cover
Contact Name
Teguh Arie Sandy
Contact Email
penjualide@gmail.com
Phone
+6285232777747
Journal Mail Official
jira@ahlimedia.com
Editorial Address
Jln. Ki Ageng Gribig, Gang Kaserin MU No.36 Malang 65138
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik
Published by Ahlimedia Press
ISSN : 27456056     EISSN : 27457036     DOI : https://doi.org/10.47387/jira.v1i1
JIRA merupakan Jurnal dengan lingkup Kegiatan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Lesson Study, Pengembangan Media Pendidikan dan Pemanfaatan Teknologi Terkini. Mendapatkan naskah penelitian bidang Pendidikan, terkait dengan: - Penelitian Tindakan Kelas & Lesson Study - Riset Kualitatif dan Kuantitatif - Studi Pendidikan dan Studi Literasi - Pengembangan Media Pembelajaran - Pemanfaatan TIK & Teknologi Terkini
Articles 215 Documents
Praktik Penerapan Kelompok Belajar Whatsapp dengan Strategi Reward Competition untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa pada Pembelajaran Moda Daring Mrs. Rubiah
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i4.276

Abstract

Tujuan dari best practice ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VI SD Negeri 2 Danyang pada pembelajaran moda daring melalui penerapan praktik kelompok belajar WhatsApp dengan sistem reward competition pada semester II tahun pelajaran 2020/2021. Best practise dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 2 Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Strategi praktik ini membagi siswa ke dalam kelompok belajar WhatsApp. Selain itu system reward competition diterapkan untuk memotivasi semangat dan disiplin belajar siswa. Dampak dan capaian hasil best practise menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan belajar siswa kelas VI SD Negeri 2 Danyang meskipun dalam moda pembelajaran daring. Praktik ini diambil sebagai langkah guru untuk memecahkan masalah kelas karena penurunan keaktifan belajar siswa akibat moda pembelajaran daring. Setelah guru melaksanakan praktik pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar WhatsApp dan menerapkan strategi reward competition, menjadikan disiplin belajar siswa kelas VI meningkat. Hasil skor instrument menunjukkan adanya peningkatan disiplin belajar siswa sebesar 27,17%.
Implementasi Media Google Classroom pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Ketuntasan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Daring Nining Sari
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i3.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana implementasi penggunaan media Google Classroom dan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran PKn secara daring pada siswa kelas VII 1 di MTsN 3 Medan pada tahun pelajaraan 2020/2021. Implementasi pembelajaran daring menggunakan google classroom di kolaborasikan dengan bantuan group whatsaap siswa di kelas VII 1 MTsN 3 Medan yang berjumlah 32 orang pada mata pelajaran PKn  dengan materi Keberagaman Pada Masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa pada pretest 25% dan Postest 81,25%  sebesar 56,25%. Media google classsroom mampu membantu peserta didik dalam proses pembelajaran yang berkualitas, karena tugas-tugas peserta didik dapat dikumpulkan, didistribusikan, dinilai dimana dan kapanpun tanpa terikat batas jam pelajaran seperti di sekolah. Pendidik juga dapat berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang terbaik dalam pembelajaran daring.
Implementasi Teknik Example Non-Example untuk Meningkatkan Kompetensi Pengurangan Bilangan Cacah Siswa Kelas I SD Negeri 2 Danyang Sri Handayani
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i4.277

Abstract

Banyak siswa kelas I SD Negeri 2 Danyang mengalami kesulitan belajar, yang menjadikan capaian kompetensi pada ranah pengetahuan pengurangan bilangan cacah banyak yang tidak tuntas. Analisis nilai PH pada muatan pelajaran Matematika untuk KD 3.4 menunjukkan ketuntasan kelas 66,67% dengan rata-rata nilai 69,72. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan desain penelitian berbentuk tindakan kelas (classroom action research). Prosedur penelitian meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan selama 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri 2 Danyang berjumlah 36 anak pada semester II tahun pelajaran 2021/2022. Data dikumpulkan dengan metode tes dan observasi, dan dianalisis berdasarkan ketetapan KKM sekolah secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan siswa kelas I SD Negeri 2 Danyang terhadap materi pengurangan bilangan cacah setelah diterapkan metode Example Non Example. Dapat dijelaskan, peningkatan ketuntasan yang mencerminkan capaian kompetensi pengetahuan siswa sebesar 27,78% dimana pada capaian prasiklus 66,67% meningkat di akhir siklus menjadi 94,44 %.
Make a Match Learning Model to Improve Learning Outcomes for The IV Grade Students of SDN 3 Karanganom Isna Rahmawati; Nela Rofisian
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i3.269

Abstract

Study aims to improve student learning outcomes by using the make a match learning model in class IV SDN 3 Karanganom Utara Klaten. This research is a class action research with a cycle model from Kemmis Taggart. This research was conducted in six meetings in two cycles. Data collection techniques used observation, interviews, test results, documentation, and field notes. The instruments used were observation sheets, interview guidelines, test sheets, and field notes. The results showed the average student learning outcomes increased after learning improvements were made by applying the make a match learning model. In cycle 1 the average value of student learning outcomes increased to 77.9. Then in cycle 2 the average value of student learning outcomes increased to 80.6.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ilmu Ukur Tanah dengan Project Based Learning Siswa SMK Didik Syawirul Alim
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 6 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i6.288

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada penigkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Project Based Learning pada meteri menetukan beda tinggi bidang horizontal siswa kelas X DP2 SMK Negeri 2 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Jember, pada tanggal 25 Juli 2018 sampai dengan 15 Oktober 2018 dangan subyek penelitian siswa kelas X DP2 SMK Negeri 2 Jember. Penelitian dilakukan data 2 siklus dengan tahapan masing-masing siklus meliputi perencanan (planing), tindakan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Setelah melaksanakan pembelajar dangan menggunakan metode Project Based Learning didapatkan hasil angket motivasi peserta didk siklus I 77,69% (baik) dan siklus II 80,84% (sangat baik). Sedangkan nilai hasil belajar diperoleh pretest: 19,44% Yang tuntas dengan nilai rata – rata 43,47, postest I 66,66% siswa yang rata-rata 78,06, Postest II 80,56%, siswa yang tuntas dengan rata-rata nilai 85,42. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan motode Project Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar ilmu Ukur Tanah pada materi menentukan beda tinggi bidang Horizontal pada siswa kelas X DP2 SMK Negeri 2 Jember.
Efektivitas Penggunaan Efek Khusus pada Pembelajaran Proses Digital Menggunakan Wondershare Filmora untuk Siswa Kelas XII SMK Konsentrasi Animasi Mr. Mardi
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i4.278

Abstract

Kegiatan pasca produksi animasi  antara lain membuat layout, menggerakkan karakter (animate), kompositing, editing, dan mastering. Pembelajaran editing video dalam pembuatan animasi termasuk didalam mata pelajaran Proses Digital (Prosdig) yang diberikan kepada siswa kelas XII. Hasil dari kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau Prakerin (Praktek Kerja Industri) yang telah dilakukan siswa selama 1 tahun di perusahaan animasi sangat sesuai untuk ditindaklanjuti dengan proses pembelajaran PBL (Project Base Learning) di sekolah, karena siswa telah memiliki kemampuan yang spesifik. Proses editing video diperlukan peralatan yang mumpuni agar selama pekerjaan berjalan tidak terjadi masalah yang fatal. Pengerjaan editing video dibutuhkan pengetahuan, keterampilan dan kepekaan terhadap nilai seni grafis agar output render menghasilkan animasi yang berkalitas.  Penggunaan aplikasi Filmora wondershare bertujuan mempercepat proses editing, rendering dan mastering yang sangat support dengan komputer/ laptop yang dimiliki siswa. Sehingga proses pembelajaran lebih efektif dengan hasil video animasi yang berkualitas. Penelitian ini termasuk Reaseard and Development (RD) menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyajikan data-data grafik. Prosedur pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, angket dan dokumentasi dari hasil pembelajaran Proses Digital dengan aplikasi Filmora. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan aplikasi filmora wondershare sangat efektif untuk pembelajaran editing, rendering dan mastering pembuatan video animasi pada siswa kelas XII. Banyak kemudahan dalam menerapkan tool, ketersediaan efek khusus, transisi, teks bergerak dan elemen-elemen lain.  Penggunaan efek khusus lebih difokuskan pada efek kamera, sedang efek karakter masih harus menambah aplikasi dengan mendowload di internet.
Pembelajaran News Item dengan Strategi Merdeka Belajar, Google lens dan Elegant Teleprompter Nurul Jazimah
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 5 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i5.280

Abstract

Tujuan pembelajaran dari materi News Item text ini adalah Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi inti yang dinilai yaitu  ketrampilan  membaca dan berbicara. Dengan permasalahan tersebut membuat pendidik mencari solusi agar dapat memilih bahan ajar yang menarik, mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan dan menumbuhkan kreatifitas peserta didik. Ide penulis dalam hal ini adalah penggunaan google lens dan Elegant teleprompter untuk meningkatkan rasa percaya diri murid ketika  ada praktik membaca ataupun berbicara menggunakan  Bahasa Inggris.
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share Pada Siswa SMP Setyo Gunarso
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 6 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i6.289

Abstract

Suatu fenomena yang peneliti amati dalam dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini dalam kegiatan pembelajaran IPS pada siswa kelas VIII di SMPN 3 Dongko, peneliti menemukan banyak permasalahan yang terjadi sehingga menyebabkan hasil belajar siswa sangat rendah dengan ditandai banyaknya siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran IPS. Banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Peneliti mencoba alternatif pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui gambaran objektif peningkatan hasil belajar IPS melalui model Think Pair Share pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Dongko. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Dongko. Rancangan penelitian ini meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, terbukti ada peningkatan hasil belajar, yaitu peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 mencapai 74,55 meningkat 80,00 pada siklus 2 (meningkat 5,45 nilai), dan persentase ketuntasan siswa pada siklus 1 = 77,27% meningkat 94,55% pada Siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Think Pair Share mampu meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII A SMPN 3 Dongko”.
Penggunaan Model PBI (Problem Based Instruction) Bervisi SETS (Science Enviroment Tecnology And Society) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Materi Bioteknologi untuk Siswa SMA Suwargono Suwargono
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 5 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i5.285

Abstract

Penulis melaksanakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi materi Bioteknologi dengan menggunakan model PBI Bervisi SETS pada kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Kayen; (2) peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi materi Bioteknologi dengan menggunakan model PBI Bervisi SETS pada kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Kayen. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan penulis untuk meningkatkan kompetensinya dalam pelaksanaan pembelajaran, yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu menentukan perencanaan tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan hasil tindakan dan melakukan refleksi dari hasil pengamatan. Sebagai  subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPS 3 tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 35 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada hasil belajar menunjukkan terdapat kenaikan rata-rata baik dari kondisi awal terhadap siklus I, siklus I terhadap siklus II, maupun kondisi awal terhadap siklus II. Dari kondisi awal terhadap siklus I terdapat kenaikan hasil belajar rata-rata dari 60 menjadi 72, dari siklus I terhadap siklus II terdapat kenaikan rata-rata dari 72 menjadi 80 sehingga kenaikan rata-rata hasil belajar dari kondisi awal terhadap siklus II terdapat kenaikan dari 60 menjadi 80. Pada persentase tuntas belajar juga terdapat kenaikan baik dari kondisi awal terhadap siklus I, siklus I terhadap siklus II, maupun kondisi awal terhadap siklus II. Dari kondisi awal terhadap siklus I terdapat kenaikan persentase tuntas belajar dari 30,6% menjadi 57%, dari siklus I terhadap siklus II terdapat kenaikan persentase tuntas belajar dari 57% menjadi 77,1%, sehingga kenaikan persentase tuntas belajar dari kondisi awal terhadap siklus I terdapat kenaikan dari 30,6% menjadi 77%. Untuk aktivitas belajar, pada kondisi awal 68,6% peserta didik termasuk dalam kategori kurang sampai cukup dan 31,4% termasuk dalam kategori baik sampai amat baik, pada Siklus I terdapat 45,7% peserta didik dalam kategori kurang sampai cukup dan 54,3% termasuk kategori baik sampai amat baik, sementara pada Siklus II terdapat 22,8% peserta didik termasuk dalam kategori kurang sampai sedang dan 77,2% termasuk dalam kategori baik sampai amat baik. Untuk aktivitas belajar terjadi peningkatan yang signifikan.
Kiat Mengatasi Krisis Pembelajaran dan Learning Obstacle Titin Sugiarti
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 5 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v3i5.281

Abstract

Di era pandemi yang melanda negeri ini selama kurang lebih dua setengah tahun, dunia pendidikan dihadapkan pada krisis pembelajaran dan learning obstacle. Krisis pembelajaran adalah kondisi dimana situasi tidak stabil dan dapat berbahaya karena membawa pengaruh negatif dalam pembelajaran. Dikatakan krisis pembelajaran karena di mana para siswa dituntut untuk belajar secara jarak jauh (PJJ) yang notabenenya harus menggunakan sarana digital teknologi baik secara sinkronus maupun asinkronus. Capaian target kurikulum tidak bisa hingga 100%, dikarenakan guru hanya memilih KD-KD yang esensial saja dengan penyederhanaan kompetensi dasar. Selain itu kesiapan guru sebagai pendidik dalam transformasi digital belum sepenuhnya siap menghadapi PJJ. Siswa tidak hanya diberi tugas-tugas saja, namun guru dalam masa PJJ harus mempu memanfaattkan teknologi sebagai sarana media pembelajarannya. Pada kenyataannya tidak semua guru mampu melaksanakan hal tersebut. Jaringan internet juga menjadi faktor terpenuhinya tujuan yang diharapkan. Jika tidak ada paket interner atau sinyal yang tidak bersahabat, maka pembelajaran tidak akan tersampaikan ke murid. Terjalinnya kedekatan hubungan antara pendidik dengan peserta didik secara interpersonal belum bisa diwujudkan karena terpisahkan oleh jarak.