cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut" : 5 Documents clear
Pulau Osi: A Collaborative Strategy for Community-Based Mangrove Ecotourism Management Kaliky, Fitriyanti; Djumat, Juni La; Umar, Dewi Bin; Sangadji, Suman; Simataw, Gusmianti; Latuamury, Bokiraiya
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.264

Abstract

Pulau Osi is a coastal area with substantial potential for developing community-based mangrove ecotourism. This study aims to analyze the management and development strategies of the mangrove ecotourism area in Dusun Pulau Osi, West Seram Regency, using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The findings indicate active community participation through the formation of groups such as Mangrove Lestari and Mina Mangrove Lestari. Internal strengths include abundant natural resources and scenic landscapes, while weaknesses lie in limited infrastructure and insufficient promotion. Externally, economic potential and technological advancement present key opportunities. The recommended strategy is an aggressive one, emphasizing the optimization of internal strengths and external opportunities through infrastructure development, digital promotion, and the creation of mangrove-derived products. The study concludes that the success of ecotourism management relies heavily on collaboration among communities, government, and private stakeholders in promoting conservation-based and locally-driven tourism development
Identifikasi Keragaman Morfologi Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendra Linn.) di Kabupaten Buru, Maluku Wiyantoro, Aldi; Mahulette, Asri Subkhan; Marasabessy, Dessy Ariyani
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.366

Abstract

Kabupaten Buru Provinsi Maluku merupakan salah satu wilayah sebaran tanaman kayu putih di Indonesia. Hingga saat ini berbagai kajian terkait morfologi tanaman kayu putih yang tumbuh di Kabupaten Buru belum banyak diinformasikan. Penelitian bertujuan menganalisis karakter morfologi tanaman kayu putih di Kabupaten Buru dan mengidentifikasi karakter pencirinya. Penelitian dilaksanakan di tiga kecamatan sebaran tanaman kayu putih di Kabupaten Buru yaitu kecamatan Namlea, Lilialy, dan Waplau. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2024. Hasil penelitian berdasarkan Hierarchical Cluster Analysis (HCA) didapatkan dua kelompok besar tanaman kayu putih dengan koefisien ketidakmiripan sebesar 17,8%, dimana kelompok I terdiri atas 27 aksesi yang mengelompok dengan koefisien kemiripan 84,4% dan kelompok II terdiri atas 3 aksesi dengan koefisien kemiripan 83,8%. Kelompok I dalam pengelompokan terbagi lagi atas dua kelompok yaitu kelompok I-a yang terdiri atas 22 aksesi dengan koefisien kemiripan sebesar 85,7% dan kelompok I-b yang terdiri atas 5 aksesi dengan koefisien kemiripan sebesar 85,5%. Hasil identifikasi berdasarkan Principle Component Analysis (PCA) didapatkan karakter penciri tanaman kayu putih kelompok I-a berupa: tinggi cabang terbawah, lebar daun, panjang tangkai daun, diameter rangkaian bunga, panjang buah, diameter buah. Kelompok I-b berupa: tinggi pohon, lingkar batang, lebar kanopi U-S, lebar kanopi T-B, panjang daun, sedangkan kelompok II berupa: keberadaan bulu di permukaan daun muda, warna bulu di permukaan daun, dan warna ujung tangkai daun.
Komposisi Essential Oil Dua Varian Cengkih Raja Syzygium aromaticum (L) Merr. & L. M. Perry) pada Lokasi Sebarannya di Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Mahulette, Asri Subkhan; Matatula, Avia Jolanda
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.369

Abstract

Cengkih Raja merupakan salah satu cengkih lokal Maluku yang memiliki karakter morfologi perpaduan antara cengkih tipe liar (wild type) dengan cengkih tipe budidaya (cultivated type). Cengkih Raja secara morfologi terbagi atas dua varian yang dapat dibedakan berdasarkan ukuran morfologinya, yaitu varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi daun, bunga, buah, dan biji yang besar dan varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi daun, bunga, buah, dan biji yang relatif lebih kecil. Kandungan komponen atsiri varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi yang kecil telah diinformasikan, akan tetapi belum pada varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi yang lebih besar. Penelitian bertujuan untuk menginformasikan komponen atsiri (essential oil) varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi daun, bunga, buah, dan biji yang besar kemudian membadingkannya dengan komponen atsiri varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi daun, bunga, buah, dan biji yang lebih kecil yang telah didapatkan pada penelitian sebelumnya. Bunga varian cengkih Raja untuk kebutuhan distilasi diambil dari lokasi sebarannya di Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Distilasi menggunakan metode steam-hydro destillation, sedangkan analisis komponen atsirinya menggunakan teknik Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil analisis GC-MS terhadap varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi daun, bunga, buah, dan biji yang besar dalam penelitian didapatkan 5 komponen yaitu eugenol (59,85%),  caryophyllene (18,21%), germacrene-D (11,92%), δ-Cadinene (CAS) (5,48%) dan α-adinol (3,91%). Varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi besar dalam penelitian terindikasi memiliki kandungan eugenol yang lebih rendah dengan kadar caryophyllene sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan varian cengkih Raja dengan ukuran morfologi kecil pada penelitian sebelumnya.
Inventarisasi dan Analisis Model Arsitektur Pohon serta Indeks Keanekaragaman Vegetasi di Hutan Kampus Politeknik Padamara Latupapua, Marcus J J; Hadijah, Miranda H; Djumat, Juni La; Karyaningsih, Ika
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis model arsitektur pohon serta keanekaragaman vegetasi di kawasan hutan kampus Politeknik Padamara. Metode yang digunakan meliputi analisis vegetasi dengan parameter kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting (INP), serta klasifikasi model arsitektur berdasarkan pengamatan morfologis dan referensi literatur. Selain itu, dilakukan analisis terhadap keragaman, kekayaan jenis, dan kemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pohon dengan INP tertinggi adalah Leucena glauca, Ceiba petandra, dan Mangifera indica. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 2,indeks kekayaan jenis (Dmg) sebesar 5,75, dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,32. Ditemukan 13 jenis pohon dengan model arsitektur Troll, 8 jenis model Rauh, serta beberapa jenis lainnya dengan model Scarrone, Aubreville, Corner, dan Champagnat. Kajian ini menunjukkan pentingnya keberadaan hutan kampus sebagai ruang konservasi dan pendidikan ekologis, serta potensi pohon dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon dan kontribusi biodiversitas.
Optimizing Local Corn Cultivation Systems on Kisar Island, South West Of Mollucas Taihuttu, Hermina Neltje; Polnaya, Fransin; Marasabessy, Dessy Ariyani
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.375

Abstract

Corn (Zea mays L) is a substitute for rice crops in food diversification program, the raw materials of food industry, beverages, and feed. Corn contains carbohydrates, protein, fat, vitamins and fiber. Kisar Island in Maluku district southwest of corn is a staple food source. Corn is usually consumed as boiled, grilled, fried, as a raw material for making cakes. Kisar Island is one of the islands in Maluku province that people cultivate corn crops in conventional farming systems. This study aims to determine the system of local corn cultivation in Kisar Island South West Maluku district. Research conducted in Kisar Island in Mei until August 2023. This study used purposive sampling method wich is survey and interview. The survey was conducted to determine the system of local corn cultivation in Kisar Island. Interviews were conducted to farmers as respondents . The results showed: 1. Local corn plants on the island of Kisar were cultivated around the house or yard, 2. Local corn cultivation system in Kisar Island has been done traditionally for generations, 3. Local corn cultivation in Kisar Island is done because it brings benefit socially, economically and ecologically.

Page 1 of 1 | Total Record : 5