JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik
JIRA merupakan Jurnal dengan lingkup Kegiatan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Lesson Study, Pengembangan Media Pendidikan dan Pemanfaatan Teknologi Terkini. Mendapatkan naskah penelitian bidang Pendidikan, terkait dengan: - Penelitian Tindakan Kelas & Lesson Study - Riset Kualitatif dan Kuantitatif - Studi Pendidikan dan Studi Literasi - Pengembangan Media Pembelajaran - Pemanfaatan TIK & Teknologi Terkini
Articles
215 Documents
Penggunaan Media KERAH WARNA untuk Meningkatkan Pemahaman dan Aktivitas Belajar Siswa Materi Pecahan Sederhana
Ajin Udi Prianji
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 11 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i11.237
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan aktivitas belajar siswa kelas VI SDN Banjarsugihan V/617, kota Surabaya dengan menggunakan media kerah warna. Kegiatan penelitian dilakukan di SDN Banjarsugihan V/617 kecamatan Tandes Kota Surabaya yang terdiri dari 12 ruang kelas. Peneliti menggunakan kelas VI B dengan 27 orang siswa. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret 2020. Berdasarkan hasil pre test dari 27 siswa mendapatkan data bahwa terdapat 18 siswa yang masih berada di bawah KKM atau sekitar 66.7%. Sedangkan jumlah siswa yang berada di kriteria tuntas terdapat 9 siswa atau 33.3%. dengan nilai rata-rata kelas 61,1. Berdasarkan hasil post test dari 27 siswa yang diujikan. Diperoleh hasil bahwa terdapat 24 siswa yang telah memiliki kriteria tuntas atau sekitar 88.9 %. Sedangkan jumlah siswa yang berada di kriteria belum tuntas terdapat 3 siswa atau 11.1%. dengan nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 78.5 Di dalam kegiatan belajar media KERAH WARNA yang dilakukan didapatkan aktivitas siswa memperhatikan apa yang disampaikan guru mendapat prosentase yaitu 11.6%, menjawab pertanyaan guru mendapat 9.2%, mengerjakan LKS yang diberikan guru 12.5%, bekerjasama dengan teman satu kelompok 12.5%, mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam kelompok 10.6%, bertukan pendapat antar teman dalam kelompok 9.2%, mempresentasikan jawaban di depan kelas 12.5%, dan merespon jawaban teman mendapat 8.3%. dengan demikian aktivitas belajar siswa mendapat jumlah 91.2 % dari 100%. Hal ini membuktikan bahwa siswa menjadi lebih aktiv pada kegiatan pembelajaran menggunakan media KERAH WARNA.
Kontribusi Pemaknaan Pemali dalam Komunitas Budaya Helong Terhadap Pendidikan Karakter
Karus Maria Margaretha;
Semuel H. Nitbani;
Karolus Budiman Jama
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 10 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i10.228
Penelitian ini bertujuan mengangkat kekayaan budaya dan bahasa Helong, khususnya tentang pemali. Salah satu warisan masa lampau yang masih berkembang sampai saat ini atau biasa disebut dengan pantangan. Konsep pemali yang diangkat yaitu hal-hal yang dipanggap perlu dihindari dan yang perlu dilaksanakan dalam kehidupan KBH supaya dapat dijadikan sumber belajar untuk membentuk karakter dan memperkuat identitas etnis KBH. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dan berfokus pada bahasa Helong (Darat) dan makna budaya yang menjadi konsep pemikiran dan pemahaman KBHD terhadap hal-hal yang dianggap pemali, baik yang masih bertahan maupun yang telah ditinggalkan oleh KBHD. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Linguistik Kebudayaan perspektif Gary B. Palmer. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan pemali dalam KB Helong secara tidak langsung menyumbang sejumlah filosofi hidup yang bermuara pada penanaman nilai-nilai moral baik dari sisi psikososial maupun ekologis. Kontribusi pemaknaan pemali KBHD bagi pendidikan karakter yaitu Kecerdasan Sosial, Kecerdasan Kognitif, Kecerdasan Spiritual, dan Kecerdasan Lingkungan.
Penguatan Nilai Utama Karakter Peserta Didik di SMK PGRI 1 Martapura dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Fitri Meldawati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v3i2.257
Best Practice ini ditulis untuk membagi pengalaman penulis dalam melakukan pembisaan penguatan nilai utam karakter peserta didik di SMK PGRI 1 Martapura dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter melalui Restorasi Pendidikan reformasi Sekolah, memperkuat Kurikulum 2013 dengan Pembangunan SDM sebagai fondasi pembangunan bangsa; Menghadapi kondisi degradasi akhlak, moral, dan budi pekerti; Menghadapi dinamika dan tantangan era global; Generasi Emas 2045 yang berdaya saing dan berjiwa Pancasila. Penulis mengangkat pengalaman terbaik penulis dalam mengimplementasikan penguatan karakter utama yaitu Religiositas, Integritas, Gotong royong, Kemandirian , Nasionalisme . Sehingga Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang berbasis kelas melalui integrasi dalam mata pelajaran, optimalisasi muatan lokal dan manajemen kelas terlaksana dengan optimal
Rumah Belajar dan Penggunaannya dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan Peserta Didik
Doni Aprilianto;
Umi Hanifah;
Oki Indriyana;
Maha Kartika Ratri
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 10 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i10.233
Demi mempercepat penguasan materi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas peserta didik Indonesia, Pustekkom Kemdikbud telah membuat dan mengembangkan sebuah portal pembelajaran berbasis web yang bernama Rumah Belajar. Rumah Belajar sebagai Sistem Manajemen Pembelajaran atau Learning Management System (LMS) bermanfaat untuk meningkatkan standar proses pembelajaran dalam rangka memaksimalkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Peningkatan penggunaan sistem ini semakin terbuka peluangnya karena adanya tuntutan pendidikan yang harus terintegrasi TIK. Melalui Rumah Belajar dapat dilakukan pengelolaan materi pembelajaran, penyelenggaraan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berbasis web. Artikel ini berisi mengenai pengertian, cara membuat akun, fitur, metode, model, langkah pemanfaatan, kelebihan serta kelemahan Rumah Belajar. Kajian ini sangat berguna bagi pendidik untuk sebagai bekal pengetahuan dan strategi dalam meningkatkan kualitas peserta didik.
Siaran Pendidikan: Radio dan Televisi Edukasi
Teguh Arie Sandy;
Irena Febriyan Ningsih;
Laila Nuraini;
Anggita Styanindya Hasna;
Alwi Hamed
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 9 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i9.176
Penulisan artikel jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pemanfaatan siaran pendidikan melalui Radio dan Televisi Edukasi sebagai salah satu bentuk inovasi pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran siswa, terutama selama pandemi ini agar pembelajaran tetap dapat terlaksana dengan baik. Hasil kajian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa media televisi mempunyai potensi yang tinggi untuk menyampaikan pesan pendidikan/pembelajaran dan mampu menarik perhatian serta minat peserta didik. Bahkan kenyataannya, sebagian besar dari kehidupan peserta didik ada di depan televisi. Begitu halnya dengan radio edukasi, melalui siarannya menunjukkan potensinya yang dapat membangkitkan dan mampu menyentuh pribadi pendengar. Hal ini tercatat pada acara siaran dongeng live secara monolog, anak-anak antusias menanyakan tokoh yang ada dalam dongeng dan memberikan komentar tentang tokoh dan cerita yang telah didengarkan. Dengan berkembangnya teknologi, siaran radio edukasi saat ini semakin mudah diakses secara cepat dan dapat dengan mudah didengarkan melalui handphone sehingga lebih praktis dan mudah dibawa kemana saja. Untuk itu, pentingnya siaran televisi dan radio edukasi dijadikan sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran.
Pelatihan Distance Learning: Strategi Pembelajaran Analisis Data Kuantitatif bagi Peserta Kelas Sosial
Naily Kamaliah
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v3i1.221
Dalam upaya untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat dan ilmiah, maka seorang peneliti perlu memahami metodologi penelitian yang tepat. Beberapa pendekatan dalam penelitian sosial, diantaranya adalah Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, serta Mix Methods. Pada pelatihan Metodologi Penelitian Sosial, ketiga pendekatan perlu disampaikan. Materi analisis data kuantitatif, menjadi salah satu materi pelatihan yang menjadi momok bagi peserta pelatihan, khususnya peserta yang terbiasa melakukan penelitian secara kualitatif. Dengan adanya Revolusi Industri 4.0, maka dilakukan mitigasi Pelatihan dalam skema pembelajaran distance-learning. Tulisan ini akan mengulas strategi pembelajaran analisis data kuantitatif, bagi kelas sosial, melalui pembelajaran distance learning. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui media angket, juga melalui observasi yang dilakukan saat pembelajaran. Hasil dari Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran analisis data kuantitatif bagi peserta kelas sosial, memberikan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran diatas 90.
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Penerapan Metode Pembelajaran Eksperimen pada Siswa SMK
Mr. Bahrun
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 11 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i11.238
Untuk mengimbangi kemajuan teknologi infortuni seperti ini. pembangunan di sektor pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Pentingnya mengutamakan hal ini, karena perdidikan merupakan upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah sela mencanangkan kurikulum yang lebih mengacu pada peningkatan kualitas pendidikan Dari pengalaman yang dialami oleh peneliti pada saat praktek mengajar di lapangan terlihat bahwa sekolah menuntut siswa untuk kompeten dalam setiap materi pembelajaran dan pada setiap pokok bahasan. Kompetensi sirws juga harus mencakup bidang life skills (kecakapan hidup), sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya, siswa dapat menjadi manusia Indonesia yang mumpuni dan berbudi pekerti luhur. Guru dan siswa sebenarnya sudah paham dengan cara eksperimen tetapi untuk melakukannya mereka belum pernah. Pada penelitian ini yang menjadi obyek peneliti adalah kelas X TGB 1. Hasil observasi dengan guru TBG di SMK Negeri 5 Surabaya schagian besar sirwa kesulitan menerima materi pelajaran dan kurang aktif dalam proses belajar mengajar baik dalam mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh ganu. Dari permasalahan di atas, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran eksperimen guma memperbaiki kondisi kelas tersebut. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data penelitian dapat disimpulkan (1) Penerapan metode pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (2) Kemampuan guna dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran eksperimen pada siswa adalah meningkat. (3) Aktivitas siswa pada aspek afektif dan aspek psikomotor dengan menerapkan metode pembelajaran eksperimen adalah meningkat, sehingga pemahaman konarp siswa lebih baik, yang pada akhimys aspek kognitif yang berupa hasil belajar siswa juga meningkat.
Analisis Komunikasi Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Daring (E-Learning)
Achmad Djuhdi Endawan;
Dian Din Yati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 10 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i10.229
Berbagi pengetahuan melalui kolaborasi dan komunitas menggunakan alat pembelajaran jarak jauh adalah komponen penting pendidikan pada abad ke-21 ini. Pembelajaran jarak jauh tumbuh di lembaga-lembaga pendidikan di seluruh dunia, strategi pengajaran yang ditingkatkan berfokus pada penggabungan komunikasi yang melibatkan instruktur dan siswa dalam memberdayakan pemahaman. Kajian ini berfokus membangun pengetahuan melalui meta-komunikasi dinamis di ruang kelas daring dengan membangun lingkungan pembelajaran jarak jauh melalui interaktivitas, keterlibatan sosial, dan pengetahuan teknologi komunikasi di Indonesia. Penekanan ditempatkan pada kolaborasi daring dan pembangunan komunitas untuk mendorong pembelajaran kolaboratif dan akuisisi pengetahuan. Konstruksi teoretis seputar konstruktivisme sosial dan aplikasi praktis untuk pengajaran diberikan kepada pembaca untuk meningkatkan tujuan pembelajaran jarak jauh menggunakan strategi meta-komunikasi.
Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 untuk Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Siswa Sekolah Dasar
Agustinus Tanggu Daga
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v3i1.137
Keterampilan abad 21 sangat dibutuhkan oleh peserta didik dewasa ini untuk mengantisipasi perubahan global yang sangat cepat. keterampilan abad 21 sangat relevan dengan tren pembelajaran abad 21 yang diterapkan di sekolah dasar. Pendekatan saintifik yang diterapkan kurikulum 2013 dapat meningkatkan keterampilan abad 21 siswa kolah dasar. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan keterampilan abad 21 siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan tentang kurikulum 2013 di sekolah dasar, keterampilan abad 21, dan implementasi pendekatan saintifik mengembangkan keterampilan abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatis dengan metode kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai referensi yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Penelitian ini menemukan bahwa (1) kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik dalam perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran; (2) keterampilan abad 21 di sekolah dasar meliputi keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolabrasi, dan kreativitas; (3) implementasi pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik; (4) implementasi pendekatan saintifik dapat dipadukan dengan strategi dan model pembelajaran yang relevan seperti pembelajaran aktif dan kooperatif.
Inovasi Kurikulum: Materi Pendidikan
Tunjung Sabdarifanti;
Nur Hanifah;
Annisa Kurnia Rizqi;
Utara Artajaya
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 10 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47387/jira.v2i10.234
Inovasi kurikulum pada materi pendidikan di era digital ini masih menjadi sebuah topik yang menarik untuk dibahas, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Survei mengenai kajian inovasi kurikulum pada materi pendidikan menjadi fokus dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka adalah istilah lain dari kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, landasan teori, telaah putsaka (literature review), dan tinjauan teoritis. Penelitian pustaka sendiri merupakan penelitian yang hanya berdasarkan atas karya tulis baik yang sudah di publikasikan maupun yang belum dipublikasikan. Sehingga pada penelitian ini peneiliti tidak langsung terjun ke lapangan. Secara garis besar, kesimpulan dari penelitian ini ialah Indonesia telah melakukan inovasi materi pendidikan secara rutin. Inovasi tersebut diantaranya seperti penyampaian materi ajar dalam bentuk permainan, pengambilan materi belajar yang dekat dengan lingkungan siswa, pengemasan materi dalam bentuk syair lagu, dll.