cover
Contact Name
Singgih Subiyantoro
Contact Email
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Editorial Address
Pascasarjana Kependidikan UNS lantai 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 25410261     EISSN : 27459969     DOI : https://doi.org/10.32585/
Core Subject : Education,
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia cabang Surakarta (IPTPI Surakarta). Edudikara terbit berkala per 3 bulan sekali, yakni Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 393 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Agus Priantono
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2021): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini laksanakan dalam tiga siklus dengan setiap siklus dilakukan observasi terhadap aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran, serta dilakukan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IX C tahun pelajaran 2019/2020 dalam mempelajari materi bangun ruang sisi lengkung. Hasil analisis data pada tiga siklus, dari 35 siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada pra siklus sebanyak 6 siswa ( 17,14 % ) dengan skor rata-rata 69,3 , siklus I sebanyak 9 siswa (25,71%) dengan skor rata-rata 70,17, siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus II sebanyak 24 siswa (68,57%) dengan skor rata-rata 70,86 atau terjadi peningkatan sebesar 42,85 % dari siklus I, dan siklus III terdapat 34 (97,14%) siswa mencapai ketuntasan belajar dengan skor rata-rata 79,06 atau terjadi peningkatan sebesar 71,43 % dari siklus I. Peningkatan pemahaman siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung melalui pembelajaran kontekstual secara klasikal tergolong tinggi. APPLICATION OF CONTEXTUAL LEARNING MODELS TO IMPROVE UNDERSTANDING OF CONTACT SIDE BUILDING MATERIALS Agus Priantono SMP Negeri 16 Semarang City Email: lemendreas@gmail.com Abstract This study aims to describe the application of contextual learning in improving students' understanding of the curved side space building material. This classroom action research (CAR) was carried out in three cycles, with each cycle observing teacher and student activities during learning, and evaluating. The results showed that the use of a contextual learning model could improve students' understanding of class IX C for the 2019/2020 academic year in studying the curved side of the building material. The results of data analysis in three cycles, of the 35 students who achieved learning completeness in the pre-cycle were 6 students (17.14%) with an average score of 69.3, in the first cycle there were 9 students (25.71%) with an average score an average of 70.17, students who achieved learning completeness in cycle II were 24 students (68.57%) with an average score of 70.86 or an increase of 42.85% from cycle I, and cycle III there were 34 (97, 14%) students achieved mastery learning with an average score of 79.06 or an increase of 71.43% from cycle I. Increasing students' understanding of the curved side of the building material through contextual learning is classically classified as high.
Penggunaan Video Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Pembelajaran Online Berbasis Lesson Study Isna Farahsanti; Anjas Jati Pribadi; Riska Ariyanti; Gunawan Gunawan
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2021): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i1.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika dengan menggunakan video pembelajaran matematika pada pembelajaran online berbasis lesson study. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis lesson study. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Tamansiswa Sukoharjo tahun pelajaran 2020/2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan hasil kegiatan plan, do, dan see dalam melaksanakan pembelajaran berbasis lesson study dan data prestasi belajar matematika siswa yang diperoleh dari nilai postest matematika di setiap siklus PTK. PTK berbasis lesson study ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya dilalui empat tahapan, yaitu perencanaan (sekaligus plan pada lesson study), pelaksanaan serta pengamatan (sekaligus kegiatan do pada lesson study), dan refleksi (sekaligus kegiatan see pada lesson study). Dari hasil yang diperoleh terlihat adanya kenaikan rerata nilai yang diperoleh dari prasiklus, yaitu 54,17 naik menjadi 62,50 pada siklus 1 dan naik lagi menjadi 65,83 pada siklus 2. Hal ini juga diikuti kenaikan persentase siswa yang tuntas, dari 33,33% pada prasiklus, menjadi bertambah di siklus 1 yaitu 66,67% dan mengalami kenaikan kembali pada siklus 2 menjadi 83,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran matematika pada pembelajaran online berbasis lesson study dapat meningkatkan prestasi belajar matematika.
Pengembangan Sekolah melalui Manajeman Talenta di SMK Negeri 1 Pitu: Manajemen talenta deby - arisma
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2021): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i1.232

Abstract

Pengembangan Sekolah melalui Manajeman Talenta di SMK Negeri 1 Pitu Lamijan Email: lamijanfisika@gmail.com Abstrak Karya tulis ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai: (1) pengembangan sekolah melalui manajemen talenta, dan (2)hasil atau dampak dari pelaksanaan program pengembangan sekolah melalui manajemen talenta. Karya tulis ini merupakan pengalaman pelaksanaan manajerial di SMK Negeri 1 Pitu dalam bentuk best practice. Pengalaman selama empat tahun melaksanakan program pengembangan sekolah melalui manajemen talenta terdiri atas: (1) pembentukan kesadaran warga sekolah untuk mengakui dan handarbeni sekolah, (2) pemberian peluang mengembangkan diri, (3) perwujudan kepuasan kerja sebagai dampak psikologis dari adanya pengakuan dan peluang, (4) perolehan kompensasi sebagai bentuk penghargaan yang diterima oleh warga sekolah sebagai akibat dari aktivitas-aktivitas pengembangan sekolah. Dampak dari pelaksanaan program pengembangan sekolah melalui manajemen talenta adalah: (1) terbentuknya kesadaran warga sekolah untuk handarbeni sekolah, memiliki keberanian dan keterbukaan dalam memberikan saran untuk kemajuan sekolah, (2) adanya pengembangan diri stakeholders untuk kemajuan sekolah yang ditandai terjalinnya kerjasama sinergis antara sekolah dengan warga sekolah dan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri, (3) terwujudnya kepuasan kerja stakeholders sebagai dampak peningkatan prestasi sekolah dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, serta (4) adanya perolehan kompensasi yang berupa finansial dan perasaan senang, bangga, dan nyaman menjadi bagian dari SMKN 1 Pitu. Kata Kunci: Pengembangan, Manajemen Talenta
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dan Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Lina Aryani; Edy Widayat; Sunardjo Sunardjo
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara penggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi, 2) mengetahui perbedaan aktivitas belajar IPS antara penggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi, dan 3) mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dan Jigsaw terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan teknik pretest posttest design serta menggunakan instrumen pengumpul data berupa lembar angket, observasi, dan tes yang valid dan reliabel. Untuk menjawab hipotesis penelitian, peneliti melakukan analisis data statistik menggunakan rumus t-test dan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1) tidak terdapat perbedaan aktivitas belajar IPS antara penggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi, 2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara penggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi, dan 3) model pembelajaran discovery learning dan Jigsaw memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjungbumi.
Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Ketelitian dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Ratna Oktaviani
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan ketelitian dan keterampilan berikir tingkat tinggi siswa dengan penerapan model Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik tes dan nontes. Teknik nontes dengan observasi dan wawancara sedangkan untuk tes menggunakan soal tes evaluasi. Observasi dan wawancara digunakan untuk memperoleh data ketelitian dan keterampilan tingkat tinggi. Sedangkan tes tertulis dengan soal evaluasi digunakan untuk memperoleh data keterampilan berpikir tingkat tinggi. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Kanisius Demangan Baru sebanyak 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan ketelitian dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase hasil penelitian variabel ketelitian dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada variabel ketelitian dengan persentase kondisi awal 75%, pada siklus I 83,3%, dan pada siklus II 87,5%. Sedangkan pada variabel keterampilan berpikir tingkat tinggi juga menunjukkan peningkatan dengan hasil rata-rata nilai siswa 75, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 80.7, pada siklus II menjadi 84.6. Kata Kunci : Ketelitian, HOTS, Discovery Learning, Pembelajaran Tematik Abstract This research was motivated by the low level of accuracy and high-order thinking skills on thematic learning at SD Kanisius Demangan Baru. The purpose of this study was to improve students' accuracy and high-level thinking skills by applying themodel Discovery Learning. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The data in this study were collected through test and non-test techniques. Non-test techniques with observation and interviews, while for the test using evaluation test questions. Observations and interviews are used to obtain thoroughness data and high-level skills. While the written test with evaluation questions was used to obtain data on higher order thinking skills. The data analysis technique in this research is descriptive quantitative. The subjects of this study were 18 grade IV students of Kanisius Elementary School in Demangan Baru. The results showed that thelearning model discovery can improve the accuracy and higher order thinking skills. The results showed that the average percentage of the results of the study of the variables of accuracy and high-order thinking skills of students had increased. This is indicated by the increase in the accuracy variable with the percentage of the initial conditions of 75%, in the first cycle 83.3%, and in the second cycle 87.5%. Meanwhile, the high-order thinking skills variable also showed an increase with the average score of 75 students, then in the first cycle it increased to 80.7, in the second cycle it became 84.6. Keywords : Accuracy, HOTS, Discovery Learning, Thematic Learning
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Peraga Patalsula untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ni'amah Ni'amah
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model Problem based learning Berbantuan Alat Peraga Patalsula dalam meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran dalam memahami Q.S Luqman 13-14. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuntitatif dengan persentase.Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Problem based learning dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama tindakan. Hasil belajar siswa pra siklus menunjukan hasil yang belum optimal, dari 22 orang siswa penilaian hasil belajar, siswa yang tuntas hanya 14 siswa atau mencapai 64 % siswa yang tuntas secara klasikal. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 71 atau dibawah nilai indikator kinerja.Setelah dilakukan tindakan baik siklus 1 dan siklus 2 hasil ketuntasan belajar meningkat dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2 yaitu masing-masing 64%, 82%, dan 91%. Pada siklus 2 ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai yaitu diatas 85,00. Analisis data hasil pengolahan kinerja guru dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran dalam bentuk instrument pengamatan oleh observer juga mencapai skor 80 dengan kategori baik Kondisi ini
Mengatasi Stres di Masa Pandemi Covid-19 melalui Hipnoterapi Siska Wahyuningtyas Retno Wulandari
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.238

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi stres yang dialami oleh siswa dikarenakan pembelajaran secara daring melalui hipnoterapi. Penelitian ini menggunakan metodologi eksperimen dengan Teknik analisa kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa yang mengalami gangguan psikis dan yang membutuhkan penanganan segera sejumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah disebarkan sebelum dan setelah mendapatkan perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa hipnoterapi efektif mengatasi stres.
Persepsi Mahasiswa terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Sawal Mahaly
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.239

Abstract

Pembelajaran daring menjadi salah satu metode alternatif belajar yang tidak mengharuskan mereka untuk hadir di kelas. Selain itu, pembelajaran ini akan membentuk jiwa kemandirian belajar, dan juga mendorong interaksi antar mahasiswa, terutama untuk mahasiswa yang biasanya tidak aktif berbicara maka akan dapat lebih leluasa menyampaikan pendapat/pertanyaannya melalui tulisan. Sedangkan bagi dosen, model pembelajaran daring memberi peluang untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan pembelajaran setiap mahasiswanya secara lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi di program studi bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif. Dari hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring program studi Bimbingan dan Konseling FKIP-Unpatti dalam kategori cukup dengan jumlah rata-rata 52.5%.
Pengembangan Media Flash Cards untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Galih Pranowo
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media flash cards yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca aksara jawa bagi siswa kelas IV SD Muhammadiyah Karangduwet Gunungkidul. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Setelah melalui tahap produksi diperoleh produk awal yang telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Perolehan data didapatkan dari observasi, angket, tes dan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan mengunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media flash cards pada uji ahli materi dinilai layak (89,13%) dan ahli media dinilai layak (90%). Selain uji ahli, pada uji coba lapangan utama media ini dinilai layak (93,125%) dan saat uji coba lapangan operasional media ini juga dinilai layak (94%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media flash cards sudah layak sebagai media pembelajaran utntuk meningkatkan kemampuan membaca aksara jawa bagi siswa kelas IV SD Muhammadiyah Karangduwet Gunungkidul.
Standarisasi dan Konsep Sarana Prasarana Pendidikan Aulia Diana Devi
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2021): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v6i2.242

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau fasilitas atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standarisasi dan konsep sarana dan prasarana pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan filosofis.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yaitu mengumpulan bahan data berupa sumber dari buku-buku, artikel-artikel dan lainnya yang berkaitan dengan objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan merupakan perangkat atau fasilitas perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakan untuk menunjang proses dan demi tercapainya tujuan pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang, meja kursi, alat-alat media pengajaran, ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, serta ruang laboratorium dan sebagainya. Dalam proses belajar mengajar, suatu lembaga pendidikan harus mempunyai sarana dan prasarana pendidikan. Suatu proses belajar mengajar tidak akan mencapai tujuan yang maksimal apabila tidak dapat memenuhi standarisasi sarana dan prasana pendidikan. Dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan secara langsung dan tidak langsung, diharapkan agar peserta didik, dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan segala sarana dan prasarana pendidikan yang ada dengan seoptimal mungkin dan bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pemakaian sarana dan prasarana pendidikan yang ada.