesantren Program then analyzed using Indonesian Police Chief Regulation Number 12 of 2012 and Indonesian Police Chief Regulation Number 23 of 2010, which considered to be not optimal because only some of the assessment indicators are fulfilled. Factors that become obstacles are, inter alia, internal and external factors including the human resources field, the facilities and infrastructure field, budgeting field, support for other functions in the police organization, cross-agency support, and pesantren support. Based on the results, the Authors provide suggestions that are in accordance with each theory used, namely the Theory of Management, Theory of Communication and Theory of Behavior-Learning to be adjusted into the Job Description and Unitdikyasa Satlantas Standard Operation Procedure, the Unitdikyasa personnel’s number addition, provides the needs of legal written work relation procedure between related functions and agency, repairs supervision system of Satlantas, regulates Dikmas vocational education, applies the concept of rewards and punishment, update the presentation material, and related research in accordance the Police Goes to Pesantren Program to these activities between and becomes specific analysis result, with evaluation materials in reducing traffic violation by Santri. Keywords: Police Goes To Pesantren, Santri, Unitdikyasa, Violation, Traffic
Upaya Bhabinkamtibas Dalam Mencegah Radikalisme Di Polresta Cirebon Chakra Muhammad Arafat
Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah radikalisme di Polresta Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Sumber data, antara lain 1) Kapolres, 2) Kasat Binmas, 3) Kasat Intelkam, dan 4) Bhabinkamtibmas Polresta Cirebon. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah radikalisme di Polresta Cirebon telah mengacu pada Pasal 16 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat. Bhabinkamtibmas dalam pencegahan radikalisme di Polresta Cirebon mengedepankan kegiatan Door to Door System ke rumah-rumah masyarakat. Bhabinkamtibmas dalam pencegahan radikalisme di Polresta Cirebon berupaya mempedomani buku petunjuk pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas yaitu Buku Pintar Bhabinkamtibmas.; 2) Faktor yang menghambat peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah radikalisme di Polresta Cirebon dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal, merupakan faktor-faktor penyebab dari dalam organisasi Polri yaitu masalah sumber daya manusia (jumlah anggota, tingkat pendidikan, keterampilan atau kemampuan anggota, dan wawasan mengenai radikalisme), sarana dan prasarana, dan motivasi anggota. Faktor Eksternal, merupakan faktor-faktor penyebab dari luar organisasi Polri yaitu kultur masyarakat, tidak berjalannya FKPM, kurang pahamnya masyarakat dengan konsep Polmas, dan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya yang masih rendah dan cenderung acuh.; 3) Upaya yang dilakukan Polresta Cirebon dalam mengatasi hambatan yang berkaitan dengan pelaksanaan peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah radikalisme, antara lain melalui dukungan cyber patrol di unit Krimsus Sat Reskrim dan mengoptimalkan Polmas.
Peran Patroli Sabhara Guna Mengurangi Tindak Pidana Curanmor Di Wilayah Hukum Polresta Bogor Kota Surya Gemilang
Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat masih menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (CURANMOR). Polresta Bogor sebagai salah satu insitusi kepolisian yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara keamanan dan keteriban masyarakat Kota Bogor menjalankan tiga upaya terdiri dari upaya preventif, represif, dan preemtif. Patroli adalah salah satu dari empat upaya pencegahan preventif. Menurut Peraturan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Patroli, patroli adalah suatu bentuk kegiatan bergerak dari suatu tempat ke tempat tertentu yang dilakukan oleh anggota Sabhara Polri guna mencegah terjadinya suatu tindakan kriminalitas, memberikan rasa aman, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran, pengelolaan, dan hambatan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara Guna Mengurangi Tindak Pidana Curanmor di Wilayah Hukum Polresta Bogor Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota menjadi 4 tahapan, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan) dan controlling (pengendalian). Peran kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara guna mengurangi tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota adalah dengan menjalankan menjalankan upaya preventif dan represif. Hambatan dalam pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara guna mengurangi tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota adalah kurangnya anggaran bahan bakar minyak (BBM).
Inovasi Teknologi Dalam Pelaksanaan Dikmas Lantas Di Wilayah Hukum Polrestabes Bandung Gusti Adhira
Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan inovasi teknologi untuk mendukung pengoptimalan Dikmas Lantas guna menanggulangi masalah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan pelaksanaan Dikmas Lantas, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Dikmas Lantas dan inovasi teknologi dalam pelaksanaan Dikmas Lantas di wilayah hukum Polrestabes Bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori manajemen, konsep inovasi teknologi, dan konsep pendidikan masyarakat tentang lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian lapangan yang disajikan dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dikmas Lantas selama ini dilaksanakan dengan metode konvensional dan memiliki kelemahan belum mampu mencapai semua lapisan masyarakat yang menjadi sasaran di wilayah kota Bandung dan tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman saat ini. Faktor penghambat pelaksanaan Dikmas Lantas berasal dari keterbatasan jumlah personil, sedangkan faktor pendukungnya berasal dari ketersediaan sarana, prasarana, dan adanya tanggapan masyarakat yang baik. Inovasi teknologi dalam pelaksanaan Dikmas Lantas berupa metode pembelajaran Dikmas Lantas yang ditayangkan secara virtual dan terintegrasi dengan sistem Bandung Command Center di beberapa media sosial yang terhubung dengan sistem tersebut, seperti: twetter, facebook, maupun youtube. Saran penelitian ini adalah untuk memaksimalkan inovasi teknologi dalam pelaksanaan Dikmas Lantas diperlukan koordinasi yang baik antara Polri dengan Pemkot Bandung dan lapisan masyarakat agar bersama-sama memanfaatkan media pembelajaran Dikmas Lantas secara optimal sehingga tujuan pelaksanaan Dikmas Lantas tercapai.
Peran Satuan Binmas Polres Cimahi Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Remaja Briyan Costazolanitova
Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kalangan remaja sangat mudah untuk dipengaruhi ke dalam penyalahgunaan narkoba, karena dalam hal ini remaja adalah seseorang anak yang mengalami perubahan perilaku secara cepat dalam segala aspek, kecerdasan, perasaan, menyangkut perubahan tubuh, sikap dan mental kepribadian. Remaja tersebut cenderung mudah dipengaruhi karena tidak stabilnya emosi yang cenderung menimbulkan perilaku yang kurang baik dan dalam dirinya banyak perubahan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Komunikasi, Teori Manajemen dan juga menggunakan Analisis S.W.O.T. Konsep yang digunakan Konsep Narkotika dan Konsep Bhanbinkamtibmas.Fokus Penelitian yang peneliti ambil pada skripsi ini adalah peran Satuan Binmas Polres Cimahi. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, Studi Dokumen. Serta validitas data menggunakan sumber/data.Hasil temuan yang diperoleh oleh penulis selama penelitian adalah peran Satuan Binmas Polres Cimahi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja masih belum optimal dalam melakukan komunikasi persuasif, koordinasi dan kerja sama dengan instansi lain serta pemberdayaan potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Guna meningkatkan peran Satuan Binmas Pores Cimahi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja diperlukan kemampuan komunikasi personel yang mantap, fungsi-fungsi manajemen yang optimal mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian.Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis mengajukan beberapa saran, antara lain personel Satuan Binmas Polres Cimahi mengembangkan sasaran pembinaan dan penyuluhan terkait narkoba di sekolah-sekolah pada tingkat SLTP dan SD, dan terkait kemampuan personel dalam komunikasi persuasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba yang masih minim, sebaiknya polres mengikutsertakan personel pada pelatihan di tingkat Polda serta pelaksanaan FGD yang dilakukan oleh Satuan Binmas, Satresnarkoba serta psikolog remaja.
Peran Patroli Roda Dua Sabhara Dalam Mengurangi Curanmor: Peran Patroli Roda Dua Sabhara Dalam Mengurangi Curanmor Loewensky Karisoh
Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana curanmor roda dua, marak terjadi di wilayah hukum Polres Sumedang. Dalam kurun waktu tiga tahun ini terjadi penurunan angka tindak pidana curanmor roda dua pada tahun 2015 ke 2016, namun masih ada terjadinya tindak pidana curanmor tersebut. Dalam hal ini peran patroli roda dua menjadi sangat penting karena kegiatan yang dilakukan oleh Unit Patroli Sabhara tersebut mencegah timbulnya niat dan kesempatan bagi pelaku curanmor roda dua dengan melakukan patroli roda dua di lingkungan masyarakat sebagai upaya preventif dan ini merupakan ujung tombak dari upaya kepolisian dalam menangani gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori manajemen dari George R. Terry, konsep Undang-undang Curanmor, konsep Patroli, konsep Peran, konsep Pencegahan, Peraturan Kabaharkam No 1 Tahun 2017 pasal 2 serta pasal 26 untuk menganalisis permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi lapangan (field research). Fokus penelitian dalam hal ini adalah kegiatan Pelaksanaan Patroli roda empat dalam mencegah tindak pidana Curanmor roda dua.Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi, sajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksanaan kegiatan patroli roda dua unit Sabhara Polres Sumedang masih kurang mampu menekan kasus tindak pidana curanmor roda dua di Sumedang. Konsep Patroli yang ada dalam aturan belum diterapkan secara baik oleh petugas. Manajemen dalam kegiatan patroli roda dua juga masih terdapat kekurangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti memberikan saran antara lain: Peningkatan kualitas anggota patroli Sabhara dengan diadakannya pendidikan dan pelatihan, dioptimalkannya penggunaan patroli roda dua, pengawasan intensif dari pimpinan, penambahan anggota patroli, dan peningkatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi lain. Kata Kunci : Peran, Patroli, Pencegahan tindak pidana curanmor roda dua.
Optimalisasi Patroli Dialogis Satuan Sabhara Polres Bogor Guna Mencegah Kegiatan Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak Di Kecamatan Cisarua Rizky Revin Pradana
Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktek prostitusi dengan kedok kawin kontrak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dengan sasaran konsumen yaitu turis timur tengah, praktek ini diviralkan melalui video dokumenter media asing (media Prancis). diketahui bahwa praktek ini telah berjalan 8 tahun, dan telah memenuhi unsur dari UU No. 21 tahun 2007 serta sistem perkawinan yang dilakukan tidak sesuai dengan UU. 1 Tahun 1974, maka perlu dilakukan pengkajian lebih terhadap optimalisasi kegiatan patroli dialogis sebagai kegiatan preventif terhadap pencegahan pada praktek prostitusi berkedok kawin kontrak. Adapun tujuan dari rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu mendeskripsikan serta menganalisa pelaksanaan, faktor-faktor yang mempengaruhi dan pengaruh unsur komunikasi dalam mengoptimalisasikan kegiatan patroli dialogis Polres Bogor terhadap pencegahan prostitusi kawin kontrak di Kecamatan Cisarua. Sebagai pisau analisis penulis terhadap masalah dalam skripsi ini menggunakan konsep Standar Operasional Prosedur Patroli Dialogis Satuan Sabhara Polres Bogor serta teori ilmu manajemen dari George R. Terry dengan sumber-sumber dasar yang disebut dengan enam “M” (6M), selain itu ada teori komunikasi oleh Lasswell yang menjelaskan pertanyaan Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan jenis penelitian field research. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan terlibat dalam kegiatan dengan Teknik analisis data melalui reduksi data, sajian dan menarik simpulan serta validkan dengan kepastian dan triangulasi data. Hasil penelitian penulis terhadap pelaksanaan patroli dialogis Satuan Sabhara Polres Bogor dalam mencegah kegiatan prostitusi berkedok kawin kontrak bahwa, belum sepenuhnya dilaksanakan dengan maksimal karena masih banyak substansi dalam SOP yang tidak dilaksanakan, hal ini dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan patroli dialogis, bahwa masih banyak faktor penghambat dalam mengoptimalisasikan kegiatan patroli dialogis untuk selanjutnya mendapatkan kendala berdasarkan teori komunikasi mengenai kekurangan dalam pesan yang disampaikan dan media penyampaian pesan tersebut sehingga tidak mendapatkan efek apapun terhadap sasaran. Adapun saran dalam skripsi ini memprioritaskan prostitusi berkedok kawin kontrak sebagai sasaran, memanfaatkan teknologi dan media perantara untuk berkomunikasi serta berkoordinasi dengan tokoh terkait. Kata Kunci: Optimalisasi, Patroli Dialogis, Prostitusi, Kawin Kontrak
Peran Bhabinkamtibmas Melalui Penyuluhan Untuk Mengatasi Tindak Pidana Curanmor Roda Dua Di Polsek Ciamis Frans Billy Nadapdap
Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the increasing number of criminal acts of theft of two-wheeled motor vehicles in Ciamis District. The high level of community activities in Ciamis Subdistrict makes the crime that occurred to be high too. Writing this thesis uses a qualitative approach to the type of descriptive research. Data collection techniques with interviews, observations, and document review. There are primary and secondary data sources and the theories used to analyze are role theory and management theory. The results of the study found that the role of Bhabinkamtibmas in preventing criminal acts of two-wheeled carburetor was carried out through coaching conducted to the Bhabinkamtibmas. While the efforts made by Bhabinkamtibmas through door to door counseling activities. There are factors that influence Bhabinkamtibmas in carrying out their duties, namely internal factors consisting of human resource factors, facilities and infrastructure factors, and budget factors while external factors come from the community itself. Based on the discussion of the study the authors advise leaders to conduct analysis and evaluation of Bhabinkamtibmas personnel and have a standard for assessing members of Bhabinkamtibmas, emphasizing the provision of material to the public regarding the theft of two-wheeled motorized vehicles, improving suggestions and infrastructure owned by the Ciamis Police Station, and provide rewards and punishment to members of Bhabinkamtibmas as motivating for work.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Police Studies Review Vol. 6 No. 11 (2022): November, Police Studies Review Vol. 6 No. 10 (2022): October, Police Studies Review Vol. 6 No. 9 (2022): September, Police Studies Review Vol. 6 No. 8 (2022): August, Police Studies Review Vol. 6 No. 7 (2022): July, Police Studies Review Vol. 6 No. 6 (2022): June, Police Studies Review Vol. 6 No. 5 (2022): May, Police Studies Review Vol. 6 No. 4 (2022): April, Police Studies Review Vol. 6 No. 3 (2022): March, Police Studies Review Vol. 6 No. 2 (2022): February, Police Studies Review Vol. 6 No. 1 (2022): January, Police Studies Review Vol. 5 No. 12 (2021): December, Police Studies Review Vol. 5 No. 11 (2021): November, Police Studies Review Vol. 5 No. 10 (2021): October, Police Studies Review Vol. 5 No. 9 (2021): September, Police Studies Review Vol. 5 No. 8 (2021): August, Police Studies Review Vol. 5 No. 7 (2021): July, Police Studies Review Vol. 5 No. 6 (2021): June, Police Studies Review Vol. 5 No. 5 (2021): May, Police Studies Review Vol. 5 No. 4 (2021): April, Police Studies Review Vol. 5 No. 3 (2021): March, Police Studies Review Vol. 5 No. 2 (2021): February, Police Studies Review Vol. 5 No. 1 (2021): January, Police Studies Review Vol. 4 No. 12 (2020): December, Police Studies Review Vol. 4 No. 11 (2020): November, Police Studies Review Vol. 4 No. 10 (2020): October, Police Studies Review Vol. 4 No. 9 (2020): September, Police Studies Review Vol. 4 No. 8 (2020): August, Police Studies Review Vol. 4 No. 7 (2020): July, Police Studies Review Vol. 4 No. 6 (2020): June, Police Studies Review Vol. 4 No. 5 (2020): May, Police Studies Review Vol. 4 No. 4 (2020): April, Police Studies Review Vol. 4 No. 3 (2020): March, Police Studies Review Vol. 4 No. 2 (2020): February, Police Studies Review Vol. 4 No. 1 (2020): January, Police Studies Review Vol. 3 No. 12 (2019): December, Police Studies Review Vol. 3 No. 11 (2019): November, Police Studies Review Vol. 1 No. 4 (2017): April, Police Studies Review Vol. 1 No. 3 (2017): March, Police Studies Review Vol. 1 No. 2 (2017): February, Police Studies Review Vol. 1 No. 1 (2017): January, Police Studies Review More Issue